Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
Sd_berakhir dengan manis


__ADS_3

semua orang sudah datang, Rama dan Dewi memakai baju yang sama dan terlihat begitu bahagia sebagai pasangan baru.


begitu pula dengan raksa dan ayu yang masih sedikit malu-malu, sedang tuan Setyo begitu bahagia saat ini karena dia tak sabar ingin mengendong bayinya.


sedang tuan Tjandra masih malu-malu, terlebih semua orang sudah menyetujui hubungan Keduanya.


pasalnya mereka hanya berteman, tapi semua orang ingin melihat hubungan mereka yang lebih.


Tyas juga melihat kedua putranya yang begitu dekat dengan sang kakak perempuan, dan begitu posesif terhadap Dewi.


bahkan beberapa kali terlihat Derry dan Derrick bertengkar atau bersitegang dengan Rama yang sekarang adalah suami dari Dewi.


Tyas tak mengira jika hidupnya akan sesempurna ini karena semua orang sudah bahagia.


"ada apa sayang? kenapa kamu tersenyum sendiri?" tanya Arthur yang memeluk tubuh Tyas dari belakang.


"aku tak mengira keluarga kita akan bahagia dengan cara seperti ini, lihatlah mereka semua, senyum yang mengembang begitu indah terpancar, dan terima kasih sudah bertahan dengan ku sayang," kata Tyas pada Arthur.


Arthur pun mencium kening Tyas dengan mesra, "aku yang seharusnya berterima kasih terhadap mu, kamu bisa bertahan mencintaiku yang sering berbuat bodoh dulu, bahkan sempat membuat mu sedih,"


"tidak sayang, aku yang seharusnya berterima kasih, dengan semua latar belakang ku, kamu dan papa masih mau menerima ku, dan terima kasih sudah memberikan tiga anak yang begitu hebat," jawab Tyas.


Arthur pun tersenyum sambil memeluk istrinya itu, malam pun berlanjut.


kini semua berkumpul sambil mengelilingi api unggun, semua masalah bisa di selesaikan dengan tetap bersama.


itulah yang di yakini oleh Tyas dan Arthur, hingga dapat bersatu kembali meski sempat terpisah selama lima tahun.


bahkan dua putranya yang begitu merindukan sosok sang ayah, kini sudah sangat mendapatkan kasih sayang yang sempurna.


"apa ada yang ingin mengutarakan perasaannya di depan semua orang?" tawar Arthur.


"aku," kata Tyas semangat.


"bosan!" kata Rama, raksa dan tuan Tjandra bersamaan.


Tyas pun langsung cemberut, pasalnya semua orang begitu jahat padanya.


sedang tuan Setyo pun berdiri di depan semua orang sambil mengambil setangkai mawar di tangannya.


"aku ingin mengakui sesuatu, maaf sudah merusak mu awalnya, tapi setelah aku meninggalkan mu begitu saja, aku baru saja jika hatiku sudah jadi milik mu, maaf merebut mu dari kekasih mu, tapi aku begitu mencintaimu, dan terima kasih memberikan dua hadiah yang kamu berikan, terima kasih sudah bersedia bersama dengan pria tua ini, aku mencintai mu Dian," kata tuan Setyo.


"aku juga mencintai mu papa," kata Dian memeluk suaminya itu


Raksa pun bertepuk tangan, dia juga sudah memiliki wanita yang di cintai, dan tak perlu sedih melihat kebahagiaan dari sang opa.


sedang Rama juga merasa begitu bahagia hingga mencium tangan Dewi, dan semua orang pun menikmati permainan bersama malam ini.


sedang di tempat lain, ada seseorang yang tak menyukai kebagian dari keluarga itu, karena dia tersingkir begitu saja.

__ADS_1


bahkan tak ada yang ingat padanya lagi,bahkan pria yang dulu di tolong ya, kini malah tertawa dan bahagia bersama wanita lain.


"tunggu saja pembalasanku, dan ku pastikan semua yang kau miliki akan hancur seperti kau menghancurkan aku dan keluargaku," kata gadis itu sebelum pergi dengan mobil sedan keluaran lama.


malam ini semua keluarga yang begitu bahagia, bahkan tak pernah merasa akan ada sesuatu yang akan mengusik kebahagiaan mereka.


-----------bonus chapter----------


sedang di tempat lain, Wisnu yang sudah bahagia bersama putrinya yang kini memilih pindah kesebuah desa kecil.


bahkan pria itu kini menjadi juragan di desa itu, desa yang sebenarnya bertetangga dengan Danu.


tapi sayangnya keduanya seperti tak kenal satu sama lain, terlebih Danang juga mengubah namanya.


