Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
sd_keluarga dengan wanita


__ADS_3

Tyas mengajak semua anak-anak untuk masuk ke kamar Dian dan tuan Setyo.


kamar itu terlihat begitu rapi, dan terlihat Dion meminta ajari Derrick untuk bisa menjadi ahli komputer.


sedang Tyas langsung tidur berbantalkan paha dari Dian, "kenapa, kamu juga di ganggu para pria tua itu?" tanya Dian yang sedikit terkikik.


"menurut mu, kenapa sih papa mertua dan opa masih main dengan pria tua yang mesum begitu,bikin ilfil saja, untung tiga bocah itu tak tau tentang apa yang aku ucapkan, jika tidak itu bisa bahaya," kata Tyas.


"ya mau gimana lagi, kapan lagi mereka bisa menjatuhkan dua pengusaha besar jika tidak menyerang keluarganya, dan beruntung Danang memberikan aku semua bukti tentang mereka, jadi aku bisa membungkam mereka agar tak mengatakan hal-hal aneh," kata Dian.


"ya kamu benar, tapi apa seburuk itu bagi kita yang memiliki masa lalu dengan dunia hitam, aku juga tak memilih itu," lirih Tyas.


"tidak salah Tyas, itu adalah jalan hidup kita, yang terpenting semua keluarga kita tetap bersama kita tak perlu peduli dengan omongan orang lain, karena mereka kemungkinan hanya syirik dengan kita, lihatlah dirimu yang sudah memiliki kesempurnaan dengan memiliki suami dan anak-anak yang begitu pintar dan membanggakan. sedang aku juga sudah bahagia memiliki keluargaku, dengan pria yang mencintaiku dan putra yang begitu aku sayangi, dan sebentar lagi ...."


Tyas pun melihat tangan Dian yang mengelus perutnya, "apa kamu hamil lagi Dian? dan aku akan punya om kecil atau Tante kecil lagi!" kaget Tyas yang tak percaya.


"iya ..."


keduanya pun berpelukan dengan erat, dan Dion yang mendengar pun langsung ikut memeluk karena begitu bahagia.


"Dion akan punya adik?"


"iya Dion, jadi Dion hadis jaga adiknya baik-baik ya, agar nanti jadi kakak yang siaga," kata Dian yang begitu terharu dan bahagia.


"yey ... kita akan punya om kecil lagi!" teriak Derrick dan Derry bersamaan.


"om kecil apa ini?" tanya tuan Tjandra yang datang bersama tuan Setyo setelah mengusir teman-teman mereka.


"opa, Oma cantik akan punya adik lagi, dan kami akan punya om kecil," kata Derry


"benarkah, wah... selamat teman tak ku kira kamu akan memiliki bayi di usiamu, ha-ha-ha," kata tuan Tjandra pada tuan Setyo.

__ADS_1


"iya," jawab tuan Setyo yang masih tak percaya.


sedang Dian tersenyum, dan tuan Setyo langsung memeluk istri dan putranya.


"kalau papa, kapan mau melamar Bu Nuning, kebetulan putra tertua Bu Nuning sudah merestui kalian loh," goda Tyas


"apa? tidak ada kami hanya berteman saja," kata tuan Tjandra yang malu-malu.


"benarkah, papa yakin, jika tidak kenapa wajah mu merah seperti ini pa?" tanya Tyas melihat wajah mertuanya.


"dasar wanita ini, anak-anak ayo ikut opa main ke taman komplek, dari pada di rumah dengerin Mama mu yang aneh ini," gerutu tuan Tjandra yang di selingi gelak tawa dari semua orang.


"siap opa!" jawab ketiga bocah itu.


Dewi di kantor suaminya ketiduran, dan dengan pelan Rama memindahkan istrinya itu ke kamar pribadinya.


kebetulan tak lama Raksa dan Arthur datang ke perusahaan untuk membahas pekerjaan.


ayu ingin menemani sang kakak ipar dan segera melihat keponakan pertamanya.


"bagaimana raksa, urusan mu sudah selesai disana, dan tolong jangan membuatku khawatir," kata Rama.


