
Semarang Indonesia
"bagaimana, apa kali ini kau gagal lagi membunuhnya, "
"maafkan saya tuan, saya kesulitan karena medan yang baru, dia juga memiliki seorang supir yang merangkap bodyguard, yang selalu mengikutinya kemanapun target pergi."
"aku tau, karena sampai saat ini Belum ada kabar kematiannya. Pulanglah, pesangon mu sudah ku transfer, kurasa aku membutuhkan jasa pembunuh bayaran orang Korea Asli, yang lebih paham seluk beluk negara itu dengan baik. Tidak seperti mu yang selalu gagal".
Dengan membanting telepon kabel yang baru saja ia gunakan menghubungi orang suruhannya. Hariyanto benar-benar merasa bosan tiap kali mendengar orang suruhannya selalu gagal menjalankan perintahnya.
Padahal hanya seorang gadis lemah yang sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Dia juga tau jika Allard tidak bersungguh-sungguh menjalani pernikahan ini dengan keponakan angkatnya itu.
Itulah sebabnya dia masih bisa bebas untuk terus berusaha membunuh Tica, Allard sebenarnya bisa saja menggunakan kekuasaannya untuk melenyapkan Hariyanto, dengan mudahnya, tetapi itu tidak dia lakukan karena memang baginya Tica bukanlah siapa-siapa, sehingga Hariyanto pun masih bebas menjalani kehidupannya saat ini.
"kau bahkan tak diinginkan oleh suami mu sendiri, gadis malang, tapi aku harus bisa melenyapkan mu, karena itu satu-satunya jalan untuk ku bisa mengambil kembali semua warisan yang dimiliki orang tua ku, sebelum dipindahkan semuanya atas nama bandot tua itu".
"aku hanya ingin mengambil kembali apa yang memang menjadi milik ku".
Ucap Hariyanto dengan nafas memburu dan mata memerah menahan kemarahannya selama ini. Dia tidak memiliki bukti untuk bisa merebut kembali apa yang dia pikir menjadi hak miliknya.
Karena itulah dia menggunakan cara kotor seperti ini, dengan membunuh semua anggota keluarga Prasetio, hingga hanya tersisa Tica seorang. Sebenarnya dia juga sudah berusaha melenyapkannya sejak anak itu dibangku SMP, dengan memakai segala cara telah dia lakukan.
Tetapi hasilnya masih nihil, dia seperti mempunyai nyawa cadangan, bahkan jika orang lain yang ia coba bunuh, akan dengan mudahnya dilakukan orang suruhannya. Tanpa perlu mengotori tangannya sendiri.
Sementara Tica, meskipun dia sudah turun tangan sendiri pun masih belum bisa membunuhnya. Kali ini dia akan mencari pembunuh bayaran yang cara kerjanya bersih dan bisa bermain cantik, sehingga tanpa harus dicurigai pihak kepolisian.
...............
Hafidz membuka amplop surat dari pihak rumah sakit tempatnya bekerja, dia saat ini sedang menempuh pendidikan guna mengambil spesialis dokter anak, dan masih menempuh pendidikannya selama 2 tahun terakhir ini, dia mendapatkan surat pemberitahuan jika akan di adakan seminar kedokteran spesialis anak antar beberapa negara di Asia, dan dia diharuskan mengikuti seminar yang di adakan di negeri Ginseng itu. Tepatnya di kota Seoul.
Tiga hari lagi dia berangkat, dia harus mencari rekannya yang bisa menggantikan tugasnya selama satu minggu besok. Dia juga harus izin dengan istrinya terlebih dahulu.
__ADS_1
.............
Seoul Korea Selatan
Tica baru saja keluar dari Universitas tempatnya menimba ilmu 4 bulan terakhir ini. Masih ada satu hal lagi yang harus dia lakukan. Menjadi negosiator Antar pengusaha yang saling memperebutkan keuntungan besar.
Sebenarnya Tica malas berurusan dengan orang-orang angkuh seperti ini, tetapi demi mendapatkan uang supaya ia bisa segera membeli apartemen untuknya tinggal sendiri.
Dia tidak ingin menyewa karena dia akan tinggal di Korea selama kontrak kerjanya belum berakhir, hingga 3 tahun ke depan, dan juga sebagai bentuk investasi jangka panjang kedepannya. Begitulah Tica, mewarisi jiwa bisnis yang sudah tumbuh sejak dia kecil.
Tica memasuki lobi Secret Hotel yang berada dipinggiran kota Seoul itu, dan menyuruh Leo segera pulang, karena dia akan pulang larut malam kali ini. Tica tidak mengetahui jika Secret Hotel ini adalah milik suaminya, dia tidak pernah bertanya apa saja usaha yang dimiliki Allard, karena dia memang tidak terlalu perduli apa oun tentang Allard awalnya.