Wisnu benar-benar berubah, bahkan Aya sekarang juga tumbuh sebagai gadis yang begitu sopan terlebih dia di asuh dengan pendidikan agama yang kuat.


bahkan Wisnu menjadi duda idaman semua orang, tapi pria itu memang tak memikirkan hal seperti pernikahan.


seperti hari ini, di desa ini di adakan acara sedekah desa, dan kebetulan acara akan di lakukan oleh dua desa.


tapi saat di adakan rapat dengan semua anggota panitia, tak terduga ada dua bapak-bapak yang repot dengan putri mereka.


"Aya, jangan lari-larian, nanti menabrak orang .." kata Wisnu yang ternyata putrinya itu sudah menabrak seorang pria.


"Aya!" kaget Wisnu menghampiri putrinya.


"kamu gak papa nak?" tanya Danu membantu gadis itu bangun.


"maafkan putri saya tuan," kata Wisnu yang langsung berjongkok dan membersihkan baju Putrinya.


"Wisnu," sapa Danu.


mendengar namanya di panggil, Wisnu menoleh dan kaget melihat Danang.


"Danang," sapa Wisnu yang terkejut.


"bukan Danang, sekarang panggil aku Danu, itu nama masalalu cak," jawab Danu tertawa.


"jangan bilang kmu yang sekarang jadi calon lurah itu ya?" kata Wisnu bersalaman dengan pria yang selama ini jdi sahabat baiknya itu.


"bukankah kamu juga, kalau tak salah kamu juga di ajukan jadi lurah dari desa sebelah bukan," kata Danu tertawa.


"ya begitulah, Aya ini teman ayah, sapa dulu ya om-nya," kata Wisnu pada putrinya itu.


"dia gadis itu, dan sekarang jadi Putri mu?" tanya Danu tak percaya jika Wisnu benar-benar membesarkan hadis itu.


"iya," jawab Wisnu.


Aya mencium tangan Danu, begitupun ana yang juga langsung mencium tangan dari Wisnu, "dan perkenalkan ini putriku namanya Anastasya, kalian bisa jadi sahabat ya,"

__ADS_1


"iya om," jawab Aya.


sedang ana masih melihat Aya dengan curiga, "mau main ke rumah balon, atau melukis?" ajak Aya.


"baiklah, ayah aku pamit dulu,mari om," jawab ana yang langsung di Tasik oleh Aya.


gadis kecil seperti Aya, memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan ana, jika Aya ceria dan banyak bicara.


maka ana pendiam dan suka menyendiri, bahkan Danu sering di buat bingung dengan putrinya.


terlebih gadis itu jika membuka mulutnya sering membuat anak orang menangis.


"ana mau naik itu? sepertinya menyenangkan?" ajak Aya.


"tidak, itu seperti anak-anak, itu membuatku malu," kata ana.


"kamu ini masih anak-anak tapi kenapa ucapan mu seperti orang tua, jangan sok dewasa, kita nikmati hidup ini, ayo ..." tarik Aya tak peduli Omelan ana.


Keduanya pun naik trampolin dan lama kelamaan ana begitu menikmati waktunya bersama Aya.


bahkan dia bisa tertawa lepas, dan dia bisa merasakan bagaimana punya teman yang selama ini tidak dia miliki.


setelah puas, Aya mengajak ana menuju ke area penjual cemilan, Aya mengajak ana beli sosis telur.


tak hanya beli satu, Aya membeli beberapa jenis makanan kesukaannya, dan ana kaget melihat gadis kecil itu dengan belanjaannya.


"kamu gak takut gendut?" tanya ana.


"tidak kok, aku makan banyak pun tak bisa gendut, ha-ha-ha," kata Aya.


benar saja, ana pun di buat kaget dengan Aya, bahkan dia pun juga akhirnya ikut gadis itu makan banyak.


sampai Keduanya tak sadar jika rapat dari ayah-ayah tampan mereka sudah selesai.


"ya tuhan gadis ku, kenapa membuat putrimu makan sebanyak itu, maaf aku memang tak pernah membatasi dia makan apapun," kata Wisnu


"tak masalah, aku jarang melihat ana yang bisa tertawa seperti itu bersama temannya," jawab Danu yang menepuk bahu Wisnu.


Keduanya pun tertawa bersama, pasalnya kini putri keduanya juga bersahabat, meneruskan persahabatan orang tua mereka.


-------selesai------


terima kasih atas semua yang sudah mengikuti novel ini,maaf jika ada yang membosankan.


karena cerita ini murni dari otak author, dan terima kasih atas segalanya.


dan tunggu untuk novel selanjutnya dan di jamin ceritanya tidak akan CEO dan cinta manis.


karena kisah selanjutnya akan bercerita tentang percintaan sederhana tentang kisah rumah tangga di desa kecil dan juga perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan.

__ADS_1


sebelumnya terima kasih atas dukungannya, dan tunggu novel selanjutnya ya....



__ADS_2