Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
bertemu teman lama


__ADS_3

mobil Arthur pun sampai di rumah yang alamatnya sudah di berikan oleh pengacara Ridwan.


pria itu pun mengenali rumah itu, bahkan rumah yang hampir dia lupakan dan juga rumah yang tak berubah sedikitpun.


tak terduga mami Sasa melarang semua orang menyapa Arthur, dan dia sendiri yang menunggu pria itu.


Arthur menghentikan langkahnya, dia seakan kembali ke masa lalu, terlebih wanita yang berdiri menantikannya dirinya itu.


Keduanya pun berdiam henti saling pandang, mami Sasa tersenyum melihat pria tampan itu.


"bagaimana kabarmu Alejandro," sapa mami Sasa


"Casandra..." lirih Arthur.


Keduanya pun seakan kembali ke dua puluh delapan tahun lalu, saat itu mereka masih kelas tiga SMA.


Arthur dan mami Sasa adalah sahabat dari mereka kecil, tapi persahabatan itu berubah saat kedatangan Andre.


pria yang di tolong keluarga Sanz, pria yang di anggap saudara oleh Arthur, menghancurkan semua persahabatan keduanya.


Andre yang tampan dengan wajah oriental berhasil merebut mami Sasa dari tangan Arthur, bahkan Keduanya sampai melakukan hal yang tak semestinya.


bahkan itu sangat melukai Arthur, pria itu pun memilih pergi dan meninggalkan semuanya di kita itu.


begitu pun cintanya yang ternyata tak berjalan baik, dan dia pun hidup dengan dunianya yang baru.


"hei kenapa bengong tuan besar, ayo masuk," kata mami Sasa mengejutkan Arthur


"ah ya... terima kasih," jawab Arthur sedikit terkejut.


saat di dalam dia juga bertemu Widodo, seorang anak dari pengasuh Casandra.


"halo Ale," sapa pria itu.


"hallo Wid, bagaimana kabar mu?" tanya pria itu.


"kau lihat sangat baik dan aku bukan pria cupu yang bisa kau ganggu lagi," kata Widodo tertawa melihat Arthur.


sedang mami Sasa menguatkan dirinya, pasalnya dia sudah menyembunyikan semuanya selama ini dan tak mungkin akan terbongkar saat ini.


"Arthur aku mohon jangan membahas masa lalu, karena putriku tak mengerti tentang kisah kita semua," kata mami Sasa.


"memang kisah apa mami? kenapa Tyas tidak boleh mengetahuinya?" tanya gadis itu yang keluar dengan membawa minuman untuk semua orang.


"bukan apa-apa sayang, oh ya apa dia yang menolong mu?" tanya mami Sasa mengalihkan perhatian putrinya itu.


"iya, om Arthur dan putrinya, eh.. dia kenapa?" tanya Tyas melihat Dewi cemberut di gendongan asisten Wisnu.


"dia sedang marah dengan seseorang," jawab asisten Wisnu.


"mau ikut kakak Tyas, kita lihat kelinci di belakang ayo," ajak Tyas pada Dewi.


gadis kecil itu pun mengikuti Tyas, Keduanya pun pergi, dan kini di ruangan ini hanya tinggal para orang dewasa.


"apa kamu ingin menyampaikan sesuatu? kenapa kamu memanggilku kesini?" tanya Arthur dengan suara datar.


"sepertinya kamu memang sudah berubah, aku dengar dari orang mu, kamu menyukai putriku, kau gila Arthur dia masih enam belas tahun, dan jika mau jangan jadikan dia simpanan mu," kata mami Sasa


"terus, kamu ingin aku menjadikan dia istriku, kamu yakin, tentu aku tak perlu bilang alasannya kamu juga tau bagaimana keluarga Sanz kami," jawab Arthur.

__ADS_1


"kalau begitu jauhi putriku, aku tak ingin gadis kecilku terperangkap oleh mu, terlebih dia bisa terluka saat menghadap keluarga mu yang tak waras itu," marah mami Sasa.


"kau yakin, setidaknya dia akan bisa bertemu ayahnya jika bersama ku, karena hanya keluarga kami yang tau pria mu itu masih hidup atau sudah mati," jawab Arthur dingin.


