
kondisi Tyas sudah membaik selama tiga hari ini di rawat di rumah sakit, Arthur juga terus bersama Tyas untuk menjaga istrinya.
sedang Derrick dan Derry berada di rumah bersama Oma dan opa nya, tapi ada sesuatu yang mengganggu Dewi di perusahaan.
Dewi sedang dalam keadaan yang bermasalah, pasalnya foto dirinya sedang berpelukan dengan Wisnu tersebar di grub chat perusahaan.
tak hanya itu, Dewi pun di bilang seorang wanita ****** karena hal itu.
Dewi hati ini hanya bersikap biasa, toh tidak ada yang bisa membuatnya di pecat.
sedang Wisnu yang tau pun marah besar, bahkan Wisnu memanggil semua karyawan uang ada di dalam grup chat itu agar berkumpul.
"siapa yang menyebar foto ini, jawab!!" marah Wisnu pada sepuluh orang itu
"kenapa pak bos, bukankah dia yang merayu anda, lihat saja dia begitu keganjenan di sana," kata seorang pegawai wanita yang menyukai Wisnu.
"begitu menurut mu, asal kamu tau bukan Dewi yang memelukku tapi aku yang memeluknya, bahkan aku kenal keluarganya dari dia kecil, memang salah," tanya Wisnu menantang semua orang
"itu tak mungkin, aku mengenal anda, dan tak mungkin dengan mudah memeluk dan menyentuh seorang gadis," kata sekertaris Niken.
"kenapa tak boleh, Dewi sudah di anggap sebagai keponakannya sendiri, memang kalian siapa berani bergosip di perusahaan ku!" suara Arthur yang datang bersama Dewi.
Wisnu melihat kearah Dewi yang nampak tertekan, begitupun dengan Wisnu sekarang.
"bos kemari?" kata Wisnu pasrah.
__ADS_1
"kenapa ada hidup seperti ini, dan lagi Dewi kamu itu pegawai baru," kata Arthur menatap putrinya sayang sedang menunduk.
"kenapa menyalahkan aku, salahkan dua kembar itu yang membuat ku sedih seharian, di tambah aku harus lembur dengan kerjaan yang sudah beres," gumam Dewi menjawab.
"apa!" bentak Arthur yang membuat Dewi berkaca-kaca.
"tuan bisa gak jangan membuatnya menangis di depan para karyawan," lirih Wisnu menginggatkan.
Arthur pun menoleh melihat sepuluh orang itu, "sekarang aku tanya, siapa yang menyebarkan tentang hidup murahan ini, jawab?"
"kenapa bis besar, dia hanya pegawai baru dan berani merayu bos Wisnu, sudah lebih baik pecat saja," kata seseorang.
"Niken!" kata Wisnu cukup keras.
"ya bos besar, pecat saja dia," kata semua orang.
kesepuluh orang itu lemas mendengar itu, karena mereka bisa di pastikan akan sulit untuk mencari pekerjaan lagi.
"tunggu bis, kamu hanya di minta asisten Niken untuk menyebar gosip itu,kami tak ingin jadi pengangguran karena kesalahan orang lain,"
"Wisnu sekarang kamu yang selesaikan dengan mereka, dan tentu kamu tau aturan lama perusahaan ini, terlebih mereka berani mengusik putri pertama ku," kata Arthur dingin.
Wisnu pun memanggil pihak HRD lama, dan meminta mereka memberikan hukuman yang pantas, sedang Dewi hanya melihat saja.
dia hanya tak mengira jika para pegawai bodoh itu tak pikir panjang saat memfitnahnya.
__ADS_1
semua pegawai pun mengikuti perintah Wisnu menuju ke ruang HRD, begitupun Niken.
"tunggu sekertaris Niken, apa kamu tak penasaran tentang perasaan dari pria yang begitu kamu cintai itu?" tanya Dewi membuat gadis itu berhenti.
"apa maksudmu, aku tak pernah berpikiran seperti ini, jadi tutup mulutmu Dewi," kata Wisnu tanpa sadar
"bos, aku mencintaimu dari pertama aku datang ke perusahaan ini sebagai sekertaris anda, aku mohon tolong terima pernyataan cinta dariku ya," mohon Niken pada pria di depannya itu.
"tidak bisa, aku tak pernah memiliki perasaan apapun padamu, terlebih aku sudah tak percaya dengan cinta lagi, jadi jangan merasa dirimu begitu bangga, karena yang sesungguhnya aku tak pernah ingin menikah, ingat itu baik-baik," kata Wisnu dengan tegas dan berhasil membuat mereka semua diam.
sekertaris Niken pun merasa begitu sedih, pasalnya dia sudah terlalu memupuk cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.
gadis itu begitu pasrah saat ini untuk kelanjutan dari keputusan Arthur, "papa, jangan pecat sekertaris Niken, pindahkan saja dia ke cabang yang baru, aku yakin dua bisa membuktikan jika dia pantas," kata Dewi pada kedua pria itu.
"apa kamu yakin nak?" kata Arthur memastikan.
"tentu papa, dan anggap ini perintah pertamaku yang siap mengambil alih semua tanggung jawab semua ini," kata Dewi yakin.
Arthur pun sudah bisa kembali dengan tenang, pasalnya putrinya sudah tak membutuhkan sebuah bimbingan lagi.
Wisnu pun juga sudah di ijinkan untuk berhenti bekerja tapi dia memilih untuk menjadi penasehat dari gadis itu.
Dewi juga dengan senang hati menerima bantuan dari Wisnu, terlebih pria itu sudah berkecimpung di dunia bisnis cukup lama.
malam ini Dewi datang bersama Rama, keduanya memberikan hadiah untuk semua keluarga yang akan pergi.
__ADS_1
Tyas pun memberikan sesuatu untuk Dewi, mungkin nasihat yang mungkin akan bisa membantu wanita itu.