
Hampir 15 menit lamanya Leo menunggu sang nyonya yang tak kunjung selesai setelah berpamitan ke toilet, Leo dengan tergesa mencoba mencari di toilet wanita Incheon Air port, meskipun dia harus dibentak dan dimarahi oleh para wanita yang menggunakan toilet umum itu.
Satu persatu pintu toilet digedor oleh Leo dan hasilnya nihil, sang nyonya tidak bisa ditemukan, dia panik dan segera memberitahu pada pihak keamanan bandara untuk menyiarkannya di bagian informasi bandara.
Semua petugas keamanan pun segera ikut mencari dengan bermodalkan foto yang diberikan oleh Leo, dan akhirnya leo segera mengecek CCTV di bagian depan toilet wanita.
Leo segera melemaskan pundaknya saat dia mengetahui seorang wanita dengan memakai hijab dan ciri-ciri yang sama dengan sang nyonya disekap oleh seorang pria yang berbadan tinggi dan besar.
Seketika Leo merasa nyawanya tercabut dari raganya saat menyadari sang nyonya telah diculik oleh seseorang, Dia segera mengirimkan pesan pada group bodyguard Allard supaya cepat bertindak, sementara itu dia juga berusaha menghubungi Allard melalui David dan Darius, tetapi karena mereka sedang dalam perjalanan ke Hongkong sehingga Leo hanya bisa menunggu keajaiban sampai tuannya sampai di bandara.
Perjalanan dari korea ke Hongkong memakan waktu kurang lebih empat jam lamanya, dan setiap menitnya terasa lama menurut Leo. Leo berfikir keras mencari jalan bagaimana supaya bisa menghubungi sang tuan, meskipun setelah ini dia harus rela kehilangan kepalanya karena lalai menjaga Nyonya.
Alhasil Leo menghubungi pihak bandara untuk mengirimkan pesan pada sang kapten pilot yang menerbangkan burung besi milik Allard. Dengan kekuasaan yang dimiliki Allard, pihak bandara mengizinkannya.
Pilot yang ingin menyampaikan berita buruk itu merasa takut, tetapi dia sadar semakin lama dia mengulur waktu maka akan semakin besar kemarahan sang tuan. Akhirnya kapten itu memberikan perintah pada CO pilot untuk menyampaikan berita buruk itu, karena kapten pilot tidak bisa meninggalkan tempat duduknya dan harus fokus pada penerbangan ini meskipun dalam kondisi buruk sekali pun.
Ditengah perjalanannya Allard yang mendapatkan berita dari CO pilot jet pribadinya segera menyuruhnya kembali ke bandara Incheon dan membatalkan penerbangannya menuju Hongkong.
"apa kata mu, kau sadar bukan dengan apa yang kau katakan, kau sedang tidak membodohi ku bukan?"
Allard yang tidak percaya apa yang dikatakan oleh CO pilot itu bertanya dengan langsung meraih kerah kemeja seragam kebesarannya, dengan wajah yang memerah dan tangan terkepal sempurna, Allard berusaha meredakan emosinya meskipun dia gagal, setidaknya dia tidak berusaha melukai CO pilot yang sudah bekerja selama tujuh tahun itu padanya.
CO pilot hanya mampu menundukkan wajahnya, sebelum dia memberitahu sang tuan, dia dengan susah payah mempersiapkan dirinya dengan kemarahan Allard, apalagi setelah dia mendengar dari beberapa bodyguard jika sang tuan sudah mulai mencintai istri kecilnya itu.
"f*ck".
__ADS_1
"bagaimana mungkin Leo seteledor itu dengan membiarkan istri ku jauh dari jangkauannya"
Allard yang baru saja mengetahui kabar jika sang istri diculik itu langsung menggila, dia terlihat beberapa kali meninju kursi yang ada di depannya, membanting gelas sampanye yang tadi diberikan oleh pramugari, bahkan dia hampir saja melampiaskan kemarahannya pada Darius, yang dia anggap tidak becus mendidik anak buahnya itu.
"bagaimana cara mu mendidik anak buah mu Darius, kenapa tidak ada yang becus menjaganya hah?".
Darius hanya mampu terdiam, dan terus menundukkan kepalanya, dia menyadari kali ini telah teledor dengan hanya menyerahkannya pada Leo saja, yang dia pikir mampu menjaga sang nyonya dengan baik.
Ternyata selama ini sang penculik sudah mengawasi dengan ketat gerak gerik sang nyonya, sehingga ketika bodyguard sedikit lengah, dia mengambil kesempatan itu untuk menculik sang nyonya.
