MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Luka Yang Kembali Basah


__ADS_3

Allard membawa salah satu mobil kesayangannya itu dengan kecepatan tinggi membelah subuh kota Seoul, dia menyetir sendiri sementara David berada di mobil belakang beserta Leo dan Darius, sang bodyguard andalan Allard, ketiganya memanglah anak buah elite dan terbaik yang dimiliki Allard, dengan kemampuan bela diri dan kecerdasan di atas rata-rata.


Allard mendapatkan ketiganya dalam waktu yang berbeda, David dia dapatkan di panti Asuhan karena prestasinya, kemudian Allard menyekolahkannya hingga sarjana dan dia memilih mengabdi pada Allard, sementara Darius ia dapatkan dijalanan yang saat itu nyaris membunuhnya karena mencopet Allard, tetapi kemudian Allard memberinya uang, dan Darius berterimakasih karena uang dari Allard itu dia bisa menyelamatkan adik perempuannya yang sedang sakit.


Sementara Leo, dia dapatkan dari pertarungan gelap, saat dulu Allard sempat mengikutinya. Leo menjadi petarung yang tak terkalahkan beberapa periode, dan Allard yang saat itu sedang dalam mood yang buruk memilih melampiaskan pada pertarungan itu, dimana salah satunya harus mati sebagai peraturannya.


Allard melawan Leo, pada pertarungan terakhir Leo dinyatakan meninggal, Allard yang tak pernah membunuh seseorang itu merasa bersalah kemudian membawa Leo yang ternyata diperjalanan dia kembali bernafas, Allard memilih menyelamatkan Leo. Dan hingga saat ini Leo memilih mengabdikan hidupnya pada Allard.


Allard memanglah terlihat angkuh dan sombong, tetapi ternyata dia memiliki yayasan khusus anak-anak jalanan yang mau di bina, menjadi orang yang bernilai lebih, disekolahkan bahkan Allard mendukung hobi setiap anak yang berpotensi, tetapi jika hanya menumpang dan tidak melakukan apa pun Allard akan murka, dan tidak mengizinkannya menempati yayasan miliknya.


Begitulah prinsip Allard yang menolong seseorang berdasarkan potensi dan keinginan untuk menjadi lebih baik lagi, tetapi jika anak-anak itu tidak mempunyai semangat mengubah hidupnya, maka dia enggan dan memilih memasukkannya ke panti asuhan, yang tiap tahun pun dia mengirimkan donasi dalam jumlah besar.


Sisi inilah yang jarang diketahui bahkan oleh kakeknya sendiri. Tak heran jika Allard mempunyai banyak anak buah yang dengan senang hati membantunya jika dia kesulitan, karena banyak anak-anak yang dulunya hanya anak jalanan dan sekarang menjadi pengusaha, pejabat maupun aktris.


Allard memulai yayasan ini sejak dia berusia 18, tahun saat itu dia sudah dipercaya memegang salah satu Secret hotel cabang yang berada di Jeju, dan dengan itu dia menolong anak jalanan yang ditemuinya, baik yang ditemukan oleh Allard langsung maupun yang dibawa oleh anak buah Allard yang lain, dengan syarat dia harus mempunyai potensi dan semangat merubah hidupnya.


..........


Allard menyesuaikan lokasi istrinya saat ini, dan dia segera memarkirkan mobilnya di pinggiran kota Seoul itu, dengan berjalan tergesa dia terus mencari titik koordinat yang pas dengan keberadaan istrinya saat ini.


Dia mengernyitkan keningnya saat mendapati sebuah apartemen yang bisa dikatakan seperti rumah susun itu, dengan memiliki 6 lantai. Tanpa diperintah David segera mencari resepsionis dan menunjukkan kartu nama miliknya sehingga dengan mudah David menerima akses kartu untuk memasuki setiap unit apartemen.


