Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
Sd_pijatan manja


__ADS_3

Dewi setelah mandi air hangat merasa tubuhnya sedikit ringan, dia sudah memakai piyama panjang dengan gambar Mickey mouse kesukaannya.


Dewi turun ke lantai satu dan terlihat Rama dan Raksa sedang bermain PS5.


keduanya begitu asik bermain, dan Dewi melihat neha makan. "silahkan nona," sapa pak Kim.


"wah ini semua makanan kesukaan ku, jadi tak sabar, tapi dua pria tua ini malah terlalu asik main," kesal Dewi yang sudah kelaparan.


dewi pun menghampiri dua pria itu, dan gadis itu langsung memeluk Rama dari belakang.


"om ganteng ku, ayo makan karena aku sudah terlalu lapar," mohon Dewi dengan suara lemah, bahkan gadis itu terlihat pura-pura tak bertenaga.


mendengar ucapan Dewi yang begitu melas, akhirnya dengan terpaksa Rama mempause permainannya dengan Raksa.


"kakak ..." protes Rama


"sudah makan dulu, kasihan Dewi yang baru pertama kerja tadi," ajak Rama pada Raksa.


"ya ya ya, demi Keponakan kesayangan mu kak, apa yang tidak, dari pada mobil ku besok kempes semua," kata Raksa pasrah.


sedang Dewi hanya tertawa mendengar ucapan dari Raksa yang kesal.


Dewi duduk di samping kanan Rama, sedang Raksa di sisi kiri dan ketiganya makan dengan senang.


bahkan baru kali ini Raksa makan bersama Rama setelah sekian lama, terlebih setelah kakek mereka pindah ke luar negri bersama keluarganya.


sehabis makan Dewi tiduran di pangkuan Rama yang sedang bermain bersama Raksa melanjutkan yang tadi.


tapi Raka beberapa kali mengoyangkan kepalanya hingga terdengar suara kretek yang cukup keras.


dewi pun langsung bangun dan duduk di belakang tubuh Rama, dan mulai menyentuh bahu Rama dan memijatnya.


"aih ... kenapa pundak om begitu kaku, apa tak pernah ke spa atau apa


gitu, setidaknya om bisa rileks di sana dengan Pijatan," kata Dewi.


"tidak ada waktu," jawab Rama merasa begitu enak pijatan dari Dewi.


"setelah itu aku ya Dewi, sepertinya aku juga sangat Lelah," kata Raksa menggoda keponakannya itu.


"minta kekasih mu yang lusinan itu om, ya Tuhan itu kekasih atau piring cantik sampai lusinan," jawab Dewi tertawa.


mendengar itu Raksa bangun dan langsung menggelitik gadis muda itu hingga tertawa terbahak-bahak.


Dewi pun langsung mendorong Raksa ke belakang dan langsung duduk di pangkuan Rama untuk bersembunyi dari Raksa.


"ya ... kamu curang mainnya sembunyi ke pelukan kak Rama gitu," protes Raksa.


"biarin wlek...."


sedang Rama mengacak kepala Dewi yang duduk di pangkuannya dengan gemas.

__ADS_1


pasalnya Dewi yang sudah dewasa tapi seperti bocah saat bersama Rama dan Raksa, pak Kim menerima telpon dari seseorang.


"tuan Raksa, ada telpon untuk anda dari Yunani," kata pak Kim memberikan telpon rumah.


"eh... kenapa tak menelpon ke ponselku saja," gerutu Raksa


"memang ponsel ni hidup, dasar cucu sialan!" maki tuan Setyo dari telpon cukup keras.


"ya opa sudah tua, jangan marah-marah nanti makin keriput tuh muka," ledek Raksa.


"tutup mulut mu, kamu di Jepang ngapain saja, bukannya rapat malah menggoda gadis, dan kau tau siapa gadis yang kau goda," marah tuan Setyo.


"apa sih opa," saut Raksa yang berjalan menjauh.


dewi langsung duduk di samping Rama dan langsung mengambil stik game, dan mulai bermain bersama.


mereka pun bermain dengan sangat asik, sedang Raksa masih menghadapi masalah besar karena ulahnya.


karena semua keluarga di Yunani juga kena imbasnya, bahkan Arthur akan segera pulang ke Indonesia secepatnya.


karena pria itu ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, akhirnya Dewi kalah dan sekarang sedang memijat punggung Rama dengan menginjaknya.


setelah puas ganti Rama yang memijat pundak Dewi, tapi baru juga di sentuh gadis itu sudah lemes.


karena Rama bukan memijatnya malah menekan titik sensitif dari tubuh Dewi.


om berhenti, aku lemes om!" teriak Dewi tak bisa menahan tubuhnya sendiri.


Rama tertawa melihat reaksi dari Dewi yang begitu mudah di permainkan.


"baiklah om, tapi jangan lakukan hal tadi lagi, itu seakan merontokkan semua tulang ku,"lirih Dewi


Rama pun mengajaknya duduk di sofa sambil menonton tv, sedang Raksa sudah tak bisa berkutik.


Raksa pun menghampiri Rama, dan dia terlihat begitu sedih, "ada apa Raksa?"


