Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
cerita itu sempurna.


__ADS_3

malam itu, keluarga Arthur sedang makan malam sambil berbincang, Dewi tak mengira jika memiliki adek dua orang akan membuatnya begitu bahagia.


"Derrick tolong diam dan makan dengan tenang," kata Dewi pada adik di sebelah kanannya itu.


"ini enak kak, kamu tau mami selalu melarang kami makan ini di Milan, katanya ini barang mahal kalau di sana," kata Derrick.


"ya asal kamu tau saja, itu kemangi berbeda kalau di Milan Derrick, di sini di depan rumah pun ada tumbuhan nya," kata Raksa tertawa melihat dan mendengar ocehan keponakannya itu.


"sayang, katanya mereka baru empat tahun setengah, kenapa begitu pintar dan cara bicara mereka," kaget Arthur tak percaya.


"mereka itu jenius mungkin," jawab Tyas hanya tersenyum.


"ya bagaimana tak jenius, keturunan dari Arthur yang dewasa, jadi bibitnya sudah super matang," ledek Raksa


"sudah om berhenti meledek papa, dan mana hadiah ku yang om janjikan, jangan bilang jika lupa," kata Dewi mengulurkan tangannya pada Raksa.


"nanti ya sayang, om masih nakan, dan tenang hadiah untuk mu sudah di siapkan," jawab Raksa tersenyum.


makan malam pun begitu hangat, Arthur bahkan tak mengira jika keluarganya akan kembali berkumpul seperti ini.


tapi kehangatan dan kebahagiaan itu terganggu dengan kedatangan tiga polisi.

__ADS_1


pak Yun membisikkan sesuatu pada Arthur dan pria itu langsung berdiri dan berjalan menuju ke arah luar.


"ada apa pa?" tanya Tyas bingung.


"tunggu sebentar ma, ada sedikit masalah," jawab Arthur langsung ke ruang tamu.


Tyas dan semua orang saling pandang, bahkan dua asistennya juga bingung karena tak tau apa yang terjadi.


Arthur bersalaman dengan para polisi itu, "selamat datang pak, apa ada masalah dengan keluarga kami?" tanya Arthur.


"iya tuan, saya ingin mengabarkan jika tuan Andre masuk rumah sakit karena luka tembak, dan nyonya Samantha dan nona Cecil di temukan tewas dengan luka tembak di tubuhnya, dan sepertinya mereka terluka karena perampokan," kata polisi itu memberikan semua bukti dan foto.


"perampokan?" tanya Arthur tak percaya.


"apa kalian yakin, karena rumah keluarga itu begitu ketat dalam keamanan," kata Arthur masih tak percaya.


"benar tuan, sepertinya itu di lakukan oleh orang dalam, telebih tuan Andre terluka karena berusaha untuk menghalangi mereka," jawab polisi itu.


"baiklah, saya akan ke rumah sakit, dan saya percaya pihak kepolisian bisa menyelesaikan ini dan tolong usut sampai tuntas ya pak," kata Arthur.


"baiklah pak,kalau begitu saya pamit dulu," kata ketiga polisi itu.

__ADS_1


Arthur pun mengantar mereka sampai di luar, tak lama Tyas keluar dan telah mendengar semua yang di bicarakan oleh Arthur dan polisi.


"bisakah kita menjengguk dia?"lirih Tyas pada Arthur.


Arthur pun melihat istrinya dan mengusap pipi istrinya itu lembut, "tentu sayang, aku akan mengantar mu,bagaimana pun dia juga keluarga ku, raksa dan pak Yun, serta Danang aku titip anak-anakku,dan asisten Wisnu ayo ikut kami, karena mungkin aku akan membutuhkan mu nanti,"


"baik tuan," jawab asisten Wisnu.


"kalau begitu aku ambil tas sebentar, Dewi dan kak Raksa, aku titip si kembar sebentar ya, nanti aku hubungi tentang kondisi disana," kata Tyas berpamitan.


sesampainya di rumah sakit mereka pun menuju ke ruang UGD, dan terlihat kondisi Andre yang masih belum sadar.


mereka betemu dengan seorang pengawal dan itu adalah orang kepercayaan Andre, dia pun menceritakan apa yang tejadi.


dan Tyas tak mengira jika kepala pelayan rumah itu yang melakukan semua itu, padahal Andre begitu baik pada para pekerja.


polisi pun menunjukkan dimana jenazah dua orang itu, Arthur sudah menelpon mama Farida untuk mengurusnya karena dua tak ingin bersusah payah.


mama Farida dan papa Tjandra begitu terkejut, mereka pun bergegas ke rumah sakit.


saat mereka sampai mama Farida pun seakan tak melihat Tyas, dan Arthur tak memperdulikannya.

__ADS_1


"kenapa ini bisa terjadi Arthur, ini semua salah nya," kata mama Farida menuding kearah Tyas.


"cukup!!! berhenti menyalahkan istriku, dan tolong jaga sikap mu pada nyonya Alejandro dan ingat status mu itu sekarang," marah Arthur yang tak suka jika istrinya di tuduh.


__ADS_2