Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
kok coba coba


__ADS_3

asisten Danang memicingkan matanya kearah asisten Wisnu yang sekarang malah tertawa tanpa henti, "kau mendadak gila Wisnu?"


"tentu tidak, habis kamu tak pernah merasakan bukan, ah ... aku ingat, bagaimana dengan mantan kekasih raksa, cih pria brengsek itu bersikap sok baik, padahal najis ulala say," kata asisten Wisnu sambil berlagak seperti wanita.


"anjrit, muke lu tong, kalau di sini ae berani lu," ejek asisten Danang.


"udah ayo kesana, biar aku yang traktir mau gak, lumayan loh,kamu tau kan harganya gak murah, jarang-jarang nih aku mau kayak gini," kata asisten Wisnu.


"kita kongsi ae yuk, atau pakek apartemen milik ku, lumayan udah banyak makanan di sana,ayo lah kita pergi," kata asisten Danang menarik teman yang sudah seperti saudara itu.


mereka sampai di apartemen milik asisten Danang, dan ternyata Dian sudah datang bersama temannya.


Dian memang memiliki skill yang di atas rata-rata, sudah lama Dian penasaran dengan asisten Danang.


"tumben memanggilku, dan meminta temen ku juga datang?" tanya gadis itu tertawa.


"kau selalu to the points ya, aku ingin main bersama, dan bukankah kalian dari dokter," tanya asisten Wisnu.


"ya, kamu selalu tau dan ingat jadwal ku ke dokter, terus kenapa nih di aa' anti wanita ini juga ada," kata Dian menggoda asisten Danang.


"najis, jauh jauh dari gue deh, mending gue main sama Wisnu," usir asisten Danang.


"najis trilili ... gue masih doyan perempuan ya," jawab asisten Wisnu merangkul teman Dian.


melihat itu asisten Danang pun terpaksa ikut berjalan bersama Dian masuk ke apartemen.


sesampainya di unit milik asisten Danang, Dian pun membuatkan cemilan sederhana untuk mereka semua.


karena sedang tak ingin pulang, mereka pun memutuskan untuk menginap di sana.


"Kuta main kartu aja gimana, yang kalah lepas baju, tapi lepasnya bertahan satu satu," kata asisten Wisnu memberi usul.


"eh bentar, Wisnu kenapa sekarang kamu begitu mesum," tanya asisten Danang tak percaya.


"bagaimana gak mau mesum, orang temen kumpul-kumpul seperti kalian ini," kesalnya melempar kaleng cola ke asisten Danang.


mereka pun mulai bermain, pertama Dian yang kalah, kemudian Ina teman yang tadi di bawa Dian, baru asisten Wisnu.


dan yang paling mengejutkan asisten Danang tak kalah, jadilah pria itu masih memakai baju lengkap.


karena merasa kesal, asisten Danang pun ke dapur dan menyuntikkan beberapa obat ke minuman mereka bertiga.


dan mereka pun minum tanpa curiga,tapi lama kelamaan asisten Wisnu pun mulai terpengaruh.


"Wisnu ganteng, kalian main aja ya, gue masih ada urusan dan besok jangan sampai buat nih apartment gue ancur ya," kata asisten Danang pergi meninggalkan mereka semua.


asisten Danang buru-buru ke kantor polisi karena dia batu dapat kabar jika sahabat terbaiknya hampir bunuh diri di penjara.


sesampainya di sana, pria itu baru pulang dari klinik terdekat, karena kesal asisten Danang memukul pria itu.

__ADS_1


"kenapa kau bodoh, kamu mau mati padahal adik mu masih membutuhkan mu, kamu lupa jika dia sekarang sendiri, dia adik laki-laki mu itu sedang di pindah tugaskan di luar Jawa, goblok!!!" maki asisten Danang.


"tapi aku membuat malu dia," jawab temannya itu


"ini nih, pria goblok yang gak punya otak, lebih baik kamu mati dengan orang tua mu, ya setidaknya adik mu bisa jadi apapun yang dia inginkan, kamu tau dia berusaha mencari pengacara untuk membela mu, dan kamu jadi tak berguna begini," kata asisten Danang yang ingin menyerang pria itu lagi.


"tenang tuan, ini kantor polisi atau aku akan menahan mu karena membuat keributan," kata seorang polisi yang menahan asisten Danang.


asisten Danang pun tenang, dia tau jika akan runyam jika dia juga di tahan oleh polisi.


sedang di apartemen itu, Dian sudah pergi beruntung tadi dia belum sempat meminum minuman itu.


sedang dia meninggalkan asisten Wisnu dan juga temannya Ina untuk bersenang-senang.


Dian pun berjalan menyusuri jalan dengan santai, telebih dia tadi memakai Hoodie milik asisten Danang untuk menutupi bajunya yang kurang bahan.


langit mulai menguning, tandanya hari mulai beranjak malam, tak terduga sebuah mobil mewah berhenti di sampingnya.


dia pun kaget melihat siapa yang di dalam mobil itu, "nona anda lebih baik masuk tanpa melawan, atau ini tak akan baik untuk mu," kata seorang pengawal yang turun.


Dian pun langsung masuk tanpa banyak bertanya, dia pun tau jika pria di sampingnya itu pasti ingin memintanya pergi jauh.


"bawa kami ke markas," perintah pria itu.


"aku peringatkan tuan, jika kamu ingin bermain, aku tak jamin jika kamu mati nanti, tapi aku tak yakin jika kamu masih kuat untuk melakukannya," ejek Dian sinis pada pria di sampingnya.


"siapa yang ingin bermain dengan mu, aku juga tak berminat dengan mu yang sudah di pakai banyak pria," jawab tuan Setyo tak kalah dingin.


