
Berjalan tertatih menuju walk in closed dengan dipapah oleh Mila, area sensitifnya sungguh masih terasa perih dan ngilu, terlihat dia beberapa kali meringis saat melangkahkan kakinya, Tica memasuki walk in closed milik Allard, ini merupakan pertama kalinya dia melihat walk in closed milik seorang sultan.
"wah lihatlah bahkan walk in closednya saja sama seperti lebar kamar ku di Indonesia".
Batin Tica dalam hati dia begitu heran dengan kehidupan orang kaya, semua kemeja terjajar rapi berdasarkan warna seperti di butiknya, puluhan jas dan tuxedo, juga terpajang rapi di dalamnya, baju santai seperti kaos dan celana denim pendek maupun panjang terlipat rapi di dalam lemari, jaket dan cardigan semua musim juga tersedia, bahkan dia memiliki lemari khusus pakaian dalamnya sendiri, termasuk tempat bermacam-macam sepatu koleksi Allard dan dilengkapi dengan standing mirror.
Mila memapah Tica mendekati pintu geser yang bahkan Tica tidak tahu ternyata di dalamnya masih ada ruangannya lagi, dia begitu penasaran, kenapa dia dibawa kesini, apakah hanya mau menunjukkan seberapa kayanya seorang Dennison Allarick Lee atau apa?.
"tunggu, kenapa bibi mengajak ku kemari?, bukankan cukup mengambilkan baju ku di kamar ku saja?".
Mila hanya tersenyum kemudian menggeser pintu yang tersamarkan oleh lemari itu. Seketika tampaklah walk in closed yang hampir sama lebarnya di dalam. Dan anehnya semua baju-baju itu milik perempuan.
Apakah baju-baju ini semua milik wanita-wanita yang dikencani Allard? kenapa harus diperlihatkan kepada ku?
"tunggu, baju-baju siapa ini semua?"
Mila kembali tersenyum kemudian dia menjelaskan.
"semua barang yang ada disini merupakan milik nyonya, semua ini sudah dipersiapkan oleh tuan Allard setelah menikah dengan nyonya, meskipun semuanya atas perintah tuan besar, tetapi tuan Allard sendiri yang menyuruh dan memilih semua barang yang ada disini secara langsung".
Saat itu juga Tica ternganga tak percaya dengan mulut yang sedikit terbuka tapi dengan cepat dia menutupnya dengan tangannya sendiri.
"bibi pasti bercanda kan, semua ini sudah ada sejak sebelum aku datang bukan? dan karena takut ketahuan jadi kau mengatakan ini semua milik ku, iya kan bi?"
Senyuman di bibir Mila melebar saat melihat ketidak percayaan sang nyonya padanya saat ini.
"saya tidak berbohong nyonya, saya mengatakan yang sebenarnya, tuan memang terlihat dingin dan angkuh, tetapi dia begitu perhatian dengan nyonya".
"perhatian yang bagaimana? jika saat ini aku saja aku di campakkan olehnya, setelah dia mendapatkan apa yang dia mau, sekarang dia meninggalkan ku dengan alasan perjalanan bisnis, sangat menggelikan sekali".
"saya tau nyonya masih belum percaya, jadi mari kita lihat saat tuan pulang nanti malam, ah ya, nyonya mau memakai baju yang mana?"
"lihatlah, para wanita lain tidak akan memakai pakaian seperti ini nyonya".
Mila menunjukkan pada Tica beberapa dres dan gaun lengan panjang yang terlihat sopan, dan jika dipikir lagi semuanya memang lah pakaian sopan untuk muslimah, jadi benar semua ini miliknya? boleh kah Tica sedikit senang sekarang?.
Dilihatnya dress dan gaun semuanya berlengan panjang, juga ada setelan kantor formal, jaket dan long cardigan, di sana juga tersedia puluhan piyama dan lingerie, beserta dalaman, juga jangan lupakan berbagai merk hijab tersedia di sana dilengkapi dengan pernak pernik perhiasan mewah emas dan berlian di dalam etalase khusus.
Tica terlihat takjub dengan semua barang branded yang sudah tersedia untuknya. Jika semua ini dipersiapkan untuknya, kenapa menaruhnya di sini bukan di kamarnya saja?, pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya.
"jika semua ini dipersiapkan untuk ku, kenapa tidak menaruhnya dikamar ku saja bi, kenapa malah ditaruh dikamar ini?, benarkah semua ini dipersiapkan untuk ku?"
Dan lagi-lagi Mila tersenyum lebar, kemudian dia juga menjelaskan pada sang nyonya.
"Nyonya, perlu nyonya ketahui jika tidak semua orang bisa masuk ke kamar pribadi tuan Allard, hanya tuan, David dan saya yang memiliki akses masuk ke kamar ini, selebihnya tidak pernah ada yang memasuki kamar ini".
"benarkah? bukannya Allard sering membawa wanitanya pulang ke mansion?".
__ADS_1
"benar nyonya, tuan memang sering membawa perempuan tetapi tidak ada yang pernah tidur dikamar ini selain tuan sendiri".
"tuan hanya mengizinkan dilantai satu, tidak pernah naik kelantai tiga nyonya".
Ucap Mila sambil mengangguk meyakinkan Tica jika memang hanya dia perempuan satu-satunya yang sudah pernah menempati kamar ini,
"mulai sekarang dan seterusnya, kamar nyonya pindah kesini, atas perintah tuan Allard"
"aku nyaman dengan kamar ku yang biasanya bi".
"silahkan nyonya berbicara pada tuan secara pribadi untuk masalah itu".
heemmmmm.....
