
Allard memandangi wajah pucat istrinya yang saat ini sedang menjalani transfusi darah, karena dia kekurangan darah, setelah beberapa hari terus mengeluarkan darah dan pada puncaknya saat dia mendapatkan sayatan di lengannya.
Wajah pucat itu sekarang berangsur-angsur sedikit memerah terutama pada bibirnya yang memang berwarna merah jambu asli, meskipun tanpa lipstik. Tubuh kurusnya terlihat memprihatinkan saat ini.
"sebenarnya pekerjaan seperti apa yang kau lakukan Ica?"
"kenapa begitu membahayakan nyawa mu, padahal aku bersusah payah menjaga mu, dengan menempatkan Leo dan bodyguard elit ku pada mu, tapi kau malah terluka saat sedang bekerja".
"aku tidak akan membiarkan mu bekerja lagi sayang, aku bisa gila jika kau terus terluka seperti ini".
Allard yang sehari semalam belum memejamkan matanya itu terasa mengantuk sekarang, tetapi dia tidak ingin meninggalkan istrinya meskipun di ranjang sebelah sudah tersedia kasur king size, karena memang ruangan ini VVIP, sehingga fasilitas di kamar itu lengkap.
Alhasil sekarang dia tidur dengan berbagi ranjang yang sama dengan Ica, dia belum membuka matanya sedari Allard menemukannya dalam keadaan pingsan di apartemennya. Allard tidur dengan memeluk posesif tubuh ringkih Ica disampingnya, dan menelusupkan wajahnya di ceruk leher istri kecilnya itu, menghirup aroma vanila yang menguar dari tubuh Ica, membuatnya merasa nyaman, dan perlahan matanya terpejam.
................
David yang baru saja mengurus semua pekerjaan kantornya itu dibuat ternganga saat memasuki kamar perawatan sang nyonya bersama Darius, dia melihat Allard yang tertidur dalam posisi yang tidak nyaman, karena terlihat miring dan menekuk kakinya, sementarakaki kanannya memeluk erat kaki Iva menjadikannya seperti guling, tetapi Allard terlihat lelap dalam alam mimpinya.
"singa hutan sekarang sudah menemukan pawangnya, jadi sudah tidak perlu repot mengurus tuan kalian, jika dia sedang murka, kalian hanya perlu memastikan tuan dan nyonya kalian tetap bersama dan akur terus"
Ucap dokter Harry dari arah belakang Darius dan David berdiri saat ini, Harry yang ingin memeriksa kondisi Ica merasa penasaran mengapa kedua anak buah terbaik Allard itu mematung di depan pintu. Ternyata ini lah jawabannya.
Kedua anak buah Allard itu reflek menoleh pada dokter Harry yang berbicara sedikit tajam itu, mereka tahu jika sang dokter sangatlah menaruh perhatian yang begitu besar pada tuan mereka, Harry tidak ingin Allard meniduri sembarang wanita yang belum dipriksa kesehatannya, sehingga kapan pun dokter Harry dipanggil oleh David untuk memeriksa kondisi kesehatan para wanita Allard, dia pun selalu siap. Dia terlalu mengkhawatirkan Allard jika terkena virus maupun penyakit yang menular lainnya.
"biarkan mereka tertidur, aku juga baru saja menyuntikkan vitamin pada tuan kalian supaya kondisinya tetap bisa fit, karena aku yakin setelah ini, perjuangannya akan sangat panjang dan melelahkan bagi seorang Dennison yang tidak sabaran itu, untuk bisa menaklukkan lagi hati istri kecilnya, setelah apa yang dia lakukan padanya".
Kedua anak buah Allard itu hanya bisa tertunduk sembari menahan tawa mereka mendengar perkataan dokter Harry yang memanglah benar.
Keduanya mengetahui jika Allard telah mengambil paksa haknya pada Ica, melalui beberapa gosip yang tersebar dikalangan para maid, dan untuk memastikannya David menanyakan langsung pada Mila, dan Mila membenarkan pertanyaan David dan Darius, tadi pagi setelah kedua majikannya itu aman di RS Jong Hwa dan menempatkan Leo untuk berjaga-jaga.
Sebagai kepala pelayan, Mila tidak sembarangan mengatakan hal itu kepada orang lain, Mila hanya mengatakan hal-hal penting dan mendesaknya pada anak buah terbaik Allard. Dan segera meredam gosip yang tengah berkembang di mansion saat ini.
.................
Allard mengerjabkan matanya saat Ica terus melenguh dan dengan keringat dingin yang kembali membanjiri tubuhnya, dia terus saja menggumam dan menangis.
"ampun Allard,....... "
"cukup,..... hentikan".
