MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Gadis Cilik Yang Menarik Perhatian


__ADS_3

Sampai didalam kamarnya Allard langsung membuka jasnya, dan melemparnya ke sembarang tempat. Dia merasa marah karena baru kali ini ada seorang gadis yang tak terpesona olehnya


"bahkan dia bilang, dia bisa menghidupi dirinya dan kakeknya, jika perusahaan tak bisa diselamatkan"


"huh... dasar gadis naif yang sombong dan sok kuat, Bahkan tingginya saja tak sampai sepundak ku tapi dengan angkuhnya dia berkata seperti itu".


Sambil membuka dasi dan menggulungnya kemudian dia lemparkan lagi ke sembarang arah.


Saat perdebatan tadi Tica kekeh dengan pendiriannya dia tidak mau dijodohkan dan tetap akan bekerja dan dia sudah diterima di KBRI yang sayangnya KBRI Korsel. yang malah membuat kakek dan Grandpa senang karena dia bisa menikah sambil bekerja dan melanjutkan pendidikan s2 nya di Seoul Korsel.


Tadi sore sebelum berangkat untuk makan malam ini, Tica mendapatkan balasan email atas surat lamaran pekerjaannya yang ternyata diterima dan ditempatkan di KBRI Korea Selatan tepatnya di kota Seoul. Tika sangat bersyukur karena setelah ini hidup dan pendidikannya sudah terjamin.


Tanpa dia tahu bahwa Allard lelaki yang dijodohkan dengannya itu bertempat tinggal di negara Korea Selatan. Kakek dan Grandpa malah sangat senang setelah mengetahui hal tersebut dan malah menyuruhnya langsung berangkat seminggu lagi.


Jika saja Tica tau lebih awal kalau Allard menetap di Korsel, ia akan meminta ke negara lainnya saja tetapi sudah diputuskan dan tidak bisa berganti tempat lagi.


"apa katanya tadi David, dia punya usaha butik??? bahkan cuma 2 berapa keuntungannya perbulan? bagi ku mungkin hanya cukup untuk membayar listrik di mansion ku".


Ucap Allard menggebu-gebu sambil merendahkan keuntungan yang didapatkan oleh Tica, ya, begitulah Allard memang mempunyai tempramen yang cukup tinggi dan sangat angkuh jika ada seseorang yang berani menghina dan merendahkannya.


Padahal Tica tidak bertujuan menghina Allard. Tica hanya ingin terbebas dari perjodohan itu. Tetapi Allard sudah salah faham atas apa yang dikatakan oleh Tica, sehingga menyebabkan tumbuhnya benih-benih ketidaksukaan dalam hati Allard pada Tica.


David yang mendengar tuannya marah-marah hanya bisa tersenyum sendiri sambil memunguti jas dan dasi yang dibuang sembarangan oleh bos nya.


David merasa salut pada calon istri bosnya itu yang bahkan dia memilih bekerja sendiri tidak mau menikah, dan bahkan tak silau dengan harta sang tuan.


Tica bahkan tidak mau dijodohkan dengan Allard, sementara puluhan ribu gadis diluaran sana bahkan dengan suka rela menyerahkan tubuhnya demi bisa menikmati ketampanan, ketenaran dan kekayaan Allard tentunya.


Tetapi Tica bahkan tidak mau hanya berpangku tangan menjadi istri Allard, menunggu di rumah dan berbelanja menghabiskan uang tuannya seperti yang dilakukan pada wanita-wanita yang menjadi pemuas nafsu sang tuan selama ini.


David benar-benar dibuat takjub dengan kemandirian sang calon istri Tuannya bahkan diam-diam dia telah mengagumi sosok Tica. Karena selama Ia menjadi asisten Allard, ia baru menemui gadis yang seperti Tica.


Karena selama ini David lah yang sudah mengurus semua kebutuhan Allard yang hampir 10 tahun ini bekerja dengan Allard.


Dari mulai urusan kantor sampai urusan Ranjangnya semua, David yang mengurus wanita-wanita yang akan bermalam dengan tuannya dan harus dipastikan bersih dalam segala hal.


"gadis cilik yang cukup menarik" batin David, tanpa berani berbicara karena sang tuan yang sedang marah-marah.

