Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
Sd_apa kita bersama


__ADS_3

Dewi pun begitu bahagia dan memeluk Rama dengan erat, mereka bahkan tak peduli jika ini kantor.


tak lama asisten dari Dewi mengetuk pintu dan langsung masuk, "ah maaf bos, saya gak tau," panik wanita itu.


"sudahlah, om pulang gih," kata Dewi bangun dan menghampiri asistennya.


"kenapa kamu mengusirku, apa kamu yakin sayang ku, jarang sekali loh aku bisa seperti ini pada seorang wanita, terlebih begitu perhatian, terlebih aku tau mau sendirian di rumah," kata Rama yang masuk ke ruang istirahat di sana.


"dasar pria aneh," kesal Dewi.


sedang asisten wanita itu hanya diam melihat kedua orang itu, pasalnya dia sudah di jelaskan oleh Wisnu.


terlebih dia sendiri yang mau menjadi asisten dari wanita itu. karena baginya Dewi begitu kompeten dalam pekerjaan ini.


"Bu bos, apa perlu di belikan sesuatu?" tanya asisten Deva.


"boleh deh, tolong belikan mie cup berbagai rasa ya, dan jangan lupa beli juga sosis yang bisa langsung bisa di makan ya," kata Dewi.


"eh ... kok, bukannya ibu tak makan mie ya," kata asisten Deva kaget.


Dewi memberikan kode untuk diam, dan tersenyum penuh arti pada asistennya itu.


asisten Deva pun mengangguk dan menurut saja, dia pun segera meminta OB membelikan semua permintaan dari Dewi.


sedang Dewi akan membuat Rama kesal, terlebih pria itu sangat marah saat melihat ada orang yang berani makan mie instan di depannya.


kadang Dewi merasa lucu, saat mie instan itu merk miliknya tapi dia tak pernah sekali pun mencicipinya.


"oke ... hari ini kita lihat, bagaimana pemilik perusahaan mie terbesar ini, makan mie produksinya sendiri, dan jika tidak mau aku pasti akan membuatnya viral," gumam Dewi tertawa.


sedang di ruang istirahat, telihat serba putih bahkan terdapat baju Dewi untuk keadaan darurat.


tapi Rama sedikit marah karena ternyata ada baju Wisnu juga, dia sadar betul jika Wisnu pernah bekerja di kantor itu.


tapi meninggalkan bajunya begitu saja sudah membuat Rama kesal setengah mati.


dia tak boleh menunjukkan bahwa dia sedang cemburu sekarang, dia pun memilih diam dan mengawasi sekitar saja.


Rama pun memilih merebahkan dirinya dan menutup mata, setidaknya dia bisa beristirahat dengan tenang.


sedang Dewi terlalu sibuk dengan semua berkasnya, bahkan dia lupa jika ada Rama di kantornya.


asisten Deva datang membawakan semua pesanan Dewi tadi, "Bu bos ini pesanannya," kata asisten Deva yang datang dengan tiga kresek besar.


"Deva, kamu beli mie apa borong dari mini market?" kaget Dewi melihat belanjaan itu.

__ADS_1


"habis tadi saya beli tiga cup setiap rasa dan lagi untuk sosisnya saya beli beberapa bungkus, meski beberapa jenis juga," jawab Deva tersenyum.


"ya sudah kamu bisa lanjut kerja, terima kasih ya Deva," kata Dewi saat melihat asistenya itu pergi.


"siap Bu bos," jawab asisten Deva.


dewi pun yang melihat begitu banyak mie cup pun tergoda, dia pun buru-buru membuka satu cup, dan menambahkan sosis.


tak lupa dia juga menunggu dengan tak santai, karena dia tiba-tiba merasa sangat lapar.


hingga akhirnya dia pun mulai membuka mie cup dan mulai mengaduknya, Dewi begitu tergiur karena aroma yang tersebar di ruangannya.


"selamat makan ..."


Dewi ingin menyiapkan mie itu ke mulutnya tapi tiba-tiba malah Rama yang memakan mie itu.


"em.. vanas...huuu...."


"ih... om itu mie aku, kenapa di makan sih?" tanya Dewi kesal.


"ini mie enak juga, memang apa merk-nya?" tanya Rama yang baru selesai menelan mie itu


"ini mie dari pabrik om kok, enak ya padahal om bilang tak pernah makan yang seperti ini bukan," kata Dewi tertawa melihat ekspresi dari Rama.


"benarkah, wah... padahal aku ingin menutup pabrik itu karena ku kira rasanya tak enak, terlebih beberapa anak buahku mengatakan jika mie ini sudah ketinggalan jaman,"


Rama mengangguk, dia sedikit menyepelekan tentang segalanya, "dan lagi lebih baik selidiki semua petinggi dan pegawai di pabrik itu, jika tidak om akan kehilangan pabrik yang begitu besar dan memiliki profit yang meski baik perlahan, tapi tolong pikirkan semua pekerja buruh mu om," kata Dewi.


