Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
alasan di balik ini...


__ADS_3

Dian sampai di kos yang sudah empat tahun dia tinggali ini, dia mengunci pintu dengan rapat.


dia hanya bisa menangis karena luka dan kenangan masalalu itu begitu buruk menggores hatinya.


bahkan tanpa sadar dia pun tertidur setelah lelah menangis, Dian sedang bersama Alfin mencari Tyas yang kembali menghilang.


tapi seseorang memberikan hadiah perpisahan untuk mereka, "ya Tuhan gadis ini menghilang lagi, dan aku sangat sedih terlebih pria busuk itu juga pergi,"


"ayolah Dian sudah hentikan, dia itu pria brengsek, kamu juga tau dia itu sering membawa para gadis ke apartemen miliknya," kata Alfin mengingatkan.


"ya tapi bagaimana pun aku sudah mencintainya, terus bagaimana ini," kata Dian memukuli Alfin.


"Hentikan gadis gila, setidaknya kamu belum di nodai pria itu," kesal Alfin.


Dian pun mengangguk saja, Alfin pun malah mengepal kepala Dian, akhirnya mereka pun saling berkejaran.


setelah lelah mereka duduk di bawah pohon di kampus untuk istirahat, "oh ya nanti malam mau ikut gak, kita ke bar kita minum bareng, kebetulan saudaraku ulang tahun," ajak Alfin.


"boleh tuh, tapi jemput ya, kamu kan tau jika aku selalu kesulitan saat ingin keluar malam," mohon Dian.


"boleh boleh boleh," jawab Alfin.

__ADS_1


mereka pun masuk kedalam kelas, mereka pun dengan serius mengikuti kelas.


sore hari mereka pun berpisah untuk bersiap-siap, Dian memilih baju yang cukup tertutup.


alfin pun berhasil meminta izin dan bisa membawa Dian, terlebih gadis itu sudah lima hari ini terus menangis saat malam hari.


mereka pun menuju ke bar, tapi Alfin menyeringai sekilas, saat sampai terdengar musik yang memekakkan telinga.


tapi Alfin membawa Dian menuju ke lantai dua untuk bertemu dengan temannya.


dan tenyata semua orang membawa pasangan jadi Dian tak merasa jadi wanita sendiri.


Alfin pun memberikan minuman pada Dian, setelah itu Alfin berdiri dan mulai bergoyang bersama seorang gadis yang seksi.


Alfin hanya tersenyum, dan pria itu memberikan jus yang sudah di campur obat di minuman itu.


tak butuh waktu lama, dian sudah mulai mabuk dan terpengaruh obat, Alfin pun mulai mendekat dan merangkul Dian.


"ada apa Dian?" bisik Alfin.


"ayo pulang, tiba-tiba aku merasa tak enak badan," kata Dian mulai menyandarkan tubuhnya pada Alfin.

__ADS_1


sebenarnya Dian masih sedikit sadar, tapi saat Alfin memapahnya, tiba-tiba mereka berdua di pukul dari belakang dan Alfin langsung pingsan.


"Alfin bangun," kata Dian sedikit khawatir dan panik.


Alfin pingsan, dan Dian di tarik oleh seseorang, dan Dian berteriak-teriak tapi tak ada yang mau menolongnya.


Dian di seret ke sebuah ruangan dan kemudian dia pun di ikat dan di tutup matanya.


Dian pun sekarang sudah mulai terpengaruh oleh obat, tiba-tiba dia merasakan bajunya sudah di robek seseorang.


Ian pun merasakan ada yang masuk ke bagian intinya, dan itu sepertinya adalah jari dan kakinya di pegangin oleh orang lain.


Dian pun mulai sangat basah, dan dia hanya bisa mendesah saat itu, dan tak butuh waktu lama dia pun merasa sudah di tinggalkan.


"tolong lepaskan aku ... argh... sakit," teriaknya saat merasakan sebuah benda keras.


dan malam itu Dian merasakan tubuhnya begitu remuk redam, dan dia saja tak tau siapa yang melecehkannya.


semalaman itu Dian terus di gagahi tanpa istirahat, dan akhirnya dia pingsan.


pria itu tersenyum menyeringai, dia tak mengira jika ada gadis yang masih menjaga kesuciannya, tapi sayang gadis sebaik ini di jual oleh temannya sendiri.

__ADS_1


"gadis malang, tapi aku akan menginggat mu," kata pria itu.


__ADS_2