Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
lemah...


__ADS_3

Minggu malam, rombongan Arthur sedang menuju ke kota Surabaya, Dewi sudah puas berlibur.


terlebih dua hari ini benar-benar Dewi di manjakan oleh Arthur dan Tyas, kemanapun tempat yang di inginkan pasti di turuti.


sesampainya di rumah, tiba-tiba Tyas merasa tubuhnya begitu lelah dan lagi dia begitu mual.


"sayang kamu sakit?" tanya Arthur


"entah kenapa, aku begitu merasa mual, tunggu," panik Tyas berlari ke arah kamar mandi tamu.


Tyas memuntahkan semua isi perutnya, tapi tetap saja dia masih begitu mual.


Arthur sudah memberikan Dewi pada asisten Wisnu, Arthur langsung berlari ke kamar mandi, "keluar Daddy!" teriak Tyas tak ingin melihat Arthur masuk.


"sayang, jangan seperti ini, aku hanya ingin melihat mu, kamu kenapa?" terobos Arthur masuk ke kamar mandi.


tyas sudah terduduk lemas di lantai, pasalnya dia sudah tak punya tenaga lagi.


Arthur langsung mengendong Tyas dan membawanya ke kamar utama, "apa perlu aku memanggil dokter untuk nyonya tuan," tanya pak Yun.


"tidak perlu, aku hanya butuh istirahat, itu saja besok pasti sudah baikan, tolong buatkan teh jahe madu saja ya pak," kata Tyas lemah di gendongan Arthur.


"kenapa tak mau di panggilkan dokter sayang?"


Tyas mengeleng lemah, keduanya pun menuju ke kamar mandi dan berganti pakaian.


setelah itu Tyas memilih berbaring di ranjang, sedang Arthur mengeluarkan semua pakaian kotor dan juga oleh-oleh.


Tyas pun melihat kalender di meja samping ranjang, dia bahkan sampai lupa terakhir mens.


"sepertinya sudah dua bulan aku belum mens, apa aku hamil .... semoga tidak," batin Tyas panik.


dia pun meminta bantuan Raksa untuk membeli sesuatu, dan beruntung raksa mau membelikan alat itu.


dan besok tyas akan memeriksanya sendiri, sekalian memberikan oleh-oleh pada tuan Setyo.

__ADS_1


Raksa pun tersenyum karena rencananya berhasil, dan sekarang tunggu Arthur tau sendiri dan semua akan berjalan sesuai Arthur yang di atur oleh tiga pria itu.


Tyas pun langsung meminum air hangat yang di bawa pak Yun, "aku ke kamar Dewi sebentar ya, kaki istirahat saja, dan segera tidur," kata Arthur.


Tyas mengangguk dan Arthur sudah pergi begitu pun pak Yun yang pamit juga.


Tyas pun langsung ke kamar mandi dan kembali muntah, dan dia ingat di tasnya ada buah asam yang tak sengaja kemarin dia beli.


dia pun memakannya sebelum tidur, dan kemudian tak lupa menyembunyikan hal itu dari Arthur.


Arthur mencium kening Dewi,gadis itu sudah nyenyak tertidur, "kamu kelelahan ya nak, mimpi indah ya," bisik Arthur.


Arthur pun ke kamar pribadi miliki dan melihat Tyas sudah tidur dengan nyenyak.


"kamu kenapa sayang, semoga kamu


baik-baik saja, kamu membuatku khawatir," bisik Arthur.


kini Arthur sudah memeluk tubuh Tyas agar wanita itu merasa hangat, terlebih Arthur tak bisa berbuat apa-apa saat Tyas tak membantunya.


Tyas meminta pak Yun menyiapkan sarapan tanpa dirinya, karena dia masih belum merasa enakan.


Tyas membantu Dewi bersiap ke sekolah, begitupun dengan Arthur yang sudah siap dengan setelan pilihan dari Tyas.


"sayang kamu tak turun untuk sarapan?" tanya Arthur mencium pipi Tyas.


"tidak Daddy, aku sedang malas, Daddy makan saja dengan yang lain, apalagi aku harus bersiap untuk ke kampus," kata tyas.


Arthur pun mencium kening Tyas, dan berlalu turun, Dewi juga sudah berangkat bersama pelayan Mila pergi ke sekolah dan tak lupa beberapa pengawal.


tak hanya itu, Tyas berangkat sedikit siang, tapi dia di jemput oleh Raksa, "halo tuan Raksa," sapa pak Yun.


"pagi pak, apa Tyas sudah berangkat," tanya Raksa.


"pagi kak, ayo kita berangkat kebetulan aku hanya akan ada satu kelas nanti," kata Tyas memberikan oleh-oleh pada Raksa.

__ADS_1


"baiklah, dan tuan kepala pelayan nanti mungkin akan telat pulang," kata Raksa merangkul Tyas.


"baik tuan Raksa," jawab pak Yun.


"lepaskan aku, kamu bau sekali,kamu tak mandi huh," dorong Tyas pada tubuh Raksa.


"apa yang kamu katakan, aku sudah mandi bahkan aku memakai parfum mahal tau," omel Raksa.


keduanya pun menuju ke rumah keluarga Nugroho, sesampainya di rumah.


tuan Setyo dan Rama masih di sana menunggu Tyas, tapi baru juga turun dari mobil, tubuh Tyas begitu lemah.


terlebih dia juga belum sarapan tadi, Tyas pun jatuh pingsan di samping mobil.


"Tyas!!"


Rama langsung bergegas lari dan mengendong adiknya itu, sedang Raksa tak mengira jika Tyas sedang sakit.


"dia kenapa raksa? kenapa bisa pingsan?" tanya Rama panik.


"aku tak tau, dia memang sedikit pucat, tapi dia mengatakan tadi baik-baik saja," jawab Raksa.


"baiklah, bawa ke kamar, dan opa akan telpon dokter keluarga kita, cepat," perintah tua. Setyo.


Rama pun masuk membawa Tyas dan wanita itu terlihat begitu lemah, bahkan tubuhnya begitu ringan menurut Rama.


Bu mut pun membantu Tyas berganti pakaian agar lebih nyaman, tak lama dokter keluarga datang.


"tolong bawa dia ke tempat klinik medis rumah,aku harus memastikan sesuatu," kata dokter itu.


Rama pun mengendong Tyas ke ruang medis, dan dokter melakukan USG untuk memastikan sesuatu.


dokter pun menemukan sesuatu yang menarik, "selamat tuan besar, anda akan jadi kakek buyut, nona sedang hamil delapan Minggu dan sepertinya janin kembar," kata dokter keluarga itu.


"apa? Tyas hamil!" kaget semuanya.

__ADS_1


__ADS_2