"kak, boleh aku bicara dengan mu empat mata, ada sesuatu yang penting yang harus aku bahas dengan mu," mohon Raksa.


"Dewi kamu tidur dulu," perintah Rama yang tiba-tiba dingin.


Dewi pun mengangguk dan melihat dua pria itu langsung menuju ke lantai dua tempat ruangan kerja mereka.


Dewi yang penasaran pun berjalan naik ke lantai dua, tapi baru juga menginjak lantai dua itu.


terdengar suara teriakan dari Rama yang memarahi Raksa, bahkan pria itu sedang menampar pipi Raksa dengan sangat keras.


"kau gila Raksa, aku meminta mu mengantikan ku untuk menghadiri acara itu untuk kemajuan perusahaan, bukan menjadi pria brengsek dengan melakukan hal bodoh seperti ini, kau tau jika aku tak bisa dekat dan bersentuhan dengan sembarang wanita!" teriak Rama dengan begitu keras


"tapi penyakit mu sudah sembuh kak, lihat saja dengan Dewi kamu bisa berdekatan, jadi kenapa harus membohongi dirimu," kata Raksa dengan berani.


"jangan menguji kesabaran ku raksa!!" teriak Rama begitu keras.

__ADS_1


bahkan Rama hampir menampar pipi Raksa lagi tapi di hentikan, "gadis itu mengenalku sebagai dirimu, apa yang harus aku lakukan, dia minta menikah dengan mu setelah tau profil mu dari internet, karena aku telah merenggut virgin gadis itu," terang Raksa sedih.


"tidak selesaikan sendiri, aku tak mau terlibat, terlebih sudah ku katakan jika apa yang kau perbuat maka harus kamu pertanggung jawabkan sendiri," marah Rama.


"tunggu kak, aku mohon sekali saja m


bantu aku," mohon Raksa


"aku tak mau menikah dengan wanita yang tak aku cintai, ingat itu dan jangan harap apapun dariku untuk membantu mu, cukup Raksa kamu harus bertanggung jawab sendiri dengan semua ini," kesal Rama ingin pergi.


"tapi kak, tolong bantu aku demi pertolongan ku terhadap mu dulu," kata raksa menghentikan langkah kaki Rama.


"baiklah, aku memang tak pernah menang melawan mu," jawab Rama pasrah.


Rama ingin pergi dari ruangan itu, tapi langkah kakinya terhenti karena melihat sosok Dewi yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


Dewi pun merasa dunianya runtuh saat itu, tiba-tiba Dewo malah menampar pipi Rama dengan keras, karena pria yang ingin di perjuangkan malah seperti ini.


Dewi pun langsung berlari ke kamarnya dan mengunci pintu, dan Raksa kaget melihat reaksi dari Dewi.


sedang Rama hanya diam tak bergerak, dia sadar jika Dewi ternyata memiliki perasaan terhadapnya.


keesokan harinya Dewi sudah berangkat ke kantor Rania sarapan dan bicara pada dua omnya.


Rama pun melakukan hal yang sama, bahkan wajahnya nampak begitu lelah, sedang raksa merasa bodoh dengan ingin mengorbankan kakaknya seperti ini.


dia yang bertanggung jawab atas segala kesalahannya bukan Rama, jadi dia harus berani menghadapinya.


Dewi sarang dengan meminta seluruh ob membantunya membagikan kopi dan roti pada semua orang.


tapi matanya yang sembab tak bisa di sembunyikan, Wisnu yang melihat itu pun langsung menarik Dewi ke tangga darurat.


"kenapa Dewi, kamu bisa bicara pada om?" tanya Wisnu yang langsung membuat Dewi menangis tersedu-sedu.


bahkan dia tak bisa melakukan apapun sekarang hanya bisa menenangkan gadis itu.


"cerita saja Dewi," lirih Wisnu memeluk gadis itu


"om Wisnu, aku ingin bertemu mama, aku rindu mereka," tangis Dewi.


Wisnu pun hanya tersenyum mendengar itu, dia tak mengira jika gadis itu begitu menyayangi mama sambungnya.


"telpon dong cantik, tapi kata mana kamu ingin buktikan pada papa mu jika kamu itu hebat, dan tak boleh menyerah secepat ini dong, kamu kuat kan dan ingat ada om Wisnu yang akan membantumu," kata Wisnu.


Dewi pun mengangguk, tapi tanpa mereka sadari ada seseorang yang memfoto mereka dan ini berita sangat bagus tapi bukan sekarang waktu untuk menyebarkannya.


mereka pun kembali ke ruangan masing-masing, setidaknya Dewi pun sedikit membaik perasaannya sekarang.


terlebih bicara dengan Wisnu cukup membantu, sedang di Bandara, rombongan dari keluarga Nugroho dan Arthur juga baru mendarat dengan selamat siang itu.


seorang pria menunjukkan foto yang tadi di ambil di tangga darurat pada sekretaris Niken dan wanita itu begitu marah.

__ADS_1


"kirimkan ke ponselku, aku akan memberimu uang sepuluh juta,aku transfer sekarang," kata sekertaris Niken.


dia akan membuat Dewi merasakan ganjaran karena berani menganggu pria incarannya.


__ADS_2