
"ketemu tuan, sinyal GPS nyonya telah ditemukan".
Allard langsung menoleh pada Hyun ki, melihat ke layar laptop dan benar saja, sudah ada titik koordinat dimana GPS dari anting yang dibelikannya telah terdeteksi, akan tetapi di belahan pulau yang berbeda, dia membaca denah lokasi dan seketika lututnya terasa melemas.
"kenapa jauh sekali, sebenarnya kelompok mana yang menculik mu sayang".
Allard memejamkan matanya sesaat, kemudian meminta david menyiapkan jet pribadinya, untuk menuju Manila Philipina, sementara Darius dan Leo mendapatkan tugas menyiapkan bodyguard terbaiknya.
Allard ditampar fakta bahwa yang menculik Ica bukanlah kelompok kecil biasa, dengan ciri kerja rapi dan bersih, sudah terkoordinasi dengan baik, mengingat bodyguardnya yang belum pernah bertempur lagi sejak 6 tahun silam, dan jumlah bodyguarnya yang terlatih hanya sekitar 30 orang, Allard tidak sebodoh itu hanya akan maju melawan kelompok orang yang begitu banyak, dan juga tujuannya ingin menyelamatkan istrinya, bukan untuk menyerahkan nyawanya.
Allard akhirnya membuang egonya, dan kemudian dia mencoba menghubungi Alejandro, temannya di dunia hitam yang dulunya juga merupakan bawahannya yang berada di Manila.
Berdasarkan informasi dari Alejandro, bahwa di Philipina tidak ada kelompok gangster atau mafia yang berskala besar. Tetapi di Vietnam ada, dan salah satu gudang narkoba milik geng Cong ho berada di Manila. Alejandro juga menambahkan jika geng itu memiliki anggota sekitar dua puluh lima ribu orang.
Allard berfikir keras kemudian dia menimbang, jika sebegitu banyak maka kekuasaannya yang sekarang tidak cukup kuat, untuk melawan geng itu, sehingga dia meminta bantuan dari salah satu temannya penguasa daratan Eropa, untuk mengirimkan sebagian anak buahnya yang terlatih untuk membantunya.
Darius dan David yang telah selesai mempersiapkan semua anak buahnya kemudian dia menemui Allard untuk segera berangkat. Tetapi terlihat Allard sedang melakukan panggilan telepon pada seseorang dengan menggunakan bahasa spanyol, kemudian keduanya menunggu hingga sang tuan selesai.
Selesai menghubungi salah satu mafia penguasa daratan Eropa itu, yang dengan senang hati akan membantunya, itu merupakan hal kecil bagi seorang Maxime Del Cano, yang merupakan mafia asal Spanyol itu.
Maxime dan Allard merupakan sahabat karib yang sangat dekat sejak mereka sama-sama menyelesaikan kuliah s1 nya dulu, di Harvard University, meskipun Maxime seorang pewaris tunggal bisnis gelap milik orang tuanya, tetapi sang ibu yang notabene hanyalah wanita biasa dan memiliki hati yang lembut, justru menyuruhnya tetap mengenyam pendidikan bahkan sampai s2.
Padahal jika dia bahkan tidak ingin sekolah pun Maxime tetap bisa hidup dengan berlimpah harta dan kemewahan bahkan untuk anak cucunya kelak, karena bisnis gelap milik ayahnya sudah menggurita di kawasan Eropa Dan diberbagai belahan dunia yang lain.
Dan pada masa kuliah itulah mereka kemudian sama-sama memulai terjun ke dunia hitam, dan memulai membangun kekuasaannya masing-masing. Tetapi keduanya tetaplah berhubungan baik sampai sekarang. meskipun sudah jarang bersinggungan satu sama lain.
Karena dulu sempat terjadi insiden dimana keduanya harus bekerja sama, untuk mengalahkan mafia penguasa Rusia pada saat itu.
Kali ini Maxime bahkan akan turun tangan langsung, untuk memimpin anak buah elite nya yang akan segera berangkat ke Manila, menggunakan pesawat jet pribadi miliknya, karena perjalanan dari Spanyol menuju Manila membutuhkan waktu kurang lebih 18 jam. Dan akan sampai di Manila pada siang hari.
__ADS_1
Sementara Allard akan berangkat terlebih dahulu, dia akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, dia tidak ingin gegabah karena yang dihadapinya adalah gangter berskala besar. Meskipun dia berpacu dengan waktu dengan keselamatan istrinya.
Tetapi kali ini dia butuh persiapan yang matang, karena sudah 5 tahun ini, dia tidak pernah bersinggungan dengan dunia hitam sama sekali.
