Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
Sd_ hidup terpampang nyata


__ADS_3

Dewi pun sudah kelelahan, bahkan gadis itu sudah tertidur dengan lelap selama perjalanan menuju ke rumah keluarga Nugroho.


Rama pun mengendong keponakannya itu dengan sekuat hati, pasalnya Dewi bukan gadis kecil yang mudah di gendong sekarang.


bukan hanya harus kuat menahan berat tubuh keponakannya tapi juga harus kuat menahan nafsu, bagaimana tidak Dewi begitu menggiurkan untuk Rama, yang bagaimana pun tetap seorang pria dewasa.


Rama menidurkan Dewi di ranjang kemudian Rama ikut merebahkan diri karena lelah.


tak butuh waktu lama akhirnya mereka berdua tertidur lelap, bahkan Rama tak sadar kini tidur seranjang dengan Dewi.


keesokan harinya, Raksa baru saja pulang dari kegiatannya, pasalnya sudah seminggu ini pria itu di Jepang untuk mengikuti pameran otomotif mewakili perusahaan milik Rama.


dia pun sudah siap ke kantor, saat Dewi turun dan bergabung sarapan dengan dirinya.


"halo om, kapan pulang kok aku tak tau?" tanya Dewi yang sudah memakai setelah blazer panjang.


"hah, kamu kapan disini? kok om juga gak tau?" kaget raksa melihat keponakan cantiknya itu.


"raksa tak sopan bertanya kepada orang yang memberi pertanyaan pada mu?" suara Rama yang turun dari lantai atas.


"semalam pukul tujuh dan langsung tidur karena kelelahan, kamu belum jawab pertanyaan om?" raksa melihat Dewi tertawa.


"dua hari lalu, oh ya aku sekarang akan menetap di Surabaya," kata Dewi senang.


Raksa melihat sang kakak dan memberikan jempol, setidaknya dia tau apa yang di pikirkan oleh raksa saat ini.


"sudah cepat habiskan sarapan kalian, atau kalian nanti bisa telat," perintah Rama.


setelah selesai sarapan, Dewi pun di antar menuju ke perusahaan Alejandro Grub.


sebelum masuk, Rama turun dan memberikan pelukan pada keponakannya itu, semua orang kaget melihatnya.


pasalnya pria yang selama ini begitu dingin tapi terlihat begitu hangat pada seorang gadis muda.


bahkan Wisnu yang menjabat sebagai CEO pun dengan senang hati menyambut kedatangan Dewi.


meski Arthur sudah mengatakan jika Dewi tak boleh mengatakan siapa dirinya.


setelah itu mereka menuju ke ruang HRD,dan Dewi di tempatkan sebagai manajer desain sesuai jurusan kuliahnya.


Dewi langsung di hadapkan dengan proyek yang coba di menangkan, Dewi di minta masuk ke ruangan Wisnu karena pria itu sendiri yang akan menjadi pimpinan untuk proyek besar ini.

__ADS_1


"baik pak bos, anda ingin desain seperti apa? dan bagaimana suasana dari wilayah yang akan di bangun hotel ini nantinya," tanya Dewi.


"kemarilah, lihat sendiri," jawab Wisnu yang mempersilahkan Dewi melihat laptopnya.


keduanya nampak akrab dan begitu dekat, sekertaris Niken yang datang mengantarkan minum sedikit kaget melihatnya.


pasalnya keduanya sangat dekat tadi, bahkan saat sekertaris Niken datang keduanya seakan tak terpengaruh dan tetap bekerja.


"bos minum anda," kata sekertaris Niken.


"taruh di sana," jawab Wisnu sekilas yang masih fokus bekerja dengan Dewi.


sekertaris Niken pun keluar, baru kali ini dia merasa tak di perhatikan oleh Wisnu.


biasanya Wisnu akan menggodanya atau sekedar menyapanya, tapi sekarang sekertaris Niken merasa ini semua salah dari Dewi.


Dewi pun sudah mengerti semuanya dan akan membuat desain sesuaikan keinginan dari pemilik tender.


Dewi kembali ke mejanya, dan terdapat sebuah kopi di sana, "maaf siapa yang menaruh kopi disini?" tanya Dewi menunjukkan gelas itu.


"itu dariku, salam kenal pegawai baru," kata seorang pria dengan senyum manis.


