
mami Sasa menjamu para tamunya, sedang pengacara Ridwan menginggatkan asisten Danang untuk menjaga ucapannya.
sedang asisten Danang juga tau, jika dia membuka mulut maka mami Sasa akan marah.
"om asisten dan tuan pengacara, kalian harus mencicipi kue ini, ini adalah kue buatan om Widodo yang paling enak," kata Tyas memberikan kue itu.
"ah seandainya nona kecil ikut ..." lirih asisten Danang.
"om apa masih ada yang utuh, soalnya ada gadis kecil yang begitu menyukai makanan manis," kata Tyas yang teringat sosok Dewi.
"ada di kulkas, kamu tinggal memasukkan ke kotak saja," jawab om Widodo.
"sebentar ya om asisten, aku ambilkan dulu untuk om Arthur dan putrinya," kata Tyas.
"apa kalian sudah mengenal lama? kenapa Tyas bisa tau?" tanya mami Sasa melihat asisten Danang dengan tatapan matanya yang tajam.
"ah itu nyonya... tuan itu hanya seorang donatur di sekolah tempat nona menimba ilmu, terlebih nona begitu baik saat Putri tuan ikut ke sekolah," jawab asisten Danang.
"gadis itu memang selalu menyukai anak-anak," kata mami Sasa.
saat akan mengemas kue itu, tiba-tiba pipi Tyas begitu merah sambil tersenyum membayangkan sosok Arthur yang tampan dan begitu gagah.
dia bahkan tak bisa berbohong jika dia malu, senang dan merasa deg-degan saat tadi pagi Arthur mencium keningnya saat akan berangkat kerja.
"apa ini hei Tyas, otak mu berpikiran apa, biasanya kamu begitu ketus pada lelaki,tapi pada pria matang itu, kenapa aku merasa begitu bahagia, begitu merasa aman dan jantung ku selalu berdetak kencang ..." gumam Tyas.
"hei gadis muda... kenapa kamu malah senyum-senyum sendiri, ini kuenya gak bakal bisa masuk sendiri tau," kata om Widodo memukul pelan keponakannya itu.
Tyas tertawa pelan dan mengemas kue itu, dan siap di berikan pada asisten Danang.
sedang di perusahaan, Arthur sedang begitu bahagia, entah hari ini dia merasa jika Tyas juga akan menyetujui semua yang dia tawarkan.
bahkan semua pegawai ikut merasa bingung, pasalnya meski ada kesalahan dalam berkas.
Arthur akan meminta mereka untuk mengerjakan ulang, tapi dengan nada yang lebih baik.
__ADS_1
bahkan dia juga meminta mereka untuk tidak lembur, bahkan bukan hanya karyawan.
bahkan asisten Wisnu pun si buat pusing dengan tingkah laku bosnya itu.
"tuan, apa anda tak ingin mengantar orang tua anda?" tanya asisten Wisnu
"tidak perlu, aku sudah mengucapkan perpisahan dengan papa tadi, aku tak bisa kalau harus melihat wajah mama," jawab Arthur.
"baiklah tuan, saya mengerti, dan apa kita bisa keluar, karena harus jemput non Dewi dan jug ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan," kata asisten Wisnu.
"siapa? bukankah aku tak ada janji?" tanya Arthur yang sedikit banyak mengetahui jadwalnya.
"seseorang yang mungkin akan membuat anda kaget, dia adalah mami Sasa, dan sepertinya Danang mengatakan hal aneh jadi dia ingin betemu dengan anda," kata asisten Wisnu
"baiklah, aku mengerti, ayo kita berangkat kalau begitu dan jangan buat wanita itu menunggu, terlebih ku ingin mengenal Keluarga dari Tyas," jawab Arthur.
mereka pun keluar dari kantor, dan asisten Danang tak jadi pergi setelah dapat kabar dari asisten Wisnu.
mereka pun menuju ke sekolah Dewi, dan hari itu Dewi terlihat sangat marah.
tiba-tiba seorang guru menghampiri mereka bertiga, Dewi pun langsung minta gendong sang ayah.
"maaf tuan tadi Dewi dan teman-temannya sedikit bertengkar, dan Dewi tak sengaja melukai temannya," kata guru itu.
"apa Dewi bertengkar, ada apa sayang cerita dengan papa?" tanya Arthur.
tapi Dewi tetap menutup mulutnya, gadis itu tak ingin mengatakan apapun.
"saya minta maaf ya pak, kalau boleh saya minta nomor telponnya untuk menghubungi anda jika terjadi masalah dengan Dewi," kata guru Wanita itu.
"kepala sekolah mu buta atau bisu hingga tak bisa menghubungiku, dia tau nomor semua asisten ku, dan dia bisa menghubungiku, asisten wisnus
seret pria itu," perintah Arthur.
wanita itu merasa kesal karena rencananya tak berhasil, bahkan Arthur begitu dingin meski putrinya sudah terluka.
__ADS_1
seorang pria datang dengan panik, dia bahkan tak tau pertengkaran yang terjadi.
"maafkan saya tuan, saya tak tau ada kasus ini, Bu Neni kenapa tak bilang pada saya, padahal saya sudah bilang jika terjadi sesuatu pada nona, bilang, tapi kamu sudah melangkahi wewenang saya," kata kepala sekolah itu.
"maafkan saya pak," jawab guru itu.
"papa ayo pulang," kata Dewi yang tak ingin disana lagi.
mereka pun masuk kedalam mobil, sedang asisten Wisnu menghampiri kepala sekolah, "kau tau kan, jika bos ku bukan pria yang bisa di ajak bermain, besok aku tak mau melihat guru ini di sekolah ini, karena aku tau niatnya ingin menggoda bos melalui putrinya,"
asisten Wisnu menepuk bahu pria itu dan meremasnya. dan kepala sekolah itu kesakitan.
dan mobil mewah itu pergi dari sekolah Dewi, dan kini menuju ke rumah Tyas.
Dewi pun terus di gendongan sang papa tak ingin lepas. bahkan gadis itu tetap diam tanpa ingin bicara.
sedang di tempat lain, Franda sudah bangkit dari semua hinaan yang di berikan oleh Arthur.
dan jika dia menyerah bukan Franda, jadi dia bangkit dan mulai menjadi model profesional lagi.
tapi hal yang tak terduga pun terjadi, saat dia sampai di agensi modelnya dia malah di bawa ke ruang direktur.
"ada apa Boby, kenapa aku bukan ke tempat syuting iklan, malah kau bawa ke kantor mu ini," kesal Franda.
"sebelumnya aku minta maaf ya, semua iklan yang dulu minta dirimu sebagai model, kini mereka tak mau menjadikan mu brand ambasador lagi, terlebih mereka tak mau bermusuhan dengan perusahaan Alejandro Grub," jawab Boby selaku pemilik agensi itu.
karena kesal Franda mengebrak meja, dia tak terima di buang begitu saja, bahkan mereka berani meninggalkan Franda begitu saja.
"aku mohon tenanglah, mungkin ini hanya sebentar saja, terlebih tuan Arthur tak mungkin membuatmu di blacklist kan," kata Boby.
"kau pikir itu tak akan di lakukan pria itu, aku tau benar siapa pria itu, jadi tak usah menghiburku," marah Franda yang memutuskan pulang.
dia hanya bisa minta tolong pada bantuan mama Farida, tapi saat dia ke rumah mewah itu ternyata pemilik rumah itu sudah pergi.
dia pun marah, karena semua tak bisa membantunya, terlebih dia sekarang juga bingung harus bagaimana.
__ADS_1