Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
Sd_ siapa kamu?


__ADS_3

Rama dan Raksa terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka, begitupun dengan Wisnu yang kini bisa menaikkan taraf hidupnya.


meski dia sudah bisa membeli apapun yang di inginkan, tapi masih ada satu hal yang menganggunya yaitu masalah jodoh dan pernikahan.


terlebih setelah di tinggalkan rekan kerja sekaligus sahabat terbaiknya asisten Danang.


untuk masalah anak perempuan dari Tyas dan Arthur, semua keluarga setuju jika menganggapnya sudah mati.


(nanti ada kisahnya sendiri ya, tunggu saja)


pagi ini Wisnu sudah siap untuk berangkat ke kantor, dia pun menyapa Aya, gadis kecil itu kini sudah menjadi putri asuh dari Wisnu.


"mau ikut ayah sekalian kita berangkat bersama sayang?" tanya Wisnu pada putrinya itu.


"boleh ayah, tapi nanti pulang sekolah aku mau ke tempat bunda, boleh ya boleh?"


"tentu saja sayang, tapi ayah tak bisa mengantarkan mu," kata Wisnu yang sedang sarapan bersama.


"tak apa-apa ayah," jawab gadis kecil itu.


usianya sudah hampir sepuluh tahun, karena gadis itu melupakan semua kejadian buruk malam itu.


jadi Wisnu pun sekalian menutupnya juga, terlebih saksi juga sudah di minta untuk bungkam semuanya.


Wisnu pun sudah berangkat mengunakan motor matik yang sengaja di belinya.


bahkan jika melihat penampilan pria itu yang begitu sederhana, tak akan mengira jika dia CEO dari perusahaan besar.


dan beberapa bulan ini Wisnu Juga sudah berpikir untuk mengundurkan diri karena dia sudah merasa lelah, terlebih dia butuh suasana baru untuk kesehariannya.


siang nanti Wisnu akan ke perusahaan Nugroho untuk membahas pengunduran dirinya. karena hanya Rama yang bisa membantunya.


sesampainya di sekolah Aya, gadis itu mencium tangan Wisnu sebelum pergi.


Aya langsung berlari masuk kedalam sekolah, kemudian Wisnu menuju ke kantor bahkan motor Wisnu sudah punya Parkiran khusus sendiri.


Wisnu berjalan dan semua orang menyapanya, Wisnu pun hanya mengangguk dan menuju ke kantornya.


tak hanya itu, Wisnu juga meminta asistennya masuk untuk membacakan semua jadwalnya hari ini.


gadis cantik bernama Niken itu adalah sekertarisnya selama dua tahun ini.


"apa aku akan ada rapat lagi setelah jam dua?" tanya wisnu yang sudah mulai sibuk dengan berkas di meja.


"tidak tuan, tapi anda memiliki Janji dengan tuan Rama setelah makan siang, itu saja," jawab Niken


"baiklah kamu boleh pergi," kata Wisnu pada wanita itu.


Niken pun bergegas keluar dan akan membuatkan minuman, "dasar pria ini, untung tampan, kalau tidak tak penyet tuh," gumam Niken tertawa.


dia pun segera membuat kopi dan mengambil kue untuk Wisnu, Niken langsung masuk dan menaruh kudapan di meja.


Wisnu hanya mengangguk sambil menerima sebuah telpon dari seseorang.


terlihat Wisnu begitu sibuk Niken pun memilih pergi dari ruangan itu.


sedang di perusahaan milik Rama, pria itu sedang sama sibuknya, seorang wanita datang ke ruangan Rama, "halo sayang, kamu sudah seminggu ini tak mencariku," kata wanita itu.


"Adi!!! kenapa kamu membiarkan wanita ini masuk," teriak Rama sambil mengebrak meja.


"maaf tuan, dia terus menerobos masuk, bahkan dia juga melukai saya," jawab asisten Adi ketakutan.