Allard beberapa kali berteriak menyuruh mantan kapten pilot yang dulunya bekerja sebagai kapten pesawat tempur Amerika itu, agar menambah laju kecepatan terbangnya. Dia Bahkan langsung menerobos kokpit jet pribadinya untuk mengatakan secara langsung pada kapten pilot tersebut.
Dengan keterampilan yang dimilikinya, sang kapten akhirnya menambah ketinggian dan kecepatan pada penerbangannya kembali menuju Incheon airport.
.........
"maafkan kecerobohan saya tuan, saya bersedia menerima sanksi dari anda"
Seketika kemarahan Allard berkobar lebih besar setelah mendengar permintaan maaf Leo, Leo yang cukup tau diri akan kesalahannya pun, sama sekali tidak berani membalas pada sang tuan. Sementara David dan Darius yang menyadari kemarahan tuannya pun hanya bisa menunduk tanpa berani melerai keduanya.
"Beraninya kau menyepelekan penjagaan pada nyonya mu, kau tau jika Ica tidak bisa ditemukan maka kepala mu yang akan terpisah dari badan mu".
Leo yang sudah terkapar hanya bisa diam tanpa berani menjawab pertanyaan sang tuan, bahkan untuk segedar menyusut darah yang keluar dari pelipisnya pun dia tidak berani.
Darius yang sadar jika sang tuan seharusnya segera bertindak pun dia segera berkata dengan hati-hati pada sang tuan.
__ADS_1
"tuan, lebih baik kita bertindak cepat mencari keberadaan nyonya supaya tidak terlambat, Untuk Leo kita bisa mengurusnya nanti".
Allard yang tersadar dengan apa yang harus dia dahulukan pun segera melangkahkan kakinya, menuju ruang keamanan bandara untuk melihat CCTV, sayangnya dia kehilangan jejak saat sang penculik membawa istrinyanya keluar area dibagian samping kiri bandara yang CCTV nya telah disabotase.
Dia melemas saat tahu seberapa matang rencana sang penculik, dan seberapa besar kelompok yang sudah bisa menyabotase pihak keamanan bandara, yang terkenal dengan ketertiban dan keamanannya di dunia itu.
Allard berusaha mencari melalui ponselnya dengan bermodalkan alat pelacak yang sudah dia tempel di ponsel sang istri, sama seperti saat dia mencari Ica saat dia melarikan diri karena kesalahfahaman.
Tetapi hadilnya nihil, posisi terakhirnya terlihat di bandara. Allard terduduk, kakinya serasa melemas seperti jelly saat mengetahui seberapa berpengaruhnya kelompok yamg menculik istrinya itu dengan semua bukti cacat yang diperolehnya.
Allard menggila, dia menyuruh semua bodyguardnya untuk mencari keberadaan sang istri, dia bahkan menyuruh polisi dan detektif swasta untuk ikut mencari keberadaan sang istri yang benar-benar menemui jalan buntu kali ini.
Dia menyesal meninggalkan istrinya, dia bahkan membuang pikiran, untuk menghubungi teman-temannya yang bekerja dibalik layar dunia hitam, dia sadar betapa susahnya perjuangannya untuk membangun image baik dan keluar dari lingkaran dunia hitam, jika dia kembali lagi.
Saat ini dia sudah menjadi salah satu penguasa Asia meskipun jalan yang dia peroleh melalui jalan bisnis. Itu yang selalu dia banggakan selama ini pada teman-temannya. Allard hanya bisa menunggu kabar baik dari para body guard, polisi dan detektif bayarannya untuk menemukan keberadaan istrinya.
Dia juga mengerahkan tim cyber terbaik miliknya untuk memperbaiki CCTV yang telah disabotase oleh kelompok yang menculik istrinya. Dia yakin jika sang penculik merupakan kelompok organisasi yang telah terbiasa dengan pekerjaan ini, sehingga semuanya bisa dikerjakan dengan rapi dan sangat cepat.
...............................
Nanti klo tembus 50 komentar, dengan syarat satu akun komen satu yaa. aku Up bab baru bonus chapter,,, klo tembus ya ☺☺☺
Hay readers kuuhhh maaf ya kemarin g bisa Up sibuk bgt soalnya, mudah-mudahan hari ini sudah bisa fokus nulis lagi yaa...
doain semoga hr ini bisa double Up , ☺☺☺
__ADS_1
tetep dukung novel receh ku dg cara kasih vote, liken comen disetiap bab nya yaa
makasih ☺☺☺☺🙏🙏🙏🙏