Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
surprise...


__ADS_3

Arthur pun memeluk Tyas dengan penuh cinta, "sudah puas sekarang honey, sudah istirahat sana, Dewi ayo tidur nak," panggil Arthur.


"ya papa," jawab Dewi yang bangun dan mengandeng tangan Tyas.


"ayo anak cantik mami..." kata Tyas.


Tyas dan Dewi begitu gembira, bahkan Dewi begitu senang, gadis kecil itu terus menekuk Tyas dengan erat.


bahkan keduanya begitu bahagia, Arthur dan dua asistennya begitu senang melihat tawa Dewi yang begitu indah terukir.


sekarang gadis itu sudah memiliki ibu yang memanjakannya dan mengurus semua kebutuhannya.


begitupun dengan Arthur yang saat ini punya orang yang di cintai, tidak akan ada rasa kesepian lagi saat ini.


terlebih dia punya seseorang yang di peluk dan di cintai saat ini, terlebih Tyas yang masih muda juga begitu mempesona untuk dirinya.


tyas sudah mengenakan piyama kembar bersama Dewi, Keduanya bahkan begitu lucu dengan piyama hello Kitty.


setelah gosok gigi, Tyas pun mulai berbaring berdampingan bersama Dewi.


"hari ini mau dengar cerita apa?" tanya Tyas sambil memeluk gadis kecil itu.


"aku ingin mendengar cerita timun mas mami, apa boleh?" jawabnya senang.


Tyas tertawa melihat gadis itu begitu bahagia, "tentu dong, mami akan ceritakan semuanya pada Dewi,"


Tyas pun mulai bercerita, Dewi selalu bertanya tentang apapun saat dia tak mengerti.


Tyas pun menjelaskan dengan gamblang, seperti sosok Buto di cerita itu.


bahkan Dewi bertanya bagaimana bayi bisa keluar dari timun, karena menurutnya itu tak masuk akal.


tak terduga Dewi sudah tertidur dengan lelap bahkan gadis kecil itu tak terusik saat Tyas bangun.


Tyas pun memakai jubah satin yang panjang untuk menyembunyikan piyama seksi yang dipakainya.


dia langsung menuju ke dapur untuk membuat sesuatu, karena dia tiba-tiba merasa lapar.


sedang di tempat lain, Arthur dan dua asistennya sedang bekerja, pak Yun pun di minta untuk mengantarkan cemilan dan kopi ke ruangan itu.


karena Tyas tak ingin menganggu, jadi dia pun kembali ke kamar Dewi dan memilih untuk menonton film karena dia belum mengantuk sedikitpun.


gadis itu sedang tegang menonton film horor kesukaannya, saat Arthur datang mengendap-endap.


dia langsung membekap mulut Tyas agar tak berteriak, terlebih akan bermasalah saat Dewi bangun.


Tyas langsung berontak saat merasa terancam, tak sangka gadis itu mlh menyikut perut Arthur hingga melepaskan bekapan tangannya.


"ouch..." lirih Arthur kesakitan.


Tyas pun tak percaya, dia pin membungkam mulutnya dengan tangan.


"Daddy ..." panggil Tyas kaget bukan main melihat pria itu kesakitan.


"jangan hanya diam, bantu aku sayang, ini sangat ngilu dan sakit," kata Arthur memegangi perutnya.


Tyas pun buru-buru membantu Arthur bangun, gadis itu pun mengusap perut Arthur.


tanpa di duga Arthur malah mengecup bibir Tyas dan **********.

__ADS_1


Tyas pun langsung mendorong pelan dada pri dewasa itu, "ih Daddy... kamu nakal,"


"habis kamu begitu menggoda, dan itu adalah obat yang begitu manjur sayang," jawab Arthur tak berdosa.


bahkan pria itu sudah memeluk tubuh Tyas dengan erat dan saling menempel.


bahkan pria itu langsung bangun dan mengendong Tyas menuju ke kamarnya.


malam ini mereka hanya tidur karena Arthur sedang sangat lelah, terlebih akan ada pesta besar.


sedang di rumah utama mama Farida tak mengira jika semua kartu miliknya di blokir.


dia lupa jika kartu-kartu itu selama ini yang membayar Adalah Arthur. dan sekarang di sudah tak di anggap itulah kenapa kartu itu tak bisa di gunakan.


