Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
badai itu datang


__ADS_3

Tyas berjalan ke arah Arthur sambil tersenyum cantik, bahkan dia berhasil membuat pria itu terpana olehnya, dan langsung memeluk Arthur di depan semua orang dengan mesra.


"ayolah sayang, jangan siksa dirimu lagi, aku tau lima tahun ini kamu tak bisa merasakan apapun, karena hatimu hanya menunggu ku bukan," kata Tyas tersenyum mengejek kearah tiga orang yang menatapnya tajam.


sedang tanpa sadar Arthur memeluk Tyas, dan dia perlahan mulai ingat semua yang dia lupakan.


sosok Tyas yang selalu menggoda dirinya, dan juga gadis yang selalu membuatnya tersenyum dan bahagia.


"maaf ...."


"aku mencintaimu ..." tambah Arthur meneteskan air mata.


"aku tau itu, dan kita bahas nanti, dan sekarang biarkan aku membereskan mereka sayang," kata Tyas melepaskan pelukannya.


kini Tyas berjalan menghampiri tiga orang itu, Andre yang melihat sosok Tyas persis dengan mami Sasa saat muda dulu.


Andre ingin menghampiri putrinya itu, "jangan berani menghampiri di jika tidak aku akan membuatmu menyesal," kata Nyonya Samantha


"aku juga tak berminat dengan pria mu nyonya, dan aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, mulai sekarang jangan berani menyentuh dan menginjakkan kakiku di rumah ku," kata Tyas dingin.


"dasar wanita tak tau malu," kata Cecil yang ingin memukul tyas.


tapi dengan cekal Tyas menahan tangan Cecil, dan langsung membalas wanita itu.


Cecil pun kesakitan karena pukulan dari Tyas begitu keras bahkan dirinya tersungkur karena hal itu.

__ADS_1


"maaf, apa itu sakit, biarkan aku membantumu," kata Tyas pura-pura peduli.


"dasar wanita gila, setelah kau pergi kenapa beraninya kamu datang lagi,"


"kau kira aku tak tau maksud kalian, kamu ingin merebut suamiku bukan, tapi sayangnya aku pergi karena aku ingin menjadi wanita kuat untuk suamiku, biar aku bisa melindunginya," jawab Tyas tersenyum.


"silahkan saja, toh sebentar lagi kalian akan bangkrut aku pastikan itu!," marah nyonya Samantha.


"Tyas jangan menantangnya nak, kami bisa habis," kata Andre menginggatkan.


"sstt... diamlah kalian berdua, dan untuk mu tuan jangan memanggilku dengan sebutan nak, karena aku tak pernah memiliki ayah, ingat itu, dan untuk mu nyonya yang merasa berkuasa dan kaya, apa anda lupa sesuatu, anda sudah lima tahun di negara ini bukan, dan seharusnya anda tau apa yang tejadi dengan semua usaha mu di luar negeri," kata Tyas menyeringai.


"apa anda mengenal nama Andreas A. Nugroho, orang yang menjadi hancurnya beberapa perusahaan besar, sekarang perusahaan mu pun tak bisa lari dari cengkraman tangannya," kata Raksa.


"tidak mungkin, dia itu orang yang aku percaya," kata Nyonya Samantha


benar saja, Andre dan nyonya Samantha langsung menerima telpon dari semua penanggung jawab di perusahaan.


Mereka pun mengatakan jika nilai saham kerja jatuh, dan beberapa gudang dan pabrik terbakar hebat.


"Daddy kamu harus mengantikan kerugian ku, dan sekarang yang harus kamu tau mereka sudah tak memiliki apa-apa lagi," kata Tyas kembali ke samping Arthur.


"siapa kamu Sebenarnya?" tanya nyonya Samantha.


"badai yang datang di hidup kalian, jika kalian lupa nama ku Andreas Ayuningtyas Nugroho, Andreas A. Nugroho," jawab Tyas

__ADS_1


semua orang diam, pengusaha yang dalam lima tahun dalam mengguncang pasar saham internasional.


bahkan dia berhasil memiliki beberapa perusahaan dengan nama besar dan juga membuat bangkrut dua perusahaan otomotif besar dengan tulisan-tulisannya.


"jadi nyonya dan keluarga silahkan keluar, karena kehadiran kalian tak di inginkan di rumah ini," kata Raksa.


pak Yun pun memanggil semua pengawal, "bawa mereka keluar dari rumah ini, tanpa izin dari nyonya besar, jangan biarkan siapapun masuk, termasuk itu nyonya sepuh Farida,"


"itu benar, meski dia memaksa usir dia pergi karena aku tak mau dia melukai aku dan Putra-putra ku yang akan kembali ke sini," tambah Tyas.


"baik nyonya," jawab semua pengawal


"maksudmu putra-putra mu?" tanya Arthur bingung.


"jika kamu lupa, aku pergi dengan keadaan hamil tiga bulan, dan sekarang mereka sudah besar, jadi kamu harus bertemu mereka, tenang mereka putra-putra yang manis," kata Tyas


"bukan manis, tapi turunan iblis, terutama Derry, entah darah iblis siapa yang dia warisi," gumam Raksa yang selalu bersitegang dengan keponakannya itu.


Tyas memicingkan matanya melihat Raksa, "kakak mau bertugas ke Thailand, aku bisa mengirimmu kesana," kesal Tyas.


"gak mau, aku masih betah disini, dan jangan berulah, aku harus membantumu, telebih kak Rama menetap bersama opa di Milan," kesal Raksa.


"kalau begitu diamlah, sekarang kita harus ke kantor milik Alejandro Grub, karena pemiliknya sempat mengalihkan tiga puluh lima sahamnya pada ku bukan," kata Tyas tersenyum.


"itu benar Nyonya," jawab Tyas.

__ADS_1


pak Yun dan pelayan Mila mulai menyiapkan dua kamar sesuai permintaan dari Tyas.


kedua kamar itu di hias dengan memperhatikan kepribadian anak-anaknya.


__ADS_2