
akhirnya setelah bersiap, Rama mengajak Dewi dan raksa berangkat ke tempat pesta.
sesampainya di tempat itu, semua orang di buat takjub dengan kehadiran dari keduanya.
bahkan Dewi terus mengandeng tangan dari Rama, dan keduanya nampak begitu serasi.
Rama pun mengambil gelas wine dan akan menulis pesta, tapi sebelum itu ada seorang wanita datang menghampiri pria itu.
"bukankah seharusnya anda bersama ku, karena aku wajah baru perusahaan anda?" kata wanita itu tanpa malu.
"maaf anda siapa, aku tentu harus bersama dengan orang yang aku cintai bukan," jawab Rama tetap mengandeng tangan Dewi.
Raksa menghampiri wanita itu dan menariknya, "sudah tutup mulutmu dan menjauh, atau kau akan tau akan pelajaran yang diberikan," bisik pria itu.
dia pun menurut kini Rama di dampingi oleh Dewi, membuka pesta, "selamat datang semuanya, hari ini aku ingin memperkenalkan seorang wanita yang selalu jadi inspirasi ku, dan juga tujuan dalam serial langkahku, dan juga cintaku, Dewi Alejandro Sanz,"
Dewi pun tersenyum bahagia, pasalnya kini dia seperti dapat pengakuan dari Rama di depan semua orang.
raksa pun ikut bahagia menyaksikan itu semua, pesta pun berjalan dengan begitu lancar.
"sial, ternyata pria itu tak pernah menganggap ku, aku memerintahkan kepada mu, buat dia menjadi milikku," marah wanita pada manajernya.
"ayolah sayang, maafkan aku, dan aku akan melakukan itu, tapi kita harus menyingkirkan wanita yang terus menempel pada Rama itu, dia sangat menganggu," kesal semua kedua manajer model itu.
memang benar, pasalnya dewi benar-benar tak bisa lepas dari Rama, karena pria itu begitu posesif.
sedang Raksa masih memantau semua dari jauh, terlebih dia tak ingin sesuatu terjadi pada Dewi atau bahkan Rama.
model itu terus merasa kesal karena Dewi yang terus bersama dengan Rama, bahkan tak meninggalkan pria itu sedikitpun.
"kamu ini bagaimana, sudah ku katakan untuk membuatku dekat dengan pria itu, malah seperti ini, mana janjimu," marah Sarah.
"ayolah sis, kamu tau jika mereka sedang kasmaran, jadi memang sulit mendekat, tapi yakin deh, aku Isa membuatmu jadi wanitanya," bisik manajernya.
"buktikan dong," jawab Sarah menantang manajernya itu.
manajer itu pun segera menghampiri Adi intim membahas tentang masalah pekerjaan.
asisten Adi pun di dampingi asisten Deva mengobrol bersama, sedang orang suruhan manager itu sudah memberikan obat di beberapa gelas.
orang kepercayaan raksa pun tau dan melaporkan itu pada raksa, tanpa bicara Raksa pun bertindak.
seorang pelayan yang tadi di bayar keluar dengan gelas yang sudah di berikan obat.
tapi dia tak memberikan gelas itu pada Rama, melainkan pada Sarah dan managernya.
karena bagaimanapun semua orang yang bekerja di pesta itu, adalah orang yang bekerja untuk Ramadan Raksa.
raksa hanya menyeringai dari jauh, pasalnya yang akan memberikan pertunjukan bukan Rama.
melainkan wanita itu yabg tiba-tiba menjadi bodoh karena berani ingin berbuat buruk untuk memisahkan Rama dan Dewi.
Sarah minum wine itu tanpa curiga, pasalnya dia melihat jika Rama juga meminum wine yang sana.
__ADS_1
Rama dan Dewi masih tertawa bersama beberapa tamu, bahkan meski begitu mereka tetap tak terpisahkan.
tiba-tiba Sarah merasa tubuhnya aneh, dia pun buru-buru ke kamar mandi, tapi sesampainya di sana orang dari Raksa sudah menunggunya.
tanpa perlawanan, dia pun di bawa ke ruangan yang sudah di siapkan, begitupun dengan manager itu.
"silahkan berpesta, dan besok karir kalian hancur tentunya," kata asisten Adi yang kemudian pergi menjauh.
benar saja dua orang itu menikmati malam yang panas, tapi pesta tetap berlanjut.
setelah pesta yang cukup meriah itu, Rama pun mengajak Dewi untuk pergi berdua, dan tak lupa dia memberikan jasnya pada Dewi agar tak dingin.
mereka menuju ke sebuah restoran pinggir pantai, sesampainya di sana ternyata sudah tersedia sebuah makan malam romantis.
ratusan lilin bahkan begitu banyak kelopak bunga mawar yang juga menghiasi sekitar meja itu.
"om ini apa?" kata Dewi tak percaya.
"ini untuk ku sayang, untuk orang spesial, ini hanya hadiah kecil," kata Rama.
Dewi begitu bahagia, pasalnya baru kali ini dia mendapatkan makan malam romantis.
rama pun menekuk gadis yang menangis itu, Rama tau jika Dewi belum pernah mendapat perlakuan romantis.
jadi mudah untuk memberikan kejutan pada wanita itu, Rama menarik kursi untuk Dewi duduk.
setelah itu keduanya pun duduk berdua sambil berhadapan, keduanya pun makan malam romantis.
sedang Raksa memilih merokok di taman tak jauh dari hotel itu, ternyata dia melihat sosok yang beberapa waktu lalu mengusik ketenangan jiwa.
