Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
tamu tak di undang.


__ADS_3

Tyas dan Arthur menikmati setiap momen kebersamaan mereka, bahkan Arthur terus membuat istrinya itu tak bisa protes saat di ranjang.


dan Tyas tak sadar jika dia sudah telat mens, karena terlalu tergoda tingkah suaminya yang begitu manja.


terlebih dia juga mengonsumsi pil KB, kemungkinan besar hormonnya berpengaruh.


tak hanya itu, keduanya beberapa kali berlibur karena Arthur selalu mengajak Tyas kemana pun dia tugas keluar kota.


"sudah Daddy, aku harus kuliah, aku sudah tiga hari tak masuk, untuk anak-anak tak protes karena aku tak ikut mengerjakan tugas kami," kata Tyas berusaha melepaskan diri dari suaminya itu.


"benarkah, aku sudah melakukan sesuatu, dsn mereka tak mungkin bisa marah,lagi pula aku masih ingin bersama mu,"


"no!!" teriak Tyas berlari keluar kamar.


tak sengaja kakinya sedikit selip dan hampir jatuh dari tangga, beruntung asisten Wisnu menangkap tubuh Tyas hingga tak sampai membentur lantai marmer itu.


"hati-hati nyonya," kata asisten Wisnu.


"ah terima kasih, aku sudah telat, Dewi mana?" panik Tyas.


"sudah berangkat dengan supir dan pelayan Mila," jawab asisten Wisnu.


"baiklah, aku berangkat terlebih dahulu, bilang bos mu dia terlalu menyebalkan," kata Tyas berlari ke arah luar dan langsung menaiki mobilnya.


sedang Arthur turun dengan tertawa, dia tak mengira jika istrinya menjadi ceroboh saat marah.


tyas pun terpaksa menaikkan kecepatan mobilnya karena takut ketinggalan kelas.


tapi dia tetap saja telat, Tyas tau jika saat ini adalah kelas dosen killer, dan pria itu sudah mulai memaparkan mata kuliahnya.


Tyas pun berjalan mundur, dan tak sengaja dosen itu melihat kedatangan Tyas.


"hei kamu mau kemana? kembali duduk!" bentak dosen itu dengan keras.


"baik pak,maaf...." jawab Tyas.


semua menahan tawa, pasalnya baru tyas yang bisa berhasil masuk meski telat, bahkan dosen itu yang menyuruhnya duduk.

__ADS_1


Tyas pun bertos ria dengan teman-temannya, bahkan mereka pun mengikuti kelas dengan tenang.


setelah kelas selesai,mereka harus segera berpindah ruangan untuk mengikuti kelas lain.


Alfin menerima sebuah pesan dari Rama, dan dia menjawab semua pertanyaan pria itu.


Tyas melihat sosok Dian yang sedikit sedih, "hai bro, tuh anak kenapa kok cemberut Mulu," bisik Tyas pada Alfin.


tapi pria itu seperti mengabaikan ucapan dari Tyas, dan karena kesal Tyas memukul lengan Alfin.


"dia memergoki kakak ganteng mu selingkuh di club malam, bahkan dia berciuman dengan seorang wanita, dan bahkan berita itu begitu besar, dan dia di hina satu kampus karena di Campakkan oleh pangeran Nugroho," kata Alfin berbisik.


sebuah spidol mengarah ke arah Tyas tapi di tangkis alfin, "jika ingin mengobrol, silahkan keluar dari kelasku!" bentak seorang dosen.


"ah maaf pak dosen," jawab Tyas merasa bersalah.


akhirnya mereka pun melanjutkan pelajarannya, dan Tyas akan bertanya langsung nanti pada Raksa.


Tyas bertanya pada sang opa dimana alamat dari perusahaan keluarga Nugroho.


Tyas pasti hanya bisa menemukan pria itu di kantor, terlebih tak mungkin pria itu berkeliaran tak jelas bukan.


pukul tiga sore kegiatan kampus selesai, Tyas langsung pulang begitupun teman-temannya yang berpisah karena tujuan berbeda.


Tyas memilih membeli cemilan di sebuah toko kue, dan gadis itu tak mengira akan menemukan kue basah di toko itu.


jadi Tyas membeli beberapa kue basah dan juga brownis kukus untuk di bawa ke perusahaan Rama.


sesampainya di perusahaan, mereka langsung menyambut Tyas dengan begitu hormat dan sopan.


bahkan para resepsionis langsung menuju ke kantor Rama,dan saat masuk Tyas melihat Raksa.


tanpa bertanya Tyas langsung memukuli kakaknya itu, "kamu jahat banget sih, kenapa melukai sahabatku, dasar kakak menyebalkan," marah Tyas tanpa ampun.


"ah aku jelaskan,jangan memukuli ku," mohon Raksa.


Rama yang baru datang dari ruang rapat langsung memisahkan Keduanya.

__ADS_1


Rama memeluk Tyas, "sudah dek, percuma kamu memukuli pria itu, dia itu tahan rasa sakit," kata Rama melerai dua adiknya itu.


"dia itu menyebalkan kak, dia selingkuh dari Dian, bahkan sekarang Dian di ejek satu kampus karena sudah di buang olehnya," marah Tyas.


"sudah biar nanti aku yang melakukan sesuatu, dan kenapa adikku yang cantik ini kemari?" tanya Rama .


"aku hanya rindu kakak, dan ada hadiah untuk kak Rama dan kak Raksa, dan aku juga bawa kue untuk kalian," kata Tyas melupakan masalah tadi.


mereka pun menikmati waktu bersama, bahkan Tyas menyuapi Rama yang terlihat kurus selama tak bertemu.


tapi saat Tyas makan sebuah risoles, tak sengaja dia melihat mayonaise di dalamnya.


tiba-tiba dia merasa mual tak tertahan kan, "kak toilet!" panik Tyas memegangi mulutnya.


"di sana, kamar pribadi," jawab Rama ikut panik.


Tyas pun langsung berlari dengan secepatnya, dan akhirnya dia memuntahkan semua isi perutnya.


Rama pun memijat tengkuk Tyas agar adiknya itu merasa mendingan, "kamu sakit dek?" tanya Rama.


"sepertinya kak, kalau begitu aku pulang ya," pamit Tyas lemas.


"biar kami antar, dari pada kamu pingsan di jalan nanti," jawab Rama khawatir.


Tyas tak memiliki pikiran tentang apapun, dia merasa jika hanya tubuhnya masuk angin.


sedang Raksa tersenyum, sepertinya rencanannya dan Ian akan berjalan baik.


di tengah semua kebahagiaan yang di ketahui Raksa, mereka tak sadar akan bahaya yang akan menggoyahkan rumah tangga Tyas dan Arthur, saat ini seseorang datang dan mama Farida menjemputnya dengan begitu bahagia.


Keduanya pun langsung berpelukan, "ah selamat datang sayang, Tante merindukanmu," kata mama Farida


"benarkah Tante, aku juga merindukan mu dan aku tak menyangka kakak tersayang ku memilih gadis kecil jadi istrinya, dan sepertinya aku harus menunjukkan di mana kedudukan istrinya itu," kata wanita itu sombong.


"nona Cecil, tunggu sebentar!" teriak asistennya.


"kamu lemah dan lemot, cepat lah jalan!" teriak Cecil marah.

__ADS_1


gadis itu pun menarik dia koper besar dan membawa tas besar di punggungnya.


bahkan masih ada begitu bnyak barang bawaan dari wanita cantik yang merasa. begitu hebat itu.


__ADS_2