"kau puas, lakukan sesuatu aku tak bisa hidup jika harus terus seperti ini,aku mau shopping," marah mama Farida.


"kenapa bingung, kamu jual semuanya, dan kembali ke rumah lama mu, dan berhenti merengek, aku pusing," jawab tuan Tjandra.


sebenarnya dia tak sepenuhnya bangkrut, toh Arthur tetap tak sejahat itu, tapi karena mama Farida terlalu kasar.


itulah kenapa Arthur memblokir semua kartu wanita itu, terlebih Arthur sudah tak bisa di atur seperti dulu.


pagi hari, Arthur bangun dan tak mendapati Tyas di sampingnya, ternyata gadis itu sudah memasak.


bahkan Dewi juga menemaninya dan memilih menu untuk sarapan pagi ini.


"hei sayang, ini masih setengah enam, kenapa kamu sudah begitu sibuk di dapur, dan gadis cantik papa, kamu meminta Sarpan ini pada mami mu hem..." kata Arthur mencubit hidung mancung putrinya.


"ini hanya sarapan sederhana, dan pak Yun nanti tolong sajikan, biar aku mengajak putriku ini berenang dulu," kata Tyas.


Arthur pun bergabung dengan mereka, jadilah ketiga orang itu berenang dengan Santai pagi itu.


sedang kedua asistennya sudah sibuk dengan semua persiapan untuk acara kejutan malam nanti.


pukul tujuh pagi, mereka pun memutuskan untuk mengakhiri acara berenang dan mulai untuk bersiap-siap pergi.


Arthur sudah berganti setelan jas yang di pilihkan oleh Tyas, dan wanita itu membantu memakaikan dasi.


dan Arthur kemudian mencium keningnya sebagai tanda terima kasih, tak lupa dia juga membalasnya dengan ciuman mesra.


"sayang ku, nanti sore datang ke butik Aurora, untuk mengambil gaun milikmu, dan Danang akan membawamu ke pesta yang sudah di atur untuk semua karyawan perusahaan, mengerti," perintah Arthur.


"tapi aku takut membuat mu malu Daddy,terlebih aku hanya gadis kampung..." jawab Tyas.


"tidak, kamu harus menunjukkan diri, karena kamu akan menjadi istri seorang Presdir perusahaan besar," jawab Arthur.


"oke Daddy," jawab Tyas.


Arthur pun pergi bersama asisten Danang dan asisten Wisnu, mereka pun akan di buat sibuk sampai nanti malam.


sedang Dewi sudah tau tapi gadis kecil itu begitu pintar menyembunyikan rahasia yang di kasih tau oleh asisten Danang.


hari ini Tyas merasa aneh saat pak Yun tiba-tiba mengajaknya untuk berbelanja kebutuhan bulanan.


tapi Tyas menurut saja, mereka pun dengan begitu hangat memilih semua kebutuhan.


bahkan Tyas tak mengira belanjaan mereka sampai begitu banyak, bahkan semua jenis makanan Frozen juga.


"pak Yun, ini sudah tiga troli,apa masih ada yang belum di beli?"

__ADS_1


"iya nyonya, ada cemilan untuk nona muda," jawab pak Yun yang sibuk memilih


Tyas pun hanya bisa menghembuskan nafas pelan, dan ikut berjalan mencari cemilan kesukaan gadis kecil itu.


setelah semua sudah di beli, para pengawal membawa belanjaan masuk kedalam mobil.


sedang pak Yun, Tyas dan Dewi menuju ke arah food court untuk membeli makanan.


tapi sayang, saat mereka sedang memilih stand makanan. mereka malah di hampiri oleh nama farida.