David mengejar Allard yang sudah terlebih dahulu bergerak dengan panduan ponselnya. Ponsel Allard berbunyi dengan keras saat titik koordinat sudah mencapai jarak 10 meter dan dia segera menyuruh David membuka apartemen yang berada dilantai tiga itu.


Gelap, hal pertama yang dia dapati saat pintu terbuka, dan dia segera mencari keberadaan istri kecilnya dengan terus memanggilnya.


"Ica, Honey, dimana kau?"


Dia terus mencari di semua ruangan, saat memasuki kamar yang di tempati oleh Ica, Allard dibuat terkejut dengan pemandangan seseorang yang tertidur dilantai. Allard segera memburunya.


Allard meraih tubuh kecil yang saat ini terasa sangat ringan itu, dia segera menepuk beberapa kali pipi Ica, badannya sangat panas tetapi tubuhnya menggigil hebat dengan mata terpejam.


Allard meraihnya dan menyuruh David dan para bodyguardnya segera keluar dari kamar itu, dia menyadari keadaan istrinya yang saat ini tidak memakai kerudung, dan dengan tergesa Allard menggendong Ica, membaringkannya di ranjang, mencari kerudungnya dan berteriak pada anak buahnya.


"David siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang".


Dan tanpa menunggu David segera berlari menyiapkan mobil sang tuan yang saat ini tengah menggendong nyonya menuju mobil, tidak lupa dia memberikan tugas pada Leo untuk membawa pulang semua barang-barang milik istrinya itu.

__ADS_1


"bertahanlah sayang, sebentar lagi kita sampai".


"David, lebih cepat lagi, apa kau tak melihat kondisi nyonya mu?"


Dengan berteriak panik, Allard menyuruh David menambah laju kecepatan mobilnya.


"baik tuan".


David menambah kecepatannya padahal sebelumnya laju mobil ini sudah sangat cepat. setelah 40 menit mobil rolls royce itu berhasil parkir dengan sempurna di lobi RS bertuliskan Jong Hwa Hospital.


Leo segera berlari membuka pintu mobil sang tuan dan Allard segera turun dan membawa Ica dalam gendongannya, terlihat dokter Harry menyambutnya dan dengan brankar tidur dorong di sebelahnya, Allard segera membaringkan Ica di sana dan segera didorong menuju Instalasi Gawat Darurat.


Allard di minta menunggu di luar, tetapi dia bersikeras ingin melihat istrinya, dan akhirnya dokter Harry sendiri yang turun tangan mendorong Allard dengan tatapan tajamnya.


"biarkan aku memeriksa kondisi istrimu terlebih dahulu, kau hanya akan mengganggu jika berada di sana".


Dengan pasrah Allard menundukkan kepalanya, penyesalan-penyesalan itu kian menggerogoti hatinya saat ini, dadanya terasa sesak dan sakit saat melihat kondisi istrinya, dia berharap Ica baik-baik saja meskipun kenyataannya tidak.


........


Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan tes laboratorium selama hampir dua jam, Ica di bawa ke kamar perawatan, dokter Harry memanggil Allard untuk berbicara mengenai kondisi istrinya itu.


Ucap Harry dengan tanpa mengalihkan pandangannya pada lembaran hasil lab ditangannya. Kaca mata bertengger di sana dan membuatnya semakin berkharisma.


"jelaskan pada ku, kenapa istrimu bisa sampai datang dengan kondisi semengenaskan itu?, apa kau menyiksa dan memperkosanya Allard?"


Harry bertanya dengan mulut sedikit terkatup dan mata menatap Allard tajam. Sementara Allard terdiam sesaat dengan kedua tangan mengepal kuat, dia marah pada Harry dengan pertanyaannya itu, tetapi benar, dia salah satu penyebab kondisi istrinya menjadi seperti itu. Setelah menetralkan emosinya Allard menjelaskan kronologinya, meskipun dengan mata yang terlihat menyiratkan penyesalan di sana.


Harry menghela nafasnya gusar, kemudian dia menatap Allard dengan pandangan yang lebih melembut sekarang.


