Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
rahasia Tyas..


__ADS_3

"ih Daddy lepaskan dulu, aku tak bisa mengeringkan rambutku jika memelukku seperti ini, atau kita tak akan makan di luar ini," kata Tyas memohon.


"baiklah, aku akan memakai sweater rajut pilihan istriku yang cantiknya ini," kata Arthur tertawa.


"dasar Daddy ini, pakai sweater rajut yang sama agar terlihat cocok ya," kata Tyas.


"oke sayang," jawab Arthur.


asisten Wisnu melihat adiknya, gadis itu sering membuat masalah, dan dia berdoa agar tak membuat masalah kali ini.


"ada apa kak, kenapa kamu terlihat diam," tanya Maya cuek sambil menyesap kopi yang di pesannya.


"aku hanya takut membuat masalah, terlebih mulutmu sering keterlaluan jika sudah bicara," kesal asisten Wisnu.


"tidak kok, aku sudah menjaga bicaraku, jika nyonya besar mu itu masih terluka karena ucapan ku, berarti itu bukan salahku kan," kata Maya.


asisten Wisnu pun merasa tak enak, pasalnya adiknya itu memiliki tingkah yang sembrono.


bahkan gadis itu terus berulah tanpa peduli siapapun. tak lama Arthur dan Tyas turun sambil bergandengan tangan.


Keduanya nampak begitu mesra, terlebih mereka mengunakan baju yang sama.


Maya tak mengira jika Arthur mau mengunakan baju dengan warnah cerah, "wah aku tak mengira jika tuan Arthur bisa bersikap seperti ini," kata Maya.


"Maya jaga ucapan mu," bentak asisten Wisnu.


"kenapa, aku tak mengejeknya, aku hanya bertanya, lagi pula aku belum pernah melihat tuan Arthur dalam balutan baju warna terang begitu," jawab Maya mencibir kakaknya itu


"sudahlah Wisnu, kita lebih baik pergi untuk berjalan-jalan dulu," ajak Arthur.


sedang Tyas terus menggenggam tangan pria tercintanya itu, sedang Maya sedikit itu karena dia tak bisa melihat asisten Danang.


karena jika keluar negeri pasti hanya kakaknya yang di ajak pergi, sedang asisten Danang selalu berada di kota untuk mengurus perusahaan dan Dewi.


mereka pun berjalan-jalan di kota itu, bahkan mereka juga masuk ke sebuah kasino yang cukup terkenal di negara itu.


Tyas memperhatikan berapa gerakan dari pelaku judi, di pun mengerti karena dulu sering melihat saat para tamu melakukan judi dadu di rumah mami.

__ADS_1


"boleh aku minta uang untuk bermain sayang?" tanya Tyas.


"kamu bisa," tanya Arthur tak percaya.


"sedikit, makanya aku ingin membuktikan, terlebih aku punya sedikit rahasia yang di beritahu oleh mami," jawab Tyas dengan senyumnya.


Arthur pun memberikan beberapa ratus dolar Hong Kong, tyas pun mencium Arthur dan mulai duduk di salah satu meja.


sedang Arthur memilih mengawasi dari jauh sambil minum bersama asisten Wisnu.


sedang maya sudah pergi, "tuan apa nyonya merasa tak nyaman, aku merasa takut karena adikku ini memiliki mulut yang asal," kata pria itu.


"jujur ya,sedikit Wisnu, tadi saat aku pulang, di sedang menangis, tapi beruntung karena gadis ini tak terlalu memikirkan hal itu, setelah aku menjelaskan," kata Arthur.


"aish.... gadis itu terlalu butik, entah sampai kapan sifat itu akan bisa berubah," kesal asisten Wisnu.


Tyas pun menghampiri kedua pria itu dan menunjukkan hasil dari kemampuannya.


Arthur dan asisten Wisnu tak percaya dengan apa yang di lihatnya, karena gadis itu menang hampir lima kali lipat dari uang yang di berikat Arthur.


"tentu tidak Daddy,tapi apa ini bisa di bawa keluar, aku takut nanti akan menjadi masalah," kata Tyas.


"tentu Nyonya, ini milik anda dan anda dapat hadiah dari pemilik tempat ini," kata seorang pelayan memberikan giok bergambar naga.


pelayan itu juga menunjuk seseorang di lantai dua, ternyata seorang wanita cantik memberikan salam.


"kata nyonya pemilik ini bilang, semoga bisa bertemu lagi dengan anda," tambah pelayan itu.


"tolong bilang terima kasih," jawab Tyas tersenyum.


Arthur pun mengacak rambut istrinya yang masih begitu belia itu, dan setelah mereka pulang nanti.


Tyas harus kuliah setidaknya dia harus menjadi ibu rumah tangga yang cerdas untuk Dewi.


asisten Wisnu menyeret adiknya keluar, dan untuk beberapa hati kedepan mungkin Tyas memutuskan untuk di hotel.


sedang di Surabaya, semua sudah mulai berjalan normal, Cika sudah mulai sadar.

__ADS_1


dan dia juga sudah memberikan kesaksian pada polisi tentang kejadian yang menimpa dirinya.


sedang asisten Danang sedang sibuk bersama pengacara Ridwan, Keduanya sedang membahas beberapa masalah hukum.


"hei kenapa muka mu sedih begitu, jangan bilang kamu itu karena tuan sudah menikahi dan kamu juga ingin," kata asisten Danang.


"tutup mulutmu, aku sudah tak ingin berumah tangga lagi, terlebih aku terlalu kecewa dengan penghianatan wanita dial itu, an**Ng...." marah pengacara Ridwan.


"hei... kau ini pengacara hebat, kenapa mulut mu begitu buruk," ejek asisten Danang.


"sudahlah, kau juga sudah sangat mampu, kenapa tak menikah?" tanya pengacara Ridwan.


"hei aku memang tak suka dengan wanita, kau lupa itu," kesal asisten danang.


"ha-ha-ha aku hampir lupa, itulah kenapa Arthur percaya padamu untuk melindungi Dewi dan sekarang isterinya," kata pengacara Ridwan tertawa terbahak-bahak.


"sudah hentikan, sekarang kita lanjutkan pekerjaan kita, dan jangan terus menggodaku ku paham," kesal asisten Danang.


mereka pun kembali bekerja, sedang Dewi siang ini pergi bersama pak Yun dan juga pengasuhnya Ani untuk mengunjungi Cika.


"selamat siang tante, apa kabar Tante sudah baik?" tanya gadis kecil itu dengan begitu ramah.


"halo Dewi, Tante sudah baik, kamu tidak sekolah Dewi, kenapa bisa disini?" tanya Cika.


"ow itu, sudah Tante, aku sudah sekolah tadi, karena aku hanya homeschooling, jadi aku sudah bebas sekarang," jawab Dewi.


"baiklah gadis pintar, dan apa mami mu itu tak menghubungimu nak?" tanya Cika ingat pada temannya itu.


"sudah tadi pagi, mami bilang jika mereka sudah selesai akan pulang, apa Tante menginginkan oleh-oleh dari Nani, biar aku bilang pada mami untuk membelikannya," kata Dewi yang berhasil membuat semua orang tersenyum.


"apa nona cika membutuhkan sesuatu, jika iya saya bisa membelikannya," kata pak Yun.


"tidak pak, semua kebutuhan ku sudah tersedia, dan tolong ucapkan terima kasih pada asisten Danang," kata Cika.


"iya nona," jawab pak Yun.


sedang pengasih Ani sedang menggupaskan jeruk untuk Dewi, bahkan gadis kecil itu begitu menikmati waktunya bersama Cika.

__ADS_1


__ADS_2