"perlu di antar nona, kebetulan aku sendiri?" tawar Raksa dengan suara memohon.
"maaf aku tak butuh, lebih baik cari mangsa lain, jangan menggoda ku karena itu akan membuang waktu mu," jawab ayu ketus
raksa malah tersenyum dan malah tertantang mendengar perkataan gadis itu.
"jangan terlalu ketus lah nona, setidaknya jika aku berani macam-macam dengan mu,kamu bisa memukuliku," kata raksa yang masih usaha juga.
"kamu yakin, bukankah kamu memiliki banyak wanita, model pria seperti mu ini tak mungkin kehabisan wanita bukan," kata ayu ketus.
mobil Raksa sudah terparkir di depan, tanpa terduga Raksa langsung mengendong ayu di pundaknya.
ayu berontak tapi Raksa tak peduli dan langsung mendudukkan gadis itu kedalam mobil.
Raksa pun membawa ayu pergi, "tolong lepaskan aku," marah gadis itu.
"sudah tenanglah, aku tak ngapa-ngapain kok,aku hanya ingin mengajak mu makan di tempat langganan ku, dan lagi biar aku antar, ini sudah malam dan berbahaya untuk gadis yang berjalan sendirian," kata Raksa yang tak bisa di bantah.
jadilah ayu hanya bisa ikut saja, toh pria itu juga kenalan Danu, dan jika berani berbuat macam-macam maka dia harus menghadapi kakak sepupunya itu.
ayu kaget saat mobil raksa berhenti di sebuah warung pinggir jalan, itu adalah warung yang sangat terkenal di Surabaya.
"kamu suka makan disini?" tanya ayu tak percaya.
__ADS_1
"memang kenapa? tak boleh, ini adalah warung sambel paling enak di Surabaya, terlebih ada iwak pe yang jadi primadona, kamu keberatan, jika iya kita bisa pindah tempat," kata Raksa.
"tidak juga, hanya saja seharusnya kita beli es permen karet sebelum kesini, itu akan jadi perpaduan yang sangat sempurna," kata ayu.
"tenang, kita bisa pesan lewat aplikasi, toh tak jauh juga dari sini, ayo turun,sebelum kehabisan,"
"baiklah," jawab ayu yang senang, kebetulan dia juga lapar.
ayu memilih tempat duduk di depan mobil sambil menunggu es permen karet.
sedang Raksa antri untuk makanan, bahkan pria itu juga nambah lauk juga, karena dia tak pernah bisa makan satu ikan kalau di tempat itu.
sedang ayu tak mengira jika raksa memesan empat cup besar es permen karet.
jadilah mereka berdua pesta makanan, dan ayu baru menyadari jika pria seperti raksa begitu merakyat.
tanpa di ketahui oleh Raksa, ayu memfoto pria itu saat makan dan mengirimkan pada Danu.
Danu pun tak terkejut, pasalnya raksa pernah bilang menyukai sepupunya itu, dan ternyata pria itu bergerak dengan sangat cepat.
Danu pun meminta ayu untuk terus memberikan kabar, apalagi jika pria itu berani berbuat macam-macam padanya.
setelah makan malam, raksa mengantarkan ayu pulang ke rumahnya, dan juga bertemu dengan Bu Nuning walau sebentar.
raksa mengemudikan mobilnya menuju ke rumah keluarga Nugroho dan kebetulan bertepatan dengan mobil Rama yang baru pulang.
"baru pulang bung?" tegur Raksa pada kakaknya itu.
"menurut mu, aish... Dewi selalu saja ketiduran," kata Rama tertawa.
Raksa pun juga tak habis pikir, karena gadis itu selalu mudah tertidur saat kenyang.
tak peduli dia bersama siapapun, itulah kenapa Rama begitu posesif.
Rama mengendong Dewi naik ke lantai atas, setelah mengantikan pakaian gadis itu.
para pelayan wanita pun pergi, dan kini giliran dari Rama yang membersihkan wajah cantik Dewi.
pasalnya tak baik tidur dengan wajah yang masih full make up, dengan telaten Rama menghapus semua make up yang menempel.
setelah itu dia menghampiri adiknya, Raksa yang baru selesai mandi pun kaget melihat Rama di dalam kamarnya.
"widih... ngapain woi, bikin orang jantungan saja," kesal pria itu.
"kamu yang tadi membuat wanita itu dan managernya berpesta, ah ... hampir saja aku terjebak, dan aku tak tau apa yang terjadi pada Dewi jika wanita itu berhasil," kata rama tak bisa membayangkan hal itu.
"selama ada aku, aku tau mungkin membiarkan siapapun melukai mu dan Dewi, jadi kamu jangan melukainya," kata Raksa dengan serius.
"tidak mungkin, aku bahkan berniat untuk ke Yunani untuk meminta izin, aku serius ingin menikahi Dewi," kata Rama.
"sebenarnya aku juga ingin menikahi seseorang, tapi aku akan menikah setelah kamu saja, terlebih aku belum meyakinkan gadis itu," kata Raksa malu.
"apa aku mengenalnya, setidaknya aku tak ingin wanita sembarangan menjadi adik ipar ku bukan," kata Rama menggoda adiknya itu.
__ADS_1
"tidak mungkin orang sembarangan, tapi dia memang sedikit serampangan, terlebih dia adalah sepupu dari Danu," jawab Raksa jujur.
"benarkah, hebat kamu jika berhasil meluluhkan keluarga abstrak itu," kata Rama yang berlari keluar kamar Raksa karena tak ingin mendapatkan sebuah bogem mentah dari pria itu.