
"siapa yang kakak panggil iblis kecil, jika mereka berdua iblis kecil, maka kakak adalah iblis jahanam," marah Tyas yang baru datang.
"ya kamu tau sendiri bagaimana ulah anak-anak mu, bahkan tadi dua ikan arwana ku mati karena ulah Derry," kata Raksa.
"aku ganti, dan double D, lihat siapa yang datang bersama mama," kata Tyas melirik Arthur yang masih terpaku tak percaya.
"mama orang itu persis dengan gambar papa," kata Derry.
Arthur pun berjalan menghampiri kedua putranya dan langsung memeluk kedua bocah itu.
"putra-putra papa, maafkan papa yang tak pernah tau kalian ada, papa minta maaf ...."
Derrick dan Derry langsung meneluk Arthur, mereka juga begitu merindukan sosok ayah kandung mereka.
"om benar papa kami, papa yang di rindukan mama, papa milik kami ..." kata Derrick.
"iya nak, maafkan papa," jawab Arthur.
Raksa pun tersenyum melihat hal itu, pasalnya sudah hampir lima tahun ini dia tak melihat kebahagiaan dan senyum Tyas.
bahkan wanita itu terus murung bahkan sempat mengalami baby blues setelah melahirkan si kembar.
"sudah bahagia kan, sudah tak marah pada ku lagi kan,bisa di bunuh kak Rama kalau kamu tak bahagia setelah ketemu Arthur," bisik Raksa.
__ADS_1
Tyas mengangguk dan memeluk Raksa bahagia, dia tak mengira jika sudah lima tahun tapi Arthur masih begitu mencintai dirinya.
bahkan ingatan pria itu kembali pada saat bertemu dengan Tyas yang datang.
"sudah, cepet gih buat makan siang, kamu tau jika putra mu hanya bisa makan masakan mu saja, cepet gih," dorong raksa.
"huh dasar menyebalkan, baiklah aku masak dulu, dan Daddy jaga dua bocah itu jangan sampai Derry dan Derrick membuat masalah," kata Tyas berjalan ke arah dapur.
"iya mami," jawab Arthur mengendong dua bocah itu.
"widih ... kamu begitu kuat ternyata ya om, tak ku kura padahal sudah usia anda sudah cukup," kata Raksa.
"kamu mau mati raksa, kamu lupa siapa aku dan aku tetap menjaga tubuh ku di usia ku," kesal Arthur pada kakak iparnya itu
sedang di rumah lain, seseorang sedang begitu marah karena rencananya gagal total.
tapi rencananya berantakan karena Tyas yang tetap tak mau menerimanya meski dia selalu berada di sisinya.
"wanita bodoh, kenapa kamu tak pernah melihatku, aku selalu ada di sisimu!!" marah pria itu.
bahkan foto Tyas begitu banyak di dalam ruangan khusus yang di kunci secara rahasia.
sedang di rumah keluarga Nyonya Samantha terjadi kegaduhan karena Cecil yang berusaha melukai Andre.
__ADS_1
"dasar orang tua bodoh, seharusnya kamu itu membuat putri ****** mu pergi," hina Cecil.
"berhenti melakukan hal untuk menghina putriku, setidaknya dia tau aturan di banding dirimu, aku lelah terus kalian hina," kesal Andre
"hei Andre ingat statusmu," kata nyonya Samantha.
"cukup aku mengalah selama ini, aku sudah merendahkan harga diriku seperti ini hanya karena membalas Budi pada keluarga itu, dan kamu hanya wanita tua yang tak lebih baik dari seorang pel*cur," kata Andre yang sudah begitu kecewa.
Cecil melemparkan sebuah vas bunga pada Andre, dan pria itu pun terluka di kepalanya.
karena sudah tak merasa di hargai, Andre pun mengambil pistol yang selalu di bawanya, dan sekali tembak Cecil langsung mati.
"pengawal, tangkap dia dan hukum!" teriak nyonya Samantha yang memeluk tubuh Cecil yang mati di tempat.
para pengawal pun malah hanya diam dan tidak melakukan apapun bahkan tak mendengarkan perintah nyonya Samantha.
"kenapa kalian hanya diam, cepat bereskan pria itu segera," perintah nyonya Samantha.
Andre malah tersenyum mengarahkan pistol kearah nyonya Samantha.
"kau terlalu percaya pada ku, padahal aku juga termasuk musuh mu, dan semua pengawal adalah anak buah, jadi selamat jalan nyonya tua menyebalkan," kata Andre tersenyum menyeringai.
pistol itu pun memuntahkan peluru dan mengenai kepala nyonya Samantha dan membuat wanita itu mati seketika.
__ADS_1
tak hanya itu Andre juga melukai kaki dan tangannya, dan para pengawal saling baku hantam.
dan akhirnya terjadi kekacauan yang terjadi di rumah itu, dan saat polisi datang mereka pun kaget melihat kondisi rumah dan semua pengawal yang juga sudah di lumpuhkan.