
kini Arthur menyetir mobil menuju ke sebuah taman bermain, sesampainya di taman bermain, Derry dan Derrick begitu senang melihat tempat itu.
Dewi pun juga karena sudah cukup lama tak ke tempat seperti ini, Arthur langsung membeli tiket untuk masuk kedalam taman bermain.
mereka pun naik semua wahana yang tersedia di taman hiburan itu, bahkan Arthur di buat kuwalahan dengan tarikan dari kedua putranya.
sedang Dewi membantu papanya dan berbagi tugas untuk menemani dua bocah itu.
sedang Tyas hanya menunggu di taman dari kejauhan, dia pun menikmati suasana sambil membawa jaket milik Arthur dan anak-anak.
beberapa wanita yang sedang bermain juga sempat berbisik saat melihat Arthur yang tertawa bersama Derrick.
pria itu memang terlihat muda dari usianya, bahkan tubuh atletisnya tak bisa di tutupi.
ah beruntung Tyas bisa menjadi istri dari Arthur, dan dia tak mungkin melepaskan Arthur begitu saja.
Arthur dan anak-anak baru turun dari wahana permainan, Derry di tahan Tyas saat menarik Arthur karena ingin terus bermain.
"sudah kita makan dulu, ini sudah sangat siang," kata Tyas menginggatkan.
"aku masih ingin bermain ..."
rengek Derry dan Derrick, tapi dewi sudah takut melihat perubahan ekspresi dari Tyas.
"mau berhenti, atau kita pulang," Tyas tersenyum tapi dengan suara penuh penekanan.
Derry dan Derrick pun tau jika mama mereka mulai marah, "kita makan dulu, ayo pa," ajak Derrick.
Derry pun langsung mengandeng tangan Arthur sambil menunduk, karena bocah itu takut pada Tyas jika sudah marah.
__ADS_1
mereka berlima pun menuju ke restoran yang berada di pusat taman bermain itu.
"kalian mau pesan apa?" tanya Tyas saat mereka sampai di tempat makan.
"apapun sayang," jawab Arthur.
"aku mie ayam," jawab Derry dan Derrick bersamaan.
"aku ikut saja," jawab Dewi.
tyas pun memesan makanan, sedang Derry dan Derrick bermanja dengan Arthur.
maklum dua bocah itu tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kecil, terlebih mereka juga sangat merindukan pria itu.
"kalian habis makan mau main lagi?" Arthur melihat dua putranya itu.
"emm ... izin mama dulu," jawab Derrick melihat Arthur.
sedang Dewi hanya tersenyum manis, pasalnya Tyas ada di belakang tubuh Arthur.
"papa yakin berani meminta izin pada mama, meski mama tak mengizinkan kami bermain lagi," kata Dewi mancing Arthur.
"tentu, papa kan kepala keluarga, jadi papa itu bisa melakukan hal itu mudah sekali," kata Arthur percaya diri.
sedang Tyas hanya memijat kepalanya karena ingin sekali melihat reaksi suaminya.
"papa yakin berani izin pada ku untuk bermain, meski mama tak mengizinkan, ini gerimis papa akan bahaya," kata Tyas duduk di samping Arthur.
Arthur langsung tertawa melihat istrinya yang nampak begitu seram, pantas dua putranya itu takut tadi.
__ADS_1
"memang kenapa sih ma, kan mumpung kita lagi berlibur," kata Arthur untuk mulai membujuk istrinya.
"tidak papa, ini gerimis dan akan sangat membahayakan jika papa nekat ingin bermain, kita ke rumah kucing saja," kata Tyas tak bisa di bantah lagi.
Derrick, Derry dan Dewi menahan tawa mereka, pasalnya Arthur juga tak bisa berkutik lagi di depan Tyas.
tak lama pesanan mereka datang, mereka semua makan mie ayam sesuai pesanan si kembar.
tak terduga, ada rombongan para gadis muda yang sepertinya masih SMA.
tiga gadis itu menghampiri Arthur, "maaf boleh kami meminta foto .." kata gadis-gadis itu.
"maaf saya bukan artis, mending cari pria lain saja," kata Arthur dingin.
"saya mohon,karena Anda begitu tampan, dan lagi sepertinya anda bukan warga negara Indonesia, boleh ya," kata gadis-gadis itu.
"sudah mau saja, cuma foto ini, kalau berani minta yang lain, aku akan membuat mereka tau akibatnya,"
"ah maaf kami menganggu," panik tiga gadis itu melihat wajah sanggar Tyas yang terganggu.
"ha-ha-ha mama lebih serem ternyata," kata Dewi meledek Arthur.
"huh, terserah saja," jawab Arthur tak mau ambil pusing.
tapi dia mengakui jika Tyas sekarang lebih seram dan tegas,bahkan dia bisa membuat orang lain ketakutan dengan tatapan mata dan juga ucapannya.
tapi Arthur merasa aneh jika hanya berdua, wanita itu begitu lembut dan manja Padanya.
__ADS_1
ngomong-ngomong Arthur ini usianya sudah lima puluh tahun ya gaes...