
Allard dan Ica menghabiskan waktu seharian ini hanya di dalam mansion, tepatnya di dalam kamar pribadi mereka berdua, Ica malas keluar karena jalannya terasa aneh, dia yang sangat pemalu memilih berada terus di dalam kamar, karena tidak ingin dipandang aneh oleh aemua pelayan dan bodyguard.
Sementara Allard memilih menghubungi Hyun ki untuk mencoba menyerang data base perusahaan milik Adam Aimo, yang segera dijalan kan oleh Hyun ki dan beberapa hacker lain yang berada di dalam yayasan milik Allard.
Allard tersenyum puas saat ini, karena dia mengetahui jika Adam sedang berlibur ke pulau pribadi miliknya, membawa serta istri, anak dan cucunya juga. Dia belum mengetahui jika kedua perusahaannya terancam bangkrut saat ini.
"nikmatilah waktu bahagia mu, saat kau kembali dari berlibur, semua milik mu habis tak tersisa, itu hadiah yang sangat pantas untuk orang seperti mu".
Ucap Allard sambil tersenyum mengerikan sembari menunjukkan smirknya. Dia belum memberitahu sang istri, dan akan memberitahu saat semua yang dia inginkan sudah terpenuhi.
...........
"All,..... "
"ya sayang, ada apa?".
Ica memanggil Allard yang baru saja menutup laptop kerjanya di meja kerja yang berada disudut kamar pribadinya, meskipun dia sudah memiliki ruang kerja, tetapi Allard tetap menyediakan meja kerja yang tidak terlalu besar, sehingga jika dia sedang malas keluar, dia memilih bekerja di dalam kamar pribadinya seperti saat ini.
"aku ingin bertanya, tapi........ ".
Allard tersenyum, setakut itu kah Ica padanya, sehingga ragu untuk mengutarakan pertanyaan, Dia mendekat kearah sang istri yang berada di atas ranjang, dia mendudukkan dirinya di samping sang istri, menatap lekat manik mata hitam kecoklatan yang selalu indah menurutnya.
"ada apa? tanyakan apa yang ingin kau ketahui".
Ica mengangguk, sembari tersenyum lembut yang membuat Allard tak bisa mengontrol dirinya, Allard mengecup lembut bibir sang istri, tetapi kecupan itu berubah menjadi cium*n meskipun ringan dan tidak terlalu lama, Allard takut jika dia tidak bisa mengontrol dirinya dan kembali menyentuh istrinya.
Dia tahu jika Ica belum bisa menikmati ibadah ternikmat bersamanya tadi malam, padahal dia sudah berusaha melakukannya dengan perlahan, Kebiasaannya bermain dengan para wanita yang sudah berpengalaman, malah semua wanita itu menyukai permainan yang keras dan kasar.
Tetapi hal itu tidak berlaku untuk sang istri yang sama sekali belum berpengalaman, dia tidak pernah bersentuhan dengan pria, meskipun hanya bergandengan tangan sekalipun.
Tetapi hal itu membuat Allard senang dan bangga, karena dia hanya satu-satunya orang yang menyentuh istrinya, ternyata memang sangat menyenangkan jika bisa mendapatkan wanita yang masih utuh dan suci.
Perlahan Allard akan mencoba membuat Ica nyaman dan malah ketagihan dengan aktifitas malam keduanya, Allard tidak ingin membuat istrinya takut jika memintanya terlalu sering, meskipun gejolak dalam dirinya sangat sulit untuk dia kendalikan.
Allard tetap berusaha menahan hasratnya, karena dia sadar istrinya wanita seperti apa, berkelas dan berpendidikan, tidak selayaknya dia perlakukan seperti wanita-wanita yang biasanya dia nikmati setiap malamnya.
..............
"jawablah jika kau ingin menjawabnya, tetapi jika tidak ingin tak apa, dan jangan tersinggung".
__ADS_1
"ok sayang, apa yang ingin kau tanyakan? hem"
Allard menjawab dengan lembut, tangannya meraih jari jemari sang istri dan di genggam dengan erat.
"kau bisa shalat, dan bacaannya bagus, sejak kapan sebenarnya kau bisa shalat?".
Ica yang begitu penasaran akhirnya mempertanyakan hal itu pada suaminya, dia merasa aneh, sebab tidak mungkin orang yang baru belajar bisa dengan baik membaca ayat-ayat dan bacaan shalat.
Allard tersenyum sambil membenarkan anak rambut istrinya yang menjulur ke depan menutupi sebagian wajah cantik Ica.
"dari mana aku mulai bercerita, baiklah, aku akan sedikit menceritakan masa remaja ku".
Allard menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya dengan perlahan dan memulai bercerita.
