Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
jangan menagis..


__ADS_3

Tyas pun sudah beranjak pergi dari perusahaan suaminya itu, dua tak mengira akan mendengar semuanya.


dia tak menyangka jika keputusannya untuk memaksakan diri untuk menemui Arthur malah berakhir seperti ini.


dia bahkan membuat kakek dan Kakak-kakaknya begitu khawatir karena dia yang tak bisa di bujuk.


"jangan menagis sayang, disini ada opa dan kakak-kakak mu yang akan menjaga mu dan juga bayi mu," kata tuan Setyo memeluk Tyas


Tyas yang begitu kuat tapi kini langsung menangis tersedu-sedu di pelukan sang kakek.


dia tak mengira jika Arthur sampai begitu jahat,dan lebih percaya pada mama Farida yang jelas-jelas begitu jahat.


sedang di perusahaan Arthur terduduk lemas dan menyesali kebodohannya yang bisa percaya begitu saja pada dokter waktu itu.


padahal jika dia mau menyelidiki semua tak akan seperti ini, dan melukai istrinya begitu dalam.


"kau pantas mendapatkan ini semua Arthur, kau tak bisa menahan putriku yang harus tinggal dengan pria yang sepantar ayahnya, kau itu pedofil, kau tau itu!" kata Andre mengejek Arthur.


Arthur pun diam, dia bukan hanya melukai Tyas, tapi juga menghilangkan sosok ayah yang seharusnya melindungi dia dan mami Sasa.

__ADS_1


dan itu adalah demi kesembuhannya, ya jantung di tubuh Arthur harus di ganti dengan Andre selaku putra angkat keluarga Sanz.


"Tyas!!!!" teriak Arthur frustasi.


sesampainya di rumah, Tyas masih begitu lemah, dan Rama tau jika terus seperti ini maka tak baik untuk Tyas dan kandungannya.


"opa, kira bawa Tyas pergi, dan memulai Semuanya dari awal, aku ingin memiliki hidup baru dan meninggalkan semua kenangan buruk di kita ini," kata Rama.


"kamu mau Tyas?" tanya Raksa.


Tya mengangguk lemah, dia sekarang hanya memiliki keluarganya yang bisa menjadi sandaran untuknya.


mereka Apun bersiap, dan dengan mudah mengurus visa tinggal, terlebih ada seseorang yang membantu mengambilkan paspor milik Tyas dan barang-barang miliknya.


Rama memberikan semua barang Tyas melalui jasa pengiriman barang, agar Arthur tak bisa menemukan mereka.


Arthur sudah bergegas untuk pergi ke rumah keluarga Nugroho, mobilnya masuk ke halaman rumah itu dengan mudah.


Arthur terus menggedor pintu utama dengan sangat keras, bahkan dia tak peduli pada satpam yang menghentikan dirinya.

__ADS_1


pintu pun terbuka dari dalam, dan Arthur menerobos masuk rumah itu yang terkuat sepi.


"Tyas! om keluar dan jangan sembunyi, kembalikan istriku!" teriaknya.


"maaf tuan Arthur, tuan besar dan semua orang sudah pergi dari rumah, mereka tak akan kembali ke rumah ini lagi," kata kepala pelayan rumah ini.


"kau berbohong, itu tak mungkin terjadi, tidak !!"


Arthur pun keluar dan kembali masuk kedalam mobilnya, dan langsung menuju ke rumahnya.


tak di duga, saat di jalan seseorang mengikuti Arthur dan menembak ban mobil Arthur hingga pecah.


pesepeda motor itu bahkan tak hanya menembak satu kali, tapi beberapa kali hingga mobil Arthur oleng dan menabrak pohon di pinggir jalan.


"kau selesai dan jangan harap bisa mengikutinya, selama aku masih ada," kata pria itu kembali menutup helm yang di pakai.


dia pun pergi begitu saja, orang-orang yang melihat kejadian itu pun langsung membantu Arthur.


pria itu terluka parah, bahkan kini Tyas sudah berada di pesawat di kelas bisnis bersama ketiga pria tercintanya.

__ADS_1


Rama terus menggenggam tangan Tyas selama perjalanan menuju ke kampung halaman dari sang kakek.


__ADS_2