"kau makin kejam dan brengsek Arthur, setelah kau merenggutnya dariku, kau juga ingin membawa putriku, aku sudah tak memiliki siapapun," marah mami Sasa.


"kamu lupa jika masih memiliki dua putra, yang mungkin sekarang sudah berusia dua puluh tujuh tahun, dia pria yang besar di tangan keluargamu, karena kamu memilih Andre dari pada mereka dulu!" bentak Arthur membungkam mami Sasa.


Arthur pun sudah tak bisa menahan amarahnya lagi, "cukup Sasa, jika kamu tak menyetujui dia jadi simpanan ku, terserah dirimu, tapi yakinlah aku bukan pria yang akan menyerah mendapatkan segala yang aku inginkan," kata Arthur.


mami Sasa pun diam, dia hampir melupakan Semuanya, bahkan keluarga besarnya.


tapi tak akan mau mereka menerima Tyas mungkin, terlebih gadis itu tinggal dan besar di tempat rumah yang di gunakan sebagai tempat hiburan malam.


Arthur pun meminta asisten Danang untuk menjemput Dewi, dan meninggalkan rumah itu.


tapi Arthur meminta pengacara Ridwan untuk tetap memantau semuanya, terutama Tyas.


"mami ada apa? kenapa om Arthur pergi dengan marah,"


"tidak ada Tyas, lebih baik kamu masuk," perintah Widodo.


"tapi om,"


"om bilang masuk!" bentak pria itu.


kini Widodo menenangkan mami Sasa yang syok, dia pun harus kembali ingat bagaimana trauma yang dimiliki.


hamil di usia muda membuat mami Sasa begitu rapuh, terlebih dia baru tau jika hamil kembar.


keluarga besarnya marah bahkan tak mengizinkan mami Sasa keluar rumah sampai melahirkan.


"tidak, sampai kamu melahirkan anak mu, dan jangan membuat nama baik keluarga kita makin tercoreng dengan mencari anak pungut dari keluarga Sanz, kau buta hingga bisa menolak Alejandro dan memilih mencintai pria itu," maki papi kandung dari mami Sasa.


"tidak pi, aku menganggap Ale sebagai saudaraku tak lebih, dan aku hanya mencintai Andre Pi!!" teriak mami Sasa


"berhenti berteriak Sasa, ini rumah bukan hutan," bentak pria sepuh itu.


Widodo pun di tugaskan untuk menjaga mami Sasa, dan di dalam kesedihannya mami Sasa menjalani hidup seperti di penjara.


begitupun Andre yang hanya bisa berkirim surat melalui Widodo karena pria itu tak bisa melihat mami Sasa yang sedih.


bahkan pria itu menjadi perantara Keduanya, hingga akhirnya mami Sasa melahirkan anak-anaknya.


Andre pun nekat membawa lari mami Sasa, meninggalkan kedua anaknya yang masih merah di rumah keluarganya.


keduanya pun memilih hidup sederhana, beruntung setidaknya mereka sudah lulus SMA saat itu.


berkat bantuan Widodo juga mereka bisa menerima pekerjaan di kota yang jauh.


dan mereka memulai semuanya dari awal, Andre tak mempermasalahkan saat mami Sasa tak ingin memiliki anak.


terlebih trauma yang dia alami begitu berat selama hamil, dan itulah yang menjadi alasan mami Sasa.


saat semua berjalan baik, bahkan ekonomi mereka juga membaik dan bisa memiliki usaha sendiri.


tuan besar Tjandra datang menghampiri keduanya di tempat usahanya, Andre dan mami Sasa kaget melihat pria sepuh itu.


"sudah larinya, sudah sepuluh tahun Andre, papa diam hanya mengawasi mu, dan sekarang papa butuh bantuan mu," kata tuan Tjandra.

__ADS_1


"baik papa, sesuai janji yang pernah aku berikan, aku siap membantumu," jawab Andre.


"tunggu dulu, apa maksud mu mas, janji apa?" kaget mami Sasa yang tak tau apapun.


