Lovely Sugar Daddy

Lovely Sugar Daddy
merestui hubungan ini.


__ADS_3

dua pria itu akhirnya malah saling dorong, "hentikan ulah kalian berdua pria tua," marah Tyas pada keduanya.


keduanya pun diam, dan tak lama Dian keluar sambil mengendong Dion, "papa ..."


tuan Setyo pun langsung mengendong bocah itu, terlihat Dion langsung memeluk tuan Setyo dengan erat.


"maaf ... dia memang seperti ini, maafkan aku ... aku tak akan menganggu kalian lagi?" kata Dian takut.


"apa yang kamu bicarakan," marah tuan Setyo.


"tak perlu sampai seperti itu Oma, ya Tuhan mulut ku terasa menyebalkan, maaf Dian aku tak bisa jika harus memanggil mu seperti itu, dan aku ingin semua yang terbaik untuk kebahagiaan dari opa," jawab Rama.


"kamu lihat, mereka setuju, jadi tak perlu merasa bersalah oke," kata Tyas merangkul Dian.


tuan Setyo pun tak mengira jika Rama, Raksa juga setuju, Tyas benar-benar berhasil membujuk semua orang.


akhirnya mereka pun masuk, tapi Rama dan Raksa memilih mengajak ketiga keponakannya untuk jalan-jalan di kota itu.


ya tak baik tentu untuk para balita itu berada di rumah sakit terlalu lama. mereka pun menuju ke area kebon rojo.


mereka pun hanya duduk di rumput sintetis sambil mengawasi dua bocah itu bermain.


sedang untuk Dewi, gadis itu memilih membeli jajanan yang berjualan di sepanjang trotoar di sekitar taman kota itu.


Dewi tak mengira jika akan menemukan jajanan yang begitu enak menurutnya, terlebih dia juga sekolah di sekolah elite, jadi dia tak bisa membeli jajanan seperti itu.


"kak, tolong seret gadis itu, jika tidak bisa bahaya jika dia sampai sakit, kamu tau kan singa betina itu, beh ... bisa mati kita," kata Raksa yang memilih mengawasi dua keponakannya.


"baiklah, aku mengerti," jawab Rama yang mencari Dewi.


ternyata dia sedang membeli beberapa donat untuk adik-adiknya, dan terlihat beberapa pria mendekat kearah gadis itu.


bagaimana pun Dewi adalah gadis yang sangat cantik, terlebih gadis itu begitu terlihat cantik meski masih berusia sangat belia.


Rama pun langsung mendekat dan merangkul Dewi, "om lepas ih ..." marah Dewi yang melihat Rama yang langsung mendekatkan tubuh mereka.


"diam, ada banyak pria yang menatap mu mesum, aku tak suka mereka melihat mu seperti itu," kata Rama menjelaskan.


Dewi pun terdiam, tiba-tiba jantungnya berdetak kencang, terlebih Rama yang terlihat begitu tampan sekarang.


"jangan malu Dewi, ingat dia adalah om mu, dan lagi pria ini sangat menyebalkan," batin Dewi.


mereka pun menuju ke arah raksa sambil membawa beberapa cemilan, dan juga teh yang tadi di beli.


"Derry dan Derrick berhenti bermain, ayo makan dulu," panggil Dewi yang membuka cemilan yang di belinya.


"om minta ganti rugi dong, uang saku ku habis," kata Dewi pada raksa.

__ADS_1


tapi tak terduga Rama memberikan dompetnya, "semua uang om untuk mu, jadi kamu bebas mengambilnya," kata Rama mencicipi batagor yang di beli oleh Dewi.


tenyata keponakannya itu begitu pintar memilih makanan, bahkan donat yang di beli pun rasanya sempurna.


"om, uang milik mu kenapa dolar semua, terus yang rupiah mana?" tanya Dewi pusing melihat jajaran uang itu di dompet Rama.


"buka resleting yang tertutup itu, itu tempat uang rupiah,aku lupa belum menukarnya kemarin," kata Rama.


"siap, dan ketua om banyak sekali, ada satu, dua ... hah, ada tujuh kartu," kaget Dewi yang melihat jajaran kartu debit itu.


"jika mau ambil salah satu untuk mu, emm... ambil yang BCA, itu memiliki isi paling banyak, dan lagi nomor PIN kartu itu adalah angka lima enam kali," kata Rama.


"beneran om?" tanya Dewi tak percaya.


"tentu, asal dengan satu syarat, jangan mengenakan baju kurang bahan, kami harus berpakaian sopan, seperti mama mu," kata Rama.


"itu mudah, jadi kartu ini sekarang milikku, om tak boleh menyesal oke?"


"tentu gadis manja ini," kata Rama tertawa.


"hei ... kak kamu begitu pilih kasih, aku tak pernah di kasih kartu debit tuh, menyebalkan," kata raksa tak terima.


"hei menurut mu,uang tiap bulan itu apa, lagi pula kamu sudah bangkotan, seharusnya kamu cari uang sendiri, sedang Dewi dia masih harus sekolah, jadi jangan iri padanya," kesal Rama.


