MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY
Perubahan Allard


__ADS_3

Allard menggendong Ica menuju mobil yang sudah terparkir dengan rapi di lobi RS Jong Hwa, setelah perdebatannya dengan Ica yang ingin menggunakan kursi roda, tetapi Allard tetap bersikeras menggendong Ica, dan akhirnya ica menyerah saat Allard mengangkat tubuhnya, menggendong Ica ala bridal style menuju mobil MVP Lexuz SM 350, yang di kendarai oleh Leo.


Allard bersikeras membawa istrinya pulang ke mansion sore ini, dan tetap harus menghabiskan cairan infusnya terlebih dahulu. dokter Harry dan juga Felly bertugas memeriksa kondisi Ica di mansion setiap sehari sekali.


Allard memasuki mobil yang baru saja dibelinya itu, dia merasa kurang nyaman saat menggendong istrinya menggunakan mobil rolls royce miliknya, karena koleksi mobil Allard tidak ada satupun mobil keluarga, alhasil dia menyuruh David membeli mobil MVP yang harganya hanya 3,6 milyar, yang menurutnya murah, karena semua koleksi mobilnya berharga lebih tinggi dari pada harga mobil ini.


................


Sampai di mansion, Allard kembali menggendong Ica turun dari mobil, saat melewati taman depan mansion Ica dibuat heran dengan banyaknya orang yang terlihat sedang mendekor halaman depan dan taman samping mansion Allard hingga sampai ke kolam renang.


"mereka semua mau apa All?"


Ica bertanya pada Allard yang sedang fokus melihat jalan di depannya.


"membuat dekorasi pesta"


Jawab Allard dengan entengnya kali ini merupakan pesta antara pengusaha dan artis yang memang kerap di adakan bergilir di rumah mereka masing-masing, dan kali ini merupakan giliran di mansion Allard.


Ica hanya mengangguk dan kemudian ketika sampai di dalam mansion, dia disambut oleh Mila dan semua maid yang terlihat sangat sibuk, mempersiapkan pesta nanti malam. Allard melangkahkan kakinya menuju kamarnya, kali ini dia menggunakan lift yang langsung terhubung dengan kamar Allard.


Ica terlihat kebingungan saat Allard membawa dia ke kamar pribadi miliknya. Mereka berdua memang sudah berbaikan tetapi Ica masih terlihat canggung ketika dia harus berada di satu kamar yang sama dengan Allard.


"kenapa ke kamar mu All?, aku ingin di kamar lama ku saja".


Allard menurunkan Ica di rangjang king Size miliknya, kemudian menyetel AC sedikit lebih dingin supaya istrinya bisa istirahat dengan baik, Allard kemudian menyelimuti Ica.


"Mulai sekarang kamar mu di sini, bersama ku".


"tapi kenapa? aku lebih nyaman tinggal dikamar lama ku sendiri All".


"maka sekarang berusahalah merasa nyaman tinggal di kamar ini bersama ku, lagi pula barang-barang mu semuanya sudah di pindahkan ke kamar ini".


"All tapi....... ".


Ucapan Ica terhenti saat dengan tiba-tiba Allard mencium bibir Ica, dan netra Ica langsung membulat seketika.


"jangan pernah membantah ucapan ku, atau aku akan terus mencium bibir manis mu ini sayang, apa kau mengerti?".

__ADS_1


"ahhh.... kau memang menyebalkan Allard, mana bisa begitu, aku tak mau".


Dan kali ini Allard langsung ******* bibir kecil istrinya dengan sedikit lama, menggigitnya karena Ica tak lekas membalas ciumannya. Lidah Allard bermain-main di dalam mulutnya, membelit lidah dan mengabsen setiap giginya. Sampai Allard menginginkan lebih, dia menarik tengkuk Ica, tetapi kemudian dia melepaskan ciumannya.


Allard menginginkan lebih dari ini, tetapi dia harus bersabar, karena luka istrinya belum sembuh dan juga dia tak ingin membuat istrinya takut.


"istirahatlah terlebih dahulu aku akan mandi".


Allard melenggang ke kamar mandi dengan wajah resahnya, pasalnya sekarang dia harus berusaha menenangkan juniornya yang telah berdiri dengan sempurna dan siap tempur.


" ****"..


Allard mengumpat, dia berusaha keras untuk meredam hasratnya kali ini.


"bersabarlah junior, kau pasti akan mendapatkannya, tapi tidak sekarang".


