Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
Sd_persaingan pria tua


__ADS_3

Dewi sedang bermain bersama dengan Rama, mereka menuju ke sebuah club milik asisten Danang.


tapi pria itu memberikan semua kewenangan untuk mengelola club pada orang kepercayaannya.


Rama langsung menarik Dewi ke lantai dua untuk menikmati suasana, dari lantai dua, mereka bisa melihat setiap orang yang sedang bergoyang di lantai satu mengikuti dentuman musik yang begitu keras.


ternyata mereka juga kedatangan tamu yang tak terduga, ternyata Wisnu datang dengan senyum yang mengembang.


"halo nona cantik," kata asisten Wisnu datang sambil mencium tangan Dewi dengan lembut.


"halo tuan, apa kabar?" kata Dewi tersenyum.


Rama pun tak suka melihat hal itu, pasalnya Wisnu sekarang terlihat ingin bersaing untuk mendapatkan Dewi, pasalnya gadis cantik ini begitu menawan dan begitu sempurna jadi seorang wanita.


Dewi memang menjadi magnet tersendiri bagi semua pria, tapi mereka bisa mundur perlahan melihat dua pria di samping gadis itu.


tak lama Raksa datang dan langsung memeluk Dewi, "sayang bagaimana kabarmu, kenapa kamu makin cantik?" tanya Raksa.


"hei kamu mau mati, berani menyentuhnya," kesal Rama mendorong adiknya itu.


Raksa tak mengira jika Dewi memiliki dua penjaga yang begitu bengis, pasalnya kedua pria itu begitu kejam menjaga Dewi.


mereka pun berpesta pira kembali, setelah itu pukul setengah dua belas malam mereka pun pulang karena Dewi sudah lelah.


Wisnu sudah pulang duluan karena ayah yang tengah mencarinya dengan risau.


Rama sudah mengendong Dewi yang sudah terlalu mabuk dan sudah tak sadarkan diri.


tak hanya itu raksa juga sudah di bantu oleh pak Kim membawa pria itu masuk ke dalam rumah.


dia juga sudah tak sadarkan diri, sesampainya di kamar Dewi, seorang pelayan mengantikan baju gadis itu.


Rama pun tidur di sofa, takut jika gadis itu muntah saat bangun nanti, terlebih dia sangat khawatir karena Dewi tak bisa tahan dengan alkohol.


sedang Wisnu kaget saat melihat kondisi putrinya Aya yang tiba-tiba demam.


akhirnya malam itu, Wisnu pun terpaksa membawa Aya ke rumah sakit untuk mendapatkannya pertolongan pertama.


sesampainya di rumah sakit, Wisnu begitu panik mengendong putrinya yang panas dan begitu pucat.

__ADS_1


Aya langsung di bawa ke ruang UGD, dan kebetulan petugas jaga adalah dokter muda yang seorang wanita.


dokter wanita yang bagi pertama kali berjaga di UGD, Aya sudah mendapatkan infus karena kondisinya yang demam.


"putri saya kenapa dokter?" tanya Wisnu yang sedikit tercium aroma alkohol dari tubuh Wisnu.


"putri anda terkena tifus, lebih baik di rawat inap untuk kesembuhannya," kata dokter perempuan itu.


"baiklah, tolong lakukan yang tebaik untuk putriku, dan maaf jika dokter mencium aroma tak enak padaku," gumam Wisnu yang menyadari pandangan dari dokter itu.


"iya pak, tapi.lain kalo tolong jangan seperti ini, putri anda pasti kesepian jika ayahnya sering keluar seperti ini," kata dokter jaga itu.


"mau bagaimana lagi, aku seorang singel Daddy, tapi aku selalu memberikan yang terbaik untuk Aya," kata Wisnu mengusap kepala putri cantiknya.


"Aya, nama kami sama, dan jika butuh sesuatu anda bisa menghubungi saya," kata dokter itu memberikan kartu nama.