"aduh nyonya besar ******, lihatlah semua baju branded itu, kau tak tau diri ya, sudah menggoda dan menjauhkan aku dan putramu, sekarang kamu berani menikmati harta putraku, dan membuat dua membuang orang tuanya," kata mama Farida memancing orang untuk mendekat.


"maaf, putra mana yang Anda bicarakan nyonya, kamu bahkan sudah melukai pria ku berulang, bahkan dengan tega meninggalkan putriku ke taman sepi, anda jangan membuatku untuk membongkar kebusukan mu, dan jika kamu merasa tak bisa menikmati harta suamiku, lebih baik introspeksi diri," jawab Tyas membungkam wanita itu.


"dasar nenek sihir, aku benci kamu!" teriak Dewi yang tak takut karena ada tyas di sampingnya.


"dasar anak sial, kamu itu persis dengan ibumu yang miskin itu, tak punya aturan," kata Nana farida memaki Dewi


"cukup nyonya!!! jangan berani menghina putriku, ingat aku bisa melakukan apapun jika kamu berani menghina putriku, kenapa jika aku miskin, tapi jangan pernah berani mengusik putrimu!!" bentak Tyas.


"nyonya lebih baik anda pergi,atau tuan besar Arthur akan membuat anda menyesal selamanya," kata pak Yun.


wanita itu pun pergi, niat hati ingin mempermalukan Tyas tapi kini malah dia yang malu.


Tyas dan Dewi pun masuk ke restoran, meski awalnya Dewi sedih tapi Tyas berhasil membuat gadis itu kembali senang.


sore hari Tyas sudah pergi ke butik yang di maksud oleh asisten Danang, saat ini dia dan Dewi juga sedang di rias.


Tyas kebingungan karena dia di minta memakai gaun panjang dan memakai semua atribut pengantin perempuan.


"wah mami begitu cantik," puji gadis kecil itu.


"benarkah, terima kasih sayang, kita sebenarnya mau apa, kenapa aku harus memakai gaun pengantin begini," kata Tyas.


"nanti anda akan tau, sebaiknya kita berangkat sekarang," ajak asisten Danang.


mereka pun menuju ke tempat pesta, semua tamu sudah datang, dan pesta itu begitu tertutup.


tapi Arthur membuat live acara di tv, untuk menunjukkan siapa wanita yang akan menjadi nyonya Arthur Alejandro Sanz yang baru.


Tyas pun berduri bersama Rama sebagai kakak tertuanya, yang akan memberikan gadis itu pada Arthur.


Dewi berjalan menaburkan bunga di sepanjang karpet merah itu, Tyas pun kaget saat memasuki tempat pessta.


terlihat Arthur berdiri di ujung ruangan, dan pria itu tersenyum kearahnya dengan begitu tampan.


ternyata ini adalah pernikahan yang menjadi kejutan, Tyas tak mengira jika ini akan di lakukan Arthur dengan secepat ini.


Rama memberikan Tyas pada Arthur, "tolong jaga dan lindungilah dia, cintailah sampai nafas terakhir mu, seperti halnya keinginan mami, jadilah istri yang selalu menjadi kebanggaan suamimu, dan semoga kalian bahagia bersama,"


Tyas pun tak mengira jika kakaknya bisa begitu baik dan menerimanya, Arthur pun tersenyum dan mengenggam tangan Tyas.


dia pun membuka penutup kepala Tyas, kemudian dengan khusyuk mengikat janji setia.


dan akhirnya pesta di akhiri dengan ciuman oleh kedua pengantin, dan peserta dansa di lanjutkan dengan sangat meriah.


Dewi selalu mengikuti asisten Danang, karena gadis itu merasa aman bersama pria itu.


dan Arthur memperkenalkan istri barunya,dan semua rekan bisnis tak mengira jika Arthur akan menikahi wanita cantik yang masih muda.

__ADS_1


bahkan bisa di katakan jika gadis itu lebih pantas jadi putrinya di banding istrinya.


tapi para rekan bisnis tak ada yang berani berkomentar terlebih mereka tentu tak ingin berurusan dengan pihak Alejandro Grub.


__ADS_2