Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
Sd_pernikahan2


__ADS_3

malam ini Tyas tidur bersama dengan Dewi, entahlah di merasa begitu ingin bersama dengan putrinya itu.


"ih mama, aku takkan kabur kok, jadi mama bisa menemani papa tidur loh," kata Dewi.


"ayolah kak, mana ingin sekali tidur dengan mu malam ini, biar papa tidur bareng adek-adek mu, dan lagi nanti mama akan sulit ketemu lagi jika sudah kembali ke Yunani," kata Tyas


Dewi pun tak bisa membantah, dan dia pun memeluk sang mama saat tidur.


sedang di kamar tuan Tjandra, kekasih tuan Tjandra yang bernama Griselda, dia nampak tak suka dengan pesta yang terjadi.


terlebih melihat kebahagiaan Dewi dan Rama, karena Rama memang pria yang romantis pada wanita yang di cintai.


"bukan begini harusnya, seharusnya aku bukan gadis kecil itu, terlebih apa Rama sudah melupakan ku, padahal kita adalah kekasih yang begitu saling mencinta dulu," gumam Griselda.


"kamu kenapa? kenapa kamu nampak begitu tertekan dan wajahmu?" tanya tuan Tjandra.


"tidak apa-apa," jawab Griselda sedikit ketus.


tuan Tjandra tau apa yang di pikirkan oleh otak wanita itu, dua pun langsung menjambaknya dengan kuat.


"jangan berani berpikir untuk menghancurkan pesta pernikahan cucuku, jika tidak, aku akan memisahkan kepala dan tubuhmu, ingat itu," ancam tuan Tjandra.


"maafkan aku sayang, aku hanya tak suka hawa panas kita ini, bukan berpikiran jahat seperti itu," elak wanita itu kesakitan.


"bagus kalau begitu?" kata tuan Tjandra melepaskan jambakan tangannya.


"dan jangan lupa, selama ini kamu hidup dengan uang yang aku berikan, jadi jangan bertingkah," kata tuan Tjandra menunjukkan status Griselda.


"iya tuan," jawab wanita itu.


tuan Tjandra pun melepaskan wanita itu, dia malam ini sedang tak mood untuk bermain, terlebih melihat tingkah Griselda barusan.


pria itu pun turun dan memilih membawa mobil dan berkendara di jalanan malam kota besar itu.


tak sengaja dia berhenti di sebuah mini market di sekitar rumah dari calon besan tuan Setyo.


dia membeli beberapa cemilan dan kopi, tak terduga seorang wanita paruh baya yang masih nampak cantik duduk di sebrang kursinya.


"saya boleh kan menemani anda yang sendirian saja?" tanya Bu Nuning.


"tentu mbak, wah saya tak mengira jika wanita cantik seperti anda ini bisa jalan-jalan saat malam begini?" kata tuan Tjandra.


"memang kenapa tuan, apa saya yang sudah tua ini tak boleh jalan-jalan malam, tentu tidak harus selalu di rumah bukan, apa hanya para pria yang boleh keluar?" tanya Bu Nuning dengan wajah tersenyum kearah tuan Tjandra.


"tentu saja tidak, tapi apa orang secantik Anda tak akan takut di ganggu oleh pria berandalan," kata tuan Tjandra dengan suara sedikit menggoda.


"asal anda tau, aku bukan wanita yang bisa di goda hanya dengan siulan atau uang, pria itu tentu harus memiliki kesempurnaan bukan, karena selera saya tinggi," jawab Bu Nuning.


"hebat, pantas saya melihat jika ibu ini orang yang selalu bersikap optimis, dan itu membuat setiap wanita memiliki karisma tersendiri, puji tuan Tjandra.


keduanya pun melanjutkan obrolan, bahkan tuan Tjandra tak segan untuk mengantar wanita itu pulang karena sudah malam.


"sampai ketemu besok ya, saya yakin pasti wanita yang mengandeng lengan mas besok pasti sangat cantik," kata Bu Nuning.

