Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
aku tak mau ini


__ADS_3

dokter memberikan resep pada raksa dan memintanya untuk menebusnya di rumah sakit, dan Tyas mendapatkan infus karena kondisinya yang terlalu lemah.


dokter pun pamit di antar Rama keluar, dan setelah itu Rama kembali dan bertepatan dengan tyas sadar.


"opa, ini dimana?" tanya Tyas yang baru sadar.


"ini ruang medis khusus di rumah Nugroho, kamu tadi pingsan," kata Rama yang datang.


"ah aku ingat, aku ingin melakukan sesuatu, kemana kak raksa, karena aku harus mengetahui sesuatu," panik Tyas.


"jangan seperti ini nak, kamu masih lemah terlebih kamu sedang hamil, jadi tenanglah sayang," kata tuan Setyo pada tyas.


dunia Tyas runtuh seketika, hal yang tak di inginkan oleh dirinya malah terjadi.


"tidak, aku tak boleh hamil, atau Daddy akan membuangku, aku tidak mau!!" teriak Tyas berusaha memukuli perutnya.


Rama menahan tangan Tyas agar tak melukai bayi yang di kandungannya, terlebih itu adalah buah cinta keduanya.


"jangan seperti ini, aku yakin Arthur tak mungkin membuang mu, karena dia mencintaimu, dan ada buah cinta kalian,"


"tidak kak, kakak tidak tau aku pernah berbohong dan mengatakan aku hamil, dan dia langsung memintaku mengugurkan kandungan ku dan tak ingin punya anak dariku," tangis Tyas memeluk Rama.


"tenang sayang, aku bersamamu, kita semua, dan kamu tak sendiri menghadapi semua," kata tuan Setyo meyakinkan cucunya itu.


terlebih ini adalah cicit keluarga Nugroho dan tak mungkin bisa dia menyingkirkan mereka hanya karena ucapan pria gila seperti Arthur.


sedang di perusahaan Arthur masih khawatir, tapi sebuah pesan dari Tyas sedikit membuatnya lega.

__ADS_1


sebuah rombongan datang, seorang wanita yang sudah cukup sepuh tapi terlihat begitu angkuh.


mereka datang dengan begitu banyak pengawal yang melindungi mereka, tak hanya itu bahkan semua satpam di lumpuhkan.


mama Farida langsung membawa mereka ke ruangan milik Arthur, asisten Danang dan asisten Wisnu menghadang semua orang.


"maaf, tuan tak bisa di ganggu, jadi saya harap kalian mengerti," kata asisten Wisnu.


"bereskan," kata wanita itu dingin.


"berhenti nyonya Samantha, jika tidak tolong keluar dari perusahaan ku, jangan membuat onar di sini, dan jangan membuat kegaduhan di perusahaan ku," kata Arthur yang keluar dari ruangannya.


"wah kamu berani ya ternyata, kau lupa Arthur jantung siapa di tubuhmu, kau ingat nyawamu itu bukan milikmu, jadi jangan berulah," kata Samantha tak suka.


"aku tak memintanya dulu, kalian yang memberikannya, dan itu bukan lagi milik kalian, jantung ini sepenuhnya milikku," kata Arthur dingin.


"baiklah aku mengerti, kau begitu sombong sekarang, kau lupa dia siapa Arthur, ayah dari istrimu, dan pria ini adalah budak ku yang merelakan dirinya untuk kesembuhan mu," kata Samantha tertawa menarik Andre ke sampingnya.


bahkan itu semua karena kesalahannya, dan itulah yang di takutkan oleh Arthur.


"dan jika kau lupa, jantung itu milik ayah Cecil, dan kamu tak bisa melukai cucu kesayangan mu, jika tidak aku harus mengeluarkannya, jadi setidaknya kamu tidak akan bisa memiliki segalanya dan kau akan mati, bagaimana kau tak mau itu bukan, terlebih istri cantikmu itu pasti akan jadi incaran para pria, anak Sasa memang benar-benar cantik seperti ibunya, dan sayang ku kamu tak ingin menyapa menantu mu ini, dia suami putrimu Andrea," kata Samantha yang berhasil membuat kaget pria yang menatapnya.


"apa yang kamu bicarakan, Sasa punya anak lagi, dan aku tak tau," kata Andre kaget.


"ya, saat kamu mengorbankan dirimu menjadi budak ku, dia sedang hamil putri kalian, dan sekarang Arthur menjadikan putrimu pengasuh putrinya dengan nama lain istri," jawab Samantha tertawa.


"apa itu benar Arthur, jawab aku!!" terbaik Andre.

__ADS_1


"ya karena aku mencintainya," jawab Arthur tegas.


Andre pun langsung memukul pria di depannya itu, dan Arthur kini menjadi bulan-bulanan Andre.


sedang dua asistennya di tahan orang Samantha, "berhenti om, lebih baik bawa pergi putri ****** mu itu, dan jangan pernah datang ke kehidupan bang Arthur, karena hanya aku yang pantas di sampingnya," kata Cecil.


"tentu, mulai sekarang ceraikan putriku, dasar pria tua tak tau diri, beraninya kamu menikahinya," marah Andre.


"siapa anda berani menyebut adikku putri anda, anda cuma pria tak berguna yang meninggalkan keluarga bukan, jadi tutup mulutmu," kata Rama yang mengejutkan semua orang.


"Tyas..." panggil Arthur.


Raksa menahan Arthur agar tak mendekat, "kami kesini ingin bilang sesuatu, dan kami menunggu keputusan mu,"


"ada apa ini?" tanya Arthur dengan kebingungan.


"aku ingin bercerai, dan jangan mencariku lagi, dan silahkan menikah dengan wanita yang begitu menguasai mu itu," kata Tyas.


"apa maksudmu? kenapa harus bercerai tyas!!" tanya Arthur.


"baiklah, kita tak jadi bercerai, tapi seandainya aku hamil, apa yang akan kamu lakukan," tanya Arthur.


"jangan gila Tyas, sudah ku katakan jangan pernah hamil, karena aku tak menginginkannya, karena kamu tak bisa mengandung pewaris keluarga Sanz," kata Arthur.


"tutup mulutmu, memang adikku sekotor itu!" bentak Raksa langsung mendorong Arthur.


"itu membuktikan bukan, sayangnya aku sedang hamil dan maaf aku memilih bayiku, dan aku tak mengira jika bagimu aku tetap gadis yang hanya bisa kamu nikmati saja, dan tak pernah bisa menjadi nyonya seutuhnya di rumah mewah itu," kata Tyas begitu sedih.

__ADS_1


"bukan begitu, Karena aku tak akan pernah bisa memiliki anak karena hasil pemeriksaan ku, adalah aku yang mengalami masalah dengan kesuburan ku," terang Arthur.


"ha-ha-ha kamu yakin, lihat ini, apa itu dokter tempat mu periksa, selamat kamu di bohongi ibu angkat mu itu, dan sekarang kamu kehilangan tyas," kata Rama melempar berlembar-lembar foto pada Arthur.


__ADS_2