Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
dua iblis kecil


__ADS_3

sedang di rumah keluarga Nugroho, rumah itu sudah seperti kapal pecah terlebih dua bocah itu tak bisa diam.


Derrick terus berlarian dan membuat semua pelayan kuwalahan, sedang Derry membuat beberapa ikan mati karena kolam ikan itu di kencingi oleh bocah itu.


"tuan muda, itu ikan kesayangan tuan Raksa!" kaget para pengawal.


"udah mati tuh tinggal beli lagi, ha-ha-ha," jawab Derry yang tertawa sambil berlari.


"Derrick freeze!" teriak Derry menghentikan adiknya itu


"kau bodoh kenapa membuatku beku," marah Derrick.


"hentikan Omelan mu yang seperti ibu-ibu itu, aku tak mau mendengarnya," jawab Derry.


para pelayan sudah duduk lemas, terlebih dari tadi mereka terus berlarian tanpa henti.


"move," kata Derry yang langsung melempar tepung pada Derrick yang berlarian.


jadilah rumah itu benar-benar seperti Arema pertempuran dan berantakan,bahkan begitu banyak tepung berserakan.


"kalian berdua berhenti, atau papi ikat di luar," marah seseorang yang baru datang ke rumah itu.


"freeze.. jangan berani menyentuhku dengan tubuh kotor kalian berdua, dan siapa yang membuat ikan papi Raksa mati," kata pria itu marah.


"tidak tau," jawab Derry.


semua pelayan pun diam tak ada yang berani bilang dan mengadukan bocah itu.


"maaf tuan, tapi tadi tuan muda Derry buang air kecil di kolam dan tak lama ikan pun mati," kata seorang tukang kebun.


"Derry!!!" kesal Raksa.


"maaf papi ..."


Raksa hanya bisa memijat keningnya pusing,setelah Tyas berulah tadi di rumah Arthur.

__ADS_1


dan sekarang di rumah dia di hadapkan dengan dua bocah yang tak bisa di atur karena begitu banyak tingkah.


"sudah sudah, kalian berempat, mandikan tuan muda segera dan bereskan semua pakaian mereka, karena mereka harus berada di rumah yang akan mendidik mereka," kata Raksa tegas.


"tidak mau om," teriak kedua bocah itu memohon.


tapi Raksa meminta beberapa pengawal membantu para pelayan, untuk memandikan dua bocah itu bahkan lebih sulit.


karena kedua bocah itu hanya mau menurut pada ibu mereka, yaitu Tyas sedang dengan Raksa mereka terlalu di manjakan.


Raksa pun duduk sambil mengawasi beberapa pelayan yang sedang beres-beres kekacauan yang baru saja terjadi.


kini kedua bocah itu sudah terlihat begitu tampan, bahkan koper keduanya juga sudah berada di mobil Raksa.



"kenapa muka kalian begitu, sudah ayo berangkat atau ingin papi adukan pada mama kalian," ancam raksa pada kedua keponakannya itu


"iya papi," jawab Keduanya.


mereka pun menuju ke rumah keluarga Arthur yang sudah dalam persiapan menanti dua bocah itu.


mulai dari tidak membayar pajak hingga membohongi tentang hasil keuntungan.


bahkan beberapa kali mereka melakukan pembelian tanah dari mafia tanah yang merugikan pihak lain.


dan sekarang mereka semua sedang di bawa ke kantor polisi untuk di mintai pertanggung jawaban.


sedang di perusahaan Arthur sedang melakukan rapat penting para pemegang saham, dan Tyas duduk di deretan dengan pemilik saham terbesar di perusahaan itu.


rapat berjalan lancar, beberapa kali Tyas memberikan ide pada Arthur dan tim desain.


apalagi mereka akan membangun resort-resort keluar di pulau pribadi yang baru di beli dan akan di jadikan tujuan destinasi wisata untuk pasangan baru menikah.


setelah rapat, Tyas kaget melihat jam tangannya, "ada apa Tyas?" tanya Arthur.

__ADS_1


"aku harus pulang, jika tidak kedua putra ku akan makan makanan asal," kata Tyas khawatir.


Arthur menarik tangan Tyas dan memeluknya, "kembalilah lagi, atau tunggu aku di rumah ya, jangan tinggalkan aku lagi,"


"tentu, karena aku masih penasaran bagaimana kamu bisa melupakan aku lima tahun ini," kata Tyas sebelum pergi.


Arthur bahkan memberikan ciuman pada Tyas di bibir wanita itu di depan semua orang yang baru keluar ruang rapat.


"jangan mulai, aku sudah lima tahun ini tidak di sentuh pria," bisik Tyas.


"aku menunggu hal itu untuk kembali berdua berolahraga panas bersama mu," bisik Arthur.


"tapi sayangnya tak semudah itu," jawab Tyas tertawa sebelum pergi.


Arthur pun mengikuti Tyas setelah memasrahkan semua urusan perusahaan pada dua asistennya.


saat Tyas sudah di dalam mobil, dia kaget saat Arthur ikut masuk kedalam mobilnya.


"loh Daddy, kenapa kok masuk bukannya kerja ih ..." usir Tyas.


"aku ingin bertemu dua putraku, jadi aku pulang lebih awal, dan pak tolong jalan segera," kata Arthur.


"baik tuan dan Nyonya," jawab supir itu.


sedang saat sampai di rumah milik Arthur, dua bocah itu bingung pasalnya rumah itu lebih besar dari rumahnya.


bahkan ruang tamu saja begitu luas dan banyak barang antik, dan juga ada foto pernikahan dari Arthur dan Tyas yang kembali di pajang.


"Papi... ini rumah siapa?" tanya Derry.


"ini rumah papa kalian, dan sebentar lagi mereka pasti pulang, ayo masuk," ajak Raksa.


kedua bocah itu makin kaget saat deretan pelayang datang membawakan cemilan dan minuman kesukaan mereka.


"selamat datang tuan muda Derry dan tuan muda Derrick, saya kepala pelayan di rumah ini,biasa di panggil pak Yun,"

__ADS_1


"halo eyang," sapa keduanya hormat.


"eh tumben kalian begitu manis, biasanya seperti iblis," kesal Raksa melihat kedua keponakannya itu.


__ADS_2