Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
ibu muda beranak satu


__ADS_3

hari ini Tyas tertidur dan dengan hangat di pelukan Arthur yang juga tertidur lelap.


pasalnya mereka mengambil penerbangan malam, karena keesokan harinya Tyas harus membantu Dewi bersiap untuk ke sekolah.


terlebih Arthur juga sudah menyiapkan fakultas yang harus di lihat oleh Tyas untuk menuntut ilmu.


sedang asisten Wisnu masih belum bisa menutup mata, pasalnya pikiran pria itu terus berada di kota itu.


pukul satu dini hari pesawat pun mendarat dengan aman, Arthur mengendong istrinya itu untuk segera ke ruang tunggu.


setelah semua berkas selesai di periksa, mereka pun memutuskan untuk pulang.


sedang asisten Wisnu menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi seseorang di sana.


sesampainya di rumah sakit, dia menuju ke ruang rawat khusus di area belakang.


"halo cantik, apa kamu merindukan baba, cepatlah sadar sayang, baba mu ini sangat merindukan dirimu," kata asisten Wisnu mencium kening orang itu.


"tuan Wisnu, kondisinya sudah mulai membaik, dan semoga beberapa hari kedepan beliau bisa sadar kembali," kata dokter.


"iya dokter, tolong lakukan apapun untuk menyelamatkan ibuku ini," kata asisten Wisnu menghapus air matanya.


"baik tuan Wisnu," jawab dokter yang berjaga dua pulih empat jam.


setelah itu asisten Wisnu menuju ke rumah mewah yang sudah di tinggali beberapa tahun ini.


karena dia tak bisa pulang, karena ada seseorang yang begitu membencinya, bahkan mereka yang membuatnya harus jauh dari wanita yang melahirkan dirinya.


"maafkan aku ibu..." lirih asisten Wisnu pergi.


sedang Arthur sudah sampai di rumah utama, Tyas sudah terlihat nyaman di ranjang pengantin miliknya dan Arthur.


tak lama asisten Wisnu Atang dan langsung menuju ke kamarnya, tapi dia kaget melihat ada sesuatu yang ada di ranjangnya.


"hei apa lagi ini," gumam asisten Wisnu.


dia pun menaruh kotak itu di meja dan langsung menjatuhkan dirinya di ranjang untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya itu.


sedang di tempat lain, asisten Danang juga baru saja tidur setelah melakukan telpon s** dengan seseorang.


ya pria itu memiliki kekasih, tapi

__ADS_1


dia menyembunyikan kenyataan ini dari Arthur dan asisten Wisnu.


jika tidak sudah di pastikan jika Arthur akan sangat marah, terlebih dia takut jika asisten Danang bisa menjadi lemah saat memiliki seseorang yang di khawatirkan.


terlebih pria itu juga pernah hampir mati karena kekasihnya yang ternyata pembunuh bayaran untuk menyingkirkan Arthur dan dirinya.


sebuah alarm kamar itu membangunkan Tyas, dan dia melihat jika mereka sudah di kamar.


sebelum beraktifitas Tyas mencium bibir Arthur, "pagi lovely," lirih Arthur.


"hei Daddy, tolong panggil dengan satu panggilan, kamu membuatku bingung," omel Tyas tersenyum.


"sudah tidur saja, aku masih terlalu lelah lovely," kata Arthur memeluk tubuh Tyas.


"sudah aku ingin menyapa putri cantik ku, sudah ya..." kata Tyas langsung turun.


dia pun buru-buru menuju ke kamar Dewi, tapi dia melihat pengasuh Ani yang ingin masuk ke kamar itu.


"tunggu mbak Ani, biar aku yang membangunkan putriku," tahan Tyas pada pengasuh itu.


"baiklah nyonya, kalau begitu saya akan membantu pelayan yang lain," jawab pengasuh Ani dengan sopan.


Tyas pun mengangguk, Tyas pun masuk ke dalam kamar putrinya itu dan terlihat gadis kecil itu meringkuk sambil memeluk boneka kesayangannya.


Dewi pun membuka mata saat mendengar suara dari mami sambungnya itu.


