MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Ketakutan Zantica Rahma


__ADS_3

Allard mengeram frustasi saat Ica menolaknya, padahal dia sudah sangat menurunkan egonya untuk meminta baik-baik pada istrinya itu, tetapi Ica yang tetap mempertahankan apa yang tak dia inginkan itu membuat Allard marah dan pergi meninggalkan kamar istrinya, dia merasa sudah mengemis pada istrinya itu.


Padahal tidak ada yang berani menolaknya selama ini, bahkan tanpa dia meminta pun semua wanitanya akan melayaninya dengan suka cita, hanya untuk bisa merangkak di ranjang Allard para wanita itu bersaing secara ketat.


Dari mulai putri pengusaha, putri pejabat, model, bahkan artis papan atas tidak ada yang menolak jika di ajak one night stand apa lagi jika diajak berlibur ke pulau pribadi milik keluarga Lee.


Hanya Tica, wanita yang sudah jelas-jelas menjadi istrinya itu yang secara hukum wajib melayani kebutuhan biologisnya, malah menolak dirinya dengan lantang.


Sebenarnya bukan tanpa alasan Tica menolak suaminya, Tica tau jika menolak suami itu berdosa, tetapi dia juga jauh memikirkan masa depannya, jika nanti Allard sudah memperoleh apa yang dia inginkan, Tica takut jika Allard menceraikannya.


Lalu bagaimana nasibnya jika dia sampai hamil dan mempunyai anak, sementara suaminya mencampakkannya. Bukan tidak mungkin jika melihat bagaimana perangai Allard yang dengan mudahnya bergonta-ganti wanita setiap malamnya.


Apa lagi pernikahan keduanya tidak berlandaskan cinta dan malah berlandaskan hubungan saling menguntungkan. Tica terlalu takut akan hal itu, pasangan yang saling mencintai pun banyak yang dengan mudahnya melepaskan pasangannya jika sudah bosan, atau memilih berselingkuh.


Apa lagi Allard yang memang kehidupannya selalu dikelilingi wanita cantik. Bukan tidak mungkin jika dengannya Habis manis sepah dibuang. Ketakutan-ketakutan itu yang membuatnya selalu menjaga jarak dengan Allard.


Dia berusaha membentengi dirinya untuk tidak jatuh cinta dengan Allard meskipun tanpa disadarinya rasa itu tengah tumbuh subur di hatinya saat ini.


.............


Sementara Allard yang sudah terlanjur marah memilih pergi ke club malam, mencoba menghibur diri meskipun saat ini tujuannya itu tidak berhasil, dia duduk di ruangan VVIP di sebuah club ternama di kota Seoul, ditemani berbagai minuman mahal dan dua wanita pilihan yang bahkan menjadi idola di club ternama itu.


Tetapi pikirannya masih saja berputar-putar mengingat pertengkarannya dengan istri kecilnya yang menolak melayaninya. Padahal dia sudah meminta.


"huh... dia pikir dia siapa?"


"beraninya menolak ku, disaat semua wanita bersaing untuk bisa menemani malam ku"


"Kau terlalu sombong menjadi seorang wanita, ah... bahkan umurnya belum genap dua puluh tahun".


" aaahhhhh...... ****"


Allard marah dan melempar gelas yang berada di dalam genggamannya itu kelantai ruang VVIP.


Prang....


Dua wanita yang bergelanyut manja di samping kiri dan kanan Allard itu terlonjak saat Allard melemparkan gelas wine nya.

__ADS_1


Allard kemudian menenggak red wine langsung dari botolnya, tanpa menggunakan gelas. Kemudian dia menoleh pada wanita yang berada di samping kanannya, Meraih dagu Victoria dan mencengkram dengan kuat tanpa rasa kasihan, sementara Victoria tengah meringis kala merasakan kuatnya cengkraman Allard pada dagu dan pipinya.


"katakan pada ku, Apa kau juga berani menolak ku saat ku ajak bercinta?"


"ti-tidak tuan, saya akan melayani anda dengan senang hati tuan Allard, saya tidak akan mengecewakan anda".


Allard menyeringai sembari mendengus kemudian melepaskan cengkraman nya pada dagu Victoria.


"bagus, lakukan tugas mu dengan baik"


Ujar Allard dengan nada dinginnya. Kemudian Victoria dengan senang hati melakukan perintah Allard, mencoba menjamah titik sensitif Allard dan mencoba meraih bibir Allard.


Tetapi Allard sama sekali tidak terusik dengan cumbuan Victoria, meskipun saat ini Victoria sudah menyentuh pusaka berharganya. Dia malah merasa tidak nyaman dan jijik saat Victoria berusaha memasukkannya kedalam mulutnya.


Allard mendorong Victoria dengan keras bahkan Victoria sampai terbentur kelantai yang dingin, dia terkejut saat sedang asik bermain tetapi Allard malah mendorongnya.


"akh... tuan?? "


Sembari meringis menahan sakit kepalanya karena terbentur kursi saat dia terjatuh.


"pergilah, kalian tidak berhasil membuat ku on".