Ucap Allard berusaha menenangkan juniornya yang meminta pelepasan itu. Kemudian dia langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin, dengan masih memakai baju lengkapnya tanpa mencopotnya terlebih dahulu, dia berharap juniornya akan tidur kembali. Karena dia tidak akan mendapatkan apa yang dia mau sekarang.


................


"sepertinya aku harus menambahkan beberapa koleksi perhiasan untuknya, dia terlihat tidak pernah menggunakan perhiasan selain yang telah ku berikan saat menikah".


"bahkan dia tidak pernah menggunakan kartu credit yang ku berikan untuknya, dia benar-benar wanita yang mandiri".


Ucap Allard sembari melihat-lihat koleksi baju, sepatu, hijab dan kelengkapan lain milik istrinya.


"sepertinya aku harus menghubungi desainer khusus hijab untuk menambah koleksi hijabnya, karena dia tidak akan bisa menemukannya di sini".


Dia terus saja terlihat tersenyum saat melenggang dan memilih baju santainya sebelum bersiap untuk acara malam ini.


Allard sengaja ingin memperkenalkan istrinya pada rekan bisnis dan teman-temannya nanti, karena mereka semua masih belum tahu status terbaru Allard, mereka mengira jika Allard masih single, sehingga para wanita masih saja terus bersaing untuk bisa mendapatkan Allard.


Ica tidur dalam damainya, karena efek obat membuatnya begitu mengantuk, terlebih lagi tempat yang nyaman dan tanpa kebisingan, meskipun diluar sedang mempersiapkan untuk pesta nanti malam, tetapi karena kamar pribadi Allard memiliki peredam suara sekaligus kedap suara, membuat Ica benar-benar bisa tidur dengan nyaman.


Sepertinya keputusan Allard membawanya pulang ke mansion memang tepat, melihat istrinya yang tertidur dengan damai membuatnya merasa senang, Allard kemudian memilih tidur di sebelah Ica, dengan memeluk tubuh kecil istrinya dengan posesif, sebenarnya dia sangat gemas melihat bibir Ica tetapi Allard tak ingin mengganggu istrinya yang tengah beristirahat sore ini.


Mila menekan bel di kamar pribadi Allard, dan kemudian pintu terbuka, Allard menggunakan sensor suara untuk membuka pintunya sehingga tak perlu berjalan kearah pintu hanya untuk membukakan pintu.

__ADS_1


"maaf tuan, ini busana pesanan nyonya sudah siap".


Mila menjadi sedikit kikuk karena pemandangan di depannya, sangat membuat semua wanita diluar sana merasa iri jika melihatnya. Terlihat Allard tidur dengan posisi memeluk Ica, meskipun Mila masuk ke kamar tidak merubah posisi Allard sedikit pun, dan itu membuat Mila merasa malu sendiri.


"taruh di walk in closed, dan tolong bawakan camilan basah kemari mila".


"baik tuan".


Mila pamit mengambil camilan basah untuk Allard, kemudian Allard berjalan menuju kulkas, mengambil air putih dingin dalam botol kemasan, tenggorokannya terasa kering saat ini.


..................


Allard menyambut semua tamu yang berdatangan, ditemani David, yang segera mempersilahkan semua tamu undangan yang mulai berdatangan.


Para wanita masih saja terlihat antusias dan menghampiri Allard dengan gaya berjalan yang dibuat menggoda, hal itu membuat Allard mendengus merasa jijik melihat betapa murahannya para wanita itu, meskipun mereka para putri pengusaha dan juga aktris dan model papan atas, tetapi kali ini tak membuat Allard menoleh kearah wanita-wanita itu...


Allard lebih memilih mengajak berbicara keempat sahabatnya yang telah membawa pasangan dan tunangannya masing-masing.


"hai sayang".


sapa Chintya yang berharap kali ini dia masih bisa menemani Allard tidur malam nanti. Allard yang muak hanya tersenyum hambar dan segera menyuruh Chintya mencari tempat duduk, saat dia terlihat hendak meraih lengan Allard untuk digandengnya itu.


Allard memilih langsung pergi ke kamarnya membantu istrinya bersiap dan akan segera mengenalkannya turun saat ini juga.


..............................


Sore semua, bonus chapter meluncur sekarang juga....


aku selesai ngetik langsung tak UP ini, maaf klo masih banyak typo, ☺☺☺☺


kasih bonus aku juga donk...


vote, like n comen yaa....


makasih...


☺☺☺☺🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2