MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Zantica's Sadness


__ADS_3

"Tica, kakek mau bicara sayang",


Tica menoleh saat kakeknya tiba-tiba masuk ke kamarnya, Setelah sarapan dan meminum obatnya. Kepalanya masih saja terasa berat, semalam pun ia sebenarnya kurang tidur karena kepalanya yang terasa nyeri dan berdenyut.


Kakinya pun masih pincang dan butuh dipapah jika ingin kekamar mandi, tetapi tica yang keras kepala memilih memakai tongkat seadanya saja dirumah, sehingga tidak perlu merepotkan orang lain hanya untuk pergi kekamar mandi,


"iya kek, ada apa? "


Pras kemudian duduk disebelah Tica di sofa yang terletak didalam kamar cucunya itu. mengamati setiap wajah ayu Tica yang memang diturunkan dari sang Ibu yang juga sangat cantik, meskipun ibunya hanya seorang wanita biasa.


"heeemmmzzz..... "


Sambil menghela nafas beratnya, Pras meraih kedua tangan cucunya itu, dan menggenggam jari-jemari Tica,


"maafkan kakek, apapun yang akan kakek lakukan hari ini, adalah untuk kebaikan mu sayang".


"kakek ingin menikahkan mu dengan Allard hari ini".


Tica yang sangat terkejut langsung melepaskan genggaman tangan kakeknya.


"kek, kenapa kakek tidak menyerah juga? bahkan sekarang perusahaan HF sudah mulai membaik dan bangkit dari keterpurukannya, apa sebenarnya yang kakek inginkan?".


Dia berkata dengan nada sedikit tinggi didepan kakeknya, tica masih tidak mengerti dengan apa yang diinginkan kakeknya.


"dengarkan kakek dulu sayang, Kakek tahu perusahaan sudah membaik lagi, tetapi itu semua tidak mungkin terjadi jika tidak ada campur tangan Allard dalam hal ini, dia yang mengurus semuanya"


"berarti kakek ingin menukar kebangkitan Perusahaan dengan aku???"


"kakek ingin aku menikah dengan Allard, sebagai bentuk pertukaran, karena dia bisa membuat perusahan bangkit lagi dan tidak jadi ditutup begitu"


masih dengan menggebu-gebu Tika berbicara, sambil menggelengkan kepalanya, Tica tidak percaya kakeknya akan berbuat sepicik ini hanya untuk perusahaan.


"belum saatnya kakek menjelaskan semuanya kepadamu sayang, ada beberapa hal yang perlu diselesaikan setelah ini, kakek janji, setelah pernikahan mu nanti kakek akan menjelaskan semuanya pada mu, apa yang kamu ketahui itu tidak seperti apa yang terjadi saat ini, kakek hanya ingin yang terbaik untuk cucu kakek satu-satunya ini".


"apa yang kakek sembunyikan dari ku? kenapa tidak mengatakannya sekarang saja?"

__ADS_1


lagi-lagi Prasetio dibuat takjub dengan kekerasan hati sang cucu.


"kakek akan menjelaskan semuanya nanti malam, setelah pernikahan mu selesai"


"sekarang sudah tidak ada waktu lagi, Segera setelah ini bersihkan dirimu dan bersiaplah, kakek sudah memanggilkan Mike Up Artis Untuk mu".


"satu lagi, janji pada kakek tidak akan berbuat yang aneh-aneh sebelum pernikahan mu selesai, Jika kau masih menyayangi dan menganggap kakek ini sebagai kakek mu".


Setelah mengatakan itu, pras kemudian menyuruh bi surti untuk membantu Tica kekamar mandi.


"bi, kenapa kakek begitu?, apa yang sebenarnya kakek inginkan, kenapa seolah-olah kakek menukar aku dengan perusahaan? "


Sambil menangis Tica mengungkapkan apa yang mengganjal dihatinya pada bi Surti,


"mba, Tuan itu sangat sayang sama mba Tica, tuan tidak mungkin melakukan apa yang tidak baik untuk mba, saran bibi kali ini mba Tica manut sama tuan, Toh tuan tadi sudah mengatakan akan menjelaskan semuanya setelah pernikahan ini selesai".


Jawab Surti sembari memeluk dan mengelus punggung Tica, surti sudah menganggap Tica seperti anaknya sendiri karena memang surti tidak mempunyai anak perempuan, dan juga surti sudah mengasuh Tica sejak kecil.


"tapi bi, Tica g mau menikah dengan Allard bi, dia pria yang dingin dan ucapannya juga selalu tajam, bahkan pertemuan malam itu pun dia meminum wine, Tica juga g pernah tau bagaimana kehidupannya pria itu selama ini".