" sakit... ku mohon... "
Dan hal itu terus terucap dibibir mungil istrinya, Allard menjambak rambutnya frustasi, saat menyadari jika istri kecilnya itu trauma. Dadanya terasa sesak bagaikan dihimpit batu besar, dia yang telah membuat istrinya seperti ini.
"maafkan aku sayang, i'm so sorry honey"
__ADS_1
Allard kemudian mengecupi pipi, mata dan dahi Ica terus menerus dengan air mata yang membasahi bulu mata lebatnya itu, tatapan penyesalannya tersirat dimatanya, dia membangunkan Ica berharap penyiksaan dalam mimpinya itu berakhir.
"Ica, bangun sayang, Hey.... wake up".
Ica terperanjat dan langsung membuka matanya, hal yang pertama dia dia rasakan adalah rasa pusing yang teramat sangat, juga tubuhnya yang terasa kaku, dia mengingat hal terakhir sebelum dia tak sadarkan diri.
Seketika matanya membulat sempurna saat melihat sosok yang telah menyebabkan luka terdalam untuknya.
"kenapa kau disini, aku dimana?"
"hey sayang, tenanglah, ini aku, aku tak akan melukai mu, hem".
Allard berbicara dengan suara yang sangat lembut dan terdengar khawatir, sembari menggenggam kedua tangan istri kecilnya itu.
"pergi, aku sudah tidak ada urusan lagi dengan mu".
"hey, dengarkan aku, aku tau aku salah, i'm so sorry honey"
Ica menepis tangan Allard yang menggenggam tangannya itu, kemudian beringsut mengambil jarak dari Allard.
"biarkan aku meluruskan semua kesalahfahaman ini, hem?"
"jangan menyentuh ku, karena kamu sudah bukan suami ku lagi, status kita sudah berbeda Allard".
Allard mengacak rambutnya frustasi, bagaimana cara menjelaskannya pada Ica, sementara kondisinya masih seperti ini. Alhasil Allard turun dari ranjang, memanggil Harry dengan memencet tombol di atas tempat tidur Ica.
Dokter Harry datang dengan tersenyum saat mendengar pertengkaran antara Ica dan Allard, Allard berusaha meyakinkan Ica jika semua hanya kesalahfahaman saja. Tetapi Ica menolak menerima penjelasan yang diberikan Allard.
"hey, kalian berdua tenanglah, ini rumah sakit, bukan tempat perdebatan".
Keduanya secara spontan melihat kedatangan Harry dan dokter wanita beserta satu perawat wanita.
"tenanglah, aku akan memeriksa kondisi mu terlebih dahulu"
Ucap Harry dengan segera menempelkan stetoskop pada dada dan perut Ica, yang seketika mendapatkan tatapan tajam dari Allard.
"jauhkan tangan mu dari tubuh istriku Harry".
"hey, slow man, aku hanya memeriksanya saja, tak berniat menyentuhnya"
Allard mengertakkan giginya, saat Harry malah memegang pergelangan tangan istrinya, menyesuaikan detak nadi dan jam pada pergelangan tangannya sendiri.
"kau menyentuhnya brengs*k"
Ucap Allard sarkas dengan wajah yang memerah.
__ADS_1
"aku hanya memeriksanya saja All, sejak kapan kau jadi seposesif ini pada istri mu?"
"ok baiklah dokter Winnie yang akan melanjutkan pemeriksaan bagian yang lainnya, aku akan keluar, puas kau?"
Harry yang tidak ingin ada perdebatan di RS nya itu memilih mengalah, dan tak memperpanjang masalahnya, Allard terlihat tersenyum penuh kemenangan saat ini.
"nyonya, saya akan memeriksa luka anda sekaligus mengganti perbannya".
Ucap sang dokter wanita bernama Winnie itu dengan lembut.
"baiklah"
Jawab ica perlahan, sebelumnya perawat juga akan menyeka tubuh Ica dan mengganti baju nya tetapi Ica lekas menahan tangan perawat yang ingin membuka kancing bajunya.
"tolong suruh dia pergi dari kamar ini, aku tak ingin dia berada disini".
Ucap Ica pada perawat dan dokter Winnie, keduanya bingung, bagaimana bisa menyuruh orang seperti Allard keluar.
"kenapa Ica".
Jawab Allard dengan wajah memelasnya.
"aku ingin ganti baju"
"iya tapi aku suami mu".
.............................
Halo hay...
tak kasih bonus nih malam nisfu sya'ban βΊβΊβΊπππ
jangan lupa ksih bonus aku juga ya βΊβΊβΊ
vote, like n comen...
makasih....
tak kasih pilihan
Allard & Ica atau
Maxime & Ica nih???
Jawab ya lewat Sosial media ku.. mksih βΊβΊβΊβΊπππ
__ADS_1