Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
jalan-jalan berdua


__ADS_3

Tyas sedang melihat beberapa pakaian congsam khas negara itu, "apa pakaian itu bisa di pakai sehari-hari, karena terlihat begitu manis," tanya Tyas


"tentu nyonya, ah biasanya juga bisa di pakai untuk menghadiri pesta," jawab Maya.


"baiklah kalau begitu ayo masuk, kita lihat di dalam, dan sepertinya aku ingin beli untukku dan putriku," kata Tyas senang.


sesampainya di toko itu, dengan melihat semua jenis congsam yang di inginkan.


Tyas sedikit lapar mata, telebih dengan semua motif yang indah.


akhirnya Tyas memilih congsam berwarna biru dengan model modern, begitupun untuk congsam milik Dewi.


tak lupa dia juga membeli hiasan rambut juga agry bisa membuat penampilan Mereka semakin sempurna.


tak hanya itu Tyas juga membelikan untuk Maya agar bisa di pakai nantinya.


setelah membeli itu, mereka juga membelikan beberapa setelan jas untuk Arthur dan dua asistennya.


mereka berdua memilih beberapa setelan yang cocok, Tyas begitu menyukai warna biru tapi mungkin lebih baik saat di pakai oleh Arthur.


sedang maya memilih setelan untuk asisten Danang, "em nyonya, coba pilih satu lagi, soalnya aku dari awal mengenal tuan Arthur, aku selalu melihat tuan dengan balutan jas gelap dan itu menambah wibawanya," jawab Maya.


"begitukah, padahal aku hanya ingin memilih warna agar suamiku bisa memakai semua warna, ya sudah aku akan memilih beberapa lagi,dan kamu tolong pilih untuk asisten Wisnu dan asisten Danang ya," kata Tyas.


"baik nyonya," jawab Maya.


Tyas pun memilih beberapa sweater juga untuk Arthur, tapi dia merasa sedih kalau ingat jika Maya bilang jika Arthur hanya suka warna gelap.


akhirnya di pun menemukan setelan yang bagus dengan warna hijau Army, dan itu akan bagus saat di gabungkan dengan sweater.


tak lupa dia juga membeli warna hitam, dan juga coklat gelap bahkan juga sepatu yang sesuai.


"apa sudah nyonya?" tanya Maya.


"ya, dan tolong bawa aku pulang ke hotel, sepertinya aku terlalu lelah," kata Tyas.


"baiklah, mari nyonya," jawab Maya.


mereka pun menuju hotel, tapi sebelum itu mereka membeli beberapa cemilan di pinggir jalan menuju ke hotel.

__ADS_1


sesampainya di hotel, Tyas memilih beristirahat, entahlah dia merasa tak suka saat ada seseorang mencampuri urusannya dan Arthur.


dia memilih untuk menelpon gadis kecilnya yang sedang tinggal bersama asisten Danang di rumah, tapi cukup lama akhirnya panggilannya di angkat oleh asisten Danang.


"halo om Danang, apa kalian sibuk, kenapa angkat telponnya kok lama?" tanya Tyas.


"ah kami sedang di jalan tadi, ini nona Dewi jika ingin bicara nyonya," kata asisten Danang.


"hallo mami... apa kabar, kok lama belum pulang, Dewi mau mami pulang terus cerita lagi kalau mau tidur," protes gadis itu.


"maafkan aku ya sayang, jika papa selesai mami akan segera mengajaknya pulang, karena mami juga merindukan mu sayang," kata Tyas tanpa sadar meneteskan air mata.


"mami menangis, papa membuat mami menangis, papa jahatin mami, tenang mami biar nanti Dewi jewer papa," marah Dewi dengan gaya imutnya.


"tidak sayang, bukan papa yang jahatin mami, tapi mami hanya rindu Dewi saja," jawab Tyas meringkuk di sudut ranjang.


tanpa di Sadari oleh Tyas, Arthur baru saja pulang dari seminar, dan dia melihat Tyas sedih seperti ini.


