MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Penyesalan Terdalam


__ADS_3

Sampai di apartemen yang telah menjadi miliknya kemarin, ica sedikit terkejut kala apartemen itu tidak sesuai keinginannya, apartemen di kota Seoul memanglah sangat mahal mengingat Seoul adalah kota metropolitan yang maju pesat dalam semua hal, sehingga wajar bila harga sewa maupun harga jual apartemen di situ sangat mahal.


Ica membelinya dengan online dan mentransferkan uangnya tanpa melihat langsung, tetapi apartemen ini masih berada dalam radius kota, sehingga tak menyulitkannya jika berangkat kerja karena jarak tempuhnya tidak terlalu jauh dari gedung KBRI.


Beruntungnya apartemen ini sangat bersih sehingga bisa langsung digunakan oleh Ica tanpa harus membersihkannya terlebih dahulu. Ica tak sempat room tour karena kondisinya saat ini sangat lemah sehingga dia memilih beristirahat mengingat hari sudah malam.


Besok hari minggu setidaknya dia tidak usah meminta izin dari pekerjaannya untuk esok. Ica membaringkan tubuhnya yang serasa remuk itu di ranjang yang jauh berbeda dengan kasur di mansion Allard yang memang perbandingan harganya pun jauh berbeda. Tetapi dia tidak memusingkan itu saat ini, baginya memiliki apartemen dari hasil jerih payahnya sendiri merupakan sebuah kebanggaan meskipun dia harus mengurus segala sesuatunya sendiri.


Ica terbangun dengan suhu tubuh yang sangat panas, badan yang sudah terasa sakit dan linu, ia mencari obatnya yang ternyata tertinggal di mansion Allard, menghela nafas pasrahnya dia hanya berharap Allah berbelas kasih padanya saat ini, dengan mengirimkan bantuan melalui siapa pun, dia ingin pergi ke kamar mandi karena kandung kemihnya sudah terasa sangat penuh.


Selesai berkemih, dia berusaha ingin segera membaringkan tubuhnya lagi karena kepalanya yang terasa kian berat dan berdenyut, setengah perjalanan pandangan matanya menggelap dan ia jatuh tak sadarkan diri di lantai apartemen yang dingin.


......................


Allard yang baru saja menyelesaikan semua pekerjaan di kantornya, dia melirik jam rolex di pergelangan tangan kanannya, yang menunjukkan pukul 5 dini hari, di depan mejanya sekarang terlihat tiga laptop sekaligus, dia mengurus Secret Hotel, Secret Mall dan juga HF furnitur secara bersamaan.


Tadi malam secara tiba-tiba tim IT yang memang di pekerjakan oleh Allard di perusahaannya, memberi tahu Evelyn jika ketiga perusahaannya itu diserang hacker, entah apa apa tujuannya menyerang kedua perusahaan miliknya dan satu perusahaan milik Ica itu. Dan semua itu sedang dicari tahu oleh tim cyber di perusahaannya.


Tim IT yang kebanyakan bekerja di rumah dan sedang dalam kondisi tidak siap itu dibuat kalang kabut oleh hacker yang menyerang data-data perusahaan Allard, dan dia menyuruh Evelyn untuk memberitahu Allard jika keadaan sedang genting.


Mau tak mau Allard dan David ikut turun tangan membantu tim cyber dan bekerja gila-gilaan semalam, karena semua laptopnya berada di kantor, jadi dia meminta David ikut dengannya kekantor sementara Evelyn membantu dengan semampunya, tetapi ketika jam dua malam dia di izinkan pulang karena sudah larut malam.


Sementara David baru saja menyelesaikan semuanya dengan dua laptop sekaligus untuk mengurus Secret Mall. Keduanya terlihat lelah, tetapi kemudian Allard dibuat terkejut saat mendapatkan telepon dari mansionnya dini hari.


Mila mengatakan jika saat ini Sang nyonya tidak ada di mansion, karena dia dan semua pelayan maupun bodyguard sudah mencarinya di seluruh mansion dan tidak menemukan keberadaan Nyonya.


"apa?, bagaimana bisa Ica pergi dan kalian tidak mengetahuinya".


"(....................)"

__ADS_1


Mila juga menyampaikan jika penjaga sudah mengecek CCTV dan melihat Ica meninggalkan mansion tak lama setelah pertengkarannya dengan Allard.


"****... "


Allard mengumpat sembari mengajak David pulang ke mansion dengan terburu-buru. Allard beberapa kali menyuruh David menambah kecepatan laju mobil Rolls royce itu, beruntung malam hari sehingga mereka berdua dengan cepat bisa segera tiba di mansion Allard.


Sampai di mansion Allard berlari mencari keberadaan mila dan melihat CCTV, dia bingung sekaligus khawatir, dia naik ke anak tangga kemudian melihat darah berceceran, dan Mila mengatakan jika itu darah sang nyonya yang mungkin sedang terluka saat pulang malam itu terlihat dari CCTV juga kondisi Ica tidaklah baik-baik saja.


Allard menggila, dia meraih tongkat baseball miliknya dan mengayunkannya pada apa saja yang berada didepannya saat ini. Memukul semua hiasan dan pernik yang ada di mansionnya tanpa rasa bersalah sedikit pun. Guci-guci besar serta lemari kaca pun tak luput dari sasaran amarahnya kali ini.


Setelah lelah dia duduk di sofa dan mengingat kembali perdebatan yang berakhir istri kecilnya itu menandatangani gugatan perceraian yang dibawa oleh David, Yang sebenarnya semua itu ingin dimusnahkan oleh Allard, dia hanya meminta David mengambilnya karena tidak ingin ada yang mengetahui niat awal Allard menikahi Ica.


