
sore itu, Rama pulang cepat dan dewi akan di jemput oleh Raksa, karena Rama sudah di panggil oleh Arthur.
ya pria itu ingin berbicara empat mata, terlebih Arthur tak ingin putrinya itu terluka nantinya.
Rama sampai di rumah bersama dua keponakannya, dan Arthur pun langsung mengajak Rama ke ruang perpustakaan.
"duduklah Rama, bagaimana rencana kalian, kenapa membuat rencana besar tanpa mengatakan apapun pada ku?" tanya Arthur dingin
"itu, sebenarnya aku ingin mengunjungimu dan meminta izin pada keluarga kalian dengan formal, tapi apa boleh buat Dewi sudah mengatakan yang tidak-tidak saat menelpon Tyas," kata Rama tak habis pikir.
"ya tuhan, ternyata hadis itu sudah tertular tingkah mamanya, tapi aku selalu mendukung pilihan putriku, tapi jika kamu menyakitinya maka aku akan membuatmu menyesal selamanya," kata Arthur.
"pasti, dan aku akan menjadikan pernikahan ini menjadi pernikahan termegah sepanjang sejarah."
"baiklah, aku tunggu bukti yang kau ucapkan," kata Arthur.
sedang di perusahaan Alejandro Grub, Dewi sedang kesal pasalnya gadis itu kini sedang melihat raksa.
"huh... dasar tak bertanggung jawab sekali saudara anda itu," kesal Dewi pada Raksa.
"sudah diamlah, kamu nanti tak akan bisa bicara kalau sampai rumah, dan berhenti meminta ku untuk berhenti membeli makanan Padang, ingat kamu bisa gendut dan jelek," kesal Raksa.
"iya iya, aku mengerti tuan besar, lebih baik cepat ajak aku pulang," protes Dewi.
pasalnya gadis itu memang tak tahan lapar, dan saat masuk ke mobil Raksa kebetulan Dewi menemukan coklat di dasbor mobil.
"om aku makan yak," kata Dewi.
"terserah, yang penting jangan mengangguku, ngomel terus dari tadi," kesal Raksa.
Dewi pun duduk dengan diam setelah mendapat coklat gadis itu tak ngomel atau bicara apapun.
bahkan gadis itu fokus dengan ponselnya, dan tak lama ponselnya pun di buang ke jok belakang mobil.
"bikin kesel saja, kemana aja sih kok gak bisa di hubungi, dasar om Rama tak peka, terus om kenapa melihat ku, ingin mengejekku?" kesal Dewi.
__ADS_1
"kamu lagi pms, ketus amat, orang om gak ngapa-ngapain loh, sudah tak perlu cemberut, cepat makan tuh cokelat," ketus Raksa yang ikut kesal melihat tingkah dari keponakannya itu.
tak lama mobil pun sampai di rumah, dan mereka pun langsung turun, Dewi kaget melihat semua sedang duduk bersama saat ini.
"mama!" teriaknya sambil berlari kearah Tyas.
Tyas pun memeluk putrinya itu, "kakak... ya Tuhan mama kangen, ya Tuhan makin gemoy aja nih, sekarang makin dewasa, dan sepertinya dia sudah siap pa," kata Tyas melihat suaminya.
"iya ma, aku sudah setuju, dan Rama kalian berdua sudah bisa menyiapkan pesta pertunangan dan juga pernikahannya, dan jangan terlalu lama, karena aku juga ada kegiatan di Yunani," kata Arthur.
"tapi tak bisa, karena jika setelah kak Rama Menikah, aku juga menikah jadi kalian setidaknya harus di sini selama dua sampai tiga bulan," kata Raksa.
"hah... kalian begitu gerak cepat sekali, tapi tak apa-apa aku setuju saja, terlebih kalian berdua sudah waktunya untuk menikah," kata Tyas.
"kamu benar, dan Dewi apa kamu siap?" tanya Rama pada calon istrinya itu.
"tentu, ini adalah impian ku, dan tak mungkin aku menolaknya, tapi apa papa juga setuju, Karena aku ingin papa yng ingin menyerahkan diriku nantinya," kata Dewi lirih.
"pasti sayang, memang menurut mu kenapa papa jauh-jauh ke duni jika bukan untuk menjadi wali mu nanti saat menikah," kata Arthur mengacak rambut putrinya gemas.