Tica menghela nafas beratnya, dia sudah merasa tidak sanggup berdiri terlalu lama, segera memilih dres sebetisnya dan lengan yang sampai siku, dia kemudian berganti pakaian dan ingin segera mengistirahatkan badannya.
Dibantu Mila, Tica berjalan tertatih tetapi sampai pada pertengahan jalan dia ambruk, kakinya serasa tak lagi sanggup berjalan, sementara pangkal pahanya terasa begitu sakit dan menggigit, dia meringis meneteskan air matanya.
Hanya berjalan beberapa meter pun serasa berkilo-kilo meter, dia menyesali kenapa kamar Allard harus seluas ini.
"nyonya, apakah sudah tidak bisa? saya akan memanggil maid yang lain untuk mengangkat nyonya kalau begitu".
"jangan, tidak usah, akan sangat memalukan jika sampai orang lain tahu kondisi ku, aku masih bisa berjalan".
Dengan dibantu Mila akhirnya Ica sampai ketempat tidur yang seprei nya audah diganti, dan juga sudah dirapihkan dengan Mila saat ia sedang mandi tadi.
"sudah saya taruh diruang laundry nyonya".
" biarkan aku yang mencucinya, aku tidak nyaman orang lain mengetahuinya Bi".
"tidak apa nyonya, biar saya yang mencuci, jadi yang lain tidak akan mengetahui, juga nanti tuan akan memarahi saya".
Tica mengangguk, lagi-lagi dia dibuat tak berdaya, Tica sebenarnya malu saat orang lain mengetahui kondisinya saat ini, dia juga ingin kembali ke kamarnya, tetapi langkahnya masih belum mampu.
Setelah memakan sarapan yang sangat terlambat dan meminum obatnya, Ica kembali merebahkan dirinya di ranjang Allard, meskipun sebenarnya enggan tetapi tidak ada pilihan lain.
...............
Hampir petang saat Felly kembali datang ke mansion untuk memeriksa kondisi Tica, dia dibuat heran dengan penampilan istri Allard, meskipun hanya memakai pakaian santai justru malah cantik natural yang dimiliki Ica itu terlihat nyata.
Setelah memeriksa kondisi tubuh Ica, Felly kembali berpamitan pulang karena hari sudah malam. Ica menolak saat Felly ingin memeriksa daerah sensitifnya, dia merasa malu dan tidak pernah ada yang melihatnya.
Akhirnya Felly pun mengalah dan memberikan salep untuk dioleskan pada area sensitif Ica, dan Ica mau menerima itu.
........ ....
Waktu menunjukkan pukul 12 malam, dan Allard masih diperjalanan pulang, karena sudah malam dia menyuruh sekertaris Nya dan juga David menginap di mansionnya.
__ADS_1
Sekaligus menyelesaikan pekerjaan yang akan dipergunakan untuk meeting bersama kliennya dari Dubai hari senin lusa, dan Evelyn sangat menyukainya, dia pikir Allard sengaja mengajaknya untuk bisa menghabiskan malam ini bersamanya, seperti biasanya.
..........
Pagi menjelang Ica dibantu Mila menjalankan kewajibannya, setelah Ica mandi dan mengganti bajunya, dia ingin segedar melihat pemandangan di mansion, dia merasa bosan terus berada di kamar pribadi Allard.
Tica turun kelantai satu dengan menggunakan lift khusus, dengan dibantu Mila, meskipun ada lift tetapi semua penghuni mansion lebih menyukai menggunakan tangga.
Tica duduk diam di meja pantry, hanya melihat para maid yang sibuk menyiapkan sarapan dan bersih-bersih mansion. Tica heran mengapa maid kali ini membuat sarapan lebih.
"Mina, kenapa membuat sarapan banyak? "
"iya nyonya, untuk nyonya, tuan dan juga asisten david".
"jadi Allard sudah pulang? kenapa aku tak tahu?".
"tuan pulang tadi malam nyonya, dan pada saat yang bersamaan pintu kamar tamu bawah terbuka dan muncullah Allard disertai Evelyn yang sedang bergelanyut manja di lengannya.
Pandangan mereka bertemu, kemudian Ica segera melihat ke sembarang arah, Allard yang tidak sadar jika Evelyn sedang menggandengnya pun dengan cuek berjalan ke meja makan.
Lagi-lagi tatapan mereka bertemu Ica yang yang melihatnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan pandangan terluka itu segera mengalihkannya pandangannya lagi disertai air mata yang menetes dari kedua netra cantiknya itu.
"jadi benar apa yang ku duga, setelah mendapatkan ku, dia membuang ku begitu saja".
Batin Tica dalam hati. Dadanya terasa sesak, sakit dan berdenyut seperti ada pisau yang menghujam jantungya saat ini, ternyata semua ucapan Mila itu hanya bualan.
Setelah apa yang dia lakukan pada Ica, hingga kondisinya mengenaskan, langsung ditinggal pergi dan sekarang dia bermalam dengan wanita lain lagi.
"kali ini kau menyakiti ku dengan sangat sempurna Allard".
...................
hay hay sayang-sayang kuuhhh....
maaf ya agak telat pos, lagi riweh seharian ☺☺ tapi demi kalian aku rela nyempetin ngetik ini...
Kunjungi juga fb dan tik tok ku, supaya bisa sempurna ngehalunya dengan liat aktornya disana...
Tik tok : @fayna_rahma
FB : Fayna Rahma
IG : Zantica Rahma
Yuk cuzz kepoin liat keuwuan babang Allard dan dedek Ica..
Jangan lupa kasih Vote, like n comen yaakkk ☺☺☺ makasih 😘😘🙏🙏🙏
__ADS_1