Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
suami tak peka tapi mesum


__ADS_3

Tyas dan Dewi sudah di sambut oleh pak Yun, "sudah pak istirahat saja, biar aku yang membantu Dewi, ayo mandi dulu Dewi!" panggil Tyas mengandeng putrinya itu.


pak Yun melihat saja dan langsung pergi, begitu pun dengan asisten Wisnu yang melihat tanpa memberikan komentar.


Tyas dan Dewi sedang bermain air di kamar mandi kamar Dewi, setelah itu, Tyas mengendong putrinya itu.


tyas pun mengantikan baju Dewi, setelah itu, mereka berpindah tempat ke kamar utama.


di sana Tyas memutarkan film kartun kesukaan dari Dewi, hingga gadis itu diam tak bergerak.


sedang pengasuh Ani sudah di larang masuk kedalam rumah, dan semua pekerjaan di pindahkan pada pelayan Mila.


pelayan Mila naik sambil membawa jus, dia juga terus melaporkan semua yang tejadi di rumah mewah itu.


"nona muda, ini jus milik anda, dan cookies yang kemarin nyonya buatkan,"


"wah benarkah, dan tolong temani aku menonton tv ya mbak, wah jus apa kok warnanya Oren?" tanya Dewi begitu kepo.


"itu jus wortel susu, seperti permintaan dari nyonya, coba nona cicipi sedikit saja," kata pelayan Mila merayu gadis kecil itu.


"baiklah, sedikit saja kan mbak," kata Dewi meminum jus itu.


tapi bukan sedikit malah hampir separuh gelas yang habis.


"apa jusnya enak Dewi?" tanya Tyas yang keluar sudah cantik.


"iya mami, dan terima kasih ya mbak ini begitu enak," kata Dewi berterima kasih.


"iya nona, kalau begitu saya pamit dulu ya," kata pelayan Mila.


kini Tyas menemani putrinya Dewi yang begitu menikmati kartun, tak di sangka Arthur sudah pulang.


melihat suaminya itu, Tyas langsung bangun dan menyambut Arthur, sedang pria itu tak tau malu langsung mengecup bibir Tyas dengan mesra di depan putrinya.

__ADS_1


"aku juga mau, selamat datang papa," kata Dewi memeluk tubuh Arthur.


Arthur pun mencium pipi Dewi sebelum masuk untuk mandi, sedang Tyas menyiapkan baju santai.


saat Arthur di kamar mandi, Tyas menelpon dapur untuk menyiapkan makan malam.


pak Yun pun sudah mengiyakan, dan malam ini Arthur ingin makan mie spesial dengan seafood.


sedang Tyas tak bisa, harus mengalah untuk makan mie goreng dan ayam goreng tepung.


mereka bertiga turun ke bawah ternyata semua sudah siap di meja, Tyas membantu Dewi duduk di samping Arthur.


"kamu tak makan mie seafood sayang?" tanya Arthur.


"ah itu akhir-akhir ini aku merasa jika aku sedikit sensitif pada seafood jadi aku memilih menghindarinya," jawab Tyas.


"psk Yun, mulai sekarang semua jenis seafood di larang di rumah ini, kecuali ikan," perintah Arthur.


"baik tuan," jawab pak Yun yang langsung memerintahkan semua pelayan membersihkan kulkas dari seafood.


Arthur sudah menyiapkan properti untuk istrinya itu, Tyas terkejut melihat begitu banyak berkas yang harus dia tanda tangani.


"apa ini Daddy,kenapa begitu banyak dan bertumpuk?" bingung Tyas.


"baca dulu sayang, ini semua untukmu," kata Arthur menarik istrinya hingga jatuh terduduk di pangkuannya.


Tyas pun terkejut karena itu adalah berkas pemindahan aset-aset atas namanya.


mulai dari lima ruko, empat restoran dan juga dia vila, ada juga beberapa mobil mewah, tak lupa ada tabungan dan juga deposito jangka panjang di beberapa bank swasta.


"aku tidak mau Daddy, aku merasa mengambil hartamu sekarang," kata Tyas tak enak.


"tidak sayang, semua ini sudah aku atur, dan ini memang gak mu, dan ini berbeda dengan uang belanja ataupun uang bulanan, jadi jangan menolaknya aku mohon," kata Arthur dengan suara rendah.

__ADS_1


"baiklah, jika itu keputusan dari Daddy," jawab Tyas pasrah.


saat sedang menandatangani berkas-berkas itu,tuas merasakan sesuatu bergerak di antara pahanya.


"Daddy, biar aku selesaikan ini dulu, baru kita bermain ya," kata Tyas makin tak bisa tenang.


"aku tergiur karena ulah mu sendiri, kamu lupa sayang," bisik Arthur dengan suara rendah dan berat.


Tyas pun mengenggam erat pulpen yang di pegangnya, bahkan Tyas jadi tak konsen karena ular Arthur.


setelah selesai Tyas langsung berbalik dan ******* bibir Arthur dengan mesra.


Arthur pun mengunci pintu secara otomatis, dan keduanya pun mulai saling merangs*Ng.


Arthur pun menikmati pabrik s*su yang begitu menggiurkan itu, Tyas pun terus mendesah karena ulah suaminya itu.


dan akhirnya si Otong menang banyak, dan begitu leluasa bermain disana.


akhirnya Arthur pun menindih tubuh Tyas saat sudah mencapai kepuasan bersamaan dengan Tyas.


bahkan berkas di meja sudah acak-acakan karena ulah kedua orang itu.


Arthur pun duduk di kursinya sedang Tyas langsung menuju ke kamar mandi.


Arthur pun melihat pakaian dalam Tyas yang tercecer di lantai, "sayang ini pakaian dalam mu!"


"biarkan di sana, aku sedang mandi," jawab Tyas yang sedang sibuk di kamar mandi.


tak butuh waktu lama Tyas keluar dengan ribut basah, sedang Arthur tertawa melihat tingkah istrinya itu.


"sayang kenapa aku kepingin lagi saat melihat rambut basah mu," kata Arthur kembali menarik tubuh istrinya masuk ke kamar mandi di sana.


dan ya mereka berolahraga lagi dan lagi, bahkan Tyas sudah terlalu lemas untuk bergerak.

__ADS_1


"kenapa k.o sayang, padahal tadi kamu begitu giat untuk bergoyang," kata Arthur tertawa.


"kita sudah melakukannya empat kali, dan semuanya di buang di dalam Daddy,dan aku sudah mencapai berkali-kali, apa Daddy tak bisa merasakannya," protes Tyas sambil kesal.


__ADS_2