MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Brengseknya Allard


__ADS_3

Asisten Pras baru saja menyelesaikan administrasi kepulangan Tica dari rumah sakit, kemudian berjalan memasuki ruang perawatan Tica dan mengatakan bahwa semuanya sudah selesai. Kemudian dia mengambil kursi roda untuk membawa Tica kemobil yang sudah parkir dilobi depan RS.


Tica dibantu kakeknya turun dari ranjang perawatan kemudian duduk di kursi roda karena memang kakinya sedikit bengkak dibagian atas telapak kakinya sehingga jalannya pincang.


Tica menolak saat Pras akan mendorong kursi rodanya, tica tak sekejam itu membiarkan kakeknya yang sudah tua itu mendorong kursi yang diduduki olehnya. Jadilah sang asisten yang mendorongnya tetapi tica menolak saat sang asisten ingin menggendongnya untuk dipindahkan kedalam mobil.


Tica memang begitu, dia tidak suka bersentuhan dengan laki-laki selain keluarga dan juga tentunya suami bi Surti yang sudah dia anggap sebagai orang tua kedua baginya. Dengan suami bi Surti, tica memang sering bersalaman dan bahkan mencium punggung tangan lelaki paruh baya itu.


Dengan sedikit meringis Tica berusaha untuk bangun dengan berpegangan pada kakeknya dan kemudian masuk kedalam mobil.


Sesampainya dirumah Tica langsung disambut dengan bi Surti yang sangat mencemaskan keadaannya, bi surti yang baru datang tadi siang melihat rumah majikannya kosong kemudian menelpon asisten Pras, dan mengetahui kalau tica kecelakaan.


"mb Tica bagaimana keadaannya?, maaf bi surti tidak menyusul ke RS tadi karena dilarang tuan Pras".


Tica tersenyum mendengar ucapan bi surti.


"baik bi, ini sudah boleh pulang, jadi emang g kenapa-napa".


Surti membantu memapah tica berjalan kekamarnya. meskipun terasa sangat menyakitkan, tapi tica tidak mengeluh, ntah sejak kapan tica yang cengeng dan suka merajuk itu berubah menjadi gadis yang dewasa cara berfikirnya dan tidak lagi suka mengeluh dengan kondisi apa pun.


"terimakasih ya bi, Tica dibantuin terus bahkan mengurus diri Tica sendiri pun sekarang sedikit kesulitan".


Ucap Tica setelah melaksanakan shalat magrib dibantu bi Surti, meskipun Tica memilih shalat dengan cara duduk disofa, karena kondisi kepala yang maaih saja terasa pusing dan kaki yang tidak memungkinkan dia shalat seperti biasanya.


"tidak apa mb, kenapa jadi seperti ini sama bibi, bibi jadi segan kalau mb Tica terimakasih terus karena memang ini sudah tugas bibi mb".


Surti juga membawakan makan malam Tica kedalam kamar, kemudian menunggui sampai Tica selesai makan dan segera membawa piring dan gelas kotor itu ke dapur.


"bagaimana keadaan mu sayang, Bagaimana kamu bisa sampai menabrak pohon seperti itu? ".


Pras bertanya kronologi kecelakaan cucunya yang disayang itu, Padahal pras sudah mengetahui semuanya setelah berada di RS tadi dia bertemu dengan laki-laki yang menolong cucunya sekaligus saksi mata yang melihat bagaimana Tica sengaja dipepet dan diserempet oleh mobil Van itu hingga akhirnya dia kehilangan kendali dan menabrak pohon dipinggir jalan.


"ntah lah kek tadi tiba-tiba mobil van nyenggol Tica, jadi Tica kehilangan kendali".


Tica juga g sempet lihat plat nomernya mungkin dia lagi terburu-buru atau dia g tau kalo ternyata Tica kesenggol. Jadi tadi langsung jalan ngebut aja".


Jawab Tica dengan sedikit cuek karena tak ingin membahas kejadian itu lagi yang hanya akan membuat kakeknya khawatir.


padahal dalam hatinya dia juga penasaran apa sebenarnya motif seseorang yang berada didalam mobil van itu sampai ingin mencelakai dirinya.

__ADS_1


"ya sudah kalau memang seperti itu, Sudah minum obat mu? "


Tica hanya mengangguk kemudian menarik selimut sampai batas perut.


"istirahatlah, supaya besok terasa segar kembali karena Lusa kau berangkat ke Korea".


Meskipun Tica belum sepenuhnya sembuh, tetapi pras tak ingin menunda keberangkatan cucunya itu ke Korea, ini semua demi keselamatan Tica, cucu tersayangnya.