Tetapi sejak malam dimana dia merenggut kesucian Ica dengan sangat brutal itu, dia sangat menyesalinya, dia merasa sangat bangga pada istrinya yang bisa menjaga kehormatannya, karena selama ini Allard tidak pernah bercinta dengan wanita yang masih virgin.


Allard juga menyadari jika perasaannya pada istrinya itu bukanlah hanya perasaan simpati belaka, melainkan perasaan cinta yang tumbuh dengan tulus, terbukti saat Ica ingin direbut oleh Hafid, malam harinya Allard tidak bisa tidur, dia sangat gelisah dan takut kehilangan Ica sehingga puncaknya saat dia mengetahui jika Ica menemui dua orang pengusaha malam itu, dia tidak lagi bisa menahan dan mengontrol emosinya karena dipenuhi rasa cemburu yang teramat sangat.


Pada pagi harinya pun dia sangat menyesal telah meninggalkan istrinya, yang sedang terluka karena perbuatannya itu tetapi dia mempunyai pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan.


Allard melihat memar ditangan dan kaki, serta pipi dan bibir istrinya itu, dia bangun meraih salep yang diberikan Felly kemarin, kemudian mengoleskan perlahan pada aemua luka memar ditubuh istri kecilnya itu.


Dia mengingat kembali jeritan dan tangisan pilu istrinya malam itu membuat dadanya terasa sakit, kemudian Allard kembali melihat luka di bibir istrinya itu, dia bisa memastikan jika ica akan kesulitan jika akan makan maupun minum.


"maafkan aku honey, aku tidak bisa mengontrol diriku tadi malam, dan pagi ini harusnya aku berada disisi mu"


Allard merasa bersalah dan menyesal telah memperlakukan istrinya dengan cara yang sangat-sangat tidak pantas, dia kemudian mengecup semua wajah dan puncak kepala istrinya itu kemudian memilih tidur di sofa yang berada di kamar istrinya.


Tetapi pagi hari dia dibangunkan David untuk segera berangkat ke perusahaan, karena ada meeting penting dengan pengusaha dari singapura, dia segera bersiap dan menemui Evelyn di kamar tamu lantai satu, untuk mengambil dokumen yang ia minta dikerjakan oleh Evelyn.


Dia menyesal Ica melihat Evelyn memeluk lengannya saat itu. Andaikan pikirannya tidak kacau dia mungkin bisa menyadari jika Evelyn memeluk lengannya jadi Ica tak melihat pemandangan yang bisa menyesakkan hatinya.

__ADS_1


"fu*k............ "


Lagi-lagi Allard mengumpat saat menyadari kebodohannya dengan membuat Ica salah faham atas semuanya yang terjadi. Dia meneteskan air mata penyesalannya saat mengingat kondisi istrinya terakhir kali.


Dengan wajah pucat, berjalan sempoyongan dan terlihat mengenaskan ditambah luka ditangannya, yang bahkan baru dia ketahui sekarang, Allard penasaran bagaimana bisa Ica mendapatkan luka itu.


"hhhaaahhhh..... "


Allard berteriak berusaha membuang sesak di dadanya karena khawatir dan takut dengan kondisi istrinya itu. Semua maid dan bodyguard yang terkumpul nyaris dua puluh lima orang pada waktu belum subuh itu hanya mampu membisu, melihat sang tuan menggila, mereka juga merasa bersalah dengan tidak mengetahui kepergian sang nyonya yang telah mengosongkan lemari pakaiannya itu.


Allard bahkan beberapa kali melayangkan tinjunya pada para pengawal yang berjaga di gerbang depan, karena telah membiarkan sang nyonya pergi meninggalkan mansion.


Allard sangat merasa bersalah telah membiarkan kesalahfahaman yang terus menerus bertumpuk menjadi satu, awalnya dia ingin menjelaskannya tetapi karena pekerjaan yang mendesak dia pikir akan menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu kemudian menyelesaikan kesalahfahaman pada istrinya, tetapi semuanya sekarang percuma.


"dia bahkan di Seoul tidak memiliki teman dekat seperti di Indonesia, kemana dia pergi, sayang kembali lah kumohon".


Allard berbicara sendiri, semua pelayan dan bodyguard dibuat tercengang melihat seorang Dennison Allarick Lee menangisi wanita, padahal sebelumnya, wanita yang menangis karenanya. David hanya bisa terdiam melihat sang tuan terus merutuki kebodohannya dan menangisi kepergian nyonya.


Setelah meminum air yang diberikan Mila, dia kemudian mengingat jika dia memasang alat pelacak pada ponsel istrinya, dan seketika matanya berbinar, dia merogoh ponselnya yang dia ambil dari saku jasnya, kemudian mengaktifkan pelacaknya di ponselnya dan segera mencari keberadaan istrinya itu.


"kenapa dari tadi aku tidak kepikiran hal ini?, dasar bodoh"


Ucapnya pada diri sendiri, jika sedang panik maka pikiran pun semakin sempit. Mata Allard berbinar seketika, saat mengetahui keberadaan istri kecilnya.


Dia segera meraih kunci mobil ditangan David dan menyuruh beberapa bodyguardnya untuk mengikutinya kali ini.


......................


Gimana-gimana ternyata babang Allardnya tidak serendah dan sebiadab apa yang ada dipikiran kalian kan.... dia mulai bucin ini πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£

__ADS_1


tetep kasih Vote, like n comen yaa karena masih banyak keseruan lainnya dibab selanjutnya...


yang dah kasih dukungan makasih banyak β˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2