Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
Sd_bertemu dengan Ana.


__ADS_3

malam ini, ana sudah tertidur karena kelelahan karena perjalanannya dari desa ke Surabaya.


Danu bisa saja membawa mobil sebelum ke Surabaya, tapi dia tak ingin putrinya itu manja.


terlebih Danu sedang menyembunyikan jati dirinya, dan itu juga atas permintaan sang ibu.


"dia kecapekan seperti Bu, kadang aneh deh cak Danu, udah tau punya anak kecil malah suka naik bis, padahal mobilnya banyak,"kata ayu melihat ana.


"kamu kan tau bagaimana bude mu, dia pasti marah saat tau cacak mu pakai mobil hasil pekerjaan yabg gak halal, setelah bertahun-tahun dia baru di terima lagi, mungkin ini sebabnya, tapi beruntung si cantik ini begitu menurut dan tak rewel kecuali makanan," kata Bu Nuning.


ayu mengangguk dan ikut tidur memeluk ana, sedang raksa dan Danu sudah menyelesaikan semua pekerjaannya.


dan besok akan ada berita besar tentang kematian begitu banyak orang.


mereka berdua sedang merokok di bawah jembatan, setelah membersihkan dan membuang baju yang mereka gunakan tadi.


"anjr*t, tak ku kira kita harus memakai baju lama ini, goblok lah, baju ini sudah mulai ketat meski nyaman," kesal Danu.


"kamu saja yang makin besar, lihat lingkar dada mu dan lingkar pinggul mu pasti juga naik beberapa seri," ejek Raksa.


"tutup mulutmu, bagaimana pun aku menjalani hidup yang baik, dan tak mungkin aku kurus saat hidup ku sempurna," kata Danu.


kedua orang itu pun keluar dan menuju ke markas besar, Danu mengirimkan pesan pada ayu.


terlebih mereka masih belum selesai, jadilah mereka masih harus menunggu perintah dari Rama.


keesokan harinya, Rama sudah bersiap ke pabrik, dia sengaja bangun pagi agar tak kesiangan, terlebih dua orang itu tak akan punya kesabaran ekstra untuk menunggunya.


"om mau kemana, sudah mau berangkat pagi-pagi banget?" tanya Dewi yang melihat Rama yang berjalan bersama asistennya.


"maaf ya sayang, om harus berangkat karena pabrik butuh perombakan total," jawab Rama.


"baiklah om, kalau pulang bawa bandeng presto ya, dan kerupuk udang ya," jawab Dewi melambaikan tangan.


Rama pun mengangguk dan pergi, sedang Dewi berganti baju dan siap untuk berolahraga.


dia ingin menikmati waktu sendirian, dan tak lupa pak Kim terus menemani, sesampainya di sebuah taman.


begitu banyak orang, terlihat ada seorang gadis kecil yang seusia Aya, sedang bermain dengan anjing pudel kecil.

__ADS_1


"sit.. jump.." suara bocah wanita itu.


entahlah, Dewi merasa begitu dekat dengan gadis kecil itu, "boleh kakak ikut bermain," tanya Dewi dengan lembut.


"gak boleh, ayah bilang jangan bicara pada orang asing, terlebih gadis cantik itu jahat," kata ana judes.


"em... kenapa kamu persis mama ku saat marah, judes sekali gadis kecil," kata Dewi mengacak rambut gadis kecil itu.


"jangan menyentuh rambutku, karena hanya ayah dan eyang yang boleh, dan pria tua itu,jangan melotot nanti matanya keluar baru tau rasa,cih ..." ketus gadis itu membawa anjingnya menghampiri ayu.


ayu pun menoleh, dan menatap ketus kearah Dewi, dan baru kali ini dia di tatap seperti ini.


sedang di pabrik, sedang heboh dan terjadi perombakan besar-besaran, terlebih Rama tak ingin pabriknya kembali hancur.


hari ini bahkan membuat semua ketakutan, pasalnya dalam sehari sudah semua petinggi pabrik mati bersamaan.