Dewi langsung mendekat membawa gelas kopi Iyo dan mengembalikannya.


pria itu dan yang lain terperangah, pasalnya gadis secantik Dewi bisa bersikap seimut ini.


Dewi yang begitu baik meski kadang di gin, dengan mudah menjadi incaran para Priadi perusahaan itu.


Dewi juga makin sering ke ruangan Wisnu untuk membahas tugasnya, dan sekertaris Niken sekarang membenci Dewi akan hal itu.


waktu makan siang, Dewi duduk di kursi paling pojok dan menikmati makan kantin dengan lahap.


pasalnya makanan itu cocok di lidahnya, tak berapa lama Wisnu datang dan bergabung dengan Dewi.


"hai om," sapa Dewi melihat Wisnu.


"bagaimana rasanya, apa cocok dengan lidah bule?"


Dewi tertawa me dengar pertanyaan dari Wisnu, "aku itu lebih suka masakan Indonesia loh, meski tampang bule gini," jawab Dewi.


keduanya pun makan sambil bercanda, bahkan Dewi juga bisa mengambil kue coklat milik Wisnu.

__ADS_1


"lihatlah, bagaimana bisa mendapatkan gadis itu, orang belum-belum saingan kita bos besar gitu," kata seorang pegawai di meja sekertaris Niken.


"kalian sekarang berebut ingin dekat dengan gadis gatel itu,cih ... jangan gila deh," kata sekertaris Niken


"alah kamu iri kan, karena gadis itu bisa dekat dengan bos, padahal hanya pegawai baru, kamu takut kan bos kepincut sama dia," ledek Nirwan.


"tutup mulut mu, disini tetap aku yang tercantik," kata sekertaris Niken sombongnya.


"dasar tak sadar diri, padahal kalau kamu dulu tau mantan si bos, minder kamu, bos itu seleranya bule gitu, persis Dewi, tapi istrinya duku itu lebih judes sih," kata pegawai lain yang ikut nimbrung.


sekertaris Niken pun marah dan memilih pergi, dia tak ingin mendengar lagi tentang wanita itu.


makan siang usai, dan semua kini kembali bekerja, Dewi nampak begitu sibuk


dia mengunakan sebuah proyek yang dulu pernah di gunakan oleh Arthur, dan tak lupa Dewi meminta izin untuk memakai design itu.


Wisnu pun tau jika itu desain dari Arthur tapi gadis itu mengantikan beberapa poin penting dan sudah menjadi desain yang sempurna miliknya.


sore itu Dewi pun sedang bersiap untuk pulang sebelum beberapa wanita menghentikan langkahnya.


"maaf ada apa ya, saya ingin pulang kenapa kalian menghalangi?"


"apa dasar gadis aneh, kamu itu tak pernah tau sopan ya, di sini semua orang itu pernah membelikan kopi untuk semua orang dan seharusnya kamu juga,"


"hah ... kenapa kalian mau, di sini tak di tulis tentang hal itu Kok, lagi pula jika aku melakukan itu, sana saja aku menyetujui perpeloncoan di perusahaan ini," kata Dewi yang pergi.


"dasar anak baru,lihat saja besok," kata seorang wanita lain.


mereka merasa dewi begitu sombong dan bertingkah, mereka akan membuat gadis itu sadar jika dia itu hanya seorang yang lemah.


sesampainya di bawah, ternyata sudah ada Rama yang datang menjemputnya, dan Dewi pun langsung masuk mobil tanpa mau berlama-lama di sana.


"bagaimana pekerjaan mu sayang?" tanya Rama.


"capek, terlebih aku harus membuat desain untuk proyek yang ingin fi menangkan oleh om Wisnu," terang Dewi.


"memang proyek apa?"


"itu loh om proyek hotel di pesisir pantai, dan nanti aku tunjukkan wilayahnya pada om deh," kata Dewi.


"setahu om jika di pesisir pantai wilayah yang kamu bilang itu, itu adalah wilayah yang masih dalam sengketa dan akan sangat merugikan jika tetap memaksa proyek itu, lebih baik nanti aku tanya Wisnu, jika tidak perusahaan itu bisa rugi ratusan milyar," kata Rama yang membawa mobil memasuki area rumah keluarga Nugroho.

__ADS_1


pak Kim membawakan tas milik Rama saat mereka berdua turun, Dewi bergegas naik menuju kamarnya karena lelah.


sedang Rama meminta pak Kim memasak makan kesukaan Dewi untuk makan malam.


__ADS_2