"sejak kecil aku terbiasa hidup berpindah-pindah, sekolah dasar sampai kelas 3 aku di sini, kelas 4 pindah ke Jakarta, terus SMP aku masih di Jakarta, meskipun kedua orang tua ku disini, aku dititipkan pada grandpa, yang memasukkan ku ke salah satu pesantren
yang ada di Jakarta, katanya, supaya aku memiliki dasar untuk beragama, selama tiga tahun aku di pesantren, meskipun saat SMA aku kembali lagi ke sini, tetapi saat itu aku masih melaksanakan shalat meskipun terkadang bolong-bolong, dan benar-benar berhenti saat mulai masuk perguruan tinggi, di Harvard, kau tau lah pergaulan di sana seperti apa, dan sayangnya aku malah berteman akrab dengan mafia penguasa daratan Eropa, dan sejak saat itu aku semakin merasa jauh, sudah kepalang malu untuk kembali lagi, disisi lain aku merasa senang karena kehidupan ku yang dulu terasa terkekang menjadi bebas, dan akhirnya aku semakin terperosok kedalam dosa".
Allard menjeda kalimatnya sembari pandangannya menerawang jauh ke depan.
"aku sudah terlalu jauh dan malah terus menerus menumpuk dosa setiap menit, aku terlalu merasa kotor, apa lagi saat kakek menjodohkan ku dengan mu, aku merasa tidak pantas, tetapi di sisi lain aku ingin memiliki mu, dan malah berakhir dengan kontrak pernikahan, aku tidak ingin melepaskan mu, meskipun aku merasa tak pantas untuk mu, huh... egois bukan??".
"tapi aku bersyukur kau mau berubah lagi All,".
"ya, sebenarnya ada rasa rindu yang sudah sangat menggunung, dan sulit untuk ku ungkapkan, tapi aku tidak tahu untuk siapa, dan ternyata sekarang aku sudah menemukan jawabannya".
Ica mengerutkan keningnya mencoba mencerna perkataan Allard barusan, dia terlalu takut dan tidak ingin Allard berpaling darinya, sehingga dia menundukkan pandangannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca,
"hey, kenapa? apa ada yang salah dengan ucapan ku?".
"kau kejam All, setelah aku mencintai mu, kau malah menginginkan orang lain".
Allard dibuat melongo dengan jawaban Ica, dia sampai bingung melihat istrinya menangis.
"hey, apa maksud mu sayang? siapa yang menginginkan orang lain?".
"setelah kau bilang kau mencintai ku, dan entah sejak kapan tepatnya, aku mulai mencintai mu, tetapi sekarang kau malah merindukan orang lain".
Ica berkata dengan sedikit berteriak, yang membuat Allard langsung memeluknya dengan senyum lebar tersungging di bibirnya.
__ADS_1
"apa aku mengatakan bahwa aku merindukan seseorang?, aku hanya mengatakan aku sudah menemukan untuk siapa rasa rindu ku, yang selama ini menggunung".
"kau memang kejam All, jahat".
Ica berteriak sambil memukul dada Allard beberapa kali, tetapi kemudian Allard menangkap kedua tangan istri kecilnya, dan menempelkan jari telunjuknya di bibir mungil Ica.
" ssssssstttttttt..... dengarkan aku, apa sekarang kau salah faham? jangan katakan kalau saat ini, kau sedang cemburu dengan Tuhan kita".
Ica segera menghentikan tangisnya, mengingat kembali perkataan Allard beberapa menit yang lalu, kemudian menatap Allard tak percaya.
"ja-jadi kau...... ".
" ya,,,, aku merindukan Allah, rasa rindu yang sejak dulu terkumpul dan baru hilang selama tiga hari ini, setelah aku kembali bersujud padanya, tanpa sepengetahuan dari mu sayang, aku masih terlalu malu jika kau melihat ku shalat, kesannya seperti ingin mencari muka".
Ica menatap suaminya dengan mata yang kembali basah, dia merasa begitu bersyukur suaminya telah kembali kejalan yang diridhoi, dan itu membuatnya terharu.
"alhamdulillah ....... terimakasih All, terimakasih sudah mau kembali lagi, kita akan sama-sama menyempurnakan ibadah kita bersama mulai saat ini".
Ucap Ica sambil memeluk erat sang suami yang tak henti menciumi wajah dan puncak kepala sang istri, hanya Ica yang mampu meluluhkan kekerasan hati Allard selama ini, dan Allard bersyukur akan hal itu.
.............
"jadi, kau juga mencintai ku sayang? bukan hanya aku yang mencintai mu?".
Meskipun Allard sudah yakin akan perasaan istrinya, tetapi Allard berniat menggoda sang istri, Ica melepaskan pelukan Allard, dengan wajah yang memerah dia menatap dalam pada netra sang suami sembari mengangguk malu.
Dia keceplosan mengatakan mencintai Allard, hal yang selama ini tidak pernah ia ungkapkan secara gamblang pada suaminya. Dan hal itu membuatnya tersipu dengan wajah seperti tomat, membuat Allard terkekeh dengan ekspresi imut istri kecilnya.
..................... ......................
malam gaezzzz..... maapken author mu yg jam up.nya g beraturan...
terimakasih buat yg udah setia baca dan like n comen, apa lagi kasih vote maupun gift,
makasih semua aku sayang kalian....
Calangheeee.....
βΊβΊβΊππππππππππ
__ADS_1