"jadi siapa yang masih ingin menyembunyikan semuanya, atau perlu dua orang ku memaksa kalian," kata Rama menatap kawan semua orang.


"tidak tuan, kami hanya menurut pada perintah para pimpinan, semua bukti ada di ruangan mereka bahkan bukti terpenting juga," jawab beberapa pegawai.


Rama memberikan kode pada Raksa dan Danu, keduanya bergerak menuju ke arah semua pegawai.


bahkan Dany tanpa segan menempelkan senjata itu di kepa seorang pegawai keuangan wanita, "berikan semuanya, atau kepala mu meledak,"


"iya tuan, tapi tolong jangan lukai saya ... saya mohon ..." kata wanita itu ketakutan.


"aku bilang katakan!" bentak Danu di depan semua orang.


"aku tunjukkan," kata wanita itu pasrah dari pada nyawanya melayang di tangan dua pria gila itu.


setelah itu Rama menerima semua laporan keuangan yang sesungguhnya.


dabu pun merokok di dalam ruangan itu, dia tak lupa memberikan beberapa hal kepada Rama.


"ada apa? dan apa ini?" tanya Rama yang bingung menerima berkas dari Danu.


"itu adalah daftar orang-orang di yang begitu bisa di jadikan pengganti untuk jabatan selanjutnya, dan aku yakin jika mereka tak baik, maka kamu bisa menghubungiku dan aku akan langsung membunuh mereka semua, itu janjiku," kata Danu dingin


"kalian ini Monster, bagaimana bisa melenyapkan nyawa orang seperti menyingkirkan semut, kami ini manusia," teriak seorang pria.

__ADS_1


Danu mendekat dan langsung mencengkram dagu pria itu dan menyudutkan dirinya di tembok.


"kalian itu bukan manusia, kalian itu bahkan lebih rendah hewan, karena kalian dengan begitu lancang berani memakai uang yang bahkan bukan milik kalian, jadi nyawa kalian tak berguna bukan, setidaknya aku meringankan tugas malaikat pencabut nyawa," kata Danu menyeringai kejam


pria itu pun ketakutan bukan main, pasalnya Danu begitu kejam saat seperti ini.


Rama pun memilih untuk memilih para pegawai yang akan membantunya.


dua orang itu pun menuju ke tempat untuk mencari makanan, pasalnya Keduanya belum sarapan.


mereka masuk kesebuah warung sederhana, dan langsung memesan nasi campur.


tapi baru juga menyiapkan nasi ke mulut mereka, ada tiga orang bencong yang mengamen.


Danu tak ambil pusing, begitu pun raksa, mereka fokus pada perut mereka.


tak di duga, seorang banci duduk di samping Danu, "pergi atau aku akan menendang mu,"


"idih sayang galak banget, nanti cepat tua loh, untung ganteng .." kata banci itu.


"wes gak usah ganggu, wes ndang ngaleh, ojo ngarai seng tuku mlayu, lek gak tak hutang banyu Kabeh," kata pemilik warung.


"dasar perempuan judes, pantes jadi janda tua, dasar mulut cabe," ejek ketiga banci itu.


Danu pun selalu menghormati setiap pekerjaan, tapi tidak dengan satu ini, meski tak salah tapi berdandan seperti wanita.


itu sangat memalukan bagi kaum pria, terlebih dengan mulut mereka yang pedas.


setelah kenyang, keduanya masih merokok untuk menikmati suasana pagi ini.


Danu juga tak lupa menghubungi putri kecilnya, telebih mereka juga sudah hampir dua puluh jam tidak betemu.


"dia sudah mengomel? kekasihmu?" tanya Raksa.


"tidak, dia sedang bermain bersama anjing peliharaan dari adik sepupuku, dan sepertinya akan sulit di ajak pulang nanti, karena jika di rumah dia tak diizinkan memelihara hewan," kata Danu.


"kenapa sih hak tinggal sendiri saja, toh uang mu juga miliyaran di bank," tanya Raksa penasaran.


"tidak semudah itu-"

__ADS_1


__ADS_2