"mami... ini mami..." kata gadis itu langsung duduk.


"iya Dewi, ini mami.." jawab Tyas memeluk putrinya yang begitu mengemaskan itu.


keduanya pun langsung berpelukan dengan erat, Tyas melihat jika semua sudah siap.


"Dewi sayang, sudah siap ke sekolah?" tanya Tyas pada putri sambungnya itu.


"tentu mami, aku siap, asal mami yang mengantarkan aku ya," kata Dewi memohon.


"pasti nak, mami akan mengantarmu nanti, sekarang ayo kita mandi terus bersiap-siap yuk,"


keduanya bercanda di dalam kamar mandi, Tyas begitu telaten merawat putri sambungnya itu.


dewi sudah siap dengan seragam sekolah dan turun ke bawah dan duduk untuk sarapan.

__ADS_1


sekarang giliran bayi besarnya yang juga minta di perhatikan, Tyas memakaikan dasi pada Arthur.


kemudian pria itu turun, sedang Tyas memilih mandi dan juga bersiap, dia tak lupa meminum pil kontrasepsi yang di belinya.


dia ingat jika sempat tak meminumnya saat ikut Arthur ke Hongkong, tapi dia berharap agar tak hamil dulu.


tyas turun setelah siap, dan gadis itu nampak begitu cantik di usianya, "sayang kamu mau kemana? kenapa pakai baju seperti itu, kamu terlalu cantik dan aku tak suka," kesal Arthur melihat istrinya itu


"ya tuhan Daddy, berhenti mengomel, aku saja tak memakai riasan sedikitpun sekarang, ayolah ini akan panjang jika kamu terus seperti ini," jawab Tyas tak habis pikir.


"papa, awas ya, nanti mami di lirik pria lain loh," kata Dewi menakuti Arthur.


"hei gadis kecil jangan menakuti papa, sudah ikut mami mu berangkat nanti ya, maaf papa tak bisa mengantarkan kalian karena ada rapat yang tak bisa di tunda," kata Arthur


"siap papa, dan mami nanti jangan lupa menjemput ku saat pulang sekolah ya," kata Dewi


"pasti sayang," jawab Tyas.


sekolah Dewi adalah sekolah full day, jadi Dewi akan pulang saat sudah sore hari.


jadi itu tak akan membuat Tyas kerepotan, dan itu juga sudah di atur oleh Arthur untuk kedua orang tercintanya.


mereka pun pergi bersamanya, sesampainya di sekolah, kepala sekolah dan wali jelas Dewi heran melihat Tyas.


"maaf nona, seharusnya anda meminta orang tua mu untuk mengantarkan adik anda," kata wali kelas Dewi.


"apa, maaf ya Bu, tapi saya mama dari Dewi, jadi tidak salah bukan jika saya mengantarkan putri saya,dan saya mohon bimbingan anda pada Puteri saya," kata Tyas.


"iya Bu, saya pasti akan membimbing putri anda, dan saya akan selalu memberikan laporan pada anda," kata ibu wali jelas itu.


kedua wanita itu seakan tak percaya, terlebih Tyas yang terlalu muda, meski sebagai ibu sambung gadis muda itu terlihat begitu menyayangi Dewi, Tyas pun mengikuti Dewi sampai ke kelasnya.


dan terlihat semua anak bisa menerima Dewi dengan hangat. Tyas sebagai ibu pun merasa senang melihat putrinya itu.


Tyas pun memberikan semangat pada putrinya itu,setelah itu dia pun pergi menuju ke fakultas yang sudah di pilih oleh Arthur.


sedang di rumah, pak Yun meminta pengasuh Ani bersama satu pelayan lain, untuk membersihkan kamar utama dan kamar Dewi.


tapi pengasuh Ani menemukan pil kontrasepsi yang tak sengaja belum di simpan oleh Tyas karena terburu-buru tadi.


dan terlihat beberapa tablet sudah di minum, bukan melaporkan pada pak Yun.

__ADS_1


pengasuh Ani tersenyum dan menyimpan obat itu di laci kamar mandi.


__ADS_2