"jadi sekarang tugas mu raksa, bagaimana mengajak calon istrimu itu menikah?" tanya Rama melihat adiknya itu.
Raksa pun akan menemui keluarga dari gadis itu nanti malam, dan dia akan menunjukkan keseriusannya.
karena kebetulan ada Tyas dan Arthur, dan sang kakek akan datang beberapa hari lagi.
malam ini, Raksa sudah menculik Tyas dan Arthur, jadilah Rama dan Dewi di tinggal dengan dua bocah itu saja di rumah.
"Derrick, Derry berhenti bermain dengan ponsel itu dan segera ikut makan malam, jangan sampai aku mengunakan kekerasan, karena kalian tak mungkin mau itu terjadi bukan," kata Dewi memberikan ultimatum.
kedua bocah itu pun segera bergerak ke meja makan yang ternyata Ra sudah menyiapkan semua daging yang sudah matang.
ya malam ini mereka berempat makan shabu-shabu, "sudah ayo makan, jangan buat kakak kalian terus mengomel karena itu akan sangat menjengkelkan," kata Rama.
"baiklah papi," Jawab Keduanya menurut.
__ADS_1
Dewi tak mengira jika Rama bisa membuat para adiknya itu begitu menurut, bahkan seperti hal mustahil yang di lakukan.
sedang di rumah ayu, gadis itu masih kebingungan melihat ketiga orang yang datang di akui sebagai keluarga dari raksa.
"baiklah kedatangan kami kemari ingin meminta putri anda sebagai calon pengantin untuk raksa, apa di izinkan ibu?" tanya Arthur dengan sopan.
"ah.. itu mengikuti anaknya saja, saya sih dukung saja, tapi apa kalian yakin karena kami adalah orang tak punya, dan kita seperti langit dan bumi?" tanya Bu Nuning.
"tenang Bu, kami hanya melihat gadis baik dan pantas dari putri anda, dan untuk kakak saya ini sedikit ugal-ugalan, tapi saya yakin putri ibu bisa menjadikannya pria paling baik," jawab Tyas menambahkan.
Arthur bahkan memberikan cv milik raksa untuk di lihat, bagaimana sepak terjang dari pria itu.
Bu Nuning begitu santai membaca CV dari pria yang melamar putrinya itu, karena Bu Nuning sendiri memiliki rahasia yang lebih kelam dari milik Raksa.
"bagaimana ayu, apa kamu mau menerima lamaran dari pria ini, dan ibu yakin dua bisa melindungi mu, terlebih ibu yakin jika itu bisa menjadi nyata," kata Bu Nuning.
"tentu saja, tapi tuan muda ini harus membuktikan bisa melawan kakakku dulu,bukan cak Danu, tapi kakak kandungku, dua pengganti dari ayahku," kata ayu melihat raksa.
"boleh aku menemuinya,"tanya raksa yang ingin semuanya berjalan normal.
"siapa yang berani melamar gadis kecilku, sini berhadapan dengan ku dulu, atau jangan pernah bermimpi siang bolong," marah seorang pria berseragam TNI yang baru datang bersama dengan istrinya yang sedang hamil besar.
"kalian datang juga, sini sini, uluh-uluh menantu ibu, dan kenapa kamu masih memakai baju dinas, dasar kamu ini sering menakuti semua orang,"
" tapi sepertinya tidak mempengaruhi tamu ibu i Bu u, lihat saja mereka hanya melihat diriku dengan wajah Dingin tanpa reaksi apapun," kata pria itu.
"perkenalkan aku Raksanda putra Nugroho, datang kesini untuk meminta adik mu agar si jadi istriku, untuk sekarang, nanti dan selamanya," kata raksa dengan yakin.
"baiklah aku setuju, tapi saat dia juga mau menikah dengan mu," kata pria itu.
"bagaimana ayu, apa kamu mau menikah dengannya?" tanya kakak ipar ayu.
"baiklah kak, aku terima lamaran ini," kata ayu malu-malu.
dia tak mengira saat dia menyerahkan semua pada Tuhan, dia mengirimkan pria yang sempurna untuknya.
__ADS_1
karena sebenarnya ayu juga jatuh hati pada Pandangan pertama pada raksa saat di proyek.
dan sekarang tuhan menunjukkan mukjizatnya. kini ayu akan tinggal dengan orang yang mencintainya, dan bukan cinta bertepuk sebelah tangan lagi.