Leo yang merasa sang nyonya aman karena hotel tempat sang nyonya bertemu seseorang itu adalah hotel milik Allard. Jadi dia mengikuti instruksi sang nyonya untuk segera pulang kerumahnya. Leo mengatakan pada Tica jika sudah menyiapkan mobil sekaligus driver untuk sang nyonya pulang.
Sebelumnya Leo sudah menelpon manajer hotel untuk menyiapkan supir untuk sang nyonya jika akan pulang ke Mansionnya. Leo yang memang sedang ada acara keluarga dirumahnya pun memutuskan segera pulang. Karena adik perempuannya akan dilamar oleh kekasihnya yang sudah dipacarinya selama 2 tahun terakhir ini.
................
"jadi, Anda masih kukuh ingin mempertahankan pendapat anda? dengan mengambil keuntungan 70% dari Proyek kerjasama kali ini?".
"ya memang harusnya begitu, karena saya yang menyiapkan modal awal lebih besar, dari pada kontraktornya".
Jawab laki-laki bertubuh sedikit buncit dan kepala plontos itu dengan angkuh.
"baiklah, tapi jangan salahkan jika sang kontraktor itu mengambil keuntungan lain dari Anda".
"apa maksud mu?"
"tentu saja jika istri mu ini mengetahui tentang kehidupan malam mu bersama para wanita mu itu, bukankah anda akan langsung didepak dari rumah mu".
Pengusaha ini dulunya bukanlah siapa-siapa, tetapi karena dia menikahi wanita kaya raya pewaris utama Pertambangan, jadi sekarang dia yang memegang kendali. Harta tahta wanita, tiga kata itu memang sangat sulit untuk dipisahkan dari laki-laki yang memang memiliki basic tak pernah puas hanya dengan apa yang dia miliki saat ini. Terus berusaha mencari dan mencari kepuasan lain, ntah itu dalam dunia bisnis maupun kehidupan pribadinya.
__ADS_1
"apa maksud mu bi***".
Pria plontos itu menggebrak meja dengan tangan mengepal, menunjukkan kalau dia sedang marah saat ini.
Tica tersenyum miring, dipanggil sedemikian rupa oleh pria botak itu, dengan dengan sorot mata tajam, Tica berusaha mengintimidasi pria plontos itu dengan cara liciknya.
"jika anda tak menepati janji anda seperti sebelumnya dengan membagi keuntungan 50%, masing-masing, maka saya akan melakukan apa yang tidak pernah anda bayangkan".
Tica menunjukkan bukti foto dan vidio laki-laki plontos itu, dan ia ingin mengambil ponsel Tica , secepat kilat Tica menghindar dari jangkauan tangan Pria plontos itu.
"Kau ambil pun percuma, konsumen ku sudah memiliki salinan yang siap dikirimkan ke istrimu sekarang juga, jika Anda menolak pembagian yang adil ini".
Pria plontos itu Mengeram marah dengan mata melotot, ia merasa mati kutu sekarang, kelemahan satu-satunya yang dia takutkan, krnapa bisa diketahui lawan bisnisnya saat ini.
Pria plontis itu pun akhirnya menyetujui keinginan kontraktornya dengan membagi keuntungan yang sama yaitu 50% masing-masing.
Tica terlihat santai, sembari merapikan berkas kerja sama itu, dia melenggang pergi keluar kamar hotel setelah apa yang diinginkannya tercapai, Tersenyum menang sambil terus melenggang menuju lobi, dimana pihak hotel telah menyiapkan mobil sekaligus driver untuknya pulang ke mansion, karena hari sudah cukup malam saat ini,
Setelah sampai dilobi Dia merasa sudah tidak ada yang memperhatikannya lagi, Dia melemaskan bahunya dan segera mencari sandaran di salah satu tiang penyangga yang sangat besar itu. Menyandarkan dirinya sebentar kemudian berjalan menuju depan dengan kaki pincangnya.
Dia mencari tempat duduk, melepaskan sepatu, melihat kakinya yang saat ini perbannya berwarna merah, darah kembali merembes keluar, rasa nyeri itu berdenyut semakin menggigit. Dia ingin segera pulang dan membersihkan lukanya supaya bisa cepat beristirahat.
Rasa lelah, pedih, nyeri, pusing menjadi satu, tapi dia harus bisa melewati malam ini, Tak lama seorang yang mengenakan seragam hotel menghampirinya dan mengatakan jika dia disuruh Leo untuk mengantarkan Tica pulang.
Memasuki mobil, Tica kembali mengenakan hijabnya, yang tadi dia ganti dengan rambut palsu.
....................
Selamat Siang readers yang kece, makasih bgt udah mau baca karya receh ku,
dukung aku ya lg ngajuin kontrak nih, dengan cara....
__ADS_1
vote, liken comen biar semakin cepat prosesnya...
makasih banyak βΊβΊβΊππππππ