Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
duo rusuh.


__ADS_3

saat orang tua sedang pergi, Dewi memilih untuk menemani adik-adiknya bermain di ruangan khusus.


"kalian main balok yang anteng ya, kakak mau sambil ngerjain PR Sebentar," perintah Dewi.


"oki doki kak," jawab Derry.


Dewi pun menemani mereka, karena lelah dan mengantuk yang menyerangnya, tanpa sadar Dewi malah tertidur di karpet ruang bermain itu.


melihat Dewi yang lelap tertidur, Derrick memastikan sekali lagi jika kakaknya itu sudah tidur pulas.


"Derry, ayo kita ke kolam renang, kita bisa berenang, mengunakan angsa besar berwarna merah muda itu," kata Derrick menunjuk pelampung udara yang berbentuk hewan di kolam renang.


"tapi kalau tengelam gimana?" tanya Derry takut.


"idih ... Cemen banget sih, kamu itu cowok, lagi pula kamu juga bisa berenang," kesal Derrick pada kembaranya itu.


"baiklah, aku mengerti, ayo mumpung semua pelayan sedang sibuk," kata Derry menarik saudaranya itu.


mereka pun melepas baju mereka dan hanya mengenakan ****** ***** saja.


keduanya naik keatas pelampung berbentuk flamingo di kolam itu, dan tertawa bersama dan telihat begitu bahagia.


tak senjata pak Yun lewat dan kaget melihat baju dua tuan muda yang sudah berserakan di lantai.


dan makin terkejut lah pak Yun saat melihat dua bocah itu sedang tertawa di kolam renang.


"ya tuhan, tuan muda Derry dan Derrick, tolong berhati-hati itu kolam renang cukup dalam untuk anak-anak," kata pak Yun menginggatkan.


"iya pak," jawab Derry tapi tak terduga Derrick malah mendorong bocah itu hingga jatuh ke air.


"tuan muda!" teriak pak Yun kaget dan khawatir.


tapi Derry berhasil naik dan malah tertawa, begitupun Derrick. pak Yun hanya menepuk dahinya pusing.


dia takut karena akan terjadi apa-apa pada dua orang bocah itu, tapi nyatanya mereka bisa berenang dengan baik di usianya.


Derry menarik kaki Derrick dengan kuat hingga bocah itu juga jatuh ke kolam renang, dan kini mereka pun berlomba-lomba untuk berenang.


pak Yun pun membantu menyingkirkan pelampung itu, agar tak menganggu.


Dewi yang terbangun pun kaget saat tak melihat kedua adiknya di ruangan itu. "Derrick .. Derry .." panggil Dewi yang langsung berlari keluar.


tak di duga dia malah mendengar teriakan adiknya di area belakang rumah, ternyata sedang bermain di kolam renang.

__ADS_1


"kakak!!" teriak keduanya yang sedang di pinggir kolam.


Dewi pun kaget saat melihat begitu banyak pengawal di sana, "loh pak Yun,kenapa banyak pengawal di sini?" tanya Dewi.


"saya cuma takut tuan muda kram atau terjadi sesuatu, jadi saya menjaga kan banyak pengawal," jawab kepala pelayan itu.


"baiklah pak, kalau begitu tolong buatkan aku jus dan cemilan, dan minta mbak Mila membawa handuk, oh ya biar aku yang menjaga mereka,"


"baik nona," kata pak Yun yang kemudian pergi.


pelayan Mila datang membawa handuk untuk kedua bocah itu, terlihat Dewi ikut bermain di pinggir kolam.


bahkan dua bocah itu sekarang berpegangan pada kaki Dewi, "tidak mau, kakak sedang malas berenang," kata Dewi.


kebetulan Tyas dan Arthur juga baru datang, "pak Yun, mana anak-anak?"


pak Yun pun berhenti dan memberikan cemilan dan minuman pada pelayan lain untuk di bawa pergi.


"tuan muda dan nona Dewi sedang berada di kolam renang, mereka sedang menikmati waktu santai nyonya," jawab pak Yun.


