Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
Sd_jangan lakukan ini


__ADS_3

tuan Setyo pun kembali ke kamarnya, sedang Dewi duduk sambil menikmati susu hangat miliknya.


tak terlalu lama, mobil mewah dari tuan Tjandra datang, "loh Dewi belum tidur?"


"hai opa, belum mengantuk, opa baru pulang,apa tak bawa oleh-oleh, aku lagi pingin nyemil nih?" tanya Dewi.


"kebetulan nih dek, opa bawa lumpia tapi kamu harus menghangatkan lagi, karena sepertinya sudah dingin," kata tuan Tjandra menaruh kotak itu di meja dapur.


Dewi pun langsung mengambilnya dan mulai menghangatkan makanan itu di air frayer.


"dek kamu kenapa sekarang sering makan malem, gak takut gendut?" tanya tuan Tjandra.


"gak kok opa? aku hanya sedang tak bisa tidur saja, tapi sepertinya opa sedang sangat bahagia nih? memang habis menang apa nih?"kata Dewi penasaran.


"tidak ada, hanya saja tadi opa sangat suka dengan film yang di tonton," jawab tuan Tjandra.


Dewi pun menikmati setiap cerita dari sang opa, bahkan keduanya begitu asik ngobrol.


bahkan keduanya sampai lupa waktu, Rama yang tak kunjung datang pun khawatir.


jadi dia memutuskan untuk turun dan melihat istri dan kakeknya sedang ngobrol berdua.


Rama pun datang dan langsung memeluk tubuh Dewi dari belakang, "lihatlah pria ini, kau kenapa turun juga, tak bisa tidur karena istriku hilang," ledek tuan Tjandra.


"tau saja opa, Dewi kamu makan lagi? ya tuhan gadis ini," kata Rama tak habis pikir.


"ayolah Rama, biarkan saja, lagi pula ini lumpia enak banget, coba saja," kata tuan Tjandra membujuk pria itu agar mau mencicipi makanan yang dia beli.


Rama pun akhirnya ikut bergabung, tak hanya itu pria itu juga terlihat begitu menikmati makanan dan perbincangan ini dengan tuan Tjandra.


setelah puas, mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat karena besok mereka harus memulai pekerjaan masing-masing.


keesokan harinya, Tyas bangun terlebih dahulu dan akan menyiapkan sarapan.


tapi saat dia di dapur, dia melihat Dian dan Dewi sudah bangun, "wah tumben sekali nih, putri kesayangan mama sudah bangun, bukankah seharusnya masih di pelukan suami kalau jam segini," kata Tyas menggoda putrinya itu


"mama ... jangan membuatku malu," kesal Dewi pada ibunya itu.


sedang Dian hanya tersenyum saja, pasalnya dia juga tau bagaimana kondisi pengantin baru.


"Dian sedang buat apa?"

__ADS_1


"aku sedang membuat nasi goreng, karena nasi semalam cukup banyak, dan Dewi aku minta untuk memasak ayam dan juga telur dadar," jawab Dian.


"aku bantu Oma cantik, dan tumben Dion belum bangun, biasanya bocah itu selalu bangun pagi," tanya Dewi.


"Dion sedang tidur bersama papanya, karena semalam dia sempat menangis dan tak bisa tidur nyenyak," jawab Dian.


"kasihan, apa dia sakit?"


"tidak, dia hanya seperti ini jika ke luar negri, karena suamiku lupa tak membawa boneka kesayangannya," jawab Dian


"hadis dasar pria tua, bagaimana bisa lupa, ya sudah biar nanti aku yang ajak dia ke mall untuk membeli boneka, dan Dewi apa kamu menyiapkan semua keperluan suamimu?" tanya Tyas.


"tentu sudah dong ma, jika selesai membuat sarapan aku akan baik dan siap-siap mengantar Tante dian ke rumah sakit, untuk memeriksakan kondisinya, mama jaga anak-anak saja ya," kata Dewi


"tentu, aku akan membawa ketiga bocah itu bermain di Timezone saja, dari pada rewel di rumah," kata Tyas.


akhirnya para pria keluar dari kamar dan sarapan bersama, Arthur dan Rama akan ke kantor.


sedang tuan Tjandra mengajak tun Setyo untuk mengunjungi tempat golf dan berkumpul dengan teman-teman mereka.


sedang Dewi dan Dian sudah bersiap menuju ke sebuah rumah sakit untuk memeriksakan diri mereka.