David sedikit tersenyum kala menyadari sang tuan sudah tak bisa bercinta dengan sembarang wanita, padahal biasanya dia akan dengan kasarnya bermain dengan wanitanya, saat dia sedang marah karena masalah kantor atau apa pun itu. Dengan sang wanita berakhir tragis dan mengenaskan keesokan paginya.


Tetapi kali ini berbeda bahkan dia tidak bernafsu sama sekali dengan para wanita yang jam terbangnya sudah sangat tinggi itu. Sia-sia kali ini dia memanggil dokter Harry untuk melakukan pemeriksaan fisik pada Victoria dan rekannya tadi, sebelum keduanya menemani Allard malam ini.


Seperti biasanya Allard tidak pernah bercinta dengan sembarang wanita jika belum dipastikan jika wanita itu bersih dan sehat luar dalamnya.


Allard masih saja terus mengumpat dan memilih meminum red wine berusaha menghilangkan kekesalannya pada istri kecilnya itu.


...........


Tica yang setelah pertengkarannya tadi dia memilih mengunci pintu kamarnya, takut jika tiba-tiba Allard datang dan melakukan hal yang tidak diinginkannya.


Meskipun sebenarnya percuma dia mengunci pintu, karena Allard mempunyai kunci cadangannya untuk ruangan mana pun di mansionnya. Terkecuali kamar pribadinya yang memang menggunakan Sensor sidik jari dan kode yang dibuat khusus dan tidak sembarang orang bisa memasuki kamarnya.


Hanya Allard, David dan Mila saja yang mempunyai akses masuk ke kamar pribadi Allard. Bahkan istrinya saja tidak memounyai aksea masuk ke kamar pribadinya. Jika saat sedang dibersihkan pun Mila sendiri yang membersihkannya atau mengajak satu orang maid tetapi jika sudah selesai, mila akan keluar bersama maid yang membantunya.

__ADS_1


Tica memilih melihat akun emailnya yang telah berisi sepuluh permintaan dari para Kliennya untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Negosiator.


Tica segera menyanggupi semua penawaran yang membutuhkan jasanya itu. Dia harus fokus pada tujuan awalnya bekerja dan menghidupi anak-anak panti, dia tak ingin memikirkan Allard sekarang, yang bisa membuatnya bertambah sakit kepala.


"done, besok misi pertama jam 11 malam di secret hotel, kenapa semua klien banyak yang memilih secret hotel? tetapi memang secret hotel memiliki pelayanan yang memuaskan".


Ucap Tica sembari menutup laptop berlogo apel tergigit itu, kemudian memindahkannya pada tempatnya, dan dia bersiap untuk tidur malam ini, besok agendanya padat sekali, menemui dua klien dari perusahaan Minyak Arab Saudi dan kontraktor asal Rusia.


Tica harus menyiapkan tenaganya kali ini menghadapi dua pekerjaan yang memang sedikit banyak bersinggungan dengan dunia hitam.


Karena kali ini kontraktor asal Rusia itu bekerjasama dengan kelompok mafia asal Spanyol, yang begitu terkenal di daratan Eropa. Kali ini Tica harus bisa memantapkan hatinya meskipun pekerjaannya kali ini cukup membahayakan, tetapi karena memang bonusnya lumayan besar yang membuat Tica tergiur menerimanya.


...........


Pagi hari Tica bangun seperti biasa, dia ingin membuatkan sarapan untuk Allard, meskipun dia masih marah, tetapi dia tidak ingin melepaskan tanggungjawabnya yang setiap pagi telah dia lakukan.


Setelah semua sarapan dan kopi siap tersaji, Mila yang baru saja membersihkan kamar Allard menghampiri Tica dan berkata jika Allard tidak pulang ke mansion malam ini.


"nyonya, tuan tadi malam tidak pulang, dan pagi ini pun tidak akan pulang, tadi David sudah menghubungi saya, sebaiknya nyonya makan sendiri saja".


"Allard tidak pulang? baiklah kalau begitu, yang satu porsi nasi goreng ini untuk mu Mila"


"baiklah nyonya terimakasih".


Mila menerima setelah tadi sempat menolaknya karena segan memakan sarapan yang sudah dibuatkan sang nyonya khusus untuk tuannya, tetapi Tica terus saja memaksanya dan akhirnya Mila menerimanya kali ini.


Tica merasa perasaannya tidak nyaman, mengetahui Allard tidak pulang ke mansion, dia merasa bersalah, tetapi dia juga tidak bisa mengikuti kemauan Allard.


"ah... kenapa rasanya sangat tidak nyaman sekali, ada apa dengan ku".


Ujar Tica sembari menghabiskan sarapan yang terasa hambar pagi ini tanpa kehadiran Allard.


..................


Lanjut lagi besok part seru dan menegangkan segera dimulai, kasih bocoran dikit, pada akhirnya Allard mengira Tica bermain dengan para pengusaha, dia tidak terima sementara dia menolak suaminya dan Allard marah besar, berusaha memaksa Tica mengambil haknya..


yah... dengan diselingi konflik dari pekerjaan Tica juga..

__ADS_1


dukung terus makannya kasih vote, like n comen yaakkk... biar authornya semangat ngetik...


maaciihh β˜Ίβ˜ΊπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2