"jodoh itu, bukan hanya sebagai cerminan diri saja, Jodoh itu juga sebagai pelengkap hidup, Jika yang baik, hanya mendapatkan yang baik, lalu bagaimana dengan orang yang jauh dari kata baik?. Kita tidak pernah tau apa rahasia Allah setelah ini, mungkin saja Allah ingin meluruskan jalannya dengan cara menikahi Mb, yang Nantinya dia akan berubah menjadi lebih baik lagi"


"sebaik-baiknya Orang baik pasti memiliki sisi yang buruk, begitu juga sebaliknya, seburuk-buruknya orang yang tidak baik pasti memiliki sisi yang baik. Karena Allah menciptakan manusia itu tidak ada yang benar-benar sempurna"


Hem, bi Surti menganggukkan kepalanya pada Tica, dan Tica hanya bisa termenung memikirkan ucapan bi Surti.


Tica bahkan tidak sempat shalat istikharoh untuk meminta petunjuk, karena ia pikir kakeknya sudah melupakan perjodohan ini dengan tidak pernah mengungkit lagi setelah satu minggu ini, tapi nyatanya ia salah, bahkan kakek sudah mempersiapkan semuanya.


Hatinya terasa sakit, dan nyeri baru saja ia mengalami patah hati terhebat dalam hidupnya, tetapi kini ia harus bisa menerima kenyataan, menikah dengan pria yang sama sekali tidak dia harapkan.


Setelah selesai mandi Tica merasa kepalanya bertambah pusing akibat dari tadi dia terus saja menangis, Kemudian ia terus menerus beristighfar agar hatinya merasa tenang.


Sebelum Dirias Tica melaksanakan shalat duhur, dia berdoa, benar-benar meminta jika hari ini dia menikah semoga tidak ada penyesalan dikemudian hari, Baginya pernikahan adalah hal sakral yang harus dijalani sekali seumur hidup, sehingga Tica berharap tidak ada penyesalan nantinya, Ia memohon semoga Allah memberikan yang terbaik untuknya.


"wah, Mba nya cantik banget mba, mangklingi, jarang-jarang loh saya merias orang dengan aura yang bersinar seperti ini, bahkan saya hanya me-make over seperti keinginan mba, supaya terlihat natural dan tidak begitu tebal".

__ADS_1


Ucap sang make up artis itu sambil beberapa kali mengambil potret hasil kerjanya hari ini, yang berhasil membuatnya takjub dan merasa puas.


Tica hanya diam dan sedikit tersenyum hambar menanggapi ucapan MUA yang meriasnya. hatinya masih merasa resah jadi yang bisa dilakukannya hanya terus beristighfar sampai kegiatan para MUA itu selesai.


Tica memakai kebaya yang simple tapi elegant dengan tetap memakai Kerudungnya, Tica bahkan tidak tahu jika sang desainer yang bekerja dibutiknya yang membuatkan baju pengantin untuknya ini.


Kakeknya benar-benar membuatnya tak bisa berkata-kata, bagaimana bisa menyuruh pekerjanya membuat baju pengantinnya, dan harus bisa tutup mulut dari Tica, sementara dia yang memiliki butik itu tidak mengetahuinya sama sekali.



Meskipun tampak cantik tetapi mata itu terlihat sendu dan menyimpan luka. Tica bahkan takjub melihat dirinya sendiri, karena memang dia tidak pernah berdandan berlebihan, jadi dia terlihat sangat anggun dan cantik meskipun sedang memendam luka.


Tidak seperti penampilannya yang terlihat sangat cantik dan indah, Hatinya justru sedang menangis darah, seolah takdir sedang mempermainkannya saat ini. kenapa semuanya terlihat begitu kejam padanya, tidak bisakah menunggu sampai luka hatinya sembuh?...


Baru 3 hari yang lalu dia patah hati hebat dan sekarang dia akan menikah, meskipun dengan seseorang yang tak pernah diinginkan olehnya.


Mengingat semua itu bening dimatanya kembali menganak sungai bahkan MUA yang meriasnya merasa bingung, ini bukan ekspresi suka cita kebanyakan para pengantin. Tapi ekspresi tersiksa dan terluka.


"mba cantik, mohon kerjasamanya yaa,, make up saya udah bener-bener bagus ini, kalau mba menangis nanti rusak lagi, ya please mb,, "


kata-kata Perias pengantin itu menyadarkan Tica dari kesedihannya, sebisa mungkin Tica menahan tangisnya meskipun terasa susah dan malah membuat dadanya terasa sesak.


................


Catatan Penulis:


Hay hay... gimana sedihnya berasa g sih feelnya dapat g? atau malah garing πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£


comen donk biar bisa diperbaikin yang kurang


β˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™


jangan lupa tetep Vote, like, n comen yak biar othornya cemungud.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£


tererengkiuhh....

__ADS_1


__ADS_2