"kita lihat yuk mas, dan pak Yun tolong bereskan belanjaan ini," kata Tyas yang langsung pergi ke area kolam.


tak terduga baru juga keluar dari pintu belakang, Tyas sudah di siram air satu ember besar oleh Dewi.


"hayo kak Dewi ... hayo ..." kata Derry menjadi provokator.


sedang Derrick tertawa melihat hal itu, siapa suruh Dewi tak melihat sasarannya.


Tyas pun mengambil selang air dan mulai menyemprotkan air kearah ketiga anaknya.


jadilah mereka bersama main air, bahkan Arthur yang baru datang pun tak luput dari keisengan istrinya.


Arthur pun memeluk Tyas dan menyiramkan air kearah putra kembarnya.


akhirnya mereka pun mandi bersama, dan para pengawal di minta pergi karena Tyas yang sudah basah.


pasalnya Arthur tak ingin istrinya menjadi tontonan pria lain, terlebih bentuk tubuh Tyas begitu terlihat jelas lekuk tubuhnya.


setelah lelah berenang, mereka pun masuk ke rumah untuk berganti pakaian.


Tyas pun turun untuk membuatkan cemilan untuk anak-anaknya yang sedang menonton kartun.


tapi Derrick dan Derry terus menganggu Dewi, bahkan tak luput dengan Arthur juga.

__ADS_1


bahkan Arthur tak sengaja menduduki sebuah Lego dan membuat pantatnya begitu sakit.


"ya tuhan Derrick dan Derry, tolong bereskan mainan kalian," kesal Arthur yang hanya bisa menahannya saja.


"papa gak boleh marah, nanti tambah tua," kata Derry sibuk dengan permainan balok miliknya.


Arthur pun hanya bisa merasa kesal saja, pasalnya dua putranya itu sangat menyebalkan.


"kalian ini meniru siapa sih sebenarnya,"


"menurut mu pa, mereka meniru siapa, kalau bukan dirimu," saut Tyas yang datang membawa cemilan baru matang.


"benarkah, ah iya ya ... ha-ha-ha," kata Arthur menggaruk rambutnya.


sedang di tempat lain, Ian sedang merasakan siksaan yang begitu parah, terlebih asisten Danang begitu bengis dalam melaksanakan hukuman itu.


bahkan Ian yang sudah babak belur dan luka di sekujur tubuhnya pun masih sempat di siram dengan air garam agar membuat pria itu makin kesakitan.


Ian tak mengira jika Arthur menyerahkan dirinya untuk menerima siksaan seperti ini.


"bunuh aku, kalian bajingan!!!" teriak Ian dengan putus asa.


"kamu mau enaknya saja, kamu harus tau bagaimana rasanya luka yang di alami tuan kami, dan asal kamu tau hukuman mu adalah dua kali lipat rasa sakit itu," jawab asisten Danang.


"seharusnya aku membunuhnya dulu, tidak hanya melukainya, setidaknya aku akan bisa memiliki Tyas," kata Ian yang masih menahan rasa sakit di tubuhnya.


"kau saja yang bodoh, padahal di tempat itu sangat sepi bukan," ledek asisten Danang.


"sudah masukkan dia ke penjara saja dan jaga dia jangan sampai terlepas, ingat buat dia sembuh kemudian siksa dia," kata asisten Wisnu pada semua anak buahnya.


"baik tuan," jawab mereka semua.


sedang asisten Danang meregangkan otot tubuhnya, dia merasa sangat bersenang-senang saat ini.


"sudah puas bermain, ayo kita pergi main, setidaknya aku tak ingin pulang sore begini," kata asisten Wisnu.


"tentu, kita main ke tempat tempat Julian," kata asisten Danang.


"hei kenapa kamu tidak ke tempat kekasih mu," tanya asisten Wisnu.


"aku sudah mengakhiri semuanya, kami memilih berpisah, karena dia di minta pulang dan sudah di jodohkan dengan orang lain di desanya," jawab asisten Danang.


"kasihan ... kalau begitu mari kita cari seseorang untuk bermain, cobalah dengan seorang wanita bung," kata asisten Wisnu tertawa.

__ADS_1


__ADS_2