"ya sudah Dewi baik-baik dengan om Danang ya, mami mencintaimu," kata Tyas sebelum mematikan ponselnya.


Arthur pun masih berdiri di samping ranjang, entahlah kenapa dengan tyas hari ini.


"kamu kenapa sayang?" tanya Arthur yang mengejutkan istrinya itu.


"tidak ada sayang, ah kapan kamu kembali?" tanya Tyas pada Arthur.


"sudah cukup lama saat kamu menelpon Dewi, tapi kenapa suara mu terdengar sedih?" tanya Arthur.


"ah aku hanya sedang sedih karena habis menonton Film sedih," jawab Tyas mencoba tersenyum.


"baiklah jika kamu tak mau jujur," kata Arthur yang langsung menuju ke kamar mandi.


Tyas pun berlari ke arah pria itu dan memeluknya, "kenapa aku begitu sedih,saat ada orang yang bilang jika suamiku akan tampan mengenakan pakaian berwarna gelap, padahal aku ingin melihat Daddy dalam berbagai warna, maaf aku begitu tersinggung," kata Tyas sedih.


"sayang, itu bukan salah mu, kenapa aku suka warna gelap karena tak ada yang memadu padankan baju untukku, aku sebenarnya menyukai warna biru, tapi aku tak bisa memilih baju agar telihat begitu baik saat di kenakan, jadi sekarang itu tugas kamu untuk membuat suamimu ini seperti model," kata Arthur mencium kening Tyas.


"maafkan aku..." lirih Tyas memeluk tubuh Arthur.


"iya sayang,kamu tak perlu seperti ini, aku akan memakai semua baju yang kamu belikan," jawab Arthur.

__ADS_1


akhirnya Arthur mengendong Tyas dan mengajaknya mandi, dan menenangkan diri sambil menikmati air hangat di bathtub.


sedang Dewi melihat asisten Danang, karena Keduanya sedang makan mie ayam di pinggir jalan.


"Dewi mau bakso juga atau tidak cantik?" tanya asisten Danang.


'boleh om, tapi pangsit goreng yang banyak, kasih kecap ya," minta gadis itu.


sedang dia berani meninggalkan Cika karena sudah ada orang terdekatnya untuk menjaga Cika.


soalnya dia tak bisa terus-terusan membawa Dewi ke rumah sakit, setelah makan mereka pun menuju ke sebuah taman.


di taman itu, asisten Danang menyewa ATV dan mengajak Dewi berkeliling mengendarai sambil menikmati suasana taman.


gadis kecil itu begitu bahagia meski rencana mereka gagal, tapi setidaknya gadis itu tak sepenuhnya kecewa.


terlebih tadi asisten Danang harus memberikan kesaksian yang cukup lama kepada polisi.


dan beruntung Dewi adalah gadis yang cerdas, jadi gadis kecil itu malah menyusahkan para polisi di kantornya.


terlebih Dewi adalah gadis yang penuh pertanyaan, jadi dia bertanya semua tentang seragam dan semua rambu dan tulisan di kantor itu.


asisten Danang pun tersenyum melihat gadis itu, entahlah dia merasa jika gadis kecil itu begitu mengemaskan.


"bapak punya putri yang pintar dan cerdas," puji seorang polisi.


"dia adalah putri bos saya, tapi ya gadis itu terlalu lama bergaul dengan kami para orang dewasa, jadi dia tidak kenal takut, dan dia tetap gadis kecil cantik kami," jawab asisten Danang.


"om Danang, ayo pulang... aku sudah lelah," kata Dewi


"oke cantik, kita pulang tapi apa kamu mau beli sesuatu?" tanya asisten Danang.


"tidak ada,aku hanya minta nanti om gorengan nugget yang kemarin di beli bareng mami ya,"


"siap nona besar," jawab asisten Danang.


mobil mewah itu pun menuju ke kawasan perumahan cluster mewah di kota itu.


apalagi rumah Arthur termasuk rumah paling besar, sesampainya di rumah pak Yun menyambut keduanya

__ADS_1


"selamat datang nona, dan asisten Danang," sapa pria itu.


__ADS_2