"ya ya ya, maafkan aku Baginda," kata raksa.


di rumah sakit, Tyas membahas apa yang selanjutkan akan di lakukan, terlebih sudah ada Dion diantara tuan Setyo dan juga Dian.


"oke, kalian harus menikah, dan setelah itu opa bawa Dian ke luar negri dan nikmati hidup dengan baik di sana, tak perlu bingung dengan keluarga disini, biar aku yang mengawasi dua kakakku itu," kata Tyas.


"tapi kenapa Tyas," tanya Dian tak mau pergi.


"setidaknya, jika kamu di luar negeri tak ada yang akan menghina mu lagi, setelah semuanya Dian, kamu tau lingkup keluarga kami," kata Tyas.


Dian mengangguk, akhirnya mereka sepakat untuk melakukan pernikahan setelah Dion sembuh.


tuan Tjandra tak mengira jika Tyas bisa memiliki hati yang begitu baik seperti ini.


sekarang dia pun merasa tenang saat harus pergi untuk menikmati hidupnya, terlebih dia juga sudah muak tinggal di kota Surabaya.


terlebih kota itu sudah terlalu banyak memiliki kenangan buruk untuknya, dia akan tinggal di pulau baru terlebih dia juga punya usaha di sana.


tapi mungkin dia harus menunggu temannya itu bahagia dulu baru dua bisa pergi.


sore itu kondisi Dion juga semakin baik, dan besok bocah itu sudah boleh pulang.


Arthur pun meminta seseorang untuk mengurus semua dokumen untuk pernikahan tuan Setyo dan Dian.

__ADS_1


asisten Wisnu tak mengira jika sang primadona di tempat asisten Danang kini akan menjadi nyonya Nugroho yang terkenal kaya itu.


"siap-siap cari primadona baru bung," ledek asisten Wisnu.


"itu gampang, nanti malam mau ikut aku jalan-jalan, lumayan jika bisa menemukan beberapa gadis bukan," kata asisten Danang.


"kamu memang bisa memilih mereka?" tanya asisten Wisnu tertawa.


"tentu bisa, aku hanya mencari gadis lusuh, karena gadis seperti itu jarang orang yang mau," kata asisten Danang.


"oke, aku ingin melihat apa yang bisa kamu lakukan, karena aku juga penasaran dengan bagaimana kamu bisa memiliki begitu banyak gadis muda,"


Keduanya pun menuju ke restoran terlebih dahulu, asisten Danang pasti akan membuat Wisnu menggila malam ini.


karena mungkin disana akan ada kejutan besar untuk pria itu, ya sudah sekian tahun asisten Wisnu do bohongi.


sore itu, mereka bersiap dengan mobil mewah jenis Ferrari hitam, karena hanya merk mobil-mobil mewah tertentu yang bisa masuk.


bahkan saat akan naik kapal, mobil dari asisten Danang pun si scan terlebih dahulu baru boleh masuk kedalam kapal.


setelah itu kapal pun mulai berlayar ke sebuah pulau pribadi, dan saat itulah mereka harus turun dengan mobil mereka.


"gila, ini deretan mobil mewah semua, tapi sepertinya aku tau mobil depan itu, bukankah itu mobil tuan Tjandra?" gumam asisten Wisnu.


"ya kamu benar, mobil yang di minta oleh nyonya lampir itu, dan sepertinya dia membutuhkan pria untuk menghangatkan dirinya, apa kamu mau lumayan loh jika kamu ikut lelang," kata asisten Danang menggoda asisten Wisnu.


"tidak terima kasih aku masih waras dan belum gila seperti mu," jawabnya.


mereka pun sampai di sebuah tempat seperti kolosium, ya tempat yang sudah berjajar mobil-mobil mewah dengan parkir yang sudah tersedia untuk mobil secara otomatis.


keduanya pun turun dan sudah mengunakan topeng, bahkan Keduanya sengaja tak mengenakan kemeja dalam dan hanya jas saja.


saat keduanya berjalan banyak mata wanita yang melihat mereka berdua, bahkan seakan ingin menerkam mereka.


bagaimana tidak,penampilan sempurna',tubuh indah dengan bentuk yang menggoda terpamerkan manja dengan kulit putih nan lembut.


tak di duga saat keduanya duduk, seorang wanita datang, asisten Wisnu pun terdiam sambil tak percaya.


"jangan bengong, lihat wanita yang kau cintai, punya sepuluh orang di belakangnya, dengan penampilan yang menggoda, jadi tak perlu kau merasa sedih, cari wanita yang lebih darinya, jangan seperti orang susah," ejek asisten Danang.


"boleh aku ke mengajak kalian bergabung," tanya wanita itu sombong.


"maaf nona, aku dan kekasih ku sedang ingin berduaan, jadi jangan menganggu kami ya, kami juga sudah punya stok banyak jadi jangan serakah ya," ejek asisten Danang.


tak di duga asisten Wisnu mengecup bibir yang membuat kejutan, "diam sayang," bisiknya.


wanita itu pun pergi karena ilfil, sedang asisten danang kesenangan pasalnya baru kali ini asisten Wisnu melakukanya di depan banyak orang lagi.

__ADS_1


__ADS_2