Wisnu pun menerima kartu nama itu dan menyimpannya, malam ini dia tidur di rumah sakit.


dan mungkin besok dia tak bisa menemani Dewi untuk menghadiri acara penyambutannya sebagai CEO baru.


tak lupa Wisnu juga memberikan pesan pada gadis itu, karena yang Wisnu takutkan Dewi akan sedih jika dia tanpa kabar.


bagaimana pun Rama sering menghapus pesan dari Wisnu, karena pria itu merasa tersaingi.


keesokan harinya, setelah membaca pesan dari Wisnu, Dewi buru-buru keluar dari rumah.


bahkan pak Kim juga sudah di minta membuat sebuah bubur, dan saat Rama turun dari kamar.


dia tak mendapati gadis itu di bawah untuk sarapan, "pak Kim,Dewi kemana? kenapa tak ada disini?"


"maaf tuan, nona Dewi sudah pergi dari tadi, dan tadi juga nona minta di buatkan bubur ayam, tapi saya tak tau untuk siapa, jawaban nona tak mengatakan apapun," jelas pak Kim.


Rama langsung mencoba menghubungi Dewi, tapi tak di jawab, terlebih seorang satpam buru-buru datang ke ruang makan.


"ada apa pak Jun?" tanya Rama melihat pria itu ketakutan.


"maaf tuan, maafkan saya karena tadi nona pergi membawa mobil tuan dan sebelum itu nona juga mengempeskan semua ban mobil tuan Rama dan Raksa," kata pak Jun satpam yang menjaga bagian garasi.


"baiklah, tolong keluarkan motor ku, dan aku akan pergi ke kantor mengunakan motor kesayangan ku saja," jawab Rama Tan ambil pusing.

__ADS_1


pak Jun pun mengangguk dan bergegas ke garasi untuk menyiapkan semua permintaan dari bos-nya itu.


sedang Dewi sampai di rumah sakit dan langsung menghampiri ruang rawat dari Aya.


"selamat pagi Aya ..."


dua orang itu menoleh, dan Dewi kaget melihatnya,sedang Aya tersenyum melihat Dewi datang.


"akhirnya aunty mau datang, apa mau main bersama ku?" tanya gadis itu.


"tentu, tapi kamu harus janji harus sembuh dulu, jika tidak aunty tak mau menemani bermain," jawab Dewi tertawa.


"maaf apa anda tantenya?" tanya dokter bernama cahaya itu


"saya adalah kenalan dari ayahnya, dan Aya sudah aku anggap sebagai adik ku sendiri, jadi tak perlu khawatir dokter, dan sebenarnya apa yang terjadi padanya," tanya Dewi penasaran.


dokter cahaya pun menjelaskan Semuanya pada Dewi, dan Dewi tak mengira jika gadis seperti Aya bisa sakit seperti ini.


"Aya, ayo sarapan dulu yuk, kebetulan tadi aunty membawa bubur ayam kesukaan dari Aya,"


"benarkah aunty, terima kasih .."


Aya pun begitu senang karena Dewi mau menyuapi dirinya, terlebih Dewi memang begitu baik pada dirinya.


Wisnu baru datang setelah berganti baju dan membeli sarapan untuk putrinya, tapi saat akan masuk dia mendengar percakapan antara Dewi, Aya dan dokter cantik itu.


dokter cahaya pun pamit karena jam jaganya sudah habis, dokter itu tepat membuka pintu saat Wisnu juga masuk.


"om Wisnu," panggil Dewi melihat pria dewasa itu.


"Dewi, kenapa disini, bukankah kamu seharusnya di kantor dan sedang melakukan serah jabatan,"


Dewi hanya mengeleng sambil tersenyum, dokter cahaya juga pamit pada pria itu.


Wisnu pun masuk dan menghampiri dia wanita beda usia itu, bahkan ayah begitu manja pada Dewi yang sedang menyuapi dirinya.


Wisnu sadar jika putri angkatnya itu memang membutuhkan kasih sayang,tapi kenapa dengan Dewi yang begitu mudah masuk ke hati bocah kecil itu.


Wisnu benar-benar merasa bersalah karena harus membebani dewi seperti ini.

__ADS_1


dan juga bisa di pastikan dia pasti juga akan menjadi incaran Rama, ya pria itu juga mencintai Dewi keponakannya itu.


__ADS_2