"tenang saja, semua berjalan lancar, dan masalah sudah beres, dan ini kenapa adik ipar dan mertuamu juga disini?" tanya Raksa melihat Arthur.


"jangan mulai kau anak muda, aku kesini hanya ingin membahas pekerjaan juga, tapi tak ku kira jika kedatangan kita bisa bersama seperti ini," kata Arthur.


"aku tau, apa maksud papa datang kesini, aku akan ikut mengawasi perusahaan yang menjadi milik Dewi, karena aku ingin Dewi fokus dan memilih semua kesukaannya," kata Rama pada Arthur.


"bagus kalau seperti itu, aku sempat menghawatirkan kalian karena kalian seperti menikah tak hanya orang saja, tapi juga dia perusahaan yang sudah lama bekerjasama dengan baik," terang Arthur


"bukankah itu bagus, ini seperti merger dengan landasan paling kuat, terlebih hubungan kita juga sudah tak mungkin terpisahkan lagi," kata Raksa yang di setujui oleh kedua pria yang lain.

__ADS_1


"kau benar, oh ya raksa untuk sementara kamu pulang kemana?" tanya Arthur.


"yang pasti tidak kerumah keluarga Nugroho, aku akan tinggal di apartemen milik ku, dan sebaiknya Rama kamu juga melakukan hal yang sama, setidaknya kalian bisa hidup mandiri,"


"kau gila, terus istriku kau suruh bersih-bersih dan jadi ibu rumah tangga, itu mustahil, karena aku memiliki semua penthouse, bukan apartemen," kesal Rama.


"sombong amat lu, ya setidaknya kalian bisa berduaan dan tidak di ganggu oleh tiga bocah nakal itu, terlebih tinggal dengan mertua pasti menyebalkan," kata raksa melirik Arthur.


"aku tau apa yang ada di otak mu, dasar kamu raksa tak pernah berubah," kesal Arthur.


"ha-ha-ha, ternyata anda peka juga, jadi kalian bisa menikmati rumah Nugroho dan kami bisa bersenang-senang dengan istri kami di apartemen milik kami bukan," kata Raksa.


"aku sih terserah kalian saja, tapi sebelum itu pamitlah dulu dengan kakek kalian, aku takut dia akan keberatan nanti," jelas Arthur.


"tenang pa, aku pindah ke depan rumah saja, soalnya itu juga sudah ku beli dan renovasi juga sudah selesai, jadi kita tak akan jauh-jauh terpisah, dan Dewi tetap bisa berkumpul dengan keluarganya," kata Rama yang sudah menyiapkan Semuanya.


"lihat Raksa, menantu yang sempurna, dan kamu sudah menyiapkan apa untuk istrimu," tanya Arthur ingin memanas-manasi Raksa.


"hal yang sama, dan masih satu komplek dan rumah itu juga sudah jadi, dan kami tinggal pindah bersama ibu mertua agar makin dekat dengan opa Tjandra, jadi siap-siap jadi saudara ipar ku ya om," kata raksa tertawa.


sedang Arthur pun ikut tertawa, pasalnya keluarga mereka memang memiliki ikatan yang seperti benang kusut.


tapi itu tak jadi masalah, terlebih warisan dari dua perusahaan besar itu tak akan jatuh kelain tangan tapi akan jatuh ke keluarga mereka lagi.


Rama juga tak mengira jika ini bisa terjadi, tapi tak masalah toh keluarga mereka saling menyayangi.


ketiganya pun pulang bersama, karena Tyas mengadakan perjamuan untuk semua orang.


terlebih Raksa dan ayu yang baru pulang dari luar negeri, dan juga acara yang ingin di laksanakan untuk menyambut Bu Nuning yang sengaja di undang sebagai tamu istimewa dari tuan Tjandra.


karena Tyas ingin mertuanya itu segera mendapatkan pendamping hidup agar tak sendirian.

__ADS_1


terlebih semua orang di keluarganya sudah bahagia bersama pasangan masing-masing.


__ADS_2