Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
SD_pernikahan


__ADS_3

malam itu, rombongan dari Raksa, Arthur dan Tyas baru sampai di rumah dan sudah di sambut dengan berbagai berondongan pertanyaan dari Rama dan Dewi.


"bagaimana dengan lamarannya, apa di terima, apa dia bisa menerima pria macam om Raksa," kata Dewi pada mamanya.


"jawabannya iya, dan kamu mungkin akan bahagia saat dia nanti tinggal di sini, terlebih gadis itu mirip dengan mu Dewi, jadi sabar-sabar saja dua suami kalian nantinya," kata Tyas tak bisa membayangkan bagaimana nantinya rumah tangga keduanya.


"sudah, biarkan mereka beristirahat, kita lanjut pilih hotel dan dekorasi untuk pertunangan kita, terlebih acara sebentar lagi," kata Rama.


"tidak seperti itu, aku hanya penasaran dengan calon adik iparku," kata Dewi tertawa.


"sudah, sekarang tunjukkan pesta seperti apa yang kalian pilih, aku harap tidak dengan pesta yang berlebihan terlebih ini hanya pertunangan," kata Arthur.


"tidak ada, meski pertunangan, tapi pertunangan ini harus sangat mewah tanpa pikir panjang, meski hanya garden party, karena Dewi pantas mendapat pesta yang mewah.


besok Tyas akan menemani keduanya untuk mencari gaun untuk pertunangan.


karena Rama ingin pesta juga mewah, jadi dia sudah menghubungi beberapa desainer terkenal untuk menyiapkan gaun untuk pestanya.


Dewi tak percaya jika pesta akan secepat ini terjadi, bahkan awalnya ini hanya gurauan tapi keluarganya benar-benar mengizinkan dia menikah muda.


keesokan harinya, Tyas sudah siap pergi, begitupun dengan Dewi, dan dua putranya.


tak lupa mereka mengunakan mobil yang cukup besar karena tau jika akan pergi bersama keluarga dari ayu juga.


mobil pun sampai di rumah ayu, tenyata gadis itu juga siap pergi dengan sang ibu.


Tyas pun mengajaknya masuk kedalam mobil, dan ayu duduk di belakang bersama dengan Dewi.


mobil itu pun menuju ke sebuah butik, dan di sana sudah menunggu kedatangan para tamu.


Adelia pun menyambut semua tamu dengan hangat, Tyas juga tak lupa cipika-cipiki bersama Adelia.


"halo sayang ... ya tuhan ku kira kalian tak jadi datang, aku pasti sedih," kata Adelia.


"ya kalau gak jdi datang, berarti aku gak jadi nikah dong Tante," saut Dewi dengan suara sedih.


"idih.. nikah ya nikah aja sih kak, memang kenapa kalau gak pakai baju pengantin kan tetap menikah," kata Derrick.

__ADS_1


"aduh mulutnya, minta di cabein ya," kesal Dewi pada adiknya itu


sedang ayu dan Bu Nuning tertawa melihat tingkah laku dari saudara itu pasalnya Tyas bisa mengendalikan ketiga anaknya.


"kalian bertiga bisa diam, atau perlu mama ikat Hem, dan jangan membuat malu," suara Tyas tanpa melihat ketiganya.


"maaf mama, kami diam kok," jawab dua bocah itu.


sedang Dewi langsung mengajak ayu melihat-lihat gaun, pasalnya ini adalah pesta mereka.


bahkan gaun mereka untuk pemberkatan juga sudah di siapkan, sesuai dengan permintaan dari Rama.


sedang ayu masih memilih, karena Raksa juga tak sempat memilih gaun, karena dia dan ayu juga memiliki selera yang mirip.


"apa om raksa tidak menyiapkan semua untuk kak ayu, bukankah di keluarga Nugroho semua calon pengantin pria harus menyiapkan semua gaun pengantin untuk perempuan," kata Dewi bertanya pada Tyas


"entahlah sayang," jawab Tyas.


