Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
pembicaraan tanpa hasil...


__ADS_3

sesampainya di rumah Dewi sudah berlari masuk, sedang Tyas memberikan bungkusan belanjaan pada pak Yun.


"pak tolong gorengkan Nugget dan juga bakar sosis dengan bumbu yang semalam sudah saya buat, setelah itu bawa ke kamar Dewi," perintah Tyas.


"baik nyonya," jawab pak Yun.


Tyas pun langsung naik ke atas dan melihat putrinya yang sedang berganti baju.


"sayang apa ada PR dari guru mu?" tanya Tyas merapikan seragam yang berserakan itu.


"ada mami, sebentar aku masih kebelet," jawab Dewi di kamar mandi.


Tyas pun tersenyum, dia pun mulai mengambil tempat bekal yang sudah kosong.


setidaknya putrinya itu tak jajan sembarangan, karena Tyas takut jika putrinya itu akan sakit.


Tyas pun duduk sambil mengirimkan pesan pada Arthur yang sempat mengirimkan pesan pada dirinya.


tapi sayang dia tak tau karena terlalu sibuk kuliah, Tyas pun mencoba menelpon suaminya itu.


tapi ternyata tak di angkat, dia pun mengirimkan pesan saja, pak yun datang membawa makanan dan juga jus.


dewi juga baru keluar dengn baju santai dan langsung memeluk Tyas, "uluh uluh putri mami."


Tyas pun mencium pipi Dewi dengan gemas, sedang Dewi tertawa geli karena ulah ibu sambungnya.


"sudah-sudah sekarang kita mengerjakan tugas sekolah, sambil makan nugget kesukaan mu," kata Tyas.


"siap mami, tapi di temenin ya mami," kata Dewi.


"pasti," jawab Tyas.


"oh ya pak Yun tolong gorengkan cemilan yang ada di freezer dan kirim ke kantor tuan ya," tambah Tyas sopan.


"baik nyonya," jawab pak Yun.


pak Yun pun meninggalkan mereka Yang sedang asik, bahkan Dewi nampak begitu bahagia.


sedang di kantor, Arthur sedang rapat dengan para jajaran devisi, karena mereka akan mengembangkan cabang baru di luar negeri.


tak lama rombongan Rama dan Raksa juga datang, mereka akan melakukan rapat untuk kelanjutan proyek.


Arthur sudah memarahi semua anak buahnya karena dia merasa terabaikan karena istri tercintanya terlalu sibuk.

__ADS_1


rapat pun usai, dia memeriksa ponselnya dan ternyata ada pesan dari Tyas.


tapi saat Arthur membuka pesan itu, sua malah melotot karena pesan itu.


"awas kamu sayang, kamu akan menerima hukuman nanti," kesal Arthur sambil tersenyum.


asisten Danang datang dengan beberapa cemilan kue basah yang di antar oleh asisten rumah.


asisten Wisnu datang bersama Rama dan Raksa, mereka pun duduk dan bersiap untuk memulai rapat.


"sebelum mulai, lebih baik isi tenaga dulu," kata asisten Danang.


Arthur mengangguk menikmati setiap makanan hangat yang tersedia, Rama dan Raksa pun dengan senang hati mencicipi.


"wah rasanya enak om, beli di mana?" tanya Raksa.


"hei panggil adik ipar, aku ini suami adik kalian," kata Arthur


"mimpi apa ya aku punya adik setua ini," kata Raksa tertawa.


"hei tutup mulutmu, atau istriku bisa sedih kalau mendengarnya," kata Arthur.


"iya iya maaf, oh ya kita tunggu opa dulu ya, katanya dia ingin membicarakan sesuatu, dan sepertinya akan datang dengan opa Tjandra, apa adik ipar tak keberatan," tanya Rama.


Rama memukul kepala raksa yang sibuk menikmati kue yang tersedia cukup banyak itu.


mereka bahkan tertawa bersama, benar saja tak lama resepsionis mengantar kedua pria sepuh itu.


sesampainya di ruangan rapat, mereka pun langsung bergabung, dan tuan Setyo melihat semua makanan kesukaan dari putrinya.