"kamu benar sayang, dan aku tau siapa yang tepat untuk pekerjaan itu," kata Rama menyeringai.


Dewi pun menoyor kepala sang om, sedang Rama malah memeluknya dan kembali makan berdua.


Rama juga mengirimkan sebuah pesan, dan seseorang begitu bahagia mendapatkan pesan itu.


"uh.. sudah lama tidak bergerak, akhirnya si raja setan ada pekerjaan juga untuk ku," kata Raksa begitu senang.


tak lupa dia juga mengajak seorang yang mungkin saja bisa menggila disana, terlebih menghadapi semua tikus got yang berani mengigit orang yang telah membantunya.


"halo bro, kita ada pekerjaan penting, apa mau mengambilnya?" tanya Raksa dari sebrang telpon.


.. ....


"tentu, pasti bayarannya pantas, asal pekerjaan kita berakhir dengan sangat bersih dan tanpa ada kesalahan sedikitpun," jawab raksa meyakinkan.


"baiklah kalau begitu aku mengerti, besok aku jemput, jangan terlalu seram bung, tolong sedikit tutupi semua tato mu itu," kata raksa sebelum mematikan telponnya.

__ADS_1


raksa tak mengira akan meminta bantuan pria itu lagi, telebih sudah lama mereka tak kontek dan kini mulai melakukan pekerjaan bersama lagi.


tapi yang membedakan sekarang, pria yang menemaninya nanti adalah seorang ayah yang begitu sayang dan mencintai putrinya.


"aku tak mengira pria seburuk dan sehancur itu bisa begitu saja memiliki putri angkat yang begitu cantik itu," gumam Raksa tertawa, dia bahkan ingat bagaimana gadis itu pernah menelpon di tengah pekerjaan mereka hanya karena ingin mengatakan jika dia mendapatkan hasil ujian A+.


tapi pria itu tetap pria paling begis selama raksa mengenalnya, sedang untuk raksa tak masalah untuk hal seperti itu.


Rama sudah pulang setelah makan siang, pasalnya dia tak mau menunda pekerjaannya,dia juga memperingatkan Wisnu tentang segalanya.


Wisnu yang mendapat pesan ancaman pun hanya bisa tersenyum, dia tau jika dia tak akan pernah kenang dari Rama.


seperti halnya dulu, sekarang pun sama, terlebih dia tau benar siapa Rama yang sesungguhnya.


"kau tak perlu mengancam, toh aku juga akan mundur, aku hanya ingin memastikan jika Dewi hanya aman saja," gumam Wisnu sambil menutup matanya.


dia sudah mempersiapkan tiket untuk pergi dari kota ini, dan memilih untuk menjauh sejauh-jauhnya. memilih pergi seperti halnya seperti asisten Danang.


Rama langsung menuju ke tempat yang paling nyaman untuknya, yaitu taman kesukaan sang mami waktu kecil.


bahkan taman itu kini juga makin indah setelah di rawat dengan sangat baik oleh Rama.


"mami,apa aku akan berakhir seperti menantu mu? menikahi gadis yang jauh lebih muda, tapi hanya dia yang bisa membuatku sangat nyaman dan bahagia bersamanya, tidak merasa sendiri selama dia di sisiku, tapi dia adalah Putri sambung dari adik iparku," lirih Rama yang merasa sedih


Rama pun mulai bekerja dan melupakan semua kesedihannya, karena dia harus mengurus semua usaha bukan hanya tentang hatinya.


Rama mulai membuat desain baru untuk produk mie yang baru, bahkan kemasan akan di buat sangat menarik.


rama juga akan mencari artis yang akan menjadi brand ambassador baru untuk makanan yang perusahaannya jual.


tapi Rama tak tau Aktris atau aktor yang tengah naik daun, dan begitupun dengan artis luar negeri untuk produk yang di jual di luar negri.


tiba-tiba sebuah email masuk, dan Dewi tenyata sudah menyelesaikan semua masalahnya.


bahkan Dewi sudah membuat beberapa contoh desain untuk kemasan yang terdapat foto artis.


Rama langsung meminta asistennya untuk menghubungi agensi dari artis-artis itu.


seorang model yang sedang membaca berita pun kaget saat melihat foto Rama yang menjadi sampul majalah.


sang ketua agensi mendapatkan telpon dari perusahaan besar, dan dia kaget bukan main.


"sis, ada pekerjaan terbaru, kamu mau apa tidak, ini perusahaan Nugroho itu loh," kata manajer agensi itu.


"tentu, aku sudah lama ingin menemui pria kaya ini, ingat buat aku bertemu dengannya, dan buat kontrak yang menguntungkan kita," kata wanita itu.

__ADS_1


ini seperti harta Karun untuknya, terlebih dia akan menjadi sangat kaya dan terkenal saat berhasil menjadi istri dari pengusaha kaya itu.


dan itu susah menjadi impiannya untuk bisa menjadikan pria itu miliknya


__ADS_2