
akhirnya Arthur mengajak istrinya pergi dan menunggui Andre sampai sadar, karena mereka masih tak percaya dengan apa yang tejadi.
terlebih Arthur tau benar bagaimana perangai saudara angkatnya itu, dan dia tak akan membiarkan istrinya terjebak nantinya.
meski dia ayah kandung Tyas, tapi pria itu tak pernah berada di sisi istrinya saat kecil. meski dia tau jika itu juga terjadi karena dirinya tapi Andre bisa menolak bukan.
"kamu yakin mau menunggunya sampai sadar," tanya Arthur.
"tentu sayang,karena aku tak yakin dengan apa yang tejadi, kamu juga bukan," kata Tyas melihat suaminya itu.
"baiklah biar saya yang disini, anda berdua silahkan untuk membeli kopi atau cemilan dulu," kata asisten Wisnu.
"tidak. aku malas keluar, lebih baik kamu pergi pa, belikan aku minuman dingin ya, jangan yang bersoda ya," kata Tyas.
"baiklah, kalau begitu kopi dingin, aku berangkat dulu ya," kata Arthur yang pergi.
sedang Tyas tau mungkin dia akan menghadapi masalah sebentar lagi, dan benar saja seseorang datang menghampiri dirinya.
"untuk apa kemari, Arthur tak ada, pasti anda ingin minta tolong untuk membayar semuanya bukan, kenapa sudah miskin sekarang," kata Tyas sibuk dengan ponselnya.
"ini juga terjadi karena mu dasar gadis murahan, ini juga masih keluarga Sanz milikku, dan tak salah aku meminta bantuan dari putra keluarga ini," marah mama Farida.
"tak salah kok, biar aku yang membayarnya,toh suamiku sedang berada di luar untuk membelikan ku minuman dingin," jawab Tyas.
mama Farida tak bisa membantah dia tak ingin kehilangan hal ini, terlebih semua biaya tak murah untuk bisa membawa pulang dua jenazah orang itu.
terlebih keduanya sekarang sudah bangkrut dan tak memiliki apapun lagi kini.
Tyas pun membayar mengunakan kartu milik Arthur yang tadi sore sempat di berikan oleh suaminya itu.
__ADS_1
dan Tyas juga terkejut melihat tagihan itu, itu sangat besar dan Tyas menyiapkan sebuah rumah duka yang sederhana karena kedua orang itu pun tak bisa protes ini.
Tyas pun kembali ke ruang rawat Andre dan asisten Wisnu masih nampak duduk sambil bermain ponsel disana.
"Arthur belum kembali, dia pergi beli kopi atau dia kesasar sih," kesal Tyas.
"maaf sayang, ini sedikit antri, dan lihat aku beli kue untuk mu juga," kata Arthur yang baru datang.
"wah terima kasih, tau saja jika gula ku mulai turun,"jawab Tyas yang menerima kue terlebih dahulu.
Tyas pun menikmati kue itu dengan begitu bahagia, setidaknya dia tak ingat ini rumah sakit saat makan kue.
sedang di rumah sedang terjadi sedikit kekacauan karena ulah dua bocah kembar itu.
pasalnya mereka tiba-tiba hilang entah kemana, terlebih setelah meminjam cat air milik Dewi.
"kalian sudah menemukan mereka? ini sudah hampir satu jam mereka hilang!" marah asisten Danang.
"mampus," kata Raksa yang ingat sesuatu.
"cepat tunjukkan dimana tempat garasi itu Dewi," kata Raksa panik.
Dewi pun berlari menunjukkan tempat di mana mobil mewah milik Arthur itu berbaris untuk di simpan.
ternyata ada pintu khusus untuk ke garasi itu, dan saat mereka membuka pintu itu ternyata lampu sensor sudah hidup.
"gawat! Derrick!! Derry!!" teriak Raksa marah.
kedua bocah itu tak menjawab, dua pun memeriksa setiap sela-sela mobil yang terparkir di ruangan itu.
__ADS_1
begitupun dengan asisten Danang dan Dewi, dan saat sampai di mobil Jeep Wrangler berwarna hitam itu.
Dewi melihat kedua adiknya itu sedang mewarnai ban mobil itu dengan cat air yang tadi di minta.
"itu mobil kesayangan papa!" teriak Dewi melihat dua adiknya itu.
"ini mobil kurang warna kakak, jadi aku dan Derry sedang membuatnya jadi berwarna," jawab Derrick.
"ya tuhan bisa marah besar itu tuan, itu mobil kesayangannya untuk off-road," kata asisten Danang.
"beruntung hanya satu mobil," kata Raksa menghela nafas.
"sepertinya tidak om raksa, lihat semuanya," kata Dewi gemetar menunjuk beberapa deret mobil.
"ya tuhan, itu mobil kalian apakan!!" teriak raksa melihat mobil mewah itu penuh coretan.
"kami hanya melukis saja," jawab di kembar bersamaan.
"tapi tidak di mobil juga," kesal Raksa.
"sudah deh om, biar nanti nanti pelayan yang mencuci mobil-mobil itu, terlebih papa juga punya sampo khusus untuk membersihkan mobil," jawab Dewi.
"sudah kalian semua tolong beristirahat, biar kami yang membersihkan dan mengatur ini semua," kata asisten Danang.
"oh ya om, itu cat minyak ya, bukan cat air, kak Dewi tadi salah memberikan pada kami," kata Derrick sebelum pergi
"apa!!" kaget mereka bertiga.
dua bocah itu pun pergi berlari ke arah kamar mereka, "maaf ya om ..." Dewi sudah lari dari garasi.
__ADS_1
sedang asisten Danang dan raksa diam seperti orang linglung, pasalnya itu akan sangat sulit hilang.