
Cecil terus merayu Arthur agar mau menyentuhnya, mereka sedang berada di diskotik.
tapi Arthur mendorong Cecil yang terlihat begitu murahan, tak di duga Arthur bertabrakan dengn seorang wanita.
wanita cantik itu langsung membuat Arthur melihat bayangan seorang sekilas, "jangan di paksakan Daddy, pelan-pelan saja,"bisik wanita itu.
Arthur memegang tangan wanita itu dan menariknya ke pojok, dan menahannya.
tapi wanita itu malah merangkul leher Arthur dan langsung mencium bibir pria itu dengan lembut.
Arthur pun melihat setiap potongan dan kilasan balik pada ingatan yang hilang.
Arthur pun merasakan hal yang selama lima tahun ini tak dia rasakan, reaksi tubuhnya yang langsung berhasrat.
"ingat siapa aku, dan aku akan menjadi milikmu," kata Tyas sebelum meninggalkan Arthur terdiam.
Tyas langsung menuju ke rumah untuk melihat kondisi Dewi dan asisten Wisnu yang akan menjaga Arthur.
Tyas mengendarai motor sports milik Raksa, pak Yun dan pelayan Mila sudah menunggu di ruang itu.
kebetulan Dewi masih menonton di ruang keluarga, Tyas pun langsung berlari masuk.
"Dewi!" panggil Tyas cukup keras.
mendengar suara itu, Dewi berbalik dan melihat sosok Tyas di depannya, ibu yang begitu di rindukannya itu datang.
"mami..."
keduanya berpelukan, selama ini Tyas memang sering pulang khusus untuk menemui putrinya itu.
__ADS_1
terlebih Dewi bertugas menjaga Arthur agar tak menikah sebelum Tyas berhasil membuat keluarganya menyerah.
terlebih Tyas berhasil mendebat Raksa, terlebih dua Putranya pasti membutuhkan figur ayahnya.
"bagiamana kondisi mu nak, satu tahun kita tak ketemu kamu sudah makin dewasa," kata Tyas tak percaya.
"mami juga makin cantik, tapi papa tadi keluar dengan Tante Tante ular itu mi," kata Dewi.
"tenang mami sudah membereskannya, dan kamu gadis mami yang pintar hingga membuat papa mu tak menikah dengan wanita itu, karena sekarang giliran mami yang berjuang untuk keluarga kita,"
"aku yakin itu mami, dan musuh utama kita adalah Samantha, ya wanita itu beberapa tahun terus mengatur papa," lapor Dewi.
"tapi mami sudah kembali, jadi kita mulai berjuang bersama, semangat," kata Tyas bersama putrinya itu.
Tyas pun pamit setelah puas bercengkrama dengan Dewi, terlebih ini juga sudah terlalu malam.
motor Tyas keluar dari rumah mewah itu, dan langsung menuju ke ruang keluarga tuan Setyo.
sesampainya di kamar, Arthur terus mengigau memanggil nama Tyas, "apa tun sudah ingat,"
"mungkin belum, tapi aku dan pelayan Mila, sedikit-sedikit mencoba menginggatkan run tenang nyonya," kata pak Yun.
"baiklah pak,besok akan ada pertunjukan besar di perusahaan, jadi aku harus istirahat dulu," kata asisten Wisnu.
"tentu asisten Wisnu, karena besok para musuh tuan harus menghadapi seorang wanita yang pernah mereka lukai," kata pak Yun.
sedang Tyas sampai di rumah dan masuk ke kamar kedua putranya, "besok kamu yakin untuk menunjukkan dirimu,"
"tentu kak, lagi pula aku tak bisa melupakan cintaku, aku pergi untuk menjaga layak untuk dirinya, aku sekarang bukan wanita bodoh, tapi aku seorang master yang sudah menguasai segalanya," jawab Tyas yakin.
__ADS_1
keesokan harinya, Arthur sudah siap dengan setelan jas yang pernah di belikan oleh Tyas.
dia kaget melihat Dewi yang duduk di meja makan, "pagi pa, wih ... ganteng banget nih, mau ada apa?"
"tidak ada nak, kamu sudah tak marah dengan papa?" tanya Arthur kaget.
"tentu tidak, orang mami sudah pulang, aku berangkat dulu ya," kata Dewi pamit.
Samantha datang bersama Andre dan juga Cecil, Dewi langsung menerobos mereka dan menabrak dengan keras.
"dasar keluarga tak tau malu, jangan menghalangi jalan,bikin kotor baju ku saja," kesal Dewi yang kesal.
"hei dasar gadis Urakan, tak tau sopan santun," marah Cecil
"jika kalian datang untuk menghina putriku, mending pulang karena kalian tak di terima disini," kata Arthur dingin.
pria itu bahkan santai memakan sarapan miliknya, Cecil ingin mendekat tapi pelayan Mila menabraknya dengan jus yang langsung mengenai baju wanita itu hingga kotor.
"kau buta!" teriaknya.
"maaf nona," kata pelayan Mila langsung pergi sambil tersenyum, sedang pak Yun yang datang langsung memberikan berkas Arthur dan mereka bertiga siap pergi.
"sayang mau kemana? aku disini ingin membicarakan tentang pernikahan kita," omel Cecil.
"maaf aku ada pekerjaan yang lebih penting, dan aku tak pernah ingin menikah dengan mu, dan jangan berulah aneh-aneh," kata Arthur dingin.
"kau jangan lupa Arthur, jantung siapa yang ada di tubuhmu," kata nyonya Samantha.
"dan anda jangan lupa, jangan tidak sopan dengan berulah di rumah orang, terlebih memaksa suamiku menikah dengan cucu murahan mu itu, telebih aku masih hidup," kata Tyas yang datang di temani pengacara Ridwan dan Raksa.
__ADS_1
"lagi pula, kamu sudah menerima pengganti jantung itu bukan, pria di sampingmu itu apa sudah tak bisa memuaskan hasrat s*x dari nyonya Samantha, atau aku perlu mencarikan yang baru, yang lebih brutal nyonya," tambah raksa yang langsung membungkam wanita tua itu.
Arthur masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya, wanita semalam di diskotik ada di depan matanya.