"ha-ha-ha sebenarnya aku suka gayamu, tapi sayang Sekarang kamu sudah tak pantas menjadi bagian dari keluarga ku,dan aku ingatkan jangan berani bermimpi untuk masuk ke keluarga kami," kata tuan Setyo.


"aku tak berminat dengan keluargamu, terlebih dengan cucu busuk mu itu, dia itu pria yang tak punya etika, meninggalkan wanita begitu saja, dan aku tak menyesal sekarang, karena aku sudah menikmati hidupku, jadi tak perlu mengawatirkan hal itu, lebih baik jaga saja cucu mu itu, jika perlu ikat dia agar tak merusak gadis lain," jawab Dian sangat berani.


bahkan dua pengawal di depan mereka pun tak menyangka Dian berani menentang tuan Setyo.


"kalau begitu terima kasih, dan ini cek untuk mu dan kamu bisa mengisi cek itu dengan berapapun yang kamu inginkan," kata tuan Setyo memberikan cek kosong.


"ah tuan besar baik sekali,aku tentu tak akan menolaknya, karena hidup ini butuh uang, dan turunkan aku disini, karena mobil cucu mu terus mengikuti kita dari tadi," kata Dian tersenyum.


mobil tuan Setyo berhenti dan benar saja sosok raksa sudah langsung mengetuk pintu mobil milik sang kakek.


Dian pun turun dan sebelum itu mencium tuan Setyo secara mendadak.


dan tak luput dari pandangan dari Raksa, Dian pun turun dengan wajah angkuh dan sombongnya.


sedang di dalam mobil tuan Setyo menyeringai, "ternyata hadis ini makin membuat ku penasaran," gumamnya sebelum ikut keluar juga.


terlihat raksa langsung menarik lengan Dian yang ingin berjalan pergi, "hei ... tenang sedikit kamu bisa melukai ku," kata Dian dengan suara tenang.


"apa yang kau lakukan dengan opa, kamu tak lupakan dia itu siapa?" bentak Raksa.

__ADS_1


"tentu tidak, dia pria yang berani membayar ku, jdi aku harus memuaskan dia bukan,dan kamu siapa berani merasa marah, kamu juga bukan kekasihku," dorong Dian dengan kasar.


"hentikan raksa, kamu tentu tau jika gadis seperti itu tak panas berada di keluarga kita," kata tuan Setyo yang berdiri.


"lihat opa mu sudah bicara, turuti seperti anjing kecil yang penurut oke," kata Dian yang ingin pergi.


"Dian aku masih mencintai mu!!!" teriak Raksa.


"sayangnya aku lebih sayang dengan uang, dan cinta bulsyit sayang, bye bye tuan, lain kali hubungi aku lagi," kata Dian memberikan ciuman jarak jauh untuk tuan Setyo.


Dian pun menyeringai, karena dia tau jika tak mungkin raksa bisa berani menantang sang kakek.


gadis itu pergi mengunakan mobil, sedang raksa masih di tahan oleh dua pengawal tuan Setyo.


"lepaskan!! opa jahat, opa tau aku mencintainya," kata raksa marah.


"buat apa kamu marah,itu tak berguna, terlebih kamu tak benar-benar mencintainya, terbukti dulu opa memintamu untuk menikahinya, kamu tak mau, jadi sekarang jangan menyesal saat dia sudah tak menginginkan mi di sisinya," jawab tuan Setyo berhasil membungkam Raksa.


"aku akan bilang pada kak Rama," ancam raksa frustasi.


"bilang saja, memang apa yang akan dilakukan oleh Rama, dia paling akan menertawakan dirimu yang gila, ingat dia sudah memberimu nasihat, dan jangan lupa, jika sekali saja kamu berulah, dia akan membuatmu menyesal selamanya," kata tuan Setyo.


raksa pun terduduk lemas, dia telah banyak melakukan kesalahan, dan ucapan opanya benar.


jika Rama tau kejadian ini dia akan membuat Raksa kehilangan semuanya, dan tak mungkin Rama akan menghukum sang kakek.


terlebih Rama sudah mengizinkan kakeknya untuk menikmati hidup karena kini pria itu berhak bersantai menikmati semuanya.


"bawa dia pulang, dan pastikan dia tak berulah, dan kamu kita ke makam istriku," kata tuan Setyo.


"baik tuan sepuh," jawab para pengawal.


raksa pun pasrah, sedang di dalam taksi diam melihat selembar cek yang berada di tangannya.


dia pun mengisi cek itu dengan nominal dua milyar, dan anggap saja ini hadiah perpisahan dari pria seperti raksa.


dia tak munafik, hidup ini butuh uang untuk berjalan, dan dia pun dengan senang hati menerima.


tapi cek itu menginggatkan dirinya, dengan cek yang pertama kali dia terima saat kehilangan kesuciannya.


tapi Dian berpikiran terbuka, tak mungkin bank mengeluarkan cek satu saja, dan kemungkinan cek seperti ini bisa di miliki siapapun.


dia pun sampai di tempat kostnya, dan saat berjalan Dian di goda para pria.


"Dian batu pulang, apa perlu kami ganti mandi nih biar bersih," kata Pria-pria brengsek itu.


"sayang nya aku masih punya tangan, jadi tak perlu bantuan kalian, sebelum itu bersihkan dulu otak kalian, tak punya uang saja sok mengira para gadis," ejek Dian.


pria-pria itu terdiam mendengar jawaban Dian, karena baru kali ini mereka melihat Dian yang begitu kasar.

__ADS_1


mereka seakan melihat gadis lain di diri Dian, bahkan mereka kaget saat Dian membanting pintu kostnya.


__ADS_2