"hei kenapa kantor ini seperti sedang pesta kue, kenapa tak menunggu ku," kata tuan Tjandra yang baru datang bersama dengan tuan Setyo.


"kenapa sih pa, mending coba masakan menantimu ini, meski dia sibuk mengurus ku dan Dewi, lihat dia menyempatkan untuk membuatkan ini untuk kami," kata Arthur yang memeluk sang papa.


"benarkah, kau terlalu melindungi istrimu, sekali-kali kirimkan dia untuk menginap di rumah," kata tuan Tjandra.


"kalau begitu tolong usir wanita itu dari rumah, setidaknya dia tak akan membuat istriku tak nyaman," jawab Arthur enteng.


"huh dasar," kata tuan Tjandra.


tuan Setyo duduk di antara cucunya, dan mengambil beberapa cemilan, dan saat mencicipinya dia pun teringat dengan kenangan masa lalu.


tanpa sadar pria itu pun meneteskan air matanya, dan membuat bingung satu ruangan.

__ADS_1


"papa tolong cicipi ini, ini adalah kue buatan ku, kue basah dari buku resep mama yang aku temukan di gudang, dan coba rasakan apa rasanya sudah persis," kata mami Sasa yang masih remaja.


"baik putri ku sayang, bawa kemari," kata tuan Setyo dengn penuh cinta.


tuan Setyo pun mencicipi dengan senang hati, dan ternyata pastel itu sudah enak, tapi masih belum sama.


"sepertinya ada sesuatu yang kurang deh sayang," jawab tuan Setyo.


"sepertinya tangan ku tidak seperti mama, tapi aku bisa buat saus persis mama," kata mami Sasa.


tuan Setyo pun mencoba saus dan kue itu bersama, dia pun tak mengira jika rasanya begitu persis.


setelah itu tuan Setyo sering membawa bekal kue itu ke kantor, tapi semua berubah saat mami Sasa mengenal Andre dan berpacaran.


"opa kenapa?" tanya Rama khawatir.


"opa hanya menginggat mami kalian, masakan ini persis dengan kue buatan Oma dan mami kalian. Arthur bisakah kamu main ke rumah kami, setidaknya aku ingin mengenal cucu perempuan ku," kata tuan Setyo.


"baik om, semoga istriku mau ke rumah anda, dan sekarang kita mulai rapatnya, jika tidak aku pasti akan kena omel saat pulang nanti," kata Arthur.


"tentu adik ipar," jawab Rama tertawa.


"ya dan pasti akan panjang jika Tyas benar-benar persis ibunya," tambah tuan Setyo yang tertawa senang.


Arthur dan semua orang tak menyangka melihat pria itu busa menunjukkan ekspresi senang dan bahagia seperti itu.


Tyas sedang memasak di bawah, dia sedang membuat cemilan yang di simpan di freezer.


pak Yun benar-benar yang di percaya oleh Tyas di rumah ini, dia sedang begitu sibuk.


"nyonya, ini hanya ada daging saja," kata pak Yun.


"tidak apa-apa pak,ebih baik aku membuat bakso dan beberapa rolade daging, terlebih gadis kecil ku itu akan sangat menyukainya," jawab Tyas


"baik nyonya," kata pak Yun.


sedang Ani tersenyum, pasalnya semua berjalan baik begitupun dengan Dewi yang tumbuh dengan sehat.


"oh ya pak Yun, siapa yang membersihkan kamar kami tadi pagi, seperti ada yang tak sengaja salah meletakkan jam tangan milik suamiku, karena jam tangan itu hilang satu?" tanya Tyas setelah selesai membuat cemilan.


"benarkah nyonya, kalau begitu kita lakukan pengeledahan," kata pak Yun.


"tidak pak, aku merasa aneh saja, karena jam tangan yang di ambil adalah jam tangan yang sudah rusak, dan entah ada apa yang sedang ingin di lakukan oleh orang itu," kata Tyas.

__ADS_1


pak Yun pun meminta seseorang mengawasi para pelayan, dan pak Yun akan mengawasi pengasuh Ani dan pelayan Mila.


__ADS_2