"baiklah kek, terimakasih karena tidak marah dengan kecerobohan Tica kali ini".


Sambil tersenyum tica berucap seperti itu. yang malah membuat sang kakek mendengus sebal dengan kelakuan cucunya itu, yang masih saja bisa tersenyum dan bercanda setelah apa yang dilaluinya hari ini.


...................


Dilain tempat, seorang pria sedang menghajar orang suruhannya karena merasa tidak becus menjalankan perintah darinya.


Tendangan, bogem mentah dan cacian terus saja dilontarkan oleh pria tersebut.


"bodoh, masih saja gagal, padahal aku hanya ingin kau menabrak kendaraanya hingga dia mati, lalu apa sekarang? dia masih hidup dan bahkan hanya luka ringan. Kau memang tak becus bekerja"


Sambil berlalu dan membanting pintu sebuah gudang bekas yang dijadikan tempat bertemu dengan orang suruhannya tersebut.


ucap pria tersebut sambil menghisap cerutunya, dan membuang asapnya dengan frustasi.


...............


Mansion Allard (Seoul Korsel)


"kenapa lagi Grandpa memaksaku datang ke Indonesia, kalau cuma ingin membuka cabang baru disana David, bahkan itu bisa diwakilkan"


"saya tidak tahu tuan, kemarin tuan Pram juga sudah meminta semua surat-surat pribadi anda untuk kepentingan pemindahan nama perusahaan HF".


"sudahlah David carikan penerbangan besok, jika tidak ada kelas bisnis dengan pesawat yang bagus, gunakan saja Jet pribadi ku".


"baik, Tuan".


"oh ya, setelah ini aku ingin kau menjemput Chintya, aku akan menunggunya di apartement".


David hanya menganggukkan kepalanya. Sudah menjadi bagian dari pekerjaan David kala ia harus mengantar jemput wanita tuannya, kali ini Chintya model sekaligus brand ambasador salah satu item perusahaan Ritelnya yang akan dijadikan teman tidurnya.

__ADS_1


.........


Setelah menunggu cukup lama di apartemen Allard yang sengaja dijadikan tempat untuknya bersenang-senang itu, Chintya dengan wajah gembira dan penampilan seksinya menyambut kedatangan Allard, dengan menggunakan lingerie yang otomatis akan menampakkan keseksian tubuhnya.


"hai sayang, aku merindukan mu, sudah sejak seminggu ini kau tak pernah menemaniku".


Sambil bergelanyut manja dan mencium bibir Allard sekilas Chintya berjalan mengikuti Allard kedalam kamarnya.


"aku sibuk mengurus bisnis ku, yang harus bolak balik Indonesia-Korea, Sudahlah, kau jangan terlalu banyak bicara, Cepat lakukan tugas mu seperti biasa, Layani aku dengan baik, maka akan kuberi imbalan dengan ketenaran mu".


ya memang seperti itulah hubungan mereka, selama ini saling memberi dan menerima jasa.


Tetapi jika dengan Chintya dia sedikit berbeda karena memang Chintya adalah yang terlama berhubungan dengan Allard sebagai partner bisnis sekaligus partner ranjangnya.


Dengan tidak sabaran Chintya melepaskan semua pakaian yang dikenakan Allard, dan langsung menyerbunya dengan ciuman bibir yang sangat sensual. Seperti apa yang diinginkan oleh Allard.


Keduanya pun melewatkan malam panas dengan penuh gairah, karena memang dalam waktu seminggu ini Allard tidak memanjakan juniornya. Sebab sangat disibukkan dengan bisnisnya.


Pukul setengah dua Dini hari Allard terbangun dan segera menyegarkan tubuhnya dikamar mandi, membiarkan Chintya seorang diri didalam kamarnya. Allard berjalan ke basemant dan segera memacu mobilnya meninggalkan apartemen menuju mansionnya.


itulah kebiasaan Allard yang dengan seenaknya saja, meninggalkan wanita yang telah menemaninya setiap ia menginginkannya, Dia pulang kemansion karena pagi-pagi sekali akan terbang ke Indonesia, memenuhi ucapan sang kakek yang ingin dia menghadiri peresmian Mall baru di sana.


......................


Catatan Penulis.


hemm.... kok aku gimana gitu ya nulis part ini..


yang ada adegan begituan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£


wah g jago ini... terlalu vulgar g ya πŸ€­πŸ€­πŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈπŸ€¦β€β™€οΈ


komen yah karena part selanjutnya juga akan ada yang beginian lagih...


Biar othornya semangat yuk jangan lupa


Vote, like, komen dan masukkan ke favorit ya biar dapat notif klo aku Up bab baru..


Thanks.... β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2