__ADS_1


"aku hanya menganggapnya sekertaris ku tak lebih, dan asal kamu tau baginya aku adalah sumber uangnya," terang tuan Tjandra tersenyum.


"baiklah, kalau begitu mas hati-hati ya, jangan sampai kelelahan, kalau tidak besok bisa sakit pinggang,"ledek Bu Nuning.


"pasti, tapi aku harap saat sakit pinggang ada kamu yang memijatnya,"


"huh dasar mesum, sudah pergi sana," usir Bu Nuning.


mobil tuan Tjandra pun menuju ke rumah sahabatnya, dan saat sampai di rumah itu dia melihat Griselda yang ingin naik ke lantai dua.


tanpa bicara tuan Tjandra menjambaknya dan langsung membenturkan kepala wanita itu ke tangga hingga pingsan.


"pak Kim, kunci dua di gudang, dan jangan berani ada yang mengeluarkan sebelum aku yang memintanya, dan jika dia mati, maka itu lebih baik," kata tuan Tjandra yang sudah kesal melihat tingkah wanita itu.


"baik tuan besar," jawab kepala pelayan itu.


tuan Tjandra langsung masuk ke kamar tidur tapi dia terlebih dahulu meminta beberapa pelayan mengantikan sprei di ranjang.


setelah selesai, tuan Tjandra pun tidur dengan nyaman, karena besok ada acara besar.


keesokan harinya, semua sedang sibuk, tapi berbeda dengan dua orang itu yang sedang santai sarapan dan ngopi.


"apa kalian tak ada pekerjaan, ya sayang Dion belum kamu banyu ganti baju," omel Dian.


"tenang sayang, Dion pria seperti papanya, jadi akan mudah ganti baju, lebih baik sarapan dulu, dan kalian berdua ikutlah sarapan jangan bermain terus," kesal tuan Setyo melihat kedua cicitnya itu.


"iya opa," jawab keduanya pasrah.


tuan Tjandra pun duduk di samping kedua cucunya itu dan membantu mereka mengambil sarapan.


"tebang Dewi, ini akan berjalan lancar, dan ingat tetap bernafas, ingat yang mama ajarkan sayang," kata tyas pada putrinya itu


"iya mama, aku hanya tak menyangka akan secepat ini menikah," kata Dewi begitu senang


akhirnya mobil yang menjemput Dewi, Arthur dan Tyas sudah datang ,dan mobil yang membawa keluarga yang lain mengikuti di belakangnya.


Rama sudah terlihat gugup di ruang tunggu, tak hanya dia tapi raksa juga, karena mereka akan melakukan pemberkatan secara bersamaan.


semua tamu duduk menunggu pengantin perempuan, Derrick dan Derry bertugas menjadi pembawa cincin untuk kedua pasang pengantin.


tak lama terdengar suara MC yang mempersilahkan kedua pengantin memasuki altar pemberkatan.


Rama mengenggam tangan Dewi yang di berikan oleh Arthur, sedang Raksa mengenggam tangan ayu yang di berikan oleh sang kakak.


Keduanya pun mengucapkan janji suci pernikahan dengan di saksikan semua tamu.


kemudian acara pun selesai, dan dilanjutkan dengan pesta yang sudah di siapkan di halaman.


karena pesta akan dilakukan nanti malam, dan ini hanya pesta kecil-kecilan yang di adakan oleh Rama untuk istrinya.


Dewi pun begitu bahagia, bahkan dia tak menyangka jika Rama juga akan mengundang teman-temannya dari Yunani.


Dimas dan asisten Deva juga datang, bahkan Danu yang juga keluarga ayu.