Allard yang menyadari kehadiran anak buah terbaiknya itu, segera memberi perintah untuk mengambil senjata yang sudah lima tahun ini hanya tersimpan di gudang bawah tanah, dia menyimpannya dengan sangat rapi.
"kita ambil senjata dulu di gudang bawah tanah".
Ucap Allard pada kedua anak buah terbaiknya itu, sementara Leo sedang mengkoordinir bodyguard yang lain supaya menuju ke bandara.
"baik tuan".
"jangan lupa bawa serta Hyun ki, dia yang akan bekerja mencari titik koordinat yang sesuai, tetapi nanti dia akan tetap berada sedikit jauh dari lokasi".
"baik tuan".
........
Di sambut dengan suhu lembab karena tidak ada cahaya matahari yang masuk kedalam gudang itu, ketiganya bergegas menyiapkan peti-peti senjata dan juga beberapa koleksi pistol terbaik milik Allard yang sudah lama tidak disentuhnya itu.
Allard mengambil 5 pistol Glock 17 koleksi terbaik miliknya, memberikannya pada David, Darius, Leo dan juga dia sendiri akan membawa 2 pistol itu. Pistol Glock 17 merupakan salah satu pistol terbaik di dunia. Karena pistol ini yang dipakai oleh pasukan Delta Force Angkatan Darat AS.
Ketiganya kemudian keluar dari gudang itu dengan David dan Darius membawa kotak peti yang berisi senapan laras panjang maupun pistol untuk para bodyguardnya.
Setelah siap semuanya mereka berangkat ke bandara, menggunakan dua mobil, sementara Hyun ki selalu berada tepat disebelah Allard untuk terus memantau sinyal GPS.
Allard hanya berharap istrinya saat ini masih baik-baik saja, dan anting itu masih tetap menempel ditubuh istrinya. Dia berjanji dalam hati akan menghancurkan siapa saja yang berani melukai istri kecilnya itu.
Dengan kekuasaan yang dimiliki Allard, sehingga peti senjata itu bisa lolos di bandara dan masuk dalam jet pribadinya tanpa proses panjang karena David sudah mengurusnya dengan baik.
__ADS_1
Rombongan Allard yang berjumlah 30 orang itu kemudian mulai meninggalkan Incheon Airport untuk segera menuju Manila dengan membutuhkan waktu dua jam setengah,
Allard merasa perjalanan ini sangat lama, dia sudah sangat tidak sabar untuk segera bertemu istrinya. Tetapi dia harus menyusun strategi terlebih dahulu.
...............
Sampai di Manila waktu masih jam 9 malam, rombongan Allard dijemput oleh Alejandro dan telah dipersiapkan sebuah hotel miliknya yang akan menjadi transit sekaligus menyusun strategi penyerangan sekaligus penyelamatan Ica.
Alejandro merupakan pengusaha hotel, dia mengikuti jejak tuannya itu, dan keluar dari dunia hitam bersama rekannya yang lain yang merupakan salah satu dari sekian puluh anak buah terbaik Allard ketika masih berada dalam lingkaran dunia hitam.
Sampai di hotel milik Alejandro yang di beri nama Ale hotel itu, Allard segera mengumpulkan David, Darius, Leo, Hyun ki, Alejandro dan juga beberapa anak buah Alejandro untuk menyusun strategi seperti apa, pertama mereka mencari dulu titik koordinat GPS di anting Ica.
Dan ditemukan ternyata berada disebuah bangunan luas dengan 7 lantai yang sudah terbengkalai. Dan memang posisinya berada ditempat yang sedikit jauh dari kawasan penduduk.
Beberapa anak buah Alejandro segera memantau bangunan itu untuk mencari celah, terlihat dari teropong, di sana cukup ramai dan ada puluhan mobil, meskipun tempat itu jarang terjamah.
Allard mengepalkan kedua tangannya dia sudah bisa mengira, situasi semacam apa yang sedang berlangsung saat ini. Allard tetap mencoba menetralkan emosinya dan fokus pada pembahasan yang tengah dipimpin oleh Darius dan David itu.
...................................
kira2 seperti apa ya kondisi Ica saat ini...
ternyata buat genre action itu sulit yaa,,, apa lagi aku perempuan g tau tentang senjata dan dunia begituan ini murni imajinasi ku πππ
Masih penasaran kan tunggu lanjutannya nnti.. aku berharap tetep bisa dapet 50 comen di bab ini klo bisa lebih βΊβΊπ€£π€£π€£
ngarep πππ€£π€£
tetep dukung author membosankan ini ya ksih Vote, like n comen .....
__ADS_1
makasih sayang kuuhh βΊβΊππππππ