__ADS_1


Alih-alih marah seperti tuannya David malah terus tersenyum, membayangkan bagaimana jika Tica menjadi istri Allard, sudah dapat dipastikan jika keduanya akan setiap hari bertengkar.


Melihat dari bagaimana cara keduanya mempertahankan pendapatnya masing-masing seperti perdebatan yang baru saja terjadi di restoran hotel yang mereka tempati ini.


"atur kepulangan kita ke Seoul besok pagi David. Aku marah dan sangat kecewa dengan Grandpa dan biarlah HF perusahaan itu diurus oleh orang yang sudah kita tempatkan di sana. kurasa dia sangat mampu mengurusnya".


Setelah berkata demikian Allard berjalan mengambil red wine yang tersedia di atas meja. dan menenggaknya langsung tanpa menggunakan gelas.


Kebiasaan buruk seorang Dennison Allarick Lee yaitu terus saja mengkonsumsi minuman keras, yang bahkan sangat dibenci oleh sang calon Istri.


................


Kediaman Prasetio.


"Kakek kumohon jangan begini, aku tak mau menikah dengan dia yang bahkan tidak lebih baik dari orang yang kucintai"


Sambil terus merengek Tica berjalan mensejajari kakeknya. dan terus saja merengek meminta belas kasihan sang kakek yang bahkan tidak menggubris permintaan cucu kesayangannya itu


"huh... Bahkan cinta mu hanya sepihak".


"kau itu terlalu mandiri Tica, Bahkan jatuh cinta pun sendirian".


ucap Prasetio ketus.


"ka.. kek.. tau orang yang kucintai?? Bagaimana bisa? ".


Sambil terbata Tica menjawab ucapan kakeknya. padahal ia sudah sangat rapi menjaga perasaannya agar tidak diketahui siapapun.


"kalau kakek sudah tau mengapa kakek masih saja menjodohkan aku.. "


"itu tidak mungkin Tica, karena dia sebentar lagi menikah dengan orang yang sama-sama mencintai. bukan hanya salah satu nya saja yang mencintai"


Air mata Tica kembali menetes, hatinya terasa tercubit mendengar ucapan kakeknya yang sangat menohok itu.


"bahkan dia juga tidak lebih baik dari Hafids kek".


"jangan hanya melihat luarnya saja Tica, bagaimana kamu tau dia tidak lebih baik darinya?"

__ADS_1


"jangan membandingkan sesuatu yang kau sukai dan tidak kau sukai, karena itu tidak akan sepadan jika hatimu sudah berat sebelah".


"belajarlah melupakannya nak, dan fokuslah untuk menjadi istri dari Allard. kamu masih bisa bekerja dan meneruskan pendidikan mu disana nanti"


"kakek lelah ingin istirahat, kau juga masuklah ke kamarmu dan istirahatlah, hari sudah malam".


Kemudian Prasetio melangkahkan kakinya meninggalkan sang cucu yang kian terisak itu. Ia sengaja, agar tica meluapkan kekesalan dan kecewanya dengan menangis. karena dengan menangis Tica akan merasa lega, setidaknya untuk saat ini.


Didalam kamarnya yang berada di lantai satu itu, Prasetio merenung kemudian berucap.


"andaikan kau tau tujuan kakek yang sebenarnya, dengan menjodohkan mu tica, tapi kakek akan berusaha agar kau tetap tak mengetahui itu dan hidup nyaman seperti biasa".


........


Tica hanya bisa terus menangis dan menangis, ucapan kakeknya kali ini sangat mengganggunya membuatnya tersinggung. tetapi ia berfikir lagi memang benar apa yang diucapkan sang kakek.


Ia tidak boleh terus menerus mencintai Hafidz yang akan segera menikah. Tica melepaskan kerudung dan perniknya kemudian mengganti pakaiannya dan segera menuju kamar mandi membasuh muka sekaligus berwudhu.


Selesai melaksanakan kewajiban dan meminta petunjuk Allah, dia segera membaringkan tubuhnya berharap segera bisa memejamkan mata untuk melepaskan rasa sedih dan kecewanya dengan tidur.


...................


Catatan Penulis


Hey readers....


bagaimana, sudah bisa menarik benang merah dari cerita ini????


aku Up 2x loh ini...


jangan lupa kasih bonus aku


tekan Like dan comen yaa...


tengkyuuhhhh.... 😘😘😘😘😘


...................

__ADS_1


__ADS_2