"apa kau tau istrimu sebelumnya sudah menjalani prosedur prasyarat menikah dengan sesuai anjuran pemerintah Allard".


"kenapa malah bertanya seperti itu harry?"


Harry menghela nafasnya, dia yakin jika Allard bahkan tidak mengetahui hal mendasar ini.


"setahu ku, kau menikah di Indonesia, dan negara itu menganjurkan wanita memenuhi berbagai persyaratan sebelum menikah, salah satunya vaksin **. Vaksin ** bisa mencegah infeksi bakteri Clostridium tetani (bakteri penyebab tetanus) pada v*gina, saat melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya, maupun ketika terluka akibat benda yang tidak steril, seperti paku, atau pisau yang berkarat dan lainnya".

__ADS_1


Allard terlihat kebingungan dengan penjelasan Harry kali ini, tetapi kemudian, Harry kembali menjelaskan.


"di luar dari luka-luka yang ia dapatkan, istrimu mengalami gejala infeksi Tetanus Allard, aku tidak tahu virus itu didapatkan dari luka sayatan atau luka yang lainnya, meskipun itu tidak lah pada level yang parah, ini membuat ku mengambil kesimpulan jika saat menikah dia tidak menjalani serangkaian persyaratan pra menikah".


"aku tidak tahu itu, aku dijodohkan lagi pula aku tidak mengetahui hal-hal kedokteran seperti itu Harry".


"heemmmmmzzzz, baiklah kami pihak dokter akan melakukan perawatan pada istri mu di rumah sakit, kami akan memberikan antibiotik, antitoksin, dan obat relaksan otot. Masa penyembuhan penyakit ini umumnya akan membutuhkan waktu sekitar 16 minggu. tetapi bisa dirawat di rumah jika kondisinya sudah membaik".


"baiklah, tetapi untuk luka sayatan ditangannya aku tidak tahu penyebabnya, akan coba kutanyakan padanya nanti".


"mulai sekarang perlakukan istrimu dengan baik br*ngs*k".


Ucap Harry dengan pandangan mata yang kembali menajam menatap ke arah Allard.


"aku tahu, aku menyesal, tetapi aku merasa bangga mengetahui jika aku satu-satunya pria yang menyentuhnya".


Dengan tersenyum bangga Allard melenggang keluar dari ruangan Harry.


"istrimu yang menyedihkan, karena mendapatkan barang bekas yang tidak layak pakai seperti mu All".


Dan Allard hanya menatap sinis pada Harry sekilas, kemudian dia mengacungkan jari tengahnya pada Harry yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


...........


Allard berjalan menuju kamar VVIP perawatan Ica, dia kembali teringat pembicaraannya dengan dokter wanita yang dipanggil Harry, jika area sensitif istrinya mengalami peradangan, mungkin akibat dari Ica yang tidak mengurangi aktifitasnya sebelum benar-benar pulih, bahkan dia malah menerima pekerjaan yang menurutnya tidak penting. Akibatnya luka yang belum sembuh itu sekarang mengalami peradangan dan memerlukan perawatan ekstra.


Dia tidak akan membiarkan istri kecilnya itu bekerja lagi sekarang, bahkan jika dia tidak bekerja pun Allard masih sangat sanggup membiayai kehidupannya meskipun jika istrinya itu memiliki kehidupan yang mewah, dia akan dengan senang hati memenuhinya. Tetapi Ica bukanlah tipe wanita yang suka berfoya-foya seperti itu.


..................


Wuaahhhh.... hampir 1500 kata ini, aku tahu bulat bgt ngetiknya dan g punya tabungan bab,


disini juga aku sisipin pelajaran buat yang belum menikah yaa...


tapi lebih baik yang bca novel ku ini yang udah cukup umur...


tetep kasih Vote, like n comen yaa.. ☺☺☺

__ADS_1


mksih...


__ADS_2