Dian tau jika dia hamil, tapi dia khawatir karena dokter pernah mengatakan jika dia akan sulit hamil karena pembekuan rahim yang pernah dia lakukan.


mobil mewah Dewi pun sampai di rumah sakit yang cukup mewah di kota itu.


terlebih Dewi sudah membuat janji dengan dokter Dito yang terkenal di kota itu


Dewi yang menuntun jalan dari Dian, mereka langsung menuju kearah ruangan dokter obgyn.


karena mereka sudah daftar terlebih dahulu jadi tak perlu menunggu atau mengantri.


"selamat siang dokter," sapa Dewi yang masuk dengan Dian.


"selamat siang, siapa yang mau konsultasi?" tanya dokter Dito.


"Tante saya dokter," jawab Dewi.


Dian pun di minta untuk tidur di ranjang, dan dokter Dito ingin memeriksa kehamilan dari Dian.


"dokter pembekuan rahim, apa berbahaya saat saya hamil?" lirih Dian sedih.

__ADS_1


"seharusnya tidak, karena itu tak menganggu, dan sudah berapa lama anda menghentikan hal itu?"


"sudah setahun ini, dan saya baru tau saya hamil semalam dari hasil tes kehamilan," jawab Dian jujur.


dokter Dito melihat ada janin di rahim Dian, dan berkembang dengan baik, "tidak apa-apa, dari hasil USG anda dan janin yang ada di rahim dalam kondisi baik, tapi lebih baik jangan berpergian jauh, sampai kandungan anda kuat dan melewati trimester pertama," kata dokter Dito.


"terima kasih dokter, syukurlah jika bayi ku baik-baik saja," jawab Dian begitu senang.


kini giliran Dewi yang melakukan pemeriksaan, dan dokter Dito terkejut menemukan sesuatu.


"ada apa dokter?" tanya Dewi yang melihat perubahan di wajah dokter Dito.


"ada kista di rahim anda, tapi itu tak menganggu untuk pembuahan, dan semoga dalam beberapa bulan anda bisa hamil, dan biasanya akan hilang bersamaan dengan darah yang keluar saat melahirkan," kata dokter Dito.


"apa yakin dokter, saya takut akan sulit hamil," kata Dewi yang mulai terisak.


"tidak nona, yakinlah dengan kuasa Tuhan, dan saya akan memberikan vitamin pada anda, agar bisa segera hamil," kata dokter Dito.


dewi pun mengangguk, dan dia harus jujur kondisinya pada Rama, dan Dian pun mencoba menenangkan keponakannya itu.


"Dewi jangan sedih, yakinlah jika tuhan pasti mempercayakan kepada kalian berdua amanah itu," kata Dian memeluk Dewi.


"iya Tante," jawab Dewi yang mulai sedikit tenang.


setelah itu Dian mengajak Dewi kesebuah toko kue, tapi baru juga masuk ke toko itu.


mereka malah harus melihat pemandangan yang cukup menyakitkan untuk Dewi.


pasalnya Rama sedang berpelukan dengan seorang wanita, "Rama! apa yang sedang kamu lakukan!" marah Dian.


mendengar teriakan itu,Rama menoleh dan melihat dua wanita itu yang berdiri di depan pintu.


Dewi langsung menghampiri kedua orang itu, tanpa di duga Dewi malah menampar pipi Rama.


"dasar pria brengsek, kamu sudah punya istri malah masih berani bermain dengan wanita lain, kau anggap aku apa, dan kamu wanita yang cantik ternyata murahan, silahkan saja kalian mau pelukan, jika perlu tidur berdua toh aku tak butuh pria brengsek seperti mu!" marah Dewi pada Rama


"tunggu dulu sayang, kamu salah paham, dia teman baikku, dan kamu salah paham, dia juga bukan wanita sesungguhnya," terang Rama yang membuat Dian kaget.


sedang Dewi ingin tertawa, dia tak mengira jika suaminya sepanik ini, Rama pun bahkan berlutut di depan Dewi.


karena merasa tak enak, Dewi pun memeluk tubuh Rama dengan suara tawa, pasalnya dia juga tau wanita itu siapa.

__ADS_1


"maaf sayang, habis kamu diam saja di peluk wanita jadi-jadian," kesal Dewi.


"Dewi kamu bikin takut," kata wanita itu yang mulai ketakutan.


__ADS_2