Dewi pun melihat beberapa gaun yang terlihat begitu sederhana, tapi dia butuh sosok Rama yang membantunya untuk memilih gaun pernikahan mereka.


terlebih ini adalah peristiwa yang sakral dan hanya bisa terjadi sekali seumur hidup.


"tapi ibu pernikahan kami ma, dan harusnya kita bisa memilih ini bersama-sama," kata Dewi meneteskan air mata.


Tyas pun memberikan pengertian pada putrinya itu, tapi tanpa di duga, tiga pria itu datang.


Raksa datang dengan gaun pengantin yang sudah dia siapkan selama ini, terlebih dia memang menyimpannya dengan rapi.


dia akan meminta Adelia untuk membuatnya sedikit elegan terlebih ayu pantas mendapatkannya.


"kenapa putrimu tak bisa keluar dari ruang ganti, apa tak ada gaun yang pantas untuknya?" tanya Arthur yang tak melihat Dewi.


"sepertinya putrimu ngambek karena calon suaminya tak ikut datang, dan membantunya memilih gaun pernikahan," terang Tyas.


"dasar gadis manja ini," kata Rama tertawa.


Rama memilih gaun yang dia dan Dewi sukai, dan membawanya masuk ke ruang ganti.

__ADS_1


Rama pun memeluk tubuh Dewi dari belakang, "jangan sedih sayang, aku pasti datang meski sedikit telat, maafkan aku ya,"


"apa, aku kira om tak akan datang, terima kasih dan gaun seperti apa yang om pilih?"


Rama memberikan gaun pengantin itu pada Dewi dan mencobanya, dan pria itu juga memberikan sedikit ide pada Adelia agar bisa membuat gaun itu jadi lebih indah lagi.


akhirnya mereka pun memilih seragam untuk semua orang, setelah itu mereka pun mulai pekerjaan masing-masing.


--------


pertunangan di lakukan dua hari sebelum pernikahan, dan Rama mengatakan jika ini pesta taman yang sederhana.


tapi nyatanya ini tak sesederhana itu, di lihat dari semua tamu yang terdiri dari orang-orang terkenal bahkan hampir semua rekan bisnis Rama juga.


Dewi memakai dress pink, sesuai dengan kemeja dari Rama yang juga berwarna pink.


dan pesta terlihat begitu hangat, setelah pertunangan Rama dan Dewi, kini giliran Raksa yang melakukan lamaran kepada ayu.


dua pria itu bahkan membuat patah hati semua wanita yang mengidolakan keduanya.


setelah pertunangan, persiapan pernikahan, bahkan gaun pengantin sudah di pajang, bahkan di taruh di lemari kaca.


Dewi memandangnya dengan tatapan mata yang tak sabar, terlebih tinggal beberapa hari lagi.


"kenapa sayang, apa kamu berubah pikiran?" tanya Rama yang terlihat sedih memeluk tubuh Dewi.


"om ingin aku bunuh, bagaimana acara yang sudah di depan mata, malah gagal," kesal Dewi yang berbalik dan mencubit pinggang pria di sampingnya itu.


"habis kamu seperti terlihat begitu sedih melihat gaun ini, aku takut kamu berubah pikiran di detik terakhir," kata Rama.


"ya gak gitu om, aku hanya sedih saat ingat jika aku harus meninggalkan semua keluarga dan mengabdi jadi istri," kata Dewi.


"tapi mereka tetap keluarga mu, terlebih hubungan kita tak hanya itu, jadi jangan memikirkan hal-hal yang aneh ya sayang," kata Rama yang ingin tertawa.


Dewi pun tertawa bersama dengan Rama, malam ini mereka berdua sedang melakukan kumpul bersama.


mereka sedang makan malam bersama dengan di temani api unggun.

__ADS_1


tuan Setyo dan tuan Tjandra baru saja pulang beberapa hari yang lalu, bahkan kekasih tuan Tjandra tak kalah muda dari Dian.


kedua pria tua itu kini memiliki keluarga yang begitu lengkap dan semuanya pria penyuka daun muda.


__ADS_2