__ADS_1


tapi sayangnya keluarga Tyas tidak bertemu dengan ana dan ibu dari Danu, karena bocah itu terus berada di sisi sang nenek yang begitu melindunginya.


pesta itu hanya berjalan sebentar saja, kedua pasang pengantin pun menuju ke hotel untuk bersiap-siap melakukan acara resepsi.


sedang rombongan keluarga juga melakukan hal yang sama, akan tuan Tjandra juga makin dekat dengan Bu Nuning.


keduanya bahkan tak segan berbagi mobil, dan Arthur malu melihat tingkah dari tuan Tjandra.


tapi Tyas tertawa melihatnya, "sepertinya aku akan segera memiliki mama mertua baru, dan aku harus menyebutnya apa? karena dia juga mama mertua dari kakak ku?" tanya Tyas.


"tak perlu kamu pusing masalah itu, lebih baik cari panggilan baru, karena kakak mu jadi anak menantu mu, dan itu sangat memusingkan," bisik Arthur.


"aku tak peduli masalah itu, yang aku pedulikan hanya pria tampan di sisi ku ini," bisik Tyas mengedipkan satu matanya menggoda Arthur.


"sayang jika tidak ada pesta nanti malam, pasti aku akan menghabiskan waktu berdua dengan mu, dan tak akan aku melepaskan mu," kata Arthur menarik Tyas ke pelukannya dengan erat


Tyas pun tersenyum dan menyentuh dada bidang suaminya, Arthur pun langsung menarik istrinya itu masuk kedalam kamar.


dia menitipkan kedua putranya pada tuan Tjandra, dan tuan Setyo juga menikmati waktu bersama istri mudanya.


sedang Dion pun berakhir bersama Derrick dan Derry, tapi pengawalan untuk ketiga bocah itu super ketat.


pasalnya Dion sering menjadi sasaran dari penculikan, sedang saudara kembar itu sering membuat keributan karena ulahnya.


malam pun segera tiba, ayu sudah memakai baju bernuansa biru langit dan telihat begitu cantik.


sedang Raksa masih bingung dengan mau pilih dasi yang mana, ayu pun mengambil dasi kupu-kupu dan memakaikannya.


"lihatlah sempurna bukan," kata ayu tersenyum manis


"aduh ... meleleh hati Abang dek, kenapa kalau tersenyum kamu begitu manis?" tanya Raksa menatap wajah cantik istrinya itu dengan dalam.


"hentikan menatapku seperti itu, kau membuatku malu," kata ayu mencubit perut six pack milik suaminya yang keras.


raksa hanya tertawa saja melihat reaksi dari wanita di depannya itu, tak hanya itu mereka pun bersama menuju lift.


sedang di kamar sebelah, Dewi dan Rama sedang saling menggoda, pasalnya Rama hampir saja lepas kendali dan tak bisa menahan dirinya lagi.


tapi beruntung dewi bisa menghentikan suaminya yang hampir menggila dan membuatnya tak bisa berdiri untuk acara resepsi.


keduanya keluar hampir bersamaan dengan raksa dan ayu, sedang Tyas masih sibuk menutupi bekas kismark yang di tinggalkan oleh Arthur.


sedang tuan Tjandra sudah bersama ketiga bocah itu duduk di ruangan, dan tak lama pesta resepsi di mulai, dan acara begitu meriah dan begitu kekeluargaan.


karena kedua pasangan itu meniadakan pelaminan, jadilah pengantin bisa menghampiri para tamu undangan untuk menerima ucapan selamat.


tak hanya itu, yang menjadi nilai tambah adalah souvernir yang di berikan oleh kedua pasang pengantin.


dari pasangan raksa dan ayu, ada sepasang jam tangan mewah dan juga perlengkapan mandi.


sedang dari Rama dan Dewi maki mewah, mulai dari kalung dan gelang berlian, parfum dari desainer luar negeri dan juga beberapa set perawatan wajah khusus.


tak hanya itu, ada juga door prize yaitu liburan dengan kapal pesiar mewah yang di hadiahkan khusus oleh Rama.

__ADS_1


bahkan tak hanya itu, mereka juga memberikan semua tamu untuk paket liburan di hotel mereka secara full.


raksa dan Rama tak segan dalam mengelontorkan dana untuk pernikahan mereka.


__ADS_2