"Janji untuk bisa membawamu hidup berdua, dan kedua putra kita bisa hidup bahagia di tangan yang benar, dan mereka tumbuh dengan kasih sayang dari orang tua mu Sasa, maaf aku harus mengikuti perintah papa, dan Widodo aku titip istriku," pamit Andre begitu saja.


mami Sasa terpuruk kembali, dan yang paling menyakitkan dia baru tau jika dia hamil dua bulan, saat dua hari setelah kepergian suaminya itu.


dia pun hidup berjuang untuk putrinya, usahanya juga mulai goyah, dan setelah melahirkan usahanya bangkrut.


dan saat itulah dia terjun ke dunia malam, terlebih semua orang tak ingin membantunya.


"mami sedang memikirkan apa, kenapa menangis, apa sedang menginggat ayah?" tanya Tyas mengejutkan dirinya.


"tidak sayang, mami sedang tak memikirkan apapun, oh ya.. mami boleh tanya sesuatu?" mami Sasa mengusap rambut panjang putrinya itu.


"boleh mami,mau tanya apa?"


"apa kamu menyukai Arthur? dia itu pria dewasa yang usianya sama dengan mami," kata Sasa melihat putrinya itu.


"entahlah mami, aku hanya merasa nyaman dan aman saja saat di dekatnya, dan aku tak memiliki pemikiran jauh kesana," jawab Tyas tersenyum malu.


mami Sasa tak mengira jika putrinya bisa malu saat membahas Arthur, mami Sasa tak mempermasalahkan tentang putrinya yang mencintai Arthur.


tapi dia hanya takut jika Tyas akan terkena masalah besar jika masuk dan menjadi wanita Arthur.


terlebih keluarga pria itu tak seharmonis yang terlihat, terlebih Andre juga hilang setelah membantu keluarga itu, yang meminta bantuan mengatasnamakan janji dan pertolongan.


sedang Arthur tak mengira jika mami Sasa yang di maksud oleh asisten Danang Adalah sahabat masa lalunya.


"ada apa tuan? apa kita perlu melakukan sesuatu?" tanya asisten Danang.


"tak perlu, dan sepertinya kita harus pindah ke Singapura untuk mengembangkan perusahaan disana," jawab Arthur yang tak bisa melanjutkan perasaannya terhadap Tyas.


bagaimana pun dia tak ingin bermasalah nantinya, dan asisten Wisnu sudah menyuruh orang kepercayaannya menyiapkan semuanya.


pak Yun juga akan ikut berangkat ke Singapura untuk beberapa tahun, karena hanya itu yang Arthur bisa lakukan untuk menjauhi segalanya.


dan asisten Danang yang akan menjadi penanggung jawab di perusahaan Indonesia untuk beberapa tahun.


Arthur pun berangkat saat malam itu juga, dia tak bisa lebih lama tinggal terlebih setelah dia tau segalanya.


cinta yang baru berkembang, kini dia harus membunuhnya, terlebih itu adalah putri dari Sasa dan Andre.


Arthur pun berangkat bersama dengan semua orang, bahkan Dewi pun di bawa dan akan homeschooling selama di Singapura.


malam ini Tyas tidur dan bermimpi tentang Arthur yang berjalan menjauh, bahkan dia tak bisa mengejarnya.


gadis itu pun terbangun dari tidurnya tapi yang dia dapatkan adalah mami sasa yang tak ada di sampingnya.


"mami dimana?" panggil Tyas mencari ibunya itu.


tapi Tyas melihat kamar mandi yang terbuka, dan ternyata saat dia melihat kamar mandi itu.


Tyas terkejut melihat tubuh mami Sasa sudah tergeletak di lantai kamar mandi dengan wajah pucat, dan pendarahan.


"mami!!!" teriak Tyas yang ketakutan sambil menggoyangkan tubuh wanita itu.


dia pun segera menghubungi rumah sakit, dan tak butuh waktu lama ambulan datang dan membawa tubuh Wanita itu ke rumah sakit.

__ADS_1


Tyas hanya bisa menangis, dan dia menghubungi Widodo dan pengacara Ridwan.


__ADS_2