__ADS_1


"kamu itu pria kenapa bisa lemah, sekarang seret dia keluar, atau aku akan membunuh kalian semua, cepat!!!" bentak Rama.


asisten Adi pun langsung memukul wanita itu hingga pingsan, dan kemudian membawanya keluar.


dia sudah terlalu biasa melakukan hal seperti ini, pasalnya tidak sedikit wanita yang ingin menjadi wanita dari Rama.


padahal Rama tak suka ada wanita yang mendekati dan menyentuh dirinya tanpa izin.


gadis itu sudah di bawa satpam untuk di bereskan secepatnya, setelah itu asisten Adi buru-buru memarahi semua orang yang membiarkan wanita aneh masuk.


"sekali lagi kalian bikin kesalahan, aku pastikan kalian semua dapat hukuman yang tak pernah kalian lupakan," kata asisten Adi.


"baik asisten Adi," jawab semua pegawai yang bertugas di lobi.


asisten Adi menuju ke ruangannya, dia harus segera menyelesaikan segalanya.


terlebih Rama ingin berkas-berkas itu ada di mejanya pukul tiga sore, asisten Adi tau jika bosnya itu tak suka kesalahan sedikitpun dan selalu sempurna dalam pekerjaan.


sedang di bandara, seorang gadis cantik dengan rambut pirang, baru saja turun dari pesawat yang membawanya dari Yunani.


"ya tuhan, sejak kapan kota ini begitu panas, dan aku harus mencari taksi karena aku tak memberitahu semua orang, menyebalkan ..." kata Dewi menghela nafas.


Dewi mendapatkan taxi yang termasuk jajaran taxi ekslusif, "pak, ke perusahaan Nugroho," kata dewi dengan nada dingin.


Dewi mencoba menghubungi Raksa, tapi nomor ponsel pria itu tak bisa di hubungi oleh Dewi.


"sialan juga nih om Raksa, pak tolong lebih cepat," kata Dewi semakin marah.


taksi pun sampai, dan Dewi masuk ke perusahaan dengan menyeret koper miliknya.


tapi dua resepsionis itu menahan gadis itu di lobi, "minggir, kenapa kalian menghalangiku?"


"maaf, anda ini siapa? dasar gadis tak tau sopan, kamu ini siapa,ini bukan tempat untuk main, pergi dari sini," dorong salah satu resepsionis pada Dewi.


"satpam usir gadis ini, karena dia terus saja membuat keributan," usir para resepsionis itu.


"jangan menyentuhku!" teriak Dewi saat seorang satpam ingin menyentuh Dewi.


Dewi pun langsung menelpon seseorang, "om resepsionis di perusahaan mu begitu lancang,bahkan dia berani mengusirku!!"


Rama langsung berlari turun ke bawah, asisten Adi pun kaget melihat hal itu.


asisten Adi mengikuti bos-nya yang terlihat begitu marah, bahkan ma turun dengan rambut yang tak terikat.


sesampainya di lobi, Dewi pun langsung berlari memeluk Rama saat pria itu keluar dari lift.


"nona!!" kaget asisten Adi.


Dewi masih sesenggukan di pelukan Rama, "ada apa ini? kenapa keponakan ku bisa menangis, kalian mau mati!!" marah Rama.


"om ... mereka mengusirku ..."


Rama pun memeluk tubuh Dewi dengan erat, "kalian tak perlu datang kesini lagi, asal kalian tau jika dia adalah keponakan kesayangan ku, dan dia juga pewaris dari keluarga Nugroho," geram Rama.


semua pun terkejut, "sekarang usir mereka keluar dan aku tak ingin melihat semua orang ini ada di perusahaan ku,"


"baik tuan," jawab asisten Adi.


Rama mengambil koper milik Dewi dan membawanya ke ruangan miliknya.


Dewi masih di pelukan Rama, baru kali ini Dewi merasa begitu di permalukan seperti ini.

__ADS_1


Rama mengajak Dewi duduk di sofa, "kenapa datang tak menelpon om, setidaknya om bisa menjemputmu sayang," bisik Rama sambil merapikan rambut keponakannya itu.


"om ... aku baru lulus kuliah seperti perkataan mu, jika aku lulus aku boleh datang kesini," lirih Dewi.


"tapi ini baru dua tahun bagaimana bisa?" tanya Rama.


"om lupa jika keponakan mu ini pintar, dan kenapa rambut on makin panjang?"


"aku hanya malas memotongnya, terlebih tak ada wanita yang akan melihatnya," jawab Rama.


"tapi itu membuat mu makin seksi om, ah seandainya ..." lirih Dewi yang langsung berdiri menjauh dari Rama.


Dewi pun memilih mengambil air minum milik Rama dan meminumnya, sedang Rama penasaran karena ucapan dari keponakannya yang tak di lanjutkan.


"seandainya apa Dewi?"


"lupakan, oh ya, Derry dan Derrick sebenarnya ingin ikut, tapi mama melarang mereka, bukan apa, mama takut jika mereka akan merepotkan diriku selama di pesawat, dan merepotkan om karena tak akan ada yang menjaga mereka," terang Dewi tersenyum.


Rama pun mencium tangan Dewi dengan lembut, "kenapa tidak tetap mengajaknya, toh di rumah akan banyak pelayan yang akan menjaga mereka,"


"apa kedatangan ku saja tak cukup untuk om, hingga om terus bertanya tentang si kembar ..." gumam Dewi terlihat sedih.


Rama pun mengeleng sambil mengangkat kepala keponakannya itu, "cantik om, bukan begitu maksud ku sayang, om hanya tak ingin kamu sendirian di rumah nantinya, saat om sibuk di kantor, terlebih om Raksa tak berada di rumah saat ini,"


"sebenarnya om, aku datang untuk mengantikan posisi dari om Wisnu yang mau berhenti, jadi papa meminta ku belajar menjadi penanggung jawab di perusahaan miliknya selama setengah tahun, dan baru bisa menjabat sebagai CEO di sana," jelas Dewi


"tapi itu akan sangat merepotkan Dewi," gumam Rama.


"kenapa merepotkan, aku memiliki om Rama sebagai panutan ku, dan aku akan bertanya pada om tentang semuanya seandainya aku tak mengerti apapun itu," Rama pun mengangguk.


ternyata janji temu itu di batalkan karena Wisnu harus menjadi pembimbing dari Dewi untuk enam bulan kedepan.


Rama pun memilih untuk pergi jalan-jalan bersama Dewi, terlebih gadis ini sudah cukup lama tidak pernah ke Surabaya.


mereka memilih untuk berbelanja dan kemudian pulang, Dewi beralasan jika dia sedang ingin istirahat.


Rama pun mengajak Dewi ke rumah keluarga Nugroho yang sudah direnovasi besar-besaran.


bahkan rumah itu kini makin terlihat mewah dan megah, rumah itu makin terlihat luas dan warna putih sangat dominan.


sesampainya di rumah itu, tenyata kepala pelayan Kim, sudah menyambut mereka, bahkan tak hanya itu, kepala pelayan Kim juga memberikan mawar putih pada Dewi sebagai ucapan selamat datang.


pria itu terlihat begitu sopan pada Dewi yang memang jarang ikut datang saat liburan keluarga.


Dewi ingat bagaimana Arthur yang begitu marah saat Dewi akan pergi ke Surabaya.


pasalnya gadis itu mengakui sesuatu yang tak dapat di terima oleh Arthur, tapi berkat bantuan Tyas akhirnya Arthur pun tak bisa menolaknya.


Dewi pun menempati kamar yang tepat berada di sebelah kamar dari Rama di lantai tiga.


"kamu istirahat dulu, biar om yang ke dapur dan memasak sesuatu untuk mu," pamit Rama yang akan pergi.


"tak usah om, aku sudah bisa memasak, lebih baik minta pelayan saja, dan om tolong temani aku disini," mohon Dewi menahan tangan Rama.


pria itu pun mau duduk dan menemani Dewi di rumah, Rama pun berganti baju setelah itu kembali menghampiri keponakannya itu.


"mau makan dulu, atau kita berenang," ajak Rama.


"makan dulu di pinggir kolam yuk," kata Dewi merangkul lengan dari Rama.


keduanya turun bahkan terlihat seperti pasangan kekasih, dan meski berjarak usia cukup jauh.

__ADS_1


tapi Rama tak kalah tampan dan memiliki tubuh